100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
6K tayangan3 halaman

Ucapan Sungkeman Pernikahan untuk Orangtua

Ringkasan dokumen ini adalah: 1. Dokumen ini berisi kalimat-kalimat untuk orangtua dan mertua saat pernikahan yang menyampaikan rasa terima kasih dan meminta doa. 2. Kalimat-kalimat itu mengingatkan pengorbanan orangtua dalam membesarkan anak-anak dan meminta bimbingan untuk membangun rumah tangga. 3. Dokumen ini juga berisi permintaan agar mertua memperlakukan pengantin seperti an

Diunggah oleh

Abdul Muttalib
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
6K tayangan3 halaman

Ucapan Sungkeman Pernikahan untuk Orangtua

Ringkasan dokumen ini adalah: 1. Dokumen ini berisi kalimat-kalimat untuk orangtua dan mertua saat pernikahan yang menyampaikan rasa terima kasih dan meminta doa. 2. Kalimat-kalimat itu mengingatkan pengorbanan orangtua dalam membesarkan anak-anak dan meminta bimbingan untuk membangun rumah tangga. 3. Dokumen ini juga berisi permintaan agar mertua memperlakukan pengantin seperti an

Diunggah oleh

Abdul Muttalib
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Untaian Kalimat Untuk Orangtua dan Mertua Saat

Pernikahan

Untuk IBU kandung


IBU, hari ini kami bersimpuh di haribaanmu, untuk merasakan kembali kasih sayangmu, untuk melebur
kesalahan yang kami lakukan padamu, dan untuk memohon segala doa restumu.

IBU, masih tergambar jelas dalam ingatanmu, perjalanan hidup kami sejak engkau mengandung kami.
Sembilan bulan bukanlah waktu yang singkat saat kau harus merasakan kepayahan, keletihan dan
kesakitan. Namun semua rasa itu kau jaga untuk kau tukar dengan bahagia.

IBU, belum hilang pula dari ingatanmu, suatu kondisi antara hidup dan mati, sakit yang tiada tara,
cucuran keringat dan air mata, bercampur haru dan bahagia, saat engkau melahirkan kami.
Memberikan cinta kasih yang hanya kami dapatkan darimu.

Kemudian, entah berapa malammu yang hilang, siangmu yang gersang, waktumu yang terbuang, saat
engkau menjaga kami, mendidik kenakalan kami, merawat sakit kami, menghapus tangis kami, dan
mendengarkan curhatan kami.

IBU, kesabaran, ketabahan dan pengorbananmu menghadapi kami, bagai ombak yang tidak pernah jera
menerjang karang, bagai embun yang memberi kesejukan sebelum datang terik siang, dan bagai
gunung kokoh yang tingginya menjulang, semua itu untuk kami, anak-anakmu.
IBU, kini kami telah dewasa. Kami sadar kami belum mampu melukis gurat senyum di bibirmu,
memercik binar bahagia di matamu bahkan berbakti atas semua jasa-jasamu itu. Hari ini kami akan
memulai sunnah Rosul yang mulia, dalam sebuah bahligai rumahtangga.
IBU, ajari kami untuk mencinta, cinta yang bermuara pada Allah semata. Bimbing kami untuk
bersabar, kesabaran yang tidak lekang diterpa coba. Arahkan kami untuk memahami, kepahaman
hidup dalam berbagi suka dan duka.
IBU, kami masih haus dengan segala doamu, doa yang menguatkan ikatan, doa yang meneguhkan
kesabaran, doa yang mengikhlaskan pengorbanan, doa yang memberikan kedamaian, doa yang
menunjukkan cinta dan kasih sayang, yaitu doa dalam sujud-sujud panjang tahajjudmu, agar kami bisa
menggapai sakinah, mawaddah, wa rahmah. Sungguh senyuman kebahagiaan kami adalah senyuman
kebahagiaanmu juga.

Untuk AYAH kandung.


AYAH, hari ini kami juga bersimpuh di hadapanmu, sebagai tanda bakti kami atas pengorbananmu,
sebagai permohonan kami untuk doa restumu, dan sebagai izin kami agar mengambil alih
tanggungjawabmu membina keluarga yang akan kami bangun.

AYAH, walau apapun yang kami lakukan tidak akan pernah dapat mengobati penat lelahmu, tidak akan
pernah dapat membayar cucuran keringatmu, tidak akan pernah dapat menggantikan siang malammu,
ketika engkau harus menafkahi kami sehingga kami bisa tumbuh dewasa seperti sekarang ini.

Bahkan saat sakit, engkau tetap bersemangat melangkah mencari maisyah. Tidak ingin melihat kami
lapar karena tidak punya makanan, tidak ingin melihat kami kedinginan karena tidak punya pakaian,
atau tidak ingin melihat kami menangis karena tidak punya mainan. Semua kau upayakan untuk
melihat kami ceria.
AYAH, kami tahu semua pengorbanan ikhlasmu itu karena ingin menjaga tawa bahagia di hidup kami,
riang gembira dalam canda kami, puas bangga dalam prestasi kami, sopan santun dari prilaku kami,
dan kesuksesan saat menghadapi masa depan kami.

AYAH, memang tidak setiap saat engkau memberi belaian, pelukan, dan genggam tangan, tapi engkau
selalu mengkhawatirkan kami, berjuang setengah mati mewujudkan pinta kami, memastikan kami
bersekolah dan belajar dengan baik, agar dapat menjadi kebanggaanmu.

Kini, saat kami belum membayar semua jasa-jasamu, kami malah harus kembali merepotkanmu untuk
hadir di sini sebagai wali yang menikahkan kami. Bila kelak nanti engkau tidak bisa lagi selalu berada
di dekat kami, kami tetap mengharap doa terbaikmu agar kami kuat mengayuh bahtera rumah tangga
kami.

AYAH, bekali kami tangan kokoh seperti tanganmu yang memberi tanpa pamrih, hati tegar seperti
hatimu yang menumbuhkan tekad baja tak kenal lelah, dan pikiran tenang seperti pikiranmu yang
membedakan antara haq dan bathil. Kami bersyukur memiliki darahmu mengalir di tubuh kami.

AYAH, semoga airmata haru yang kau titiskan hari ini adalah ridho Allah untuk kami. Satu tugas besar
yang Allah berikan untukmu pun telah kau tunaikan dengan menikahkan kami, menyatukan kami, dan
melengkapkan separuh dari keIslaman kami. Kami pasti akan selalu mengingat nasehat-nasehatmu dan
akan kami teruskan kepada anak-anak kami. Dan karena doa anak-anak untuk orangtuanya adalah
amalan jariyah, semoga kita akan kembali bersatu bersama di surga-Nya kelak. Aamiin...

Kepada IBU Mertua

IBU, ini adalah persimpuhan pertama kami di pangkuanmu, ketika kami telah menjadi putra-putrimu,
ketika kami telah masuk ke dalam kehidupanmu, ketika kami telah menjadi bagian dari keluargamu.
Ibu terimakasih atas kesempatan terindah yang engkau berikan kepada kami.
Harapan kami kepadamu, jangan anggap kami orang lain bagimu, jangan bedakan kami dengan anak-
anak kandungmu. Samakan perlakuanmu seperti kepada mereka. Dukung kami saat kami melangkah
dalam kebenaran, ingatkan kami jika melangkah menuju jurang kesalahan.

IBU, di hari pertama kami menjadi putra-putrimu, kami memohon doa dan restumu, kami memohon
bimbingan dan arahanmu, karena pada hari ini kami telah berikrar untuk mengarungi samudera
rumahtangga berdua, menapak jejak Rasulullah sang suri taudalan. Menjadi pemimpin bagi anak cucu
kami nantinya.

IBU, ajari kami tentang kasih sayang, kasih sayang yang tidak lekang dimakan usia. Bimbing kami untuk
bersabar, kesabaran yang seluas samudra. Arahkan kami agar saling menguatkan ikatan, ikatan
pernikahan dalam bingkai ibadah. Agar kami belajar mendewasakan diri dan membina keluarga
berasas Islami.

IBU, beritahu kami dengan budaya keluargamu, ajari kami dengan adat istiadatmu, ajak kami bisa
beradaptasi dalam keluarga besarmu. Dan tak lupa kami mohon doa restumu, doakan kami agar bisa
menggapai sakinah, mawaddah wa rahmah, dambaan seorang IBU untuk anak-anaknya. Semoga doa
bahagiamu menjadi doa bahagia kami jua.

Kepada AYAH Mertua

AYAH, berjuta rasa syukur bisa ikut bersimpuh, berlutut, dan memelukmu di hari ini. Hari penyatuan
dua hati yang berbeda, yang tidak akan terjadi tanpa izinmu. Juga kepadamu kami memohon doa
restu agar kami menjadi putra-putrimu yang senantiasa berbakti, membalas budi, dan berbagi kasih di
sepanjang hidup kami.
AYAH, bahagia rasanya dapat menjadi bagian dari keluarga yang engkau bangun sejak lama, keluarga
yang padanya dipenuhi canda tawa dan suka cita. Karena itu, jangan bedakan kami dengan anak-
anakmu yang lain. Dalam doamu ada nama kami dan dalam doa kami ada namamu.

Sejak hari ini, samakan kami dengan anak-anakmu yang lain dalam perlakuan maupun perkataan.
Dukung kami dalam bertindak benar, teguhkan kami dalam memupuk sabar, dan kuatkan kami dalam
menjaga ikrar. Nafas zikir kami akan senantiasa mengingatkan sakinah yang engkau harapkan untuk
kami.

AYAH, ajari kami tentang kerasnya kehidupan, pedihnya cobaan, dan kuatnya kesabaran. Bimbing kami
untuk saling menumbuhkan kasih sayang, melengkapi kekurangan, melindungi kelemahan, dan berbagi
kedamaian. Tuntun kami cara terbaik untuk mendidik putra-putri kami kelak, kokohkan tekad kami
dalam memikul tanggung jawab. Doakan kami agar mendapatkan keberkahan hidup dari pernikahan
ini. Karena airmata ini adalah airmata bahagia yang menjadi tiket pertemuan kita di surga sana.
Aamiin...

Anda mungkin juga menyukai