Anda di halaman 1dari 16

UNIT PROSES

MAKALAH
KLASIFIKASI DAN PERAN MIKROORGANISME

OLEH:
KELOMPOK III

ANGGOTA:
1. ELFIN ILHAMDIO (1510941017)
2. MERIENZA VAROLIA (1510941018)
3. MELISA RIANTIKA (1510941020)
4. RIMA MARLINA PUTRI (1510941022)
5. RISNA FATILLA (1510941025)

DOSEN:
RIDWAN, MT

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK-UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2019
KATA PENGANTAR

Makalah ini kami buat dengan usaha semaksimal mungkin, dan tentunya kerjasama
dengan anggota kelompok sehingga dapat memperlancar proses pembuatan makalah ini.
Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Selain itu, kritik dan saran kami mohonkan untuk perbaikan makalah ini nantinya.

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, dengan
ini kami ucapkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada
kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah “Klasifikasi dan Peran Mikroorganime”.

Padang, 2 April 2019

Penulis

1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Mikrobiologi merupakan ilmu tentang mikroorganisme yang mencakup bermacam-macam


kelompok organisme mikroskopik yang terdapat sebagai sel tunggal maupun kelompok sel,
termasuk kajian virus yang bersifat mikroskopik meskipun bukan termasuk sel. Mikroorganisme
adalah makhluk hidup yang banyak sekali perannya dalam kehidupan manusia dimuka bumi ini.
Ada yang bekerja sama dengan lingkungannya, dan ada juga yang merugikan untuk
lingkungannya.

Sebagaimana kita ketahui sebelumnya mikroorganisme adalah organisme hidup yang berukuran
mikroskopis sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroorganisme dapat
ditemukan di semua tempat yang memung-kinkan terjadinya kehidupan, disegala lingkungan
hidup manusia. Mereka ada di dalam tanah, di lingkungan akuatik, dan atmosfer (udara) serta
makanan, dan karena beberapa hal mikroorganisme tersebut dapat masuk secara alami ke dalam
tubuh manusia, tinggal menetap dalam tubuh manusia atau hanya bertempat tinggal sementara.
Mikroorganisme ini dapat menguntungkan inangnya tetapi dalam kondisi tertentu dapat juga
menimbulkan penyakit.

Dalam sejarah kehidupan, mikroorganisme telah banyak sekali memberikan peran sebagai bukti
keberadaannya. Begitu banyak dan dominannya peranan mikroorganisme dalam kehidupan ini
menjadi salah satu unsur dalam cakupan mikrobiologi. Dengan semakin majunya teknologi
mikroskop, semakin mendukung perkembangan mikrobiologi, sehingga pembahasan tentang
ilmu ini semakin luas dan mendalam. Bahkan mikrobiologi telah dibagi menjadi beberapa cabang,
seperti mikrobiologi pertanian, mikrobiologi kesehatan, mikrobiologi lingkungan seperti
lingkungan air, udara dan lain-lain.

Pembagian di atas bertujuan untuk mengakomodir perkembangan mikrobiologi yang pesat dan
besarnya peranan serta mungkin dampak dari mikroorganime di dalam kehidupan. Mikrobiologi
dalam kehidupan telah diterapkan di banyak sekali sektor kehidupan, salah satunya dalam bidang
lingkungan air. Mikrobiologi air mengacu pada studi tentang mikroorganisme yang hidup di air,
atau yang dapat diangkat dari satu habitat yang lain dengan air. Pada lingkungan perairan terdapat
mikroorganisme sama seperti lingkungan yang lainnya. Air adalah sumber daya alam penting bagi
kehidupan dan merupakan komponen penting dari fungsi ekosistem yang kelimpahannya sangat
besar dalam planet ini. Hal inilah yang melatar belakangi penulis dalam penyusunan makalah ini
yaitu untuk beberapa mempelajari mikroorganisme di air yang dapat memberi keuntungan atau
kerugian bagi kehidupan manusia.

2
1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam pembahasan ini yaitu:


1. Apa yang dimaksud dengan Mikroorganisme?
2. Apa Manfaat dari Mikroorganisme?
3. Apa ciri-ciri utama dari suatu Mikroorganisme?
4. Bagaimana mengatasi Masalah Konservasi Mikroorganisme?
5. Upaya-upaya apa yang dilakukan untuk menyelamatkan Mikroorganisme?

1.3 Tujuan

Tujuan pembahasan ini adalah untuk:


1. Untuk mengetahui Manfaat Mikroorganisme?
2. Untuk mengetahui Ciri-Ciri Utama dari Mikroorganisme?
3. Untuk mengetahui Masalah Konservasi Mikroorganisme?
4. Untuk mengetahui Upaya Penyelamatan Mikroorganisme?

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Mikroorganisme


Mikroorganisme atau mikroorganisme adalah organisme yang sangat kecil sehingga untuk
mengamati bantuan sarana yang diperlukan. Mikroorganisme juga disebut organisme
mikroskopis. Mikroorganisme seringkali bersel tunggal (uniseluler) atau multiseluler
(multiseluler). Namun, beberapa protista bersel tunggal masih terlihat dengan mata telanjang, dan
ada beberapa spesies multisel tidak terlihat mata telanjang. Virus juga termasuk ke dalam
mikroorganisme meskipun bersifat seluler. Ilmu yang mempelajari mikroorganisme disebut
mikrobiologi. Orang-orang yang bekerja di bidang ini disebut mikrobiolog.

Mikroorganisme biasanya dianggap mencakup semua prokariota, protista dan ganggang


mikroskopis. Jamur, terutama kecil dan tidak terbentuk hifa, juga dapat dianggap sebagai bagian,
meskipun banyak yang tidak setuju. Kebanyakan orang beranggapan bahwa yang dapat dianggap
mikroorganisme adalah semua organisme yang sangat kecil yang dapat dibudidayakan dalam
cawan petri atau inkubator di laboratorium dan mampu mereproduksi dirinya sendiri melalui
mitosis.

Mikroorganisme yang berbeda dari sel makrooganisme. Sel Makroorganisme tidak bisa hidup
bebas di alam melainkan menjadi bagian dari struktur multiselular yang membentuk jaringan,
organ dan sistem organ. Sementara, sebagian besar mikroorganisme dapat menjalankan proses
dengan hidup mandiri, dapat menghasilkan energi sendiri, dan bereproduksi secara independen
tanpa bantuan sel lain. Berikut pengertian mikroorganisme menurut para ahli:

1. Menurut Darwis (1992)


Mikroorganisme makhluk hidup sangat kecil, mikroorganisme diklasifikasikan ke dalam
kelas protista terdiri dari bakteri, jamur, protozoa, dan algae.
2. Menurut Fardiaz (1989)
Semua mikroorganisme yang tumbuh pada bahan-bahan tertentu memerlukan bahan organik
untuk pertumbuhan dan proses metabolisme. Mikroorganisme yang tumbuh dan berkembang
dalam suatu material dapat menyebabkan perubahan dalam komposisi fisik dan kimia,
seperti perubahan warna, kekeruhan, dan bau asam.

2.2 Ciri Umum Mikroorganisme

Mikroorganisme di alam secara umum berperanan sebagai produsen, konsumen, maupun


redusen. Jasad produsen menghasilkan bahan organik dari bahan anorganik dengan energi
sinar matahari. Mikroorganisme yang berperanan sebagai produsen adalah algae dan bakteri
fotosintetik. Jasad konsumen menggunakan bahan organik yang dihasilkan oleh produsen.

4
Contoh mikroorganisme konsumen adalah protozoa. Jasad redusen menguraikan bahan
organik dan sisa-sisa jasad hidup yang mati menjadi unsur-unsur kimia (mineralisasi bahan
organik), sehingga di alam terjadi siklus unsur-unsur kimia. Contoh mikroorganisme redusen
adalah bakteri dan jamur (fungi).

Sel mikroorganisme yang ukurannya sangat kecil ini merupakan satuan struktur biologi.
Banyak mikroorganisme yang terdiri dari satu sel saja (uniseluler), sehingga semua tugas
kehidupannya dibebankan pada sel itu. Mikroorganisme ada yang mempunyai banyak sel
(multiseluler). Pada jasad multiseluler umumnya sudah terdapat pembagian tugas diantara sel
atau kelompok selnya, walaupun organisasi selnya belum sempurna. Setelah ditemukan
mikroskop elektron, dapat dilihat struktur halus di dalam sel hidup, sehingga diketahui
menurut perkembangan selnya terdapat dua tipe jasad, yaitu:

1. Prokariota (jasad prokariotik/ primitif), yaitu jasad yang perkembangan selnya belum
sempurna, gambar struktur sel prokariotik dapat dilihat pada Gambar 2.1;

Gambar 2.1 Struktur Sel Prokariotik


2. Eukariota (jasad eukariotik), yaitu jasad yang perkembangan selnya telah sempurna,
gambar struktur sel prokariotik dapat dilihat pada Gambar 2.2.

5
Gambar 2.2 Struktur Sel Eukariotik

Selain yang bersifat seluler, ada mikroorganisme yang bersifat nonseluler, yaitu virus. Virus
adalah jasad hidup yang bersifat parasit obligat, berukuran super kecil atau submikroskopik.
Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Struktur virus terutama terdiri dari
bahan genetik. Virus bukan berbentuk sel dan tidak dapat membentuk energi sendiri serta tidak
dapat berbiak tanpa menggunakan jasad hidup lain.

2.3 Dasar Pengelompokan Mikroorganisme

Mikroorganisme sesuai dengan bentuk dan sifatnya termasuk kedalam dunia tumbuh-tumbuhan.
Sehingga kalau sebelumnya dunia tersebut hanya terbagi kedalam dua kelompok besar yaitu :
1. Monocotyledoneae, yaitu tumbuh-tumbuhan yang mempunyai keping biji tunggal.
2. Dicotyledoneae, yaitu tumbuh-tumbuhan yang mempunyai keping biji dua, maka sekarang
akan bertambah dengan 1 kelompok besar lainnya.
3. Acotyledoneae, atau tumbuh-tumbuhan tanpa keping biji, yaitu cryptogamae (kriptos =
tersembunyi/tidak ada atau tidak nampa, gamae = alat perkembangbiak).

Mikroorganisme termasuk kedalam kelompok ke-3 tersebut sesuai dengan sifat alat untuk
perkembangbiakannya.

2.4 Jenis-Jenis Mikroorganisme

2.4.1 Parasit

Parasit adalah hewan mikroskopis yang dapat mengurangi produktivitas hewan inang. Parasit
dapat menginfeksi manusia dan hewan, seperti menyerang kulit manusia. Parasitoid adalah parasit
dari organisme lain yang menggunakan jaringan untuk kebutuhan gizi mereka sampai orang-

6
orang yang menunggang meninggal karena kehilangan jaringan atau nutrisi yang dibutuhkan.
Parasitoid juga dikenal sebagai necrotroph.

2.4.2 Ragi
Ragi atau Fermen adalah zat yang menyebabkan fermentasi. Ragi biasanya mengandung
mikroorganisme yang memfermentasi dan media kultur untuk mikroorganisme. Medium kultur
ini bisa dalam bentuk butiran kecil atau nutrisi cair. Ragi umumnya digunakan dalam industri
makanan untuk membuat makanan dan minuman fermentasi seperti acar, tempe, tape, roti, dan
bir.

2.4.3 Fungi
Fungi adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang
mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Fungi
memiliki bermacam-macam bentuk. Awam mengenal sebagian besar anggota Fungi sebagai
jamur, kapang, khamir, atau ragi, meskipun seringkali yang dimaksud adalah penampilan luar
yang tampak, bukan spesiesnya sendiri. Kesulitan dalam mengenal fungi sedikit banyak
disebabkan adanya pergiliran keturunan yang memiliki penampilan yang sama sekali berbeda
(ingat metamorfosis pada serangga atau katak). Fungi memperbanyak diri secara seksual dan
aseksual. Perbanyakan seksual dengan cara :dua hifa dari jamur berbeda melebur lalu membentuk
zigot lalu zigot tumbuh menjadi tubuh buah, sedangkan perbanyakan aseksual dengan cara
membentuk spora, bertunas atau fragmentasi hifa. Jamur memiliki kotak spora yang disebut
sporangium. Di dalam sporangium terdapat spora. Contoh jamur yang membentuk spora adalah
Rhizopus. Contoh jamur yang membentuk tunas adalah Saccharomyces. Hifa jamur dapat
terpurus dan setiap fragmen dapat tumbuh menjadi tubuh buah. Ilmu yang mempelajari fungi
disebut mikologi. Berikut contoh jamur dapat dilihat pada Gambar 2.3

7
Gambar 2.3 Macam-Macam Bentuk Jamur

2.4.4 Virus
Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus
bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam
material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak
memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Biasanya virus mengandung sejumlah
kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam
bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom
virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang
dibutuhkan dalam daur hidupnya.
Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota
(organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau
fage digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme
lain yang tidak berinti sel).

2.4.5 Bakteri
Bakteri, dari kata Latin bacterium (jamak, bacteria), adalah kelompok besar organismeprokariota,
selain archaea, yang berukuran sangat kecil serta memiliki peran besar dalam kehidupan di
bumi.Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-
organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat:
di tanah, air, udara, dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit
(patogen), bahkan dalam tubuh manusia.Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 μm, tetapi ada
bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm, yaitu Thiomargarita.Mereka umumnya
memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan bahan pembentuk sangat
berbeda (peptidoglikan).Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya
ini disebabkan oleh flagel. Berikut anatomi bakteri dapat dilihat pada Gambar 2.4.

8
Gambar 2.5 Anatomi Bakteri

2.5 Peranan Mikroorganisme dalam Pengelolaan Lingkungan

2.5.1 Mikroba dan lingkungan tercemar Mikroba

Bakteri dan fungi adalah mikroba decomposer yang yang bersifat kosmopolitan yang berarti
mudah ditemukan diberbagai lingkungan dan dapat berfungsi sebagai recycler. Mikroba akan
mentransformasikan bahan kimia sintetik dan alami sebagai sumber energy dan material yang
penting untuk pertumbuhannya. Mikroba seperti bakteri, kamir dan kapang merupakan mikroba
penting yang berperan dalam bioremidiasi limbah pencemar di lingkungan. Saat ini mikroba
banyak digunakan untuk membantu memperbaiki kualitas lingkungan dan utamanya untuk
mengatasi masalah pencemaran lingkungan. Pencemaran yang terjadi pada tanah, air, udara,
sedimen semuanya akan mempengaruhi lingkungan karenanya perlu dilakukan pembersihan
dengan bioremidiasi.

Pencemaran yang berupa sampah rumah tangga, sampah plastic, sampah industri yang berupa
logam berat (merkuri, cadmium, stronsium), petrolium, dan senyawa organic seperti pestisida,
herbisida dan lain-lain.Saat ini untuk meningkatkan bioremidiasi telah didukung oleh tehnologi
genetika molekuler untuk mengidentifikasi gen-gen yang mengkode enzim yang terkait dengan
bioremidiasi. Jenis mikroba rekombinan yang diciptakan pertama kali dipatenkan adalah bakteri
pemakan minyak. Bakteri pemakan minyak ini mampu mengoksidasi senyawa hidrokarbon yang
ditemukan pada minyak bumi. Bakteri ini tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan bakteri jenis
lain (yang alami), tetapi bakteri rekombinan ini hanya dapat mengurai komponen berbahaya
dengan jumlah yang terbatas dan belum mampu untuk mendegradasi komponenkomponen
molekuler yang cenderung bertahan di lingkungan.

Interaksi spesies bakteri dengan logam dan penggunaannya untuk menghilangkan logam dari
tempat yang terkontaminasi merupakan proses yang unik. Karena logam berat adalah unsur alami
yang tidak mungkindi degradasi dan di metabolisme. Sebagai gantinya, mikroorganisme telah
mengembangkan strategi penanggulangan untuk mengubah unsur tersebut menjadi bentuk yang
kurang berbahaya atau mengikat logam secara intra atau ekstraselular, sehingga mencegah adanya

9
interaksi berbahaya pada sel inang. Mikroba dapat secara aktif mengangkut logam keluar dari
sitosol sel.Terjadi interaksi yang rumit antara kontaminan logam berat dan mikroorganisme asli.
Mikroba ini mengembangkan mekanisme ketahanan yang memungkinkan mikroba bertahan dan
dalam beberapa kasus, menghilangkan/ mengurangi konsentrasi kontaminan di lingkungan
mereka.Sejumlah mikroba lingkungan telah lama dikenal karena kemampuannya untuk mengikat
logam.

2.5.1 Biodegradasi bahan pencemar

A. Peran Mikroba Sebagai Pembersih Air


Air yang kelihatannya bersih belum tentu tanpa ada bahan pencemar atau makhluk hidup yang
membahayakan manusia. Bahan pencemar mulai dari sampah, bahan kimia, logam berat demikian
pula mikroba yang terdiri bakteri, mikroalgae dan jamur dapat mencemari air tanah, air sumur,
air danau, sumber mata air ataupun air laut. Bakteri dan mikroalgae yang berada di perairan akan
menyebabkan kekeruhan air meningkat, berubahnya warna air, maupun peningkatan oksidasi.
Peningkatan kekeruhan terjadi karena peningkatan jumlah mikroba. Mikroba meningkat karena
makanan mikroba tercukupi yang dapat berasal dari bahan organik dari limbah yang ada di
perairan.

Perombakan limbah dengan oksidasi baik oksidasi biologis maupun oksidasi kimia. Semakin
tinggi bahan organik di perairan menyebabkan rendahnya oksigen terlarut karena oksigen
digunakan mikroba untuk mengoksidasi bahan organik karena itu kebutuhan akan oksigen (BOD)
jadi meningkat. Kelompok bakteri besi Crenotrix dan Spaerotilus mampu mengoksidasi senyawa
ferro menjadi ferri yang berakibat berubahnya warna air menjadi kehitaman atau kecoklatan.
Kelompok bakteri belerang Cromatium dan Thiobacillus mampu mereduksi senyawa sulfat
menjadi H2S sehingga air akan berbau busuk. Kelompok mikroalgae dalam jumlah besar juga
akan membuat perubahan warna pada air. Bila bahan kimia pencemar jumlahnya banyak maka
bakteri pengurai juga akan banyak di perairan tersebut. Bakteri yang bersifat sebagai dekomposer
akan menguraikan bahan kimia tersebut sehingga bahan kimia menjadi tidak berbahaya lagi bagi
makhluk hidup yang tinggal di perairan tersebut dan air aman digunakan oleh makhluk hidup
yang lain.

B. Peran Mikroba Dalam Mengurai Sampah

Sampah merupakan bahan pencemar yang berasal dari limbah rumah tangga, pasar, sawah, hutan
dan lainnya. Banyak jenis sampah yang dihasilkan dan digolongkan menjadi dua golongan yaitu
sampah organik dan sampah anorganik. Sampah anorganik akan didaur ulang dan sampah organik
akan mengalami proses lanjutan dalam pembuatan kompos. Mikroba yang berfungsi sebagai
decomposer penting perannya dalam mengurai sampah. Mikroba dengan kemampuannya
mentransformasi bahan alam dan bahan kimia menjadi sumber karbon dan energi untuk

10
memenuhi kebutuhan hidupnya. Pembuatan kompos harus memperhatikan kondisi yang optimum
supaya kompos dapat dibuat dengan baik. Parameter optimasi dapat berupa suhu, keasaman, dan
medium pertumbuhan. Bila parameter diperhatikan maka proses pembentukan kompos bisa lebih
efektif. Pada proses pengomposanterjadi proses biokonversi bahan organik oleh berbagai
kelompok mikroba heterotroph. Mikroba yang banyak berperan dalam proses tersebut adalah
bakteri, jamur Actynomycetes, dan protozoa. Peran mikroba bersifat selulotik dan lignilolitik
sangat besar pada proses dekomposisi sisa tanaman yang banyak mengandung lignoselulosa
Sampah organik dapat diproses menjadi kompos dan biogas. Pengomposan secara alami
berlangsung sangat lambat tetapi dengan berkembangnya bioteknologi maka proses
pengomposan dapat dipercepat. Produksi bio gas menggunakan limbah organik dan sisa bahan
ternak yang diuraikan oleh kelompok Archea metanogen. Bio gas yang dihasilkan sebagian
berupa metana hasil penguraian limbah organik yang mengandung protein, lemak dan
karbohidrat. Penguraian dilakukan oleh bakteri anaerob.

C. Peran Mikroba Dalam Mengurai Minyak Di Laut

Komponen minyak yang terdiri dari banyak senyawa merupakan polutan utama di tanah dan
lingkungan perairan dan bersifat toksik. Bioremidiasi yang dapat dilakukan ialah 1) dengan
bioaugmentasi yaitu penambahan mikroba pengurai untuk melengkapi mikroba yang telah ada.
2) dengan biostimulasi yaitu dengan menambahkan nutrien tertentu atau dengan menstimuli
kondisi lingkungan agar mikroorganisme tumbuh dan beraktivitas dengan baik. Proses degradasi
yang dilakukan oleh bakteri alami (indegenus) memerlukan waktu yang relative lama karena
pengaruh faktor-faktor seperti konsentrasi bahan pencemar, keragaman populasi, aktivitas enzim,
ketersediaan oksigen, suhu. Suhu optimal untuk biodegradasi adalah 30-40o C, dan pH berkisar
6,5 – 7,5 dengan ketersediaan nutrisi, nitrogen dan posfor. Mikroba akan memanfaatkan senyawa
tersebut sebagai sumber karbon dan energi yang diperlukan untuk pertumbuhan mikroba.
Mikroba akan mengoksidasi hidrokarbon yang terkandung di dalam minyak bumi dan menjadikan
hidrokarbon sebagai donor elektronnya. Mikroba mengoksidasi minyak bumi menjadi CO2 dan
bioproduk seperti asam lemak, surfaktan, dan biopolymer. Dengan demikian mikroba dapat
melakukan pembersihan tumpahan minyak. Setelah minyak dan air menyatu selanjutnya bakteri
dapat mendegradasi minyak. Mikroba yang dapat mendegradasi minyak adalah kelompok
Psedomonand, bermacam-macam Corynebacteria, Mycobacteria dan beberapa jenis Yeast.
Walaupun senyawa hidrokarbon dapat diuraikan oleh mikroba, tetapi belum ditemukan mikroba
yang berkemampuan enzimatik lengkap untuk menguraikan hidrokarbon secara sempurna.

D. Peran Mikroba Dalam Mengurai Detergen

Detergen merupakan surfaktan yang sangat luas penggunaannya baik untuk keperluan rumah
tangga maupun industri. Alkil benzil sulfonat (ABS) adalah komponen detergen yang merupakan

11
zat aktif yang dapat menurunkan tegangan permukaan sehingga dapat digunakan sebagai
pembersih. Jenis surfaktan yang palingbanyak digunakan dalam detergen adalah tipe anionik
dalam bentuk sulfatdan sulfonat. Bagian alkil dari ABS ada yang linier (LinierAlkilSulfonat
/LAS) dan ada yang non linier AlkilBenzene Sulfonat(ABS). Bagian yang bercabang (ABS) lebih
kuat dan berbusa dan lebih sulit terurai sehinggamenyebabkan badan air berbuih. Banyak mikroba
dilaporkan mampu mendegradasi detergen ABS dan LAS. Banyak penelitian difokuskan kepada
peran komunitas mikroba di dalam unit pengolahan limbah merombak senyawa detergen.
Komunitas mikroba didominasi olehbakteri gram negative. Telah ditemukan bakteri dari sub klas
proteobacteriayang mampu mendegradasidetergen dari ekosistem air laut. Kemampuan
mikrobaterutama bakteridalam menggunakan detergen sebagai sumber karbonutama menujukkan
bahwa bakterimemegang peran penting dalam proses bioremediasi.

E. Peran Mikroba Dalam Menguraikan Plastik

Plastik terdiri dari bermacam senyawa yang terdiri dari polietilin, polisterin, dan polivenil klorida.
Bahan-bahan ini lamban untuk didegradasi. Senyawa lain penyusun plastik disebut plasticizers
yang terdiri ester asam lemak dan ester asam phtalat, maleat dan fosforat. Plastik mempunyai
banyak kegunaan dan polimer sintetik plastik sangat sulit untuk dirombak secara alami yang
mengakibatkan limbah plastik semakin menumpuk dan pasti akan mencemari lingkungan. Tetapi
akhir-akhir ini telah diproduksi plastik yang mudah untuk diuraikan. Untuk dapat merombak
plastik mikroba harus mampu menggunakan komponen yang ada di dalam plastik sebagai nutrien.
Telah ditemukan mikroba perombak plastik yang terdiri dari bakteri, actynomycetes, jamur dan
khamir yang pada umumnya menggunakan plasticizer sebagai sumber karbon. Tetapi hanya
sedikit mikroba yang mampu merombak dan menggunakan sumber karbon yaitu jamur
Aspergillus niger, A. versicolor, Cladosporium sp, Husarium sp., Penicillium sp, Trichoderma
sp., dan Verticillium sp. Sedang jenis kamir yang mampu mendegradasi plastik adalah
Zygosaccharomyces drosophilae, Saccharomyces cerevisiae, dan bakteri Pseudomonas
aeruginosa, Brevibacterium sp., Actynomycetes, Streptomyces rubrireticuli.

F. Peran Mikroba Dalam Menmguraikan Logam Berat

Ekspansi yang baru-baru ini terjadi pada aktivitas industri, termasuk pertambangan, peleburan,
dan pembuatan senyawa sintetis, telah menyebabkan peningkatan jumlah logam berat dilepaskan
ke atmosfer, air, dan tanah. Limbah penambangan emas dan tembaga (tailing) banyak
mengandung logam berat terutama air raksa (Hg), demikian juga industri logam dan penyamakan
kulit banyak menghasilkan limbah logam berat cadmium (Cd). Logam berat walaupun dalam
konsentrasi rendah dapat membahayakan kehidupan karena afinitasnya yang tinggi pada enzim
di dalam sel sehingga dapat menyebabkan inaktifasi enzim dan terjadi gangguan fisiologi sel. Di
seluruh dunia, terutama negara-negara tanpa teknologi dan infrastruktur yang tepat, beban

12
pemaparan logam terjadi tanpa henti dan seringkali tanpa perlindungan bagi warganya. Sementara
proyek bioremediasi yang menggunakan spesies bakteri sekarang merupakan bidang yang mapan
dan aktif, penerapan mikroba untuk bioproteksi dan detoksifikasi tubuh manusia dari logam berat
dan kontaminan lainnya masih dalam masa pertumbuhan. Limbah pabrik yang banyak
mengandung logam berat dapat dibersihkan oleh mikroorganisme yang dapat menggunakan
logam berat sebagai nutrient atau hanya menjerat (Imobilisasi) logam berat. Mikrooraganisnme
yang dapat digunakan adalah Thiobacillus ferrooxidansdan Bacillus subtilis. Thiobacillus
ferrooxidans mendapatkan energy dari senyawa anorganik seperti besi sulfida dan menggunakan
energi untuk membentuk bahan yang berguna seperti asam fumarat dan besi sulfat. Sedangkan
Bacillus subtilis mampu mengikat beberapa logamberat seperti Pb, Cd, Cu, Ni, Zn, AL dan Fe.
Logam-logam tersebut dapat dilarutkan kembali setelah bakteri dilisiskan yang pada akhirnya
logam tersebut dapat digunakan kembali oleh industri logam. Bakteri Gram positif, terutama
Bacillus spp., Memiliki kapasitas adsorpsi tinggi karena kandungan peptidoglikan dan teichoic
yang tinggi di dinding sel mereka. Untuk mengambil logam berat yang sudah terakumulasi oleh
bakteri dapat dilakukan dengan beberapa cara. Logam pada limbah cair dapat dipisahkan dengan
memanen mikroba. Sedangkan logam yang berada dalam tanah lebih sulit untuk dipisahkan. Cara
yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan tanaman pengakumulasi logam berat.
Tanaman sawi dan kelompoknya dapat digunakan bersama Rhizobacteria dengan mengakumulasi
Pseudomonas fluorescens untuk mengambil logam berat yang mencemari tanah.

G. Peran Mikroba Dalam Menguraikan Pestisida/Herbisida

Pestisida digunakan untuk memberantas hama maupun herbisida dan digunakan pula untuk
membersihkan gulma. Pestisida kimia sintetik yang banyak digunakan telah banyak menimbulkan
pencemaran. Hal ini karena sifat pestisida sangat tahan terhadap peruraian secara alami
(persisten). Sebagai contoh pestisida yang sangat persisten adalah DDT, Dieldrin dll. Walau
dalam dosis rendah pestisida di lingkungan akan dapat terakumulasi melalui rantai makanan
sehingga dapat membahayakan kehidupan terutama manusia. Untuk mengatasi pencemaran
tersebut saat ini telah banyak dipelajari biodegradasi pestisida atau herbisida. Biodegradasi
pestisida dipengaruhi oleh struktur kimia dari pestisida. Aspergillus niger merupakan jamur yang
dapat dikembangkan untuk mematabolisme pestisida tertentu seperti karbofuran dan endosulfan.

13
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Klasifikasi dapat diidentifikasikan sebagai penyusunan organisme ke dalam grup
taksonomi (taksa atau takson) dengan berdasarkan persamaan atau hubungan kekerabatan
baik morfologi maupun struktur lainnya.
2. Klasifikasi organisme prokariota seperti bakteri memerlukan pengetahuan yang didapat
dari pembelajaran mendasar, pengalaman dan juga teknik observasi, sifat biokimia,
fisiologi, genetik dan morfologi yang sering penting untuk menggambarkan sebuah
takson.
3. Mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat dengan
menggunakan mata telanjang, sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat melihatnya
seperti mikroskop, lup (kaca pembesar ) dan lain-lain. Cakupan dunia mikroorganisme
sangat luas, terdiri dari berbagai kelompok dan jenis, sehingga diperlukan suatu cara
pengelompokan atau pengklasifikasian yang didasarkan pada identifikasi organisme itu
sendiri.
4. Peranan mikroorganisme bagi lingkungan diantaranya yaitu Peran mikroba sebagai
pembersih air, pengurai sampaah, pengurai plastik, pengurai deterjaen, pengurai logam
berat, pengurai pestisida, dan lain-lain.

14
DAFTAR PUSTAKA

Budiyanto, Moch Agus Kresno. 2002. Mikrobiologi Terapan. Malang. Penerbit :


Universitas Muhammadiyah Malang.

Volk, Wesley A dan Wheeler, Margaret F. 1990. Basic Microbilogy fifth edition. Jakarta.
Penrbit Erlangga. (diterjemahkan oleh Soenartono Adisoemarto. 1990.
Mikrobiologi Dasar edisi kelima jilid 2).

15