Anda di halaman 1dari 9

BAB 2

TINJAUAN TEORI

2.1. Integrasi Pengkajian Praktik Keperawatan Keluarga Model Pengkajian


Friedman dengan Format Pengkajian Keluarga Menurut Kemenkes RI

Alat pengkajian yang digunakan dalam proses pengkajian keluarga dapat


diadopsi dari beberapa model keperawatan keluarga. Salah satu model
pengkajian keluarga yang paling sering digunakan adalah pengkajian
keluarga model Friedman. Pada pengkajian keluarga model Friedman
kerangka yang digunakan untuk membentuk alat pengkajian dan proses
keperawatan keluarga adalah teori struktural-fungsional, yang dimodifikasi
untuk memenuhi kebutuhan khusus bagi perawat kesehatan keluarga;teori
perkembangan keluarga; dan teori sistem-sistem (Friedman, 2003). Ada lima
bidang yang termasuk dalam pendekatan komprehensif ini: (1)
mengidentifikasi data, (2) data lingkungan, (3) dimensi struktural keluarga,
dan (4) fungsi keluarga, (5) strategi dan proses koping keluarga.

Proses pengkajian keperawatan keluarga di Indonesia telah diatur dan


ditetapkan dalam pedoman penyelenggaraan keperawatan keluarga melalui
Keputusan Menteri Kesehatan RI No:908/MENKES/SK/VII/2010 pada
tanggal 13 Juli 2010. Pedoman ini bertujuan memberikan arahan dalam
penyelenggaraan pelayanan keperawatan keluarga yang berkualitas. Dalam
pedoman ini dijelaskan bahwa perawat pelaksana pelayanan keperawatan
keluarga harus memiliki kemampuan antara lain melakukan pengkajian
keperawatan keluarga. Pengkajian keperawatan keluarga yang dilakukan
perawat antara lain meliputi proses:
1. Mengumpulkan data tentang keluarga dan anggota keluarga yang beresiko
atau sakit, termasuk melakukan pemeriksaan fisik pada anggota keluarga.
2. Mengidentifikasi hubungan keluarga dengan komunitas dan sekitarnya dan
sumber-sumber yang ada di komunitas

4 Universitas Indonesia
5

3. Mengidentifikasi faktor resiko lingkungan yang dapat mempengaruhi


kesehatan anggota keluarga
4. Mengidentifikasi nilai-nilai dan keyakinan keluarga yang berhubungan
dengan kesehatan anggota keluarga

Table 2.1 : Itempada pengkajian perawatan keluarga model Friedman

No. Pengkajian Keluarga Friedman


1. Data Umum
a. Nama KK
b. Alamat rumah & telepon
c. Komposisi keluarga
d. Tipe keluarga
e. Agama & suku
f. Status sosial-eko keluarga
g. Aktivitas rekreasi keluarga

2. Riwayat Perkembangan Keluarga


a. Tahap perkembangan keluarga saat ini
b. Sejauh mana tugas perkembangan dijalani dan
diselesaikan
c. Riwayat perkembangan keluarga yang terkait
kesehatan
d. Ringkasan orang tua dari keluarga asli
3. Lingkungan
a. Karakteristik rumah
b. Karakteristik tetangga dan komunitas
c. Mobilitas geografis keluarga
d. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan
masyarakat
e. Sistem pendukung keluarga
4. Struktur Keluarga
a. Pola komunikasi keluarga
b. Struktur kekuatan keluarga
c. Struktur peran
d. Nilai dan norma budaya
5 Fungsi Keluarga
a. Fungsi afektif
b. Fungsi sosialisasi
c. Fungsi perawatan keluarga
6 Stress dan Koping Keluarga
a. Stressor jangka pendek
b. Stressor jangka panjang
c. Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah

Universitas Indonesia
6

d. Strategi koping yang digunakan


e. Strategi adaptasi disfungsional
7. Harapan Keluarga
8. Pemeriksaan Fisik Keluarga
Penjajakan Tahap II

Tabel 2.2 :Item pada pedoman pengkajian keperawatan keluarga Kemenkes RI

Pengkajian Keluarga Depkes


1. Data Umum
a. Nama KK
b. Alamat Rumah & Telepon
c. Jarak Yankes terdekat
d. Agama & suku
e. Alat transportasi
f. Data anggota keluarga (nama, hububungan dengan KK, usia,
jenis kelamin, suku, pendidikan terakhir, pekerjaan saat ini,
status gizi, TTV, status imunisasi dasar, alat bantu/protesa,
penampilan umum, status kesehatan, riwayat penyakit/alergi,
dan analisa masalah kesehatan individu).
2. Data Pengkajian Individu Sakit
a. Nama Individu yang sakit
b. Diagnosa Medik
c. Sumber Dana Kesehatan
d. Rujukan Dokter/ Rumah Sakit
e. Keadaan umum dan pengkajian persistem tubuh
f. Tidur dan Istirahat
g. Mental
 Cemas  Denial  Marah  Takut
 Putus asa  Depresi  Rendah diri
 Menarik diri  Agresif
 Perilaku kekerasan
 Respon pasca trauma
 Tidak mau melihat bagian tubuh yang rusak
h. Komunikasi dan Budaya
 Interaksi dengan Keluarga:
Baik/ terhambat* ......................
 Berkomunikasi: Lancar/ terhambat*
 Kegiatan sosial sehari-hari:
i. Kebersihan Diri
j. Perawatan Diri Sehari-hari

3. Data Penunjang keluarga


a. Rumah dan Sanitasi Lingkungan
 Kondisi Rumah:

Universitas Indonesia
7

 Ventilasi: Cukup/Kurang
Pencahayaan Rumah:Baik/ Tidak
Saluran Buang Limbah:Baik/Cukup/Kurang
Sumber Air Bersih :Sehat/TidakSehat
 Jamban Memenuhi Syarat :Ya/Tidak*
 Tempat Sampah:Ya/Tidak*
 Rasio Luas Bangunan Rumah dengan Jumlah Anggota
Keluarga 8m2/orang : Ya/Tidak*
b. PHBS Di Rumah Tangga
Jika ada Bunifas, Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
: Ya/ Tidak* .
Jika ada bayi, Memberi ASI ekslusif : Ya/ Tidak*
jika ada balita, Menimbang balita tiap bln : Ya/ Tidak*
Menggunakan air bersih untuk makan & minum: Ya/
Tidak*
Menggunakan air bersih untuk kebersihan diri: Ya/ Tidak*
Mencuci tangan dengan air bersih & sabun : Ya/ Tidak*
Melakukan pembuangan sampah pada tempatnya : Ya/
Tidak*
Menjaga lingkungan rumah tampak bersih : Ya/ Tidak*
Mengkonsumsi lauk dan pauk tiap hari : Ya/ Tidak*
Menggunakan jamban sehat: Ya/ Tidak*
Memberantas jentik di rumah sekali seminggu : Ya/
Tidak*
Makan buah dan sayur setiap hari : Ya/ Tidak*
Melakukan aktivitas fisik setiap hari : Ya/ Tidak*
Tidak merokok di dalam rumah : Ya/ Tidak*
4. Kemampuan Keluarga Melakukan Tugas Pemeliharaan Kesehatan
Anggota Keluarga
a. Adakah perhatian keluarga kepada anggotanya yang
menderita sakit:
Ada Tidak, karena....
b. Apakah keluarga mengetahui masalah kesehatan yang dialami
anggota dalam keluarganya : Ya Tidak
c. Apakah keluarga mengetahui penyebab masalah kesehatan
yang dialami anggota dalam keluarganya: Ya Tidak
d. Apakah keluarga mengetahui tanda dan gejala masalah
kesehatan yang dialami anggota dalam keluarganya : Ya
Tidak
e. Apakah keluarga mengetahui akibat masalah kesehatan yang
dialami anggota dalam keluarganya bila tidak diobati/dirawat
: Ya Tidak
f. Pada siapa keluarga biasa menggali informasi tentang
masalah kesehatan yang dialami anggota keluarganya:
Keluarga Tetangga Kader Tenaga kesehatan, yaitu....
g. Keyakinan keluarga tentang masalah kesehatan yang dialami
anggota keluarganya: Tidak perlu ditangani karena akan
sembuh sendiri biasanya

Universitas Indonesia
8

Perlu berobat ke fasilitas yankes Tidak terpikir


h. Apakah keluarga melakukan upaya peningkatan kesehatan
yang dialami anggota keluarganya secara aktif :
Ya Tidak,jelaskan
i. Apakah keluarga mengetahui kebutuhan pengobatan masalah
kesehatan yang dialami yang dialami anggota keluarganya:
Ya Tidak , Jelaskan
j. Apakah keluarga dapat melakukan cara merawat anggota
keluarga dengan masalah kesehatan yang dialaminya:
Ya Tidak, jelaskan
k. Apakah keluarga dapat melakukan pencegahan masalah
kesehatan yang dialami anggota keluarganya:
Ya Tidak, jelaskan
l. Apakah keluarga mampu memelihara atau memodifikasi
lingkungan yang mendukung kesehatan anggota keluarga
yang mengalami masalah kesehatan :
Ya Tidak, jelaskan
m. Apakah keluarga mampu menggali dan memanfaatkan
sumber di masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan
anggota keluarganya :
Ya Tidak, jelaskan
5 Hasil Pembinaan Berdasarkan Tingkat Kemandirian Keluarga
Sampai kunjungan ke 6

Pelaksanaan pengkajian dalam pedoman penyelenggaraan keperawatan


keluarga Kemenkes RI dan pengkajian keluarga model Friedman telah
terintegrasi, pada proses awal sama-sama melakukan pengkajian data dasar
keluarga. Pada keluarga dengan lansia dan masalah hipertensi pengkajian
mengenai data tentang anggota keluarga dan anggota keluarga yang bersiko
dan sakit diperlukan untuk melihat adanya aspek positif dan negatif dari
keluarga yang dapat berpengaruh pada kondisi sehat-sakit keluarga.

Pengkajian model Friedman yang telah terintegrasi dalam pedoman


pengkajian keluarga kemenkes adalah pengkajian lingkungan terkait
karakteristik rumah, mobilitas geografis keluarga, perkumpulan keluarga dan
interaksi dengan masyarakat dan pengkajian pemeriksaan fisik dengan fokus
individu yang sakit. Pada pengkajian struktur keluarga yang telah terintegrasi
adalah pola komunikasi keluarga. Pada pengkajian fungsi keluarga yang telah
terintegrasi adalah pengkajian fungsi perawatan keluarga. Pada pengkajian

Universitas Indonesia
9

stres dan koping keluarga yang telah terintegrasi adalah kemampuan keluarga
berespon terhadap masalah.

Pengkajian model Friedman yang belum terintegrasi dalam pedoman


pengkajian keperawatan keluarga Kemenkes RI yaitu terkait Riwayat
danTahap Perkembangan Keluarga. Bagian lain dari pengkajian keperawatan
keluarga model Friedman juga belum sepenuhnya terintegrasi dalam
pedoman ini. Dapat dilihat dari pedoman pengkajian keperawatan keluarga
Kemenkes RI dikembangkan tidak hanya dari model Friedman. Pedoman ini
juga menambahkan poin Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan
rumah tangga sebagai salah satu pengkajiannya.

Pelaksanaan praktik asuhan keperawatan keluarga di Indonesia telah


ditetapkan dalam pedoman penyelenggaraan pelayanan keperawatan keluarga
Kepmenkes 908/Menkes/SK/VII/2010. Dalam pedoman ini telah diatur pula
mengenai mengenai proses pengkajian yang dilakukan oleh perawat keluarga.
Belum spesifiknya aspek yang dikaji dalam pedoman ini membutuhkan
integrasi dari model pengkajian keperawatan lainnya, salah satunya model
pengkajian keperwatan Friedman. Integrasi dari model pengkajian lain dapat
membuat instrumen pengkajian yang digunakan perawat keluarga menjadi
lebih spesifik dan mendalam. Hal ini tentu saja memudahkan perawat dalam
mencapai tujuan pemberian asuahan keperawatan dan mengefektifkan waktu
yang digunakan perawat dalam melakukan pengkajian keluarga.

2.2. Kelebihan Model Pengkajian Friedman


Secara aplikasi, teori pengkajian Friedman ini cocok dengan agregat lansia
yang memiliki masalah hipertensi. Hal ini dibuktikan dengan adanya
pengkajian tentang riwayat perkembangan keluarga. Pada tahap akhir
perkembangan keluarga merupakan tahap perkembangan keluarga lansia.
Tugas perkembangan keluarga dengan lansia adalah mempertahankan
kehidupan yang memuaskan, penyesuaian terhadap penghasilan yang
berkurang, mempertahankan hubungan pernikahan, menyesuaikan terhadap

Universitas Indonesia
10

kehilangan pasangan, mempertahankan ikatan antar generasi. Selain adanya


pengkajian riwayat perkembangan keluarga, Friedman juga melakukan
pengkajian terhadap stressor, dan koping keluarga. Hal ini sesuai sekali
diterapkan pada lansia dengan hipertensi, karena stressor merupakan salah
satu faktor pemicu hipertensi.

Model pengkajian keluarga menurut Friedman juga sangat relevan diterapkan


keluarga, karena didalamnya terdapat pengkajian tentang riwayat
perkembangan keluarga, struktur keluarga, dan fungsi keluarga. Hal ini
membuktikan bahwa pengkajian Friedman tidak hanya fokus terhadap
individu, namun juga memperhatikan peran keluarga dalam mengatasi
masalah yang terjadi di keluarga tersebut. Teori Friedman menggunakan
pendekatan mendalam untuk pengkajian keluarga, dengan melihat keluarga
sebagai subsistem dan unit terkecil dalam komunitas.

2.3. Kekurangan Model Pengkajian Friedman


Model pengkajian Friedman sebenarnya telah menyajikan suatu kesatuan
pengkajian yang komplek didalamnya karena model pengkajian ini
mempunyai tiga perspektif teoritis yaitu sistem perspektif, perspektif
struktural fungsional dan perspektif perkembangan keluarga. Namun jika
perawat ingin menggunakan pengkajian Friedman sebagai panduan untk
menemukan permasalahan didalam keluarga lansia dengan hipertensi,
perawat harus mampu melakukan analisa terhadap item pengkajian yang
akan digunakan. Hal ini disebabkan pengkajian Friedman mempunyai
struktur pengkajian yang sangat luas dan bersifat general.

Perbedaan budaya antara pendekatan Pengkajian Friedman dengan kondisi


dan Tipe keluarga yang ada di Indonesia hal ini menjadi kekurangan model
pengkajian ini. Dalam memandang keragaman kebudayaan keluarga model
pengkajian Friedman hanya memandang jenis keluarga yang ada di Amerika
Serikat yaitu pada keluarga Latin, Afrika Amerika, Asia dan Amerika. Pada
perspektif pengkajian keluarga lansia dengan hipertensi, kelemahan

Universitas Indonesia
11

pengkajian ini adalah sulitnya menyesuaikan tipe dan tahap tumbuh kembang
keluarga yang berkembang di Indonesia.
Di Indonesia banyak terdapat yang didalam satu rumah terdapat dua atau
lebih keluarga dengan tahap perkembangan yang berbeda-beda. Kemudian
dalam hal tipe keluarga, untuk keluarga lansia terdapat pendekatan dua jenis
tipe keluarga yaitu pertama keluarga dengan anak pertama Dewasa akhir dan
keluarga pasangan lansia tanpa mempunyai anak. Dalam pengkajian
Keluarga Lansia dengan hipertensi yang menjadi fokus pengkajian memang
Individu yang mengalami permasalahan Hipertensi tanpa mengabaikan
anggota keluarga yang terdapat dan tinggal dalam satu rumah dengan klien.
Karena Lansia yang tinggal didalam satu rumah dan didalamnya terdapat
lebih dari dua Keluarga atau lebih ia kemungkinan akan mempunyai
permasalahan yang lebih banyak dari pada pasangan lansia tanpa anak. Dan
masalah-masalah yang timbul ini akan turut menyebabkan timbulnya
Hipertensi.

Kekurangan didalam pengkajian keluarga Friedman adalah tidak adanya


aspek penilaian kualitas hidup yang dijalani oleh lansia, karena penilaian
kualitas hidup dan pengoptimalan kualitas hidup dengan keterbatasan yang
dimiliki oleh lansia sangat penting dilakukan dalam pengkajian keperawatan
keluarga dengan lansia. Para lansia kehilangan kemandirian baik secara fisik,
contohnya keterbatasan gerak, maupun secara psikologis, contohnya depresi
atau kerusakan kognitif sehingga perawatannya perlu ditingkatkan (Watson,
2003). Kemudian pengkajian keluarga Friedman juga tidak ada bagaimana
penilaian kemampuan Lansia dalam keluarga untuk dapat menjalankan
kehidupannya dengan penyakit kronik yang dideritanya, didalam hal ini
keluarga dengan lansia dengan penyakit hipertensi.

Pada kasus keperawatan keluarga lansia dengan Hipertensi salah satu yang
menjadi fokus terpenting adalah pengkajian fisik. Penyakit Hipertensi
mempunyai banyak prognosis buruk jika tidak ditangani dengan serius dan
dapat menimbulkan gejala akut dalam kesehariannya apabila tidak mendapat

Universitas Indonesia
12

perbaikan individu. Dalam pengkajian Individu Friedman tidak mempunyai


standart atau acuan khusus, hal ini mengharuskan perawat harus mampu
untuk dapat mengembangkan alat ukur pengkajian individu dan mempunyai
standart yang dapat digunakan dalam menemukan masalah.

Secara keseluruhan proses keperawatan Friedman dapat diterapkan pada


kasus Keluarga Lansia dengan Hipertensi di Indonesia, namun tetap
memerlukan pendekatan dari teori lain yang sesuai dengan pengkajian
Friedman, sehingga pencapaian tujuan dapat tercapai dengan maksimal
dalam mengatasi masalah keperawatan.

Universitas Indonesia