Anda di halaman 1dari 9

Diara Mencret

Wrap up

Kelompok : B 17

Ketua : M. Candrasa W. (1102011174)

Sekretaris : Sabila Zasarosa (1102011250)

Anggota : Mia Indah Sari (1102011163)

Mutiara Isman (1102011186)

Niken Audi Lestari (1102011195)

Rizq Felageti Sofian (1102011242)

Rifani Meishela (1102011234)

Yudistira Pratama (1102011298)

FK – Universitas YARSI

2011 – 2012
Diara Mencret

 LO 1. Mempelajari Diare

LI 1.1 Memahami dan menjelaskan definisi diare

LI 1.2 Memahami dan menjelaskan etiologi penyebab diare

LI 1.3 Memahami dan menjelaskan media penularan diare

LI 1.4 Memahami dan menjelaskan patogenesis diare oleh bakteri E. Coli

LI 1.5 Memahami dan menjelaskan manifestasi klinis diare

 LO 2. Mempelajari pemeriksaan penunjang diare

LI 2.1 Memahami dan menjelaskan pemeriksaan darah tepi

LI 2.2 Memahami dan menjelaskan pemeriksaan feses

LI 2.3 Memahami dan menjelaskan pemeriksaan urine

 LO 3. Mempelajari tatalaksana/penanganan diare

LI.3.1 Memahami dan menjelaskan tindakan penanganan diare

LI.3.2 Memahami dan menjelaskan macam obat tradisional

 LO 4. Mempelajari Sistem Pencernaan

LI 4.1 Memahami dan menjelaskan anatomi sistem pencernaan

LI 4.2 Memahami dan menjelaskan fisiologi organ sistem pencernaan


LO 1. Mempelajari Diare
LI 1.1 Memahami dan menjelaskan definisi diare
Diare adalah kondisi dimana frekuensi defekasi yang abnormal (lebih dari 3-4 kali
perhari) serta perubahan dan isi dari feses lebih dari 200 gr/hari.
Diare adalah BAB (defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair,
kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya dengan frekuensi lebih dari 3 kali perhari baik
disertai lendir dan darah.
LI 1.2 Memahami dan menjelaskan etiologi penyebab diare

 Diare yang diakibatkan oleh infeksi


a. Infeksi Bakteri
Diare yang disebabkan oleh bakteri vibrio, Shigella, Salmonella,
Champyobakter, Yersinia aeromonas.
b. Infeksi Virus
Diare yang disebabkan oleh virus Echo, Cocsackie, Poliomielitis,
Adenovirus, Ratovirus, dan Astrovirus.
c. Infeksi Parasit
Diare yang disebabkan oleh parasit yang meliputi cacing (Askaris,
Trichuris, Oxyuris, Strongyloides), protozoa (Entamoeba hystolitica).
d. Infeksi Jamur
Infeksi yang disebabkan oleh jamur Candida albicans.

 Diare yang disebabkan oleh Ansietas (stress)

 Diare yang disebabkan oleh intoksikasi makanan (bahan, alat, cara pembuatan
maupun lingkungan).

 Diare yang disebabkan oleh alergi


a. Alergi makanan (susu sapi dan makanan tertentu).
b. Alergi obat (antibiotik)

LI 1.3 Memahami dan menjelaskan media penularan diare


Penularan diare dihantarkan oleh beberapa media yang meliputi air, udara, dan
makanan.
LI 1.4 Memahami dan menjelaskan patogenesis diare oleh bakteri E.Coli
Tinja yang mengandung E.Coli  lalat (vektor)  makanan  termakan  saluran
pencernaan  colon
LI 1.5 Memahami dan menjelaskan manifestasi klinis diare

 Konsistensi feses (lembek atau cair, disertai darah dan busa)

 Defekasi abnormal (lebih dari 3-4 kali sehari)

 Badan lesu, lemah, kejang perut

 Dehidrasi (tidak ada air mata ketika menangis, buang air kecil berkurang atau
tidak keluar dalam 6-8 jam, mulut kering)

 Panas tinggi (bisa mencapai 38,5°C) yang tidak turun dalam 2 hari

 Muntah secara terus-menerus


LO 2. Mempelajari pemeriksaan penunjang diare
LI 2.1 Memahami dan menjelaskan pemeriksaan darah tepi
Ada beberapa hal yang dapat dicek melalui pemeriksaan darah tepi, yaitu : Hb, Ht,
Leukosit, analisis gas darah apabila terjadi gangguan keseimbangan asam basa, dan sistem
keseimbangan elektrolit (K+, Na+, Cl-, dan HCO3-)
LI 2.2 Memahami dan menjelaskan pemeriksaan feses
Pemeriksaan feses dibagi menjadi 2, yaitu:

 Makroskopis (terlihat feses warna kuning bercampur lendir, darah yang


konsistensinya encer).
 Mikroskopis (jumlah epitel leukosit dan eritrosit meningkat).

LI 2.3 Memahami dan menjelaskan pemeriksaan urin


Untuk mendeteksi diare tidak dapat dilakukan melalui pemeriksaan urin. Karena
secara umum pemeriksaan urin dilakukan untuk mengetahui kelainan ginjal dan salurannya,
juga bertujuan untuk mengetahui kelainan-kelainan di hati, saluran empedu, pankreas,
korteks adrenal, uterus.
LO 3. Mempelajari tatalaksana/penanganan diare
LI.3.1 Memahami dan menjelaskan tindakan penanganan diare
Bila diare hanya beberapa kali sehari dan berhenti dalam 1-2 hari hal ini tidak perlu
penanganan khusus. Tetapi bila defekasi sering sampai 8-15 kali sehari disertai perut mules,
feses cair, dan banyak maka perlu diwaspadai. Terutama orang tua dan bayi peka sekali dan
mudah berakhir dengan dehidrasi dan tidak jarang kematian.
Dehidrasi adalah gangguan dalam keseimbangan cairan atau air pada tubuh. Hal ini
terjadi karena pengeluaran air lebih banyak daripada pemasukan. Gangguan kehilangan
cairan tubuh ini disertai dengan gangguan keseimbangan zat elektrolit tubuh atau kekurangan
cairan di dalam tubuh.
Penanganan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

 Rehidrasi (oralit, pedialit, dan minuman isotonik)


Larutan oralit harus diteguk sedikit demi sedikit , 2-3 teguk dan berhenti 3
menit untuk memberi kesempatan oralit diserap oleh usus dan menggantikan
garam dan cairan yang hilang dalam feses. Prosedur ini harus diulang terus
menerus sampai 1 gelas habis. Bila diare masih berlanjut profus maka minum
oralit harus diteruskan sampai beberapa bungkus. Tindakan ini biasanya akan
menghentikan diare dengan cepat dan efisien.

 Diet (minum sari buah, teh, mengonsumsi sayuran, dan menghindari makanan
maupun minuman yang menyebabkan alergi)
Tindakan yang penting adalah diberikan cairan yang lebih dari biasanya .
Berikan cairan yang mengandung elektrolit untuk mencegah terjadinya
dehidrasi . Tindakan ini juga berlaku setelah anada muntah agar tubuh tidak
kekurangan cairan. Cairan yang diminum bisa berupa jus buah atau sup tetapi
dianjurkan untuk menghindari cairan yang banyak mengandung gula. Jangan
terlalu banyak mengkonsumsi sayuran karena seratnya susah dicerna sehingga
bisa meningkatkan frekuensi diarenya. Buah-buahan juga dihindari kecuali
pisang dan apel karena mengandung kaolin, pektin, kalium yang berfungsi
memadatkan tinja serta menyerap racun. Hindari juga obat-obatan yang dapat
menyebabkan alergi misalnya antibiotika.

 Mengonsumsi obat anti diare


a. Obat yang efektif(derivat opioid, eg: loperamide, difenoksilat-atropin)
Loperamide merupakangolongan opioid yang bekerja dengan cara
memperlambat motilitas saluran cerna dengan mempengaruhi otot
sirkuler dan longitudinal usus. Obat diare ini berikatan dengan reseptor
opioid sehingga diduga efek konstipasinya diakibatkan oleh ikatan
loperamid dengan reseptor tersebut. Efek samping yang sering
dijumpai adalah kolik abdomen ( luka bagian perut) sedangkan
toleransi terhadap efek konstipasi jarang sekali terjadi.
b. Obat untuk mengeraskan tinja (atapulgite)

c. Obat anti sekretorik atau anti enkephalinase (hidrase)

 Mengonsumsi obat antibiotik (quinolon, trimetoprin-sulfametoksazol, dan


eritromisin)
LI.3.2 Memahami dan menjelaskan macam obat tradisional
Obat tradisional ini dapat digunakan sebagai alternatif apabila tidak ada obat lain atau
penangan medis.
Obat tradisional ini meliputi bawang merah + minyak tanah dan daun jambu batu.

LO 4. Mempelajari Sistem Pencernaan


LI 4.1 Memahami dan menjelaskan anatomi sistem pencernaan

LI 4.2 Memahami dan menjelaskan fisiologi organ sistem pencernaan

 Mulut

Mulut merupakan organ pertama dalam sistem pencernaan. Dalam mulut terjadi
ingesti, yaitu masuknya makanan melalui mulut. dalam mulut terdapat gigi, lidah,
3 kelenjar dan enzim yang berasal dari air liur.
Pada gigi terjadi mastikasi, yaitu proses mengunyah makanan oleh gigi. Gigi
terbagi atas 3 bagian, yaitu :
1. Gigi seri yang berfungsi untuk memotong
2. Gigi graham yang berfungsi untuk mengunyah
3. Gigi tarik yang berfungsi untuk menyobek dan
mengoyak makanan
Lidah berfungsi untuk menempatkan makanan pada posisi yang pas saat makanan sedang dikunyah
dan sebagai pengecap rasa makanan. Lidah terbagi atas 4 bagian, yaitu :

1. ujung lidah yang berfungsi untuk mengecap rasa manis


2. pangkal lidah yang berfungsi untuk mengecap rasa pahit
3. asam
4. asin

Kelenjar ludah terdiri atas glandula parotis, glandula submaksilaris, dan glandula sublingualis. Ketiga
kelenjar ini berfungsi untuk proses perubahan zat makanan dalam mulut.

Air liur yang meliputi enzim amilase berfungsi mengubah glukosa menjadi maltosa.

 Esophagus
Pada esophagus terjadi deglutisi, yaitu proses menelan makanan di kerongkongan.
Fungsi esophagus adalah menyalurkan makanan ke lambung. Pada esophagus,
terdapat epiglotis yang merupakan katub pemisah antara saluran respirasi dan saluran
pencernaan dan gerakan peristaltik yang berfungsi mendorong makanan sehingga
dapat berjalan menuju lambung.

 Lambung
Dinding lambung disusun oleh otot-otot polos yang berfungsi menggerus
makanan secara mekanik dan kimiawi, secara mekanik melalui kontraksi otot-otot,
yaitu otot sfinkter kardiak yang terdapat diperbatasan antara kerongkongan dan
lambung, dan otot sfinkter pilorus. Otot-otot tersebut bekerja meremas, menekan, dan
mencapur makanan dalam lambung dengan bantuan enzim. Sedangkan proses secara
kimiawi dengan bantuan enzim-enzim, yaitu :
1. Renin berfungsi mengendapkan protein susu/kasein
2. Pepsinogen, dalam suasana asam pepsinogen diubah menjadi
pepsin yang berfungsi memecah molekul-molekul protein
menjadi peptida
3. Lipase berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak/gliserol
4. HCl/asam lambung yang berfungsi menetralkan alkali bolus,
mengasamkan lambung sehingga dapat membunuh kuman,
mengubah kelarutan garam mineral, merangsang sekresi getah
usus, dan mengatur katub antara lambung dan usus dua belas
jari

 Usus Halus
Usus halus merupakan saluran berkelok-kelok yang panjangnya sekitar 6-8 meter,
lebar 22 mm dengan banyak lipatan yang ddisebut villi yang berfungsi memperluas
permukaan unsu halus. Pada usus halus hanya terjadi pencernaan secara kimiawi saja,
dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan oleh usus halus serta senyawa kimia
dari kelenjar pankreas yang dilepaskan ke usus halus, yaitu :
1. Cairan empedu ini dihasilkan oleh hati, cairan empedu ini terdiri atas air
sebagai pelarut utama, mucin sebagai pelumas doudenum agar licin dan tidak
terjadi infeksi, dan garam empedu yang mengandung natrium karbonat yang
mengakibatkan empedu bersifat alkali dan mengemulsi lemak.
2. Getah pankreas yang dihasilkan oleh pankreas yang mengalir melalui saluran
pankreas. Dalam pankreas terdapat 3 enzim, yaitu lipase yang membantu
pemecahan lemak, tripsin untuk pemecahan protein, dan amilase sebagai
pemecahan pati.
3. Getah usus mengandung enzim-enzim , yaitu sukrase berfungsi mempercepat
pemecahan sukrosa menjadi glukosa, maltase berfungsi mempercepat
pemecahan maltosa menjadi dua molejul glukosa, laktase berfungsi
mempercepat pemecahan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Enzim
peptidase berfungsi mempercepat pemecahan peptida menjadi asam amino.
 Usus Besar (Kolon)
Usus besar memiliki panjang kurang lebih 1 meter dan terdiri atas colon
ascendens, colon transfersum, dan colon descendens.
Fungsi kolon adalah :
a. Menyerap air selama proses pencernaan.
b. Tempat dihasilkannya vitamin K, dan vitamin H (Biotin) sebagai hasil
simbiosis dengan bakteri usus, misalnya E.coli.
c. Membentuk massa feses.
d. Mendorong sisa makanan hasil pencernaan (feses) keluar dari tubuh.
Pengeluaran feses dari tubuh ddefekasi.

 Rektum dan Anus


Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat
anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap
dibuang maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus.