Anda di halaman 1dari 5

PROSEDUR KLINIS

PRE EKLAMPSIA
RUMAH SAKIT
CAMATHA SAHIDYA
Jln. A.Yani, No.8,
Muka Kuning, Kota Batam
Telp : 0778-371002
0778-371003
Fax : 0778-371001
Ambulance : 0778-371374
Tanggal Terbit : No. Dokumen :
Revisi : Halaman :
Dibuat oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh :
Nama : Nama : Nama :
Paraf : Paraf : Paraf :

1. Tujuan

Sebagai Pedoman dalam memahami gejala klinis, patofisiologi dan pengambilan


keputusan klinis yang termasuk “ Pre Eklampsia “ sehingga dapat direncanakan
penatalaksanaan yang tepat dalam rangka menjaga angka morbiditas dan
mortalitas seminimal mungkin

2. Ruang Lingkup

Pasien di Ruang IGD atau Poliklinik yang menderita Pre Eklampsia

3. Uraian Umum

Definisi
Pre-eklampsia merupakan kondisi spesifik pada kehamilan di atas 20 minggu yang ditandai
dengan adanya disfungsi plasenta dan respon maternal terhadap adanya inflamasi spesifik
dengan aktivasi endotel dan koagulasi

Penyebab
Sampai saat ini masih belum diketahui penyebab utama dari preeklamsia.Namun
beberapa ahli percaya jika preeklamsia mulai berkembang di plasenta. Plasenta adalah
organ yang menghubungkan suplai darah ibu hamil dengan suplai darah janin yang
dikandungnya, dan nutrisi selama janin di dalam kandungan diberikan melalui plasenta.

Pada wanita dengan preeklamsia, pertumbuhan dan perkembangan pembuluh darah


plasenta terganggu, sehingga lorong pembuluh lebih sempit dari yang seharusnya serta
melakukan reaksi berbeda terhadap rangsangan hormon. Kondisi itu menyebabkan
berkurangnya jumlah darah yang bisa dialirkan.

Beberapa ahli lainnya menduga bahwa kurangnya nutrisi, tingginya kandungan lemak
tubuh, faktor keturunan, dan kurangnya aliran darah ke uterus menjadi penyebab
terjadinya preeklamsia.
PROSEDUR KLINIS
PRE EKLAMPSIA
RUMAH SAKIT
CAMATHA SAHIDYA
Jln. A.Yani, No.8,
Muka Kuning, Kota Batam
Telp : 0778-371002
0778-371003
Fax : 0778-371001
Ambulance : 0778-371374
Tanggal Terbit : No. Dokumen :
Revisi : Halaman :
Dibuat oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh :
Nama : Nama : Nama :
Paraf : Paraf : Paraf :

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko wanita mengalami preeklamsia,
yaitu:

 Kehamilan pertama. Risiko terkena preeklamsia paling tinggi adalah saat


seseorang hamil pertama kalinya.

 Pernah mengalami preeklamsia pada kehamilan sebelumnya.

 Sedang mengidap beberapa penyakit tertentu, seperti sindrom antifosfolipid,


diabetes, lupus, hipertensi, atau penyakit ginjal.

 Janin lebih dari satu. Preeklamsia biasanya diidap oleh wanita yang sedang
mengandung dua atau lebih janin.

 Hamil setelah berganti pasangan. Kehamilan pertama dengan pasangan yang


baru meningkatkan risiko preeklamsia lebih tinggi dibanding kehamilan kedua
atau ketiga tanpa berganti pasangan.

 Hamil setelah jeda 10 tahun dengan kehamilan sebelumnya.

 Faktor usia. Wanita hamil di atas usia 40 tahun punya risiko preeklamsia lebih
tinggi.

 Obesitas saat hamil. Wanita Asia dengan indeks massa tubuh 25 atau lebih saat
hamil bisa meningkatkan risiko preeklamsia.

 Faktor keturunan. Risiko mengidap preeklamsia lebih besar jika ada anggota
keluarga yang pernah terkena preeklamsia.

4. PROSEDUR

Anamnesis
1. Edema.
PROSEDUR KLINIS
PRE EKLAMPSIA
RUMAH SAKIT
CAMATHA SAHIDYA
Jln. A.Yani, No.8,
Muka Kuning, Kota Batam
Telp : 0778-371002
0778-371003
Fax : 0778-371001
Ambulance : 0778-371374
Tanggal Terbit : No. Dokumen :
Revisi : Halaman :
Dibuat oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh :
Nama : Nama : Nama :
Paraf : Paraf : Paraf :

2. Timbulnya hipertensi dan proteinuria merupakan gejala yang paling


penting, namun penderita seringkali tidak merasakan perubahan ini.
3. Biasanya pasien datang dengan gejala pada kondisi yang sudah cukup
lanjut atau pre-eklampsia berat, seperti gangguan penglihatan, sakit
kepala hebat, nyeri perut bagian atas.

Faktor Risiko
a. Kondisi-kondisi yang berpotensi menyebabkan penyakit mikrovaskular
(antara lain : diabetes melitus, hipertensi kronik, gangguan pembuluh
darah)
b. Sindrom antibody antiphospholipid (APS)
c. Nefropati
d. Faktor risiko lainnya dihubungkan dengan kehamilan itu sendiri, dan
faktor spesifik dari ibu atau janin.
1. Umur > 40 tahun
2. Nulipara
3. Kehamilan multipel

e. Obesitas sebelum hamil


f. Riwayat keluarga pre-eklampsia – eklampsia
g. Riwayat Pre-eklampsia pada kehamilan sebelumnya

Pemeriksaan Fisis

a. Pada pre-eklampsia ringan: ditandai adanya peningkatan tekanan darah


≥ 140/90 mmHg.
b. Pada pre-eklampsia berat : tekanan darah > 160/110 mmHg, edema,
pandangan kabur, nyeri di epigastrium atau nyeri pada kuadran kanan
atas abdomen (akibat teregangnya kapsula glisson), sianosis, adanya
pertumbuhan janin yang terhambat.

Pemeriksaan Penunjang
Proteinuria

Diagnosis
PROSEDUR KLINIS
PRE EKLAMPSIA
RUMAH SAKIT
CAMATHA SAHIDYA
Jln. A.Yani, No.8,
Muka Kuning, Kota Batam
Telp : 0778-371002
0778-371003
Fax : 0778-371001
Ambulance : 0778-371374
Tanggal Terbit : No. Dokumen :
Revisi : Halaman :
Dibuat oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh :
Nama : Nama : Nama :
Paraf : Paraf : Paraf :

Diagnosis klinis
Diagnosis ditegakkan berdasar
1. anamnesis,
2. pemeriksaan fisik dan
3. penunjang.

Pre-eklampsia terbagi menjadi 2 bagian, yaitu pre-eklampsia ringan dan pre-eklampsia berat
berdasarkan gejala-gejala kliniknya.

Penatalaksanaan

a. Tata laksana pre-eklampsia ringan.

i. Pantau keadaan klinis ibu tiap kunjungan antenatal: tekanan darah,


berat badan, tinggi badan, indeks masa tubuh, ukuran uterus dan
gerakan janin.
ii. Rawat jalan (ambulatoir)

1. Ibu hamil banyak istirahat (berbaring/tidur miring)


2. Konsumsi susu dan air buah
3. Obat antihipertensi

Indikasi utama pemberian antihipertensi pada kehamilan adalah


untuk keselamatan ibu dalam mencegah penyakit serebrovaskular.
Meskipun demikian, penurunan tekanan darah dilakukan secara
bertahap tidak lebih dari 25% penurunan dalam waktu 1 jam.
Hal ini untuk mencegah terjadinya penurunan aliran darah
uteroplasenter.
PROSEDUR KLINIS
PRE EKLAMPSIA
RUMAH SAKIT
CAMATHA SAHIDYA
Jln. A.Yani, No.8,
Muka Kuning, Kota Batam
Telp : 0778-371002
0778-371003
Fax : 0778-371001
Ambulance : 0778-371374
Tanggal Terbit : No. Dokumen :
Revisi : Halaman :
Dibuat oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh :
Nama : Nama : Nama :
Paraf : Paraf : Paraf :

Obat antihipertensi yang dapat diberikan :


a) Metildopa, biasanya dimulai pada dosis 250-500 mg per oral 2 atau 3
kali sehari, dengan dosis maksimum 3 g per hari, atau
b) Nifedipin 10 mg kapsul per oral, diulang tiap 15-30 menit, dengan
dosis maksimal 30 mg.

4. Tidak perlu diberikan obat-obatan seperti: diuretik, dan sedatif.

b. Tata laksana pre-eklampsia berat.

Pemberian MgSO4 dosis awal dengan cara: ambil 4 mg MgSO4 (10 ml


larutan MgSO4 40%) dan larutkan dalam 10 ml aquades.

Berikan secara perlahan IV selama 20 menit.

Jika akses IV sulit berikan masing-masing 5 mg MgSO4 ( 12,5 ml larutan


MgSO4 40%) IM di bokong kiri dan kanan.

Komplikasi
-

5. DOKUMEN TERKAIT

5.1 Form status pasien dalam rekam medik