Anda di halaman 1dari 2

Bu yuli - Medikasi mata

5. Stadium perforate
1. Tanda khas konjungtivitis
Terjadi 2 kemungkinan
(konjungtiva merah udema palpetra)
- Jika hanya diberi antibiotika, mukopus
Mata merah, peradangan yang terjadi
yang masih tersisadapat mengalami
pada konjungtiva / selaput bening yang
organisasi. Akibatnya timbul jaringan
melapisi mata
ikat di dalam kavum timpani yang
(mata merah berair, gatal) konjung merah
dapat mengganggu system konduksi
udema palpebral discharge krostia, gatal
- Timbulnya peforasi spontan pada
2. Pemeriksaan lapang pandang
membrane timpani, akan keluar skret
a. Static finger wiggle test : 8 arah mata
yang bersifat molor (mukopus)
angina
mengandung sel gobet
b. Kinetic red target : menggunakan pin
dengan target berwarna merah Patofis
berdiameter 5 mm.[1,4]
Tekanan tinggi pada kavum timpani
c. Perimetri : Perimetri digunakan untuk
mengukur lapang pandang peripheral
dan sentral secara lebih detil dan
mendalam. Bisa menggunakan Perforasi/robekan pd membran timpani
goldman perimetri
d. Amsler grid : Pemeriksaan ini dapat
digunakan untuk mendeteksi Penurunan tekanan pada kavum timpani
gangguan lapang pandang sentral
atau parasentral, misalnya pada 6. Seperti apa
pasien glaukoma. Pasien diminta 7. Polip
untuk menilai mata kanan dan kiri Inflamasi mukosa hidung
satu per satu, untuk melihat apakah Pemeriksaan rinoskopi terlihat sebagai
ada daerah pada grid yang defek, massa yang berwarna pucat, lunak, basah
hilang, gelap, atau distorsi dan dapat bertangkai yang berasal dari
e. Tangent Screen (Kampimetri / meatus medius dan mudah digerakkan
Campimetry) : memeriksa 30° bagian 0 tidak ada polip
sentral penglihatan, menggunakan 1 terbatas pada meatus medius
sebuah layar hitam yang diletakkan di 2 meatus medius tp belum penuh rongga
depan pasien. Pada layar, terdapat hidung
jahitan/tanda berwarna putih setiap 3 memenuhi rongga hidung (paif masif)
5° yang dapat menandakan gangguan 8. Gejala vertigo
yang lebih objektif dibandingkan tes - Rasa berputar , baik tubuh/lingkungan
konfrontasi - Perasaan melayang
3. Diagnose yang muncul pada konjung - Telinga berdenging
- Potensial penularan infeksi bd kor - Mual muntah
- Perubahan kenyamanan (nyeri) - Keringat dingin
berhubungan dengan pembengkakan 9. Pemeriksaan untuk kelainan mata
pada konjungtiva - Oftalmoskopi adalah tes yang
- Gangguan persepsi sensori dilakukan dokter untuk memeriksa
berhubungan dengan penglihatan bagian belakang dan dalam mata
yang terganggu (fundus)
4. Implementasi pd konjungtivitis - Ketajaman visual (tes untuk
penglihatan dekat dan jauh)
- Tindakan & pengobatan
- Tekanan mata intraokular
- Mengurangi nyeri
- Refraksi (kekuatan mata)
- Mencegah penyebaran infeksi - Memeriksa ambliopia (mata malas)
- Kompres dingin mata - Memeriksa strabismus (mata tidak
- Irigasi mata sejajar, yaitu mata juling/kero)
- Eye pods - Penglihatan warna
- Stereopsis (penglihatan 3D)
10. Strabismus adalah Mata yang juling dapat
mengarah ke dalam (konvergen), keluar
(divergen), atau satu mata lebih tinggi dari
mata lainnya. Strabismus dapat
menyebabkan penurunan binocular atau
penglihatan stereo (3D), dan strabismus
pada anak dapat berkembang menjadi
mata malas (ambliopia)
11. Kelainan pd mata
- Astigmatisme (silinder)
- Miopi (rabun jauh)
- Hipermetropi (rabun dekat)
- Rabun senja (kurang vit A)
- Buta warna
- Juling (strabismus)
- Glaucoma
- Katarak
- Presbiopi (akomodasi kurang)
12. Vitreous Humor adalah cairan seperti
lendir yang terdapat pada ruang mata
diantara lensa Mata dan Retina. Vitreous
Humor merupakan cairan bening,
transparan, tidak memiliki pembuluh
darah, dan sebagian besar konsentrasinya
merupakan air, dan sangat sedikit zat
padat
13. fungsi telinga selain mendengar
membantu keseimbangan tubuh
14. tes rinne weber swabach
- rinne : membandingkan hantaran
udara dan tulang mastoid
- weber : seimbang kiri dan kanan
disimpan digaris tengah kepala
- swabach : antara pemeriksan dan
psien
15. pemeriksaan buta warna menggunakan?
tes penglihatan warna Ishihara (kartu
berwarna)
Protanopia yaitu tidak adanya sel kerucut
yang peka untuk warna merah sehingga
kecerahan warna merah dan
perpaduannya berkurang. Deuteranopia
yaitu tidak adanya sel kerucut yang peka
untuk warna hijau.
Tritanopia yaitu tidak adanya sel kerucut
yang peka untuk warna biru
Protanomali yang merupakan kelemahan
warna merah.
Deuteranomali yaitu kelemahan warna
hijau.
Tritanomali yaitu kelemahan warna biru.