Anda di halaman 1dari 3

TB MDR

No. Kode : SPO/440/


/2016
No. Revisi :0
SOP
UPTD Tanggal : Ditetapkan Oleh
PUSKESMAS Terbit 2016 Kepala Puskesmas
KADUNGORA Halaman : Kadungora

dr.H.Dadan A.Dhaniswara,MM.
NIP. 197303042006041012

Pengertian Merupakan kegiatan kunjungan ke rumah untuk melacak pasien konfirm positif TB-MDR

Tujuan 1. Verifikasi alamat tempat tinggal pasien konfirm positif TB-MDR


2. Mengajak pasien konfirm positif TB-MDR untuk mulai pengobatan TB-MDR
3. Melakukan pelacakan kontak erat pasien konfirm positif TB-MDR
4. Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap, bagi pasien dan keluarganya,
untuk pencegahan dan pengendalian infeksi serta kebiasaan perilaku hidup sehat

Kebijakan 1. Bahwa TB-MDR adalah penyakit yang menular, sehingga pengobatannya harus
dimulai secepat mungkin, dalam rangka menurunkan angka kesakitan dan angka
kematian serta memutus rantai penularannya
2. Bahwa kunjungan ke rumah pasien konfirm positif TB-MDR dilakukan oleh petugas
fasyankes wilayah alamat tempat tinggal pasien

Prosedur 1. Dokter fasyankes perujuk menerima informasi hasil pemeriksaan TB-MDR para
pasien suspek TB-MDR, meliputi : hasil rapid test Xpert.MTB/RIF ; hasil biakan
dahak dan hasil drug sensitivity test ( DST ) M.TB, berikut saran tindak lanjutnya

2. Apabila hasil pemeriksaan TB-MDR adalah : (a). Xpert : M.TB detected dan RIF
resistance detected ; (b). biakan M.TB positif dan DST : RH resistant ; (c). biakan
M.TB positif dan DST : R resistant, maka diagnosis pasien adalah konfirm positif
TB-MDR, dan harus segera diberitahukan kepada yang bersangkutan

3. Hubungi pasien konfirm positif TB-MDR, per telepon atau per SMS untuk segera
datang ke fasyankes, informasikan bahwa sudah diperoleh hasil pemeriksaan TB-
MDR nya dan akan dijelaskan secara langsung oleh dokter fasyankes

4. Apabila pasien konfirm positif TB-MDR : tidak bisa dihubungi per telepon / per SMS,
atau tidak datang ke fasyankes sesuai kesepakatan, atau sejak awal menyatakan
tidak mau datang ke fasyankes, maka segera upayakan untuk dilakukan kun
-jungan ke rumah nya :

a. bagi fasyankes mempunyai wilayah kerja meliputi alamat tempat tinggal


pasien :

a. jadwalkan tanggal kunjungan ke rumah pasien


b. kunjungan dilakukan oleh : petugas TB fasyankes, petugas sanitasi
kesehatan lingkungan dan petugas pos kesehatan desa setempat,
dengan penugasan ( surat tugas ) dari pimpinan fasyankes
c. siapkan dokumen yang dibutuhkan : formulir laporan kunjungan rumah
pasien TB-MDR, formulir surat pengantar rujukan, formulir informed
consent menolak pengobatan, dan bahan untuk KIE ( leaflet / brosur )
d. hubungi perangkat desa setempat, informasikan tentang rencana kunju
-ngan ke rumah pasien dan maksud tujuannya, serta ajakan untuk ikut
serta mendampingi petugas fasyankes dalam kegiatan kunjungan ke
rumah pasien
KUNJUNGAN RUMAH
PELACAKAN PASIEN KONFIRM POSITIF TB-MDR

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


2 /3

b. bagi fasyankes yang wilayah kerjanya tidak meliputi alamat tempat tinggal
pasien :

 dapat langsung mengubungi petugas fasyankes yang wilayah kerjanya


meliputi alamat tempat tinggal pasien : informasikan tentang ditemukan
nya pasien konfirm positif TB-MDR di wilayahnya dan minta bantuan
untuk melakukan kunjungan ke rumah pasien
 atau menghubungi wasor p2-TB DKK wilayah setempat : informasikan
tentang ditemukannya pasien konfirm positif TB-MDR di luar wilayahnya
dan minta bantuan untuk melakukan kunjungan ke rumah pasien

c. bagi wasor p2-TB DKK wilayah setempat :

 informasikan tentang ditemukannya pasien konfirm positif TB-MDR ke


petugas fasyankes yang wilayah kerjanya meliputi alamat tempat tinggal
pasien, dan arahan untuk kunjungan ke rumah pasien tersebut
 apabila memungkinkan dapat ikut serta mendampingi petugas fasyankes
dalam melakukan kunjungan ke rumah pasien

5. Pada saat melakukan kunjungan ke rumah pasien konfirm positif TB-MDR :

a. petugas fasyankes, perangkat desa dan pelaksana lain yang ikut serta wajib
mempergunakan masker ( masker bedah atau masker N-95 )
b. pastikan ( verifikasi ) bahwa benar pasien bertempat tinggal di alamat tersebut
dan gambar peta alamat tempat tinggal pasien
c. tunjukkan sikap peduli dan bersahabat, melalui : tindakan, kata-kata, intonasi
bicara, dan kontak mata ( jangan terkesan : takut atau menjauhi )
d. apabila memungkinkan pembicaraan dilakukan di tempat yang ventilasi udara
nya baik ( misal : di luar di teras rumah ), tidak di ruang tertutup

e. jelaskan maksud dan tujuan kunjungan ke pasien dan keluarga, pergunakan


bahasa yang sederhana yang mudah dipahami pasien dan keluarga :

 tentang hasil pemeriksaan TB-MDR pasien


 bahwa diagnosis penyakit pasien adalah konfirm positif TB-MDR
 bahwa pasien harus segera menjalani pengobatan, agar segera sembuh
dan tidak ada risiko menularkan kepada keluarga
 bahwa pengobatan TB-MDR hanya bisa di RS rujukan TB-MDR, dan apa
bila pasien bersedia diobati akan di rujuk kembali ke RS rujukan TB-MDR
( jangan menjelaskan tatalaksana pengobatan TB-MDR )
 bahwa pengobatan pasien TB-MDR dibiayai oleh pemerintah, dengan
syarat dan sesuai ketentuan yang berlaku
 bahwa apabila ada anggota keluarga yang punya gejala sakit serupa di
anjurkan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan
( pelacakan kontak erat pasien )
 bahwa pasien jangan di kucilkan atau di jauhi, pasien butuh dukungan
sosial-psikologi dari keluarga untuk menjalani pengobatan hingga sembuh
 anjuran bagi pasien dan keluarga untuk melakukan upaya pencegahan
dan pengendalian infeksi serta kebiasaan perilaku hidup sehat

f. perhatikan kondisi rumah tinggal pasien dan gambar denah rumah, berikan
saran untuk memastikan kecukupan ventilasi udara dan paparan sinar mata
-hari ke dalam rumah, khususnya di ruang kamar tidur pasien

6. Kunjungan rumah juga dilakukan pada pasien konfirm positif TB-MDR yang mau
KUNJUNGAN RUMAH
PELACAKAN PASIEN KONFIRM POSITIF TB-MDR

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


3 /3

datang ke fasyankes untuk mendengarkan penjelasan dokter fasyankes tentang


hasil pemeriksaan TB-MDR nya, dengan tujuan untuk verifikasi alamat tempat
tinggal pasien dan pelacakan kontak erat pasien

7. Apabila pasien konfirm positif TB-MDR bersedia untuk pengobatan, maka rujuk
kembali ke RS rujukan TB-MDR untuk mulai pengobatan
8. Apabila pasien konfirm positif TB-MDR menolak pengobatan, lengkapi informed
consent menolak pengobatan dengan tanda tangan pasien dan saksi keluarga
berikut alasan penolakannya
9. Dokumentasikan hasil kunjungan ke rumah pasien konfirm positif TB-MDR dalam :
laporan kunjungan rumah pasien TB-MDR, rekam medik pasien dan buat arsip
10. Informasikan hasil kunjungan ke rumah pasien konfirm positif TB-MDR kepada
pihak-pihak terkait : fasyankes perujuk, DKK wilayah setempat dan RS rujukan
TB-MDR, dilampiri fotokopi : laporan kunjungan rumah pasien TB-MDR / informed
consent menolak pengobatan nya

Alur Kegiatan
RS rujukan / RS sub rujukan
TB-MDR

info hasil pemeriksaan

fasyankes perujuk

hasil pemeriksaan
konfirm positif TB-MDR,
hubungi pasien untuk
datang ke fasyankes

tidak ada jawaban ada jawaban bersedia


tidak datang sesuai kesepakatan dan datang ke fasyankes
tidak mau datang

kunjungan ke rumah pasien

Unit Terkait 1. Seluruh fasyankes


2. RS rujukan / RS sub rujukan TB-MDR
3. DKK wilayah setempat

Referensi Buku pedoman