Anda di halaman 1dari 5

ANSIETAS

A. Definisi
Ansietas adalah perasaan was-was, khawatir,atau tidak nyaman seakan-akan akan
terjadi sesuatu yang dirasakan sebagai ancaman Ansietas berbeda dengan rasa takut. Takut
merupakan penilaian intelektual terhadap ssuatu yang berbahaya, sedangkan ansietas adalah
respon emosional terhadap penilaian tersebut (Keliat, 2012). Ansietas merupakan
pengalaman emosi dan subjektif tanpa ada objek yang spesifik sehingga orang merasakan
suatu perasaan was-was (khawatir) seolah-olah ada sesuatu yang buruk akan terjadi dan pada
umumnya disertai gejala-gejala otonomik yang berlangsung beberapa waktu (Stuart dan
Laraia,1998) dalam buku (Pieter,dkk,2011)

B. Jenis – Jenis / Macam


- Ansietas Ringan
Ansietas ringan berhubungan dengan ketegangan peristiwa kehidupan sehari-hari.
Lapang persepsi melebar dan orang akan bersikap hati-hati dan waspada. Orang yang
mengalami ansietas ringan akan terdorong untuk menghasilkan kreativitas.
Responsrespons fisiologis orang yang mengalami ansietas ringan adalah sesekali
mengalami napas pendek, naiknya tekanan darah dan nadi, muka berkerut, bibir
bergetar, dan mengalami gejala pada lambung. Respons kognitif orang yang mengalami
ansietas ringan adalah lapang persepsi yang melebar, dapat menerima rangsangan yang
kompleks, konsentrasi pada masalah dan dapat menjelaskan masalah secara efektif.
Adapun respons perilaku dan emosi dari orang yang mengalami ansietas adalah tidak
dapat duduk tenang, tremor halus pada tangan, suara kadangkadang meninggi
- Ansietas Sedang
Pada ansietas sedang tingkat lapang persepsi pada lingkungan menurun dan
memfokuskan diri pada hal-hal penting saat itu juga dan menyampingkan hal-hal lain.
Respons fisiologis dari orang yang mengalami ansietas sedang adalah sering napas
pendek, nadi dan tekanan darah naik mulut kering, anoreksia, diare, konstipasi dan
gelisah. Respon kognitif orang yang mengalami ansietas sedang adalah lapang persepsi
yang menyempit, rangsangan luar sulit diterima, berfokus pada apa yang menjadi
perhatian. Adapun respons perilaku dan emosi adalah gerakan yang tersentak-sentak,
meremas tangan, sulit tidur, dan perasaan tidak aman .
- Ansietas Berat
Pada ansietas berat lapang persepsi menjadi sangat sempit, individu cenderung
memikirkan hal-hal kecil dan mengabaikan 11 hal-hal lain. Individu sulit berpikir
realistis dan membutuhkan banyak pengarahan untuk memusatkan perhatian pada area
lain. Respons-respons fisiologis ansietas berat adalah napas pendek, nadi dan tekanan
darah darah naik, banyak berkeringat, rasa sakit kepala, penglihatan kabur, dan
mengalami ketegangan. Respon kognitif pada orang yang mengalami ansietas berat
adalah lapang persepsi sangat sempit dan tidak mampu untuk menyelesaikan masalah.
Adapun respons perilaku dan emosinya terlihat dari perasaan tidak aman, verbalisasi
yang cepat, dan blocking.
- Panik
Pada tingkatan panik lapang persepsi seseorang sudah sangat sempit dan sudah
mengalami gangguan sehingga tidak bisa mengendalikan diri lagi dan sulit melakukan
apapun walaupun dia sudah diberikan pengarahan. Respons-respons fisiologis panik
adalah napas pendek, rasa tercekik, sakit dada, pucat, hipotensi dan koordinasi motorik
yang sangat rendah. Sementara respons-respons kognitif penderita panik adalah lapang
persepsi yang sangat pendek sekali dan tidak mampu berpikir logis. Adapun respons
perilaku dan emosinya terlihat agitasi, mengamuk dan marah-marah, ketakutan dan
berteriak-teriak, blocking, kehilangan kontrol diri dan memiliki persepsi yang kacau
(Herry Zan Pieter, 2011)

C. Tanda dan gejala


Gejala meliputi ( APA, 1994 ) :
- Palpitasi, jantung berdebar, atau akselerasi frekuensi jantung
- Berkeringat
- Gemetar atau menggigi
- Perasaan sesak napas dan tercekik
- Perasaan tersedak
- Nyeri atau ketidak nyamanan dada
- Mual atau distres abdomen
- Merasa pusing, limbung, vertigo, atau pingsan
- Derealisasi (Perasaan tidak realistis) atau depersonalisasi (terpisah dari diri sendiri)
- Takut kehilangan kendali atau menjadi gila
- Takut mati 15
- Perestesia (kebas atau kesemutan)
- Bergantian kedinginan atau kepanasan

D. Fase
Menurut Stuart (2001), rentang respon individu terhadap cemas berfluktuasi antara
respon adaptif dan maladaptive. Rentang respon yang paling adaptif adalah antisipasi
dimana individu siap siaga untuk beradaptasi dengan cemas yang mungkin muncul.
Sedangkan rentang yang paling maladaptive adalah panik dimana individu sudah tidak
mampu lagi berespon terhadap cemas yang dihadapi sehingga mengalami gangguan fisik,
perilaku maupun kognitif.

ResponAdaptif ResponMaladaptif

Antisipasi Ringan Sedang Berat Berat Sekali

E. Psikopatologi

Harga Diri Rendah

Gangguan Citra Tubuh

Ansietas (Core problem)

Koping Individu Tak Efektif

KurangPengetahuan Perubahan fisik/Operasi Stressor Fisik

F. Pemeriksaan dan Pengkajian


Menurut Hawari (2004), tingkat kecemasan dapat diukur dengan menggunakan alat
ukur (instrument) yang dikenal dengan nama Hamilton Rating Scale for Axiety (HRS-A),
yang terdiri dari 14 kelompok gejala, antara lain adalah sebagai berikut:
1) Perasaan cemas : cemas, firasat buruk, takut akan pikiran sendiri dan mudah tersinggung.
2) Ketegangan : merasa tegang, lesu, tidak dapat beristirahat dengan tenang, mudah terkejut,
mudah menangis, gemetar dangelisah.
3) Ketakutan : pada gelap, pada orang asing, ditinggal sendiri, pada binatang besar, pada
keramaian lalu lintas dan pada kerumunan orangbanyak.
4) Gangguan tidur: sukar untuk tidur, terbangun pada malam hari, tidur tidak nyenyak,
bangun dengan lesu, banyak mimpi, mimpi buruk dan mimpi yang menakutkan.
5) Gangguan kecerdasan : sukar berkonsentrasi, daya ingat menurun dan daya ingatburuk.
6) Perasaan depresri (murung) : hilangnya minat, berkurangnya kesenangan pada hobi, sedih,
terbangun pada saat dini hari dan perasaan berubah-ubah sepanjanghari.
7) Gejala somatik/fisik(otot) : sakit dan nyeri diotot, kaku, kedutan otot, gigi gemerutuk dan
suara tidak stabil.
8) Gejala somatik/ fisik (sensorik) : tinnitus (telinga berdenging), penglihatan kabur, muka
merah atau pucat, merasa lemas dan perasaan ditusuk-tusuk.
9) Gejala kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) : takikardi (denyut jantung cepat),
berdebar-debar, nyeri di dada, denyut nadi mengeras, rasa lesu/ lemas seperti mau pingsan
dan detak jantung menghilang/ berhentisekejap.
10) Gejala respiratori (pernafasan) : rasa tertekan atau sempit di dada, rasa tercekik, sering
menarik nafas pendek/sesak.
11) Gejala gastrointestinal (pencernaan) : sulit menelan, perut melilit, gangguan pencernaan,
nyeri sebelum dan sesudah makan, perasaan terbakar di perut, rasa penuh atau kembung,
mual, muntah, BAB konsistensinya lembek, sukar BAB (konstipasi) dan kehilangan berat
badan.
12) Gejala urogenital (perekmihan dan kelamin) : sering buang air kecil, tidak dapat menahan
BAK, tidak datang bulan (tidak dapat haid), darah haid berlebihan, darah haid sangat
sedikit, masa haid berkepanjangan, masa haid sangat pendek, haid beberapa kali dalam
sebulan, menjadi dingin,ejakulasi dini, ereksi melemah, ereksi hilang danimpotensi.
13) Gejala autoimun : mulut kering, muka merah, mudah berkeringat, kepala pusing, kepala
terasa berat, kepala terasa sakit dan bulu-buluberdiri.
14) Tingkah laku/ sikap : gelisah, tidak tenang, jari gemetar, kening/ dahi berkerut, wajah
tegang/ mengeras, nafas pendek dan cepat serta wajah merah.
Masing-masing kelompok gejala diberi penilaian angka (score) antara 0-4, dengan
penilaian sebagai berikut :
Nilai 0 = tidak ada gejala (keluhan)
Nilai 1 = gejala ringan
Nilai 2 = gejala sedang
Nilai 3 = gejala berat
Nilai 4 = gejala berat sekali/ panic.

Masing masing nilai angka (score) dari 14 kelompok gejala tersebut dijumlahkan dan dari hasil
penjumlahan tersebut dapat diketahui derajat kecemasan seseorang, yaitu : total nilai (score) :
kurang dari 14 = tidak ada kecemasan, 14-20 kecemasan ringan, 21-27 = kecemasan sedang, 28-
41 = kecemasan berat, 42-56 = kecemasan berat sekali (Hawari, 2004) .

Data yang perlu dikaji:


Data Subjektif Data Objektif
- pernyataancemas/khawatir - Gangguan konsentrasi dayaingat.
- firasat buruk, takut akan pikirannya - Palpitasi, jantung berdebar, atau
sendiri akselerasi frekuensijantung
- mudahtersinggung - Berkeringat
- merasa tegang dan tidak tenang, - Gemetar ataumenggigil
gelisah, mudahterkejut. - Nyeri atau ketidak nyamanandada
- mimpi-mimpi yangmenegangkan. - Mual atau distresabdomen
- Derealisasi (Perasaan tidak realistis) - Perestesia (kebas ataukesemutan)
atau depersonalisasi (terpisah daridiri - Gejala somatik : rasa sakit pada otot
sendiri) dan tulang, berdebar-debar, sesak
- Takut kehilangan kendali atau nafas, gangguan pencernaan, sakit
menjadigila kepala, gangguan perkemihan, tangan
- Takutmati terasa dingin dan lembab, dan lain
- Perasaantersedak sebagainya
- Merasapusing.