Anda di halaman 1dari 3

Rank 1

Randi berjalan menyusuri koridor sekolahnya.Ia membuang permen karetnya


sembarangan.Siapa yang tidak kenal dengan Randi,anak ternakal di SD Hartika.Meski sudah
diperingati oleh guru untuk belajar,ia menjawab dengan kata ‘nanti’.Ibunya sudah lelah
menyuruhnya.Kali ini ia mendapatkan ulangan harian Bahasa Indonesia dengan nilai 0.

“Randi,ini remedial Bahasa Indonesiamu yang ke 12,”Randi terdiam.ia mendengus kesal jika
harus mendengarkan Bu Nita,guru Bahasa Indonesia berceramah.

“Terus? Udah selesai ceramahnya Bu? Saya mau pulang,laper.”Randi menggendong


tasnya.Tanpa pamit,ia keluar dari kantor Bu Nita.Bu Nita menggeleng kepalanya.

-oOo-

“Ma! Rendi pulang,”Rendi membuka sepatunya.Berjalan kearah adiknya yang sibuk


mengerjakan pr.”kerjain apa tuh?”

“Orang gak belajar diam aja deh.”sahut Putri,adiknya.”Bodoh-bodoh gini,kakak ganteng


lho!”pamer Rendi kepada adiknya.

“Idih! Jijik dengernya,”Rendi meninggalkan adiknya dan pergi ke kamarnya.Sampai


dikamar,Rendi memutuskan untuk bermain PS.Tapi alangkah kejutnya saat ia melihat kabel
saambungan ke PS hilang.

“Lho,kok?! Ma!!!!!”Rendi kebawah menemui mamanya.”Ma!! siapa yang cabut kabel PS? Itu
belum di save! Haduhhh!!”Rendi mengacak rambutnya.Mama tau ini kelakuan adiknya.

“Kok mama? Mama aja gak tau kalau kamu main PS.”jawab mamanya yang sedang
makan.Rendi merasa ini adalah ulah adiknya.Ia berjalan ke adiknya yang sedang sibuk main
handphone.”Lu kan Put?!”

“Ishh!! Apaan sih kak? Mending belajar aja daripada main Ps mulu,”Rendi menarik tangan
adiknya.Mama yang melihat hanya menggeleng kepala.Sudah bias ajika Rendi dan Putri
bertengkar karena hal sepele.

“Gini aja,kalau kakak bisa dapat ranking 1,aku belikan PS 4 untuk kakak.”tawar putri.
“Mustahil Putri sayang,”

“Gak ada mustahil!”Rendi sudah capek menghadapi adiknya.”Demi Ps gue ya? Yaudah deh!”

“Ya,ya,gue mau,tapi janji ya! Awas main tipu.”

“Iya kakakku ganteng,Putri janji.”Rendi kembali ke kamarnya.Apa yang harus dilakukannya?


Mustahil untuk mendapatkan ranking 1.Saingan dikelas juga banyak.Karena lelah
memikirkan,Rendi memutuskan untuk tidur.

-oOo-

Rendi terbangun,panas,seperti ada cahaya didepannya.”Telat!!!”

“Suara apaan tuh ma?”Tanya Putri yang sudah menghabiskan sarapannya.”Palingan kakakmu,”

Rendi mengambil dasinya,tak lupa tas gandengnya yang berwarna hijau.Tanpa pamit,ia
langsung memakai sepatunya dan berlari ke sekolah.

Sepanjang perjalanan ke sekolah orang-orang melihatnya yang sedang terburu-buru.Salah


satunya teman Rendi,Niko.”Eh,Randi!!!”

Randi terhenti dan memandang ke belakang.”Eh,Ko,buruan! Udah jam 7 nih!”Niko yang


mendengar Randi berkata jam 7 hanya tertawa.

“Eh! Ngapain ketawa gitu?”Randi memandangi Niko yang sedang tertawa.Ntah apa yang lucu
menurutnya.”Eh di,ini jam 6,gak liat jam ditanganmu?”Randi melihat ke arah jam
tangannya.Menunjuk pukul 6 tepat.Ini adalah kali pertamanya ia keluar dengan pukul 6.

“Ciee,yang masuk jam 6.”tanpa permisi ia memeluk temannya.”Akhirya,bisa masuk jam 6.”

-oOo-

Tampak kelasnya yang sudah hampir ramai.Seluruh temannya kaget saat yang masuk setelah
Niko adalah Randi.

“Nih,Randi masuk awal loh!”teriak Niko sambil memukul bahu Randi.

“Eh? Mau berubah ran?”

“Masuk awal untuk pertama kalinya nih,”


Randi mengeluarkan dirinya dari perkumpulan temannya.”ngapain sih pakai bilang-bilang
segala?”ketus Randi.

“Ya,maaflah.”

Hari ini Randi belajar banyak hal,pr yang menumpuk ia selesaikan meski terlambat,remedialnya
bernilai diatas kkm semua.Lantas Bu Wina selaku WaLas (Wali Kelas) sangat bangga melihat
perubahan drastis Randi.Hingga bagi rapor dilaksanakan,Randi takut,bagaimana jika nilai yang
ditempuhnya selama 1 semester tak ada perubahan?

“Randi.”

Randi dan mamanya maju menghadap bu Wina.Senyum Bu Wina tampak senang.Ia


mengeluarkan rapor Randi.”Perubahan Randi membuat saya bangga bu,”Randi tersenyum
puas.Tapi pertanyaan ini terus muncul dibenaknya.Apa dia mendapat ranking?

“Randi mendapat ranking 1,selamat Randi!”apa yang baru saja ia dengar? Apa benar ia
mendapat ranking 1?

“Saya dapat rangking 1 bu?’ucap Randi tak meyakinkan.

“Iya,”Randi segera tersenyum puas.Ia merasa bangga telah berubah,kini dirinya bukan menjadi
dirinya yang dulu.

-TAMAT-