Anda di halaman 1dari 1

Pada awal adanya manusia sudah terjadi interaksi antara manusia dan hewan.

Disebutkan dari
sebuah sumber bahwa awal peradaban maju nenek moyang manusia adalah ditandai dengan
ditemukannya api. Dan jauh sebelum itu, manusia telah melewati masa berburu dan meramu
yang berarti telah terjadi interaksi dengan hewan sejak kala itu. Bahkan pada peradaban
selanjutnya, manusia memanfaatkan hewan untuk diternak demi memenuhi kebutuhan hidup.

Hal itu pun berlanjut hingga saat ini, yaitu manusia selain memanfaatkan hewan untuk diternak
juga menjadikan hewan sebagai hewan peliharaan yang memiliki segudang manfaat. Hewan
yang sering dijadikan peliharaan yaitu anjing dan kucing sebab keloyalannya dan sifat lain yang
dimilikinya yang kebanyakan membuat pemiliknya bahagia.

Memelihara kucing memang mengasyikkan, terlebih lagi bagi seseorang yang sering berada
di rumah. Karena pada hakikatnya, manusia merupakan makhluk sosial yang butuh untuk
berinteraksi dengan yang lain. Jika tidak ada lawan bicara, seperti teman, kerabat, atau
keluarga, sering kali hewan peliharaan menjadi salah satu teman bermain kita.

Memang memelihara kucing ada manfaatnya, tetapi terdapat juga dampak buruknya. Secara
umum, manfaat memelihara kucing adalah menghilangkan stres, memiliki lawan bicara, dan
menjadi teman yang setia. Di sisi lain, ada pula penelitian yang menunjukkan dampak positif
memelihara kucing untuk kesehatan. Dilansir dari metro.co.uk, disebutkan bahwa
memelihara kucing dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan dengkurannya dapat
membantu menyembuhkan tulang, tendon, serta otot.
Memelihara kucing juga dapat menolong anak-anak yang mengalami autisme. Hal ini
dibuktikan dari penelitian University of Missouri, yang menjelaskan bahwa interaksi sosial
antara anak-anak yang mengalami autisme secara drastis mengalami peningkatan ketika
mereka berada di sekitar hewan peliharaannya, misalnya kucing.
Selain berdampak positif, memelihara kucing juga bisa memberi pengaruh negatif bagi
kesehatan tubuh. Dampak yang diakibatkan antara lain menyebarnya bakteri Bartonella
henselae akibat gigitan atau cakaran kucing serta terserang penyakit kurap.
Lebih jauh lagi, dampak negatifnya sering kali disebabkan oleh feses kucing. Toksoplasma
yang terdapat pada feses kucing bisa masuk ke plasenta ibu hamil dan mengiritasi organ
janin, sehingga bayi bisa lahir dalam keadaan cacat.

Dari uraian di atas jelas bahwa ada korelasi antara hewan dan manusia. Terbukti dari
berbagai dampak yang diberikan oleh hewan tersebut dan juga manusia memberikan ruang
hidup bagi hewan, khususnya hewan peliharaan yang tentunya mereka merasa disayangi oleh
manusia.