Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

JENIS TULISAN/TEKS

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Dosen Pengampu :

Elen Nurjanah, M.Pd.

Kelompok 8 :

1. Kintania Ma’arifatur Rizki NIM : 12208183112

2. Mamila Putri Hapsari NIM : 12208183165

3. Ainaya Al Fatihah NIM : 12208183100

4. Luswyaga Wahyu Amelya NIM : 12208183024

5. Dewi Iftahun Nikmatul Azizah NIM : 12208183038

TADRIS BIOLOGI 2B

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

APRIL 2019
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah Bahasa Indonesia tentang landasan jenis tulisan/teks ini.

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu
dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami
dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata, kami berharap semoga makalah tentang jenis tulisan/teks ini dapat
memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

Tulungagung, April 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .........................................................................................................i

KATA PENGANTAR........................................................................................................ii

DAFTAR ISI....................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................1

A. Latar Belakang....................................................................................................1

B. Rumusan Masalah...............................................................................................1

C. Tujuan..................................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN...................................................................................................3

A. Teks Narasi..........................................................................................................3

B. Teks Argumentasi................................................................................................5

C. Teks Persuasi.......................................................................................................7

D. Teks Deskripsi...................................................................................................10

E. Teks Eksposisi....................................................................................................11

BAB III PENUTUP.........................................................................................................18

A. Kesimpulan........................................................................................................18

B. Saran..................................................................................................................18

DAFTAR RUJUKAN......................................................................................................19

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Menulis atau mengarang pada hakikatnya bertujuan untuk menuangkan
gagasan, pendapat, perasaan, keinginan, kemauan, serta informasi kedalam tulisan
dan mengirimkannya kepada orang lain. Sebagai bagian dari kegiatan berbahasa,
menulis erat kaitannya dengan aktivitas berpikir, keduanya saling melengkapi.
Melalui kegiatan berpikir, penulis dapat meningkatkan kemampuannya dalam
menulis.
Mengemukakan pendapat secara tertulis memang tidak mudah. Untuk
menghasilkan tulisan yang baik, setiap penulis hendaknya memiliki tiga
keterampilan dasar dalam menulis, yaitu keterampilan berbahasa, keterampilan
penyajian, dan keterampilan pewajahan. Penulis harus menguasai Bahasa yang
digunakan untuk menulis. Jika dia menulis dalam Bahasa Indonesia, maka dia harus
menguasai Bahasa Indonesia. Mengetahui Bahasa Indonesia berarti mengetahui dan
dapat menggunakan kaidah-kaidah tata Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Keterampilan menulis dapat kita klasifikasikan berdasarkan dua sudut pandang
yang berbeda. Sudut pandang tersebut adalah kegiatan atau aktivitas dalam
melaksanakan keterampilan menulis dan hasil dari produk menulis itu. Klasifikasi
keterampilan menulis berdasarkan sudut pandang kedua menghasilkan pembagian
produk menulis atau empat kategori, yaitu karangan narasi, eksposisi, deskripsi, dan
argumentasi.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan teks narasi?
2. Apa yang dimaksud dengan teks argumentasi?
3. Apa yang dimaksud dengan teks persuasi?
4. Apa yang dimaksud dengan teks deskripsi?
5. Apa yang dimaksud dengan teks eksposisi?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui penjelasan tentang teks narasi.
2. Untuk mengetahui penjelasan tentang teks argumentasi.
3. Untuk mengetahui penjelasan tentang teks persuasi.
4. Untuk mengetahui penjelasan tentang teks deskripsi.
5. Untuk mengetahui penjelasan tentang teks eksposisi.

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Teks Narasi
1. Pengertian Narasi

Menurut Semi, narasi merupakan bentuk percakapan atau tulisan yang


bertujuan menyampaikan atau menceritakan rangkaian peristiwa atau
pengalaman manusia berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu (Semi,
2003:29). Sedangkan menurut Keraf, narasi adalah suatu bentuk wacana yang
berusaha menggambarkan dengan sejelas-jelasnya kepada pembaca
tentang suatu peristiwa yang telah terjadi (Keraf, 2000:136).1 Narasi adalah
karangan yang menyajikan serangkaian peristiwa menurut urutan terjadinya
(kronologis), dengan maksud memberi arti kepada sebuah kejadian atau
serentetan kejadian, agar pembaca dapat memetik hikmah dari cerita itu. Selain
itu narasi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha mengisahkan suatu
kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolah-olah pembaca melihat atau
mengalami sendiri peristiwa itu.2
Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa teks narasi adalah
suatu bentuk tulisan yang berupa rangkaian peristiwa atau kejadian secara
kronologis yang terjadi dalam satu kesatuan waktu sehingga pembaca tampak
melihat atau mengalami kejadian peristiwa sendiri.
2. Ciri-ciri Narasi
a. Menurut Gorys Keraf
1) Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.
2) Dirangkai dalam urutan waktu.
3) Berusaha menjawab pertanyaan "apa yang terjadi?"
4) Ada konfliks.

b. Menurut Atar Semi

1
Karya tulis berjudul “Kemampuan Menulis Karangan Narasi Melalui Media Gambar Seri”, (diakses dari
http://eprints.walisongo.ac.id/4148/3/133911202_bab2.pdf pada 27 April 2019, pukul 13.55 WIB).
2
Diakses dari website http://digilib.unila.ac.id/14742/4/BAB%20II.pdf pada 27 April 2019, pukul 14.02
WIB

2
1) Berupa cerita tentang peristiwa atau pengalaman penulis.
2) Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-
benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan
keduanya.
3) Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak
menarik.
4) Memiliki nilai estetika.
5) Menekankan susunan secara kronologis.
Ciri yang dikemukakan Keraf memiliki persamaan dengan Atar Semi,
bahwa narasi memiliki ciri berisi suatu cerita, menekankan susunan
kronologis atau dari waktu ke waktu dan memiliki konfliks. Perbedaannya,
Keraf lebih memilih ciri yang menonjolkan pelaku.3
3. Jenis-jenis Narasi
Dilihat dari peristiwa yang ditampilkan, narasi dapat dibedakan menjadi dua
jenis, yaitu:
a. Narasi Ekspositoris
Narasi ekspositoris adalah narasi yang memberi informasi kepada
pembaca agar pengetahuan dan pengertian pembaca bertambah luas. Narasi
ini bertujuan untuk menggugah pikiran para pembaca untuk mengetahui
apa yang dikisahkan. Biasanya digunakan untuk menarasikan pertandingan
sepak bola, renang, bulu tangkis, dan lain-lain.
b. Narasi Sugestif
Narasi sugestif yakni narasi yang isinya kisah hasil khayalan atau
imajinatif dari penulis. Meski narasi sugestif bersumber dari kisah nyata,
namun telah dibumbui dengan imajinasi dari pengarang. Tujuan atau
sasaran utamanya bukan memperluas pengetahuan seseorang, tetapi
berusaha memberi makna atas peristiwa itu sebagai pengalaman. Narasi
sugestif mudah ditemukan pada dongeng, cerpen, novel, hikayat, dan lain-
lain.4
3
Diakses dari website https://id.wikipedia.org/wiki/Narasi , pada 27 April 2019, pukul 14.11 WIB

4
Diakses dari website http://digilib.unila.ac.id/14742/4/BAB%20II.pdf pada 27 April 2019, pukul 14.02
WIB

3
4. Tujuan
Tujuan menulis karangan narasi secara fundamental, yaitu:
a. Hendak memberikan informasi atau wawasan dan memperluas pengetahuan.
b. Memberikan pengalaman estetis kepada pembaca.
5. Langkah-langkah
Berikut adalah langkah-langkah dalam menulis teks narasi, yaitu:
a. Tentukan dulu tema dan amanat yang akan disampaikan.
b. Tetapkan sasaran pembaca.
c. Rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk
skema alur.
d. Bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal, perkembangan, dan akhir
cerita.
e. Rincian peristiwa-peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai
pendukung cerita.
f. Susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandangan.
g. Mengerti aturan tanda bacanya dalam kalimat tersebut.5

B. Teks Argumentasi
1. Pengertian Argumentasi

Argumentasi merupakan karangan yang membuktikan kebenaran atau


ketidakbenaran dari sebuah pernyataan (statement). Dalam teks argumen,
penulis menggunakan berbagai strategi atau piranti teorika untuk meyakinkan
pembaca tentang kebenaran atau ketidakbenaran pernyataan tersebut. Nursisto
menyatakan bahwa argumentasi adalah karangan yang berusaha memberikan
alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau
gagasan. Karangan argumentasi pasti memuat argumen, yaitu bukti dan alasan
yang dapat meyakinkan orang lain bahwa pendapat yang disampaikan benar.

Argumentasi merupakan suatu bentuk retorika yang berusaha untuk


mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka percaya dan
akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan penulis. Melalui teks
argumentasi, penulis mampu merangkaikan fakta-fakta sedemikian rupa,
sehingga ia mampu menunjukkan apakah suatu pendapat atau suatu hal tertentu
itu benar atau tidak.

5
Diakses dari website https://id.wikipedia.org/wiki/Narasi , pada 27 April 2019, pukul 14.11 WIB

4
Berdasarkan pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa argumentasi
merupakan suatu jenis karangan yang digunakan untuk menyatakan suatu
pendapat dan berusaha meyakinkan orang lain terhadap kebenaran pendapat
tersebut. Penulis berusaha meyakinkan kebenaran pendapatnya dengan
menyertakan fakta dan bukti-bukti yang logis.

2. Ciri-ciri Argumentasi

Nursisto mengemukakan ciri-ciri argumentasi adalah sebagai berikut:

a. Mengandung bukti dan kebenaran.

b. Alasan kuat.

c. menggunakan bahasa denotatif.

d. Analisis rasional (berdasarkan fakta).

e. unsur subjektif dan emosional sangat dibatasi.

Indriati menyatakan bahwa argumentasi yang kuat harus mengandung lima ciri-
ciri, antara lain:

a. Klaim (claim)

b. Bukti afirmatif (setuju) dan bukti kontradiktif (bantahan)

c. Garansi/justifikasi (warrant)

d. Kompromi (concessions)

e. Sumber asset (reservations)

Berdasarkan pemaparan yang disampaikan diatas, dapat disimpulkan


bahwa argumentasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Pertama, terdapat
pernyataan atas suatu pendapat. Kedua, menyertakan alasan untuk meyakinkan
orang lain mengenai pendapat yang disampaikan. Ketiga, mengandung bukti
kebenaran berupa data ataau fakta pendukung yang relevan. Keempat, analisis
yang dilakukan berdasarkan data atau fakta yang disampaikan.

C. Teks Persuasi

5
1. Pengertian Persuasi

Istilah persuasi merupakan alihan bentuk kata persuasion dalam Bahasa


Inggris. Bentuk kata persuasion diturunkan dari kata to persuade yang artinya
membujuk atau meyakinkan. Jadi, karangan persuasi adalah karangan yang
berisi paparan berdaya-bujuk, berdaya-ajak, ataupun berdaya imbau yang dapat
membangkitkan ketergiuran pembaca untuk meyakini dan menuruti imbauan
implisit maupun eksplisit yang disampaikan oleh penulis. Dengan kata lain,
persuasi berurusan dengan masalah memengaruhi orang lain lewat bahasa.

Persuasi adalah karangan yang ditujukan untuk memengaruhi sikap dan


pendapat pembaca mengenai sesuatu hal yang disampaikan penulisnya.
Karangan persuasi bertujuan untuk meyakinkan pembaca agar melakukan
sesuatu yang dikehendaki penulis. Seperti argumentasi, persuasi juga
menggunakan bukti atau fakta. Hanya saja, dalam persuasi bukti-bukti itu
digunakan seperlunya atau kadang-kadang dimanipulasi untuk menimbulkan
kepercayaan pembaca bahwa yang disampaikan penulis adalah benar.
2. Ciri-ciri Persuasi
Karangan persuasi memunyai ciri-ciri sebagai berikut.
a. Harus menimbulkan kepercayaan pendengar/pembacanya.
b. Bertolak atas pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah.
c. Harus menciptakan persesuaian melalui kepercayaan antara
pembicara/penulis dan yang diajak berbicara/pembaca.
d. Harus menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan tujuan
tercapai.
e. Harus ada fakta dan data secukupnya.
3. Macam-macam Persuasi
a. Persuasi Propaganda
Jenis paragraf persuasi ini adalah paragraf yang isinya bermaksud untuk
mempengaruhi pembacanya untuk melakukan atau mempercayai sesuatu.
Berbeda dengan jenis-jenis paragraf persuasi lainnya, paragraf ini memiliki
keinginan yang kuat untuk mempengaruhi pembacanya. Paragraf persuasi
propaganda banyak ditemukan pada media cetak, seperti surat kabar, majalah,
pamflet, dan lain-lain.

6
Contoh :

Jagalah Keselamatan di Jalan Raya

Jalan raya merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia setelah


penyakit jantung. Hal ini dikarenakan puluhan bahkan ratusan orang
meninggal dunia di jalan raya setiap harinya. Penyebabnya pun beraneka
ragam, seperti kecelakaan lalu lintas, tabrak lari, kecelakaan tunggal dan lain-
lain. Menurut data yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian, tahun lalu ada
sekitar 453 kasus kecelakaan di jalan raya. Oleh karena itu, marilah waspada
ketika sedang menggunakan jalan raya, karena mereka yang menjadi korban
bukan hanya pengemudi atau penumpang saja, tetapi pejalan kaki pun ikut
menjadi korban. Selain itu, patuhi juga semua rambu-rambu jalan dan jangan
lupa untuk menggunakan alat keselamatan ketika berkendara, seperti helm,
sabuk pengaman, dan lain-lain, dan yang terakhir ingatlah bahwa keluarga
sedang menunggu kita di rumah.

b. Persuasi Politik

Paragraf persuasi politik merupakan paragraf persuasi yang digunakan


dalam bidang politik, seperti mengajak pembaca untuk bergabung ke dalam
partai, maupun mengajak pembaca untuk berpartisipasi dalam bidang politik.

Contoh :

Mari Sukseskan Pilpres 2019

Sebentar lagi Indonesia akan mengadakan pesta demokrasi yang sangat


besar yaitu memilih presiden dan wakil presiden. Partisipasi kita sangat
dibutuhkan demi masa depan negara kita ini. Oleh karena itu, gunakanlah hak
pilih kita jangan sampai menjadi golput karena itu akan merugikan bagi
bangsa kita. Marilah kita sama-sama dengan mengajak seluruh orang-orang
terdekat kita untuk pergi ke TPS dan memilih calon presiden kita. Ingat, lima
menit yang kita berikan untuk memilih calon presiden kita, akan sangat
menentukan nasib bangsa ini selama lima tahun ke depan.

7
c. Persuasi Periklanan/Advertensi

Persuasi advertensi adalah paragraf persuasi yang digunakan dalam


bidang Periklanan. Paragraf ini berfungsi untuk mempengaruhi calon
konsumen untuk membeli barang atau jasa yang ditawarkan oleh penulisnya.

Contoh:

Gunakanlah Pasta Gigi Pasti Bersih

Pasta Gigi Pasti Bersih terbuat dari bahan alami tanpa bahan kimia
sedikit pun sangat baik untuk kesehatan gigi anda. Hal ini dikarenakan bahan-
bahan alami yang terbuat dari bahan alami beserta daun mint dan campuran
susu yang bisa memutihkan gigi sekaligus mematikan kuman yang ada di
dalam gigi. Selain itu, daun mint akan membuat gigi anda terasa segar
sepanjang hari, sehingga mulut terbebas dari bau mulut. Oleh karena itu,
gunakanlah pasta gigi Pasti Bersih secara teratur untuk membuat gigi sehat
dan berkilau. Gigi sehat dan jauh dari bau mulut akan membuat hidup anda
lebih baik.

d. Persuasi Pendidikan

Persuasi pendidikan adalah jenis paragraf persuasi yang digunakan dalam


bidang pendidikan. Paragraf ini biasanya berfungsi untuk menyampaikan
pesan-pesan pendidikan.

Contoh:

Mari Budayakan Membaca

Membaca adalah kegiatan yang sangat bermanfaat. Dengan membaca,


ilmu dan wawasan kita akan semakin luas, sehingga kita tidak akan tertinggal
oleh jaman yang semakin maju ini. Selain bermanfaat, membaca juga
merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan. Membaca buku ternyata
juga bisa merefresh otak-otak kita yang tegang. Oleh karena itu, marilah
menciptakan budaya membaca karena membaca bisa memperluas wawasan
dan juga menenangkan suasana hati.

8
D. Teks Deskripsi
1. Pengertian teks deskripsi
Teks deskripsi adalah sebuah paragraf dimana gagasan utamanya
disampaikan dengan cara menggambarkan secara jelas objek, tempat, atau
peristiwa yang sedang menjadi topik kepada pembaca. Sehingga pembaca
seolah-olah merasakan langsung apa yang sedang diungkapkan dalam teks
tersebut.
2. Tujuan Teks Deskripsi
Tujuan teks berbeda dengan teks negosiasi, dimana tujuan teks deskripsi
sangat jelas yaitu agar orang yang membaca teks ini seolah-olah sedang
merasakan langsung apa yang sedang di jelaskan dalam teks tersebut.
3. Ciri-Ciri Teks Deskripsi
Ciri-ciri yang dimiliki teks ini sangat jelas sehingga akan sangat mudah
membedakan teks ini dengan teks lainnya. Berikut ini ciri-cirinya:
a. Paragraf deskripsi menggambarkan sesuatu.
b. Paragraf yang digambarkan dijelaskan secara sangat jelas dan rinci serta
melibatkan kesan indera.
c. Ketika pembaca membaca teks deskripsi, maka seolah-olah merasakan
langsung apa yang sedang dibahas di dalam teks.
d. Teks deskripsi menjelaskan ciri-ciri fisik objek, seperti bentuk, ukuran,
warna, atau ciri-ciri psikis/keadaan suatu objek dengan rinci.

4. Struktur teks deskripsi


Adapun 3 struktur yang menyusun teks deskripsi sehingga menjadi satu
keutuhan. 3 struktur tersebut yaitu:
a. Identifikasi
Penentu identitas seseorang, benda, dan sebagainya.
b. Klasifikasi
Penyusunan bersistem dalam kelompok menurut kaidah atau standar yang
telah ditetapkan.
c. Deskripsi bagian
Bagian teks yang berisi tentang gambaran-gambaran bagian didalam teks
tersebut.
5. Macam- macam teks deskripsi
Teks deskripsi sendiri dibedakan menjadi 3 macam yaitu:
a. Teks paragraf deskripsi subjektif
Suatu paragraf deskripsi yang penggambaran objek nya menurut kesan yang
dimiliki oleh penulis teks.
b. Teks paragraf spatial

9
Dalam teks ini objek yang digambarkan hanya berupa tempat, benda, ruang
dan lainnya.
c. Teks paragraf objektif
Teks ini objek digambarkan apa adanya menurut keadaan objek yang
sebenarnya tanpa penambahan opini dari penulis itu sendiri.
E. Teks Eksposisi
Teks eksposisi adalah teks yang berisi paragraf atau karangan yang didalamnya
terkandung sejumlah pengetahuan dan informasi yang disajikan secara singkat,
padat, akurat dan tentunya mudah untuk dipahami. Paragraf atau teks eksposisi
bersifat real, nyata dan ilmiah atau dapat dikatakan sebagai teks non fiksi. Tujuan
teks eksposisi untuk menjelaskan informasi tertentu agar bisa menambah ilmu
pengetahuan pembaca, sehingga dengan membaca teks eksposisi ini maka pembaca
akan mendapatkan pengetahuan secara rinci dari suatu hal atau kejadian.

1. Ciri-ciri teks eksposisi

Sama seperti teks pada umumnya, teks eksposisi memiliki beberapa ciri-ciri
umum teks eksposisi. Ciri-ciri ini digunakan untuk membedakan dan
menentukan apakah sebuah teks tergolong dalam teks eksposisi atau bukan.
Ciri-ciri teks eksposisi adalah sebagai berikut:

a. Menjelaskan informasi atau pengetahuan tentang suatu hal.

b. Gaya informasi yang bersifat mengajak.

c. Penyampaian menggunakan bahasa baku dan disampaikan secara lugas


sesuai dengan EYD.

d. Bersifat netral atau tidak memihak.

e. Fakta dipakai sebagai alat kontritasi dan alat kontribusi.

f. Biasanya menjawab pertanyaan apa, siapa, kapan, dimana, mengapa,


bagaimana.

2. Struktur teks eksposisi

10
Struktur teks eksposisi umumnya terdiri dari 4 bagian utama yakni
pembukaan, isi, argumentasi, dan penegasan ulang. Adapun penjelasan tentang
susunan teks eksposisi adalah sebagai berikut ini:

a. Isi (Thesis) : Isi dari teks eksposisi yang berisi tentang kumpulan pendapat
orang lain yang dianggap lebih ahli terkait permasalahan dan pokok
bahasan yang sedang dibahas. Untuk mengidentifikasi struktur teks
eksposisi yang satu ini sangat mudah, kita dapat mengidentifikasi thesis
dengan memperhatikan pemilihan katanya. seperti contoh "berdasarkan
penuturan" dan lain sebagainya.

b. Argumentasi : Struktur teks eksposisi yang memuat tentang bukti bukti


relevan yang mendukung thesis atau isi dari teks eksposisi ini. Umumnya
argumentasi akan mengandung fakta-fakta relevan yang berkaitan dengan
pokok bahasan seperti waktu, latar, narasumber, dan lainnya yang
bersumber dari ahli dan pakar yang terpercaya pada bidangnya masing-
masing.

c. Penegasan ulang: Memuat kesimpulan yang disampaikan penulis dan


tentunya disampaikan dengan bahasa yang berbeda dan lebih singkat.
biasanya diletakkan di bagian penutup teks eksposisi pada akhir paragraf.6

3. Jenis-jenis Teks Eksposisi

a. Eksposisi Definisi

Eksposisi definisi adalah suatu paragraf eksposisi yang memaparkan definisi


suatu topik tertentu.

b. Eksposisi Proses

Eksposisi proses adalah langkah-langkah atau cara-cara untuk melakukan


sesuatu dari awal hingga akhir.

c. Eksposisi Ilustrasi

6
Endah Tri Priyatni, Desain Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013, (Jakarta:PT. Bumi
Aksara, 2014)), hlm. 91

11
Eksposisi ilustrasi adalah teks yang memaparkan informasi atau penjelasan-
penjelasan tertentu dengan caranya memberikan gambaran yang sederhana
mengenai suatu topik dengan topik lainnya yang memiliki kesamaan sifat
atau kemiripan dalam hal-hal tertentu.

d. Eksposisi Laporan
Eksposisi laporan adalah paragraf eksposisi yang mengemukakan laporan dari
sebuah berita atau penelitian tertentu.
e. Eksposisi Perbandingan
Eksposisi perbandingan adalah eksposisi yang gagasan utamanya disajikan
dengan cara membandingkan dengan yang lain.

f. Eksposisi Pertentangan
Eksposisi pertentangan adalah eksposisi ini berisi tentang hal pertentangan
akan suatu hal dengan hal lainnya, biasa menggunakan frasa penghubung
meskipun begitu, akan tetapi, sebaliknya.
g. Eksposisi Analisis.
Eksposisi analisis adalah paragraph eksposisi yang memisahkan suatu
masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa sub-bagian, kemudian
melakukan pengembangan secara berurutan.

4. Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi

Unsur kebahasaan merupakan bagian-bagian yang membangun teks


eksposisi. Unsur kebahasaan yang ada pada teks eksposisi adalah pronomina,
konjungsi dan kata leksikal.

a. Pronomina

Pronomina adalah kata ganti orang yang dapat digunakan terutama pada saat
pernyataan pendapat pribadi diungkapkan. Pronomina dapat diklasifikasikan
menjadi dua macam :

1) Pronomina Persona (kata ganti orang).

a) Persona pertama (tunggal) : saya, aku, daku.


b) Persona kedua : engaku, kamu, dikau, Anda, dan –mu.

12
c) Persona ketiga : ia, dia, atau –nya, dan beliau.

2) Pronomina Nonpersona (kata ganti bukan orang)

Yaitu pronomina penunjuk, contohnya adalah : Ini, itu, sini, situ, sana.
Dan pronomina penanya contohnya : Apa, mana, siapa, mengapa, kapan,
bagaimana.7

b. Konjungsi

Konjungsi atau kata penghubung digunakan dalam teks eksposisi untuk


memperkuat argumentasi. Berikut ini adalah jenis konjungsi yang dapat
ditemukan pada teks eksposisi :

1) Konjungsi waktu : sesudah, setelah, lalu, sebelum, setelah itu,


kemudian

2) Konjungsi gabungan : serta, dan, dengan

3) Konjungsi pembatasan : asal, kecuali, selain

4) Konjungsi tujuan : untuk, supaya, agar

5) Konjungsi persyaratan : jika, jikalau, apabila, bila, asalkan, bilamana,


apabila

6) Konjungsi perincian : adalah, yaitu, ialah, antara lain, yakni

7) Konjungsi sebab-akibat : sehingga, karena, sebab, akibat, akibatnya

8) Konjungsi pertentangan : akan tetapi, tetapi, namun, melainkan,


sedangkan

9) Konjungsi pilihan : atau

7
Hasan Alwi, Tata Bahasa Indonesia Edisi Ketiga, (Jakarta : PT. Balai Pustaka, 1998), hlm. 249

13
10) Konjungsi penegasan/penguatan : apalagi, bahkan, hanya, lagi pula, itu
pun

11) Konjungsi penjelasan : bahwa

12) Konjungsi perbandingan : bagai, seperti, serupa, ibarat

13) Konjungsi penyimpulan : oleh sebab itu, oleh karena itu, jadi, dengan
demikian.

c. Kata leksikal

1) Nomina : kata yang mengacu pada benda, baik nyata ataupun abstrak.

2) Verba : kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses, atau


keadaan yang bukan sifat.

3) Adjektiv : kata yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan


orang, benda, dan binatang.

4) Adverbia : kata yang melengkapi atau memberikan informasi berupa


keterangan tempat, waktu, suasana, alat, cara dan lain-lain.

Contoh teks eksposisi :

Kemacetan dan Masa Depan Kota

Tesis :

Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari


berbagai kegiatan ekonomi maupun sosial (lihat misalnya Morlock, 1985). Tipe
kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi
yang berbeda pula.

Argumentasi :

Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat


berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh
pendidikan di sekolah. Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi

14
setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari
tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah.

Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang cenderung terjadi pada
musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan
parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota (misalnya Jalan Magelang, Jalan
Solo, Jalan Palagan dan Jalan Wates). Pada rentang di antara masa tersebut,
kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata
(seperti Malioboro, Prawirotaman), serta jalan-jalan menuju objek wisata, seperti
Jalan Parangtritis.

Penegasan Ulang :

Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam


lingkup internal. Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan ekses dari pola
tempat tinggal, bekerja dan bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal
dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan.
Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun
sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini sepertinya
belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis.

15
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Tulisan atau karangan adalah suatu karya tulis hasil dari kegiatan seseorang
untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui Bahasa tulis kepada
pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum dijumpai adalah narasi,
deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.

B. Saran
Kami menyadari akan kekurangan dalam makalah ini. Jadi, agar makalah ini
dapat bermanfaat bagi pembaca, maka kami harapkan kritik yang membangun dari
pembaca untuk kami agar lebih baik lagi dalam pembuatan makalah selanjutnya.

16
DAFTAR RUJUKAN

Alwi, Hasan. 1998. Tata Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta. PT. Balai Pustaka.
Priyatni, Endah Tri. Desain Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013.
Jakarta. PT. Bumi Aksara.
Karya tulis berjudul “Kemampuan Menulis Karangan Narasi Melalui Media Gambar
Seri”, (diakses dari http://eprints.walisongo.ac.id/4148/3/133911202_bab2.pdf pada
27 April 2019, pukul 13.55 WIB).
Diakses dari website http://digilib.unila.ac.id/14742/4/BAB%20II.pdf pada 27 April
2019, pukul 14.02 WIB
Diakses dari website https://id.wikipedia.org/wiki/Narasi , pada 27 April 2019, pukul
14.11 WIB
Diakses dari website http://digilib.unila.ac.id/14742/4/BAB%20II.pdf pada 27 April
2019, pukul 14.02 WIB
Diakses dari website https://id.wikipedia.org/wiki/Narasi , pada 27 April 2019, pukul
14.11 WIB

17