Anda di halaman 1dari 10

PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH

No. Dokumen :
SPO No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :1/1
Puskesmas Dr. Hj Tri Retno Wulandari
Jalan Kutai NIP : 197808052008012015

Pengertian Suatu tindakan pemeriksaan golongan darah

Tujuan Untuk mengetahui golongan darah seseorang

Kebijakan Dalam melakukan pemeriksaan darah harus berdasarkan SPO yang tersedia.

Referensi
Prosedur/ Persiapan Alat :
Langkah- 1. Kaca`obyek.
langkah 2. Lancet.
3. Kapas alkohol.

Reagen :
1 set antisera yang berisi :
a. Serum anti A.
b. Serum anti B.
c. Serum anti AB.
d. Anti Rh faktor.

Cara pemeriksaan :
1. Taruhlah pada kaca objek :
a. 1 tetes serum anti A.
b. 1 tetes serum anti B.
c. 1 tetes serum anti AB
d. 1 tetes anti Rh factor.
2. Setetes kecil darah kapiler atau diteteskan pada serum-serum tersebut diatas.
Campur dengan ujung lidi (satu lidi untuk satu macam campuran).
3. Goyangkan kaca obyek dengan mmbuat gerakan melingkar selama 4 menit.
4. Lihat bagian mana yang ada aglutinasinya
Perhatian !
Bila :
1. Anti A aglutinasi positif
Anti B aglutinasi negatif golongan darah A
Anti AB aglutinasi positif
2. Anti A aglutinasi negatif
Anti B aglutinasi positif golongan darah B
Anti AB aglutinasi positif
3. Anti A aglutinasi positif
Anti B aglutinasi positif golongan darah AB
Anti AB aglutinasi positif

4. Anti A aglutinasi negatif


Anti B aglutinasi negatif golongan darah O
Anti AB aglutinasi negative
5. Anti Rh faktor aglutinasi positif Rh+
Anti Rh faktor aglutinasi negatif Rh-
Unit Terkait Laborat
PEMERIKSAAN HIV
No. Dokumen :
SPO No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :1/1
Puskesmas Dr. Hj Tri Retno Wulandari
Jalan Kutai NIP : 197808052008012015

Pengertian Suatu cara penetapan kualitatif Immunologi yang cepat berdasarkan metode
Immunokromatografi sebagai Test Screening awal untuk mendetksi virus HIV dalam
serum plasma dan mendukung diagnosa infeksi virus HIV
Tujuan Mendeteksi Virus HIV dalam serum / plasma dan mendukung diagnosa Virus HIV

Kebijakan

Referensi
Prosedur/ 1. Keluarkan Test card dari bungkusnya. Letakan test card pada permukaan
Langkah- datar.
langkah 2. Tulis Identitas pasien dan cocokan pada sample
3. Teteskan 25 ul ke lubang sample (S)
4. Tambahkan 1 tetes buffer ( sekitar 40 ul) dengan dropper yang tersedia
dalam lubang sample
5. Baca hasilnya antara 10 -30 menit setelah meneteskan sample
Interprestasi hasil ;
Tebentuk dua atau tiga garis berwarna, satu pada zona garis test 1 atau 2
(atau 1 dan 2) dan satu pada zona garis control. Hal ini berarti pada serum
Terdapat antibody HIV-1 atau 2. Garis warna pada zona 1 menandakan
infeksi HIV-2
Unit Terkait Laboraorium
BP Umum Dewasa
KIA/KB
PolI TB
PEMERIKSAAN BTA
No. Dokumen :
SPO No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :1/1
Puskesmas Dr. Hj Tri Retno Wulandari
Jalan Kutai NIP : 197808052008012015

Pengertian Pemeriksaan sputum BTA

Tujuan Untuk menemukan adanya bakteri tahan asam dalam dahak penderita.

Kebijakan Dalam melakukan pemeriksaan harus berdasarkan SPO yang tersedia.

Referensi
Prosedur/
Langkah- Persiapan Alat :
langkah 1. Kaca obyek yang bersih tidak berminyak dan tidak bergores.
2. Lampu spritus.
3. Pensil kaca.
4. Rak pewarna.
5. Rak pengering.
Reagen :
Larutan Ziehl neelsen.
Cara Pembuatan :
1. Kaca obyek diberi nomor kode/nomor pasien/nama pasien pada sisi kanan
kaca`obyek.
2. Pilih bagian dahak yang kental, warna kuning kehijauan, ada`perkejuan,
ada`pus atau darah. Ambil sedikit bagian teresebut dengan memakai sengkelit/ose
yang sebelumnya dibakar dahulu sampai pijar. Kemudian didinginkan.
3. Ratakan diatas kaca obyek dengan ukuran ± 2 – 3 cm. apusan dahak jangan
terlampau tebal atau terlampau tipis. Keringkan pada suhu kamar.
4. Ose sebelum dibakar diCelupkan dulu kedalam botol yang berisi campuran
alkohol 70% dan pasir dengan perbandingan 2 : 1 dengan tujuan untuk melepaskan
partikel yang melekat pada ose (untuk mencegah terjadinya perikan atau aerosol
pada waktu ose dibakar yang dapat menularkan kuman tubercoluse).
5. Kemudian rekatkan/fiksasi dengan cara melakukan di atas lidah api dengan
cepat sebanyak 3 kali selama 3 – 5 detik. Setelah itu sediaan langsung diwarnai
dengan pewarnaan Ziehl Neelsen.
6. Pewarnaan Ziehl Neelsen :
a. Letakkan sediaan di atas rak pewarna. Kemudian tuang larutan Carbol Fuchsin
sampai menutupi seluruh sediaan.
b. Panasi sediaan secara hati-hati idatas api selama 3 menit sampai keluar uap,
tetapi jangan sampai mendidih atau kering. Kemudian api digeser dan sediaan
didiamkan selama 5 menit.
c. Cuci dengan aquadest yang mengalir sampai zat warna yang bebas terbuang.
d. Tuang HCl alcohol 3% sampai warna merah dari fuchsin hilang.
e. Bilas dengan air mengalir.
f. Tuangkan larutan Methylen blue 0,1% sampai menutupi seluruh permukaan
dan tunggu 10 – 20 detik.
g. Bilas dengan air mengalir.
h. Keringkan di rak pengering (jangan dibawah sinar matahari langsung).
i. Baca`pada mikroskop dengan perbesaran 100x.

Unit Terkait Laborat


PEMERIKSAAN KEHAMILAN
No. Dokumen :
SPO No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :1/1
Puskesmas
Jalan Kutai

Pengertian Pemeriksaan untuk mendeteksi adanya hormon human chorionie gonadotropin (HCG) dalam urin

Tujuan Untuk membantu diagnose kehamilan dini.

Kebijakan Dalam melakukan pemeriksaan harus berdasarkan SPO yang tersedia.

Referensi
Prosedur/ Persiapan Alat :
Langkah- 1. Strip tes kehamilan.
langkah
Prosedur :
1. Strip tes dan urine harus pada suhu (15 – 30°c) untuk pengujian.
2. Lepaskan strip tes ke dalam kemasan yang disegel.
3. Celupkan strip ke dalam urine dengan panah menunjuk kearah urine. Ambil strip setelah 3 derik l

CaMembaca Hasil Tes :


1. Negatif, artinya tidak hamil, jika hanya satu warna yang muncul di zona kontrol.
2. Positif, artinya sedang hamil, jika terlihat warna yang berbeda muncul di zona control dan zona u
3. Invalid, tidak terlihat warna sama sekali, atau hanya terlihat di zona uji dan tidak di daerah contro

Positif
Invalid
Invalid
Negatif

Unit Laborat
Terkait

PEMERIKSAAN GULA DARAH


No. Dokumen :
SPO No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :1/1
Puskesmas Dr. Hj Tri Retno Wulandari
Jalan Kutai NIP : 197808052008012015

Pengertian Pemeriksaan gula darah digunakan untuk mengetahui kadar gula darah seseorang.
Macam- macam pemeriksaan gula darah:
Kriteria diagnostik WHO untuk diabetes mellitus pada sedikitnya 2 kali
pemeriksaan :
1. Glukosa plasma sewaktu ≤ 200 mg/dl (11,1 mmol/L)
2. Glukosa plasma puasa ≤ 140 mg/dl (7,8 mmol/L)
3. Glukosa plasma dari sampel yang diambil 2 jam kemudian sesudah
mengkonsumsi 75 gr karbohidrat (2 jam post prandial (pp) ≤ 200 mg/dl.
Tujuan 1. Untuk mengetahui kadar gula pada pasien.
2. Mengungkapkan tentang proses penyakit dan pengobatannya
Kebijakan Dalam melakukan pemeriksaan gula darah harus berdasarkan SPO yang tersedia
Referensi
Prosedur/ Persiapan Alat :
Langkah- 1. Glukometer
langkah 2. Kapas Alkohol
3. Hand scone
4. Stik GDA
5. Lanset

Persiapan Lingkungan :
1.Menjaga privace klien.

Prosedur :
1. Jelaskan prosedur tindakan yang akan dilakukan kepada pasien.
2. Mencuci tangan.
3. Pasang sketsel.
4. Memakai handscone
5. Atur posisi pasien senyaman mungkin.
6. Dekatkan alat di samping pasien.
7. Pastikan alat bisa digunakan.
8. Pasang stik GDA pada alat glukometer.
9. Menusukkan lanset di jari tangan pasien.
10. Menghidupkan alat glukometer yang sudah terpasang stik GDA.
11. Meletakkan stik GDA dijari tangan pasien.
12. Menutup bekas tusukkan lanset menggunakan kapas alkohol.
13. Alat glukometer akan berbunyi dan hasil sudah bisa dibaca.
14. Membereskan dan mencici alat.
15. Mencuci tangan.

Unit Terkait Laborat

PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN
No. Dokumen :
SPO No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :1/1
Puskesmas Dr. Hj Tri Retno Wulandari
Jalan Kutai NIP : 197808052008012015

Pengertian Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel
darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh
tubuh, pada mamalia dan hewan lainnya.
Tujuan untuk mengetahui penyakit seksual menular yang dapat mengakibatkan resiko
kematian pada ibu dan janin pada masa kehamilan.
Kebijakan Dalam melakukan pemeriksaan hemoglobin harus berdasarkan SPO yang tersedia
Referensi
Prosedur/ Persiapan Alat :
Langkah- 1. Stik HB
langkah 2. Kapas Alkohol
3. Hand scone
4. Lanset
5. Stik GDA

Persiapan Lingkungan :
Menjaga privace klien.

Prosedur :
1) Persiapkan Alat Test Hb terlebih dahulu seperti kapas alkohol,lanset,stik GDA
2) Kemudian Minta pasien untuk mengangkat jarinya yang akan kita tusuk dengan
meggunakan lanset
3) Setelah darahnya keluar lalu darah di alirkan ke hb stik yang sudah kita siapkan
tadi
4) Kemudian tunggu hasilnya beberapa detik
5) Kemudian hasilnya sudah keluar berikan hasilnya kepada pasien kemudian minta
dia untuk kembali kebidan yang dia konsul tadi.

Unit Terkait Laborat

PEMERIKSAAN PROTEIN URINE


No. Dokumen :
SPO No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :1/1
Puskesmas Dr. Hj Tri Retno Wulandari
Jalan Kutai NIP : 197808052008012015

Pengertian Protein Urine terdiri atas Praksi Albumin dan globulin.


Tujuan Untuk membedakan antara penderita yang memiliki resiko tinggi yang menderita
penyakit ginjal kronis yang asimpamatik dengan yang sehat
Kebijakan Dalam melakukan pemeriksaan Protein Urine harus berdasarkan SPO yang tersedia
Referensi
Prosedur/ Persiapan Alat :
Langkah- 1. Stik Urin Carik Celup
langkah 2. Hand scone
3. POT Urine

Prosedur :
1. Urine ditampung dalam wadah kering dan bersih
2. Dicelupkan stick pemeriksaan urin lengkap pada sample urin
3. Didiam kan sesaat hingga sample urin naik berdasarkan gaya kapilaritasnya
4.Diamati, dibandingkan dengan warna standar pada kemasan dan dicatat
Hasilnya

Unit Terkait Laborat


KIA/KB

PEMERIKSAAN ASAM URAT


No. Dokumen :
SPO No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :1/1
Puskesmas Dr. Hj Tri Retno Wulandari
Jalan Kutai NIP : 197808052008012015

Pengertian Asam urat ( Uric Acid ) Adalah Produk akhir metabolisme purin, peningkatan asam urat
bergantung pada fungsi ginjal kecepatan metabolisme urin dan asupan diet makanan yang
mengandung purin.
Tujuan Untuk mengetahui kadar asam urat dalam darah atau membuktikan adanya
penyakit gout atau kelainan fungsi ginjal
Kebijakan Dalam melakukan pemeriksaan Asam Urat harus berdasarkan SPO yang tersedia
Referensi
Prosedur/ Pelatan :
Langkah- 1. Alat Urid Acid digital ( Easy Touch)
langkah 2. Lancet
3. kapas Alkohol
Bahan :
Spesimen Darah

Prosedur :
- Memintah Form pemeriksaan laboratorium / surat pengantar laboratorium
dan bukti
- Membaca Permintaan pemeriksaan laboratorium
- Pasien dipersilakan duduk
- Ambil sample darah sesuai prosedur klinis
- Lalu segara masukan ke alat uric acid digital
- Tunggu sampe angka keluar
- Baca hasil pemeriksaan
- Tulis Pada form hasil pemeriksaan dan buku register
- Pasien diminta tanda tangan pada buku register pengambilan hasil
- Pasien diminta kembali ke dokter

Unit Terkait Laborat


BP Umum Dewasa

PEMERIKSAAN KOLESTEROL TOTAL


No. Dokumen :
SPO No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :1/1
Puskesmas Dr. Hj Tri Retno Wulandari
Jalan Kutai NIP : 197808052008012015

Pengertian Cholesterol total merupakan pemeriksaan yang menentukan jumlah cholesterol yang ada
didalam semua partikel liupoprotein tubuh ( semua jenis cholesterol dan trigliserid ), pada
kondisi penyakit jantung koroner, cholesterol total adalah suatu alat yang menentukan
resiko, bukan sebagai diagnostik
Tujuan Untuk mengetahuid kadar cholesterol dalam darah
Kebijakan Dalam melakukan pemeriksaan cholestero total harus berdasarkan SPO yang
tersedia
Referensi Puskesmas antang perumnas
Prosedur/ Pelatan :
Langkah- 1. Alat digital cholesterol ( Easy Touch)
langkah 2. Lancet
3. kapas Alkohol
Bahan :
Spesimen Darah

Prosedur :
- Memintah Form pemeriksaan laboratorium / surat pengantar laboratorium
dan bukti
- Membaca Permintaan pemeriksaan laboratorium
- Pasien dipersilakan duduk
- Ambil sample darah sesuai prosedur klinis
- Lalu segara masukan ke alat cholesterol digital
- Tunggu sampe angka keluar
- Baca hasil pemeriksaan
- Tulis Pada form hasil pemeriksaan dan buku register
- Pasien diminta tanda tangan pada buku register pengambilan hasil

Unit Terkait Laborat


BP Umum Dewasa
PEMERIKSAAN DARAH LENGKAP
No. Dokumen :
SPO No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :1/1
Puskesmas Dr. Hj Tri Retno Wulandari
Jalan Kutai NIP : 197808052008012015

Pengertian Pemeriksaan darah lengkap meliputi :


Hemoglobin (HB), Leukosit (WBC), Hematokrit ( HCT), Trombosit ( PLT ), Diffcount
(Lymposit,Monosit dan Segment), Eritrosit ( RBC ), MCH,MCV,MCHC.
Tujuan Untuk Mengatahui ada tidaknya kelainan sel-sel darah pada pasien
Kebijakan Dalam melakukan pemeriksaan Darah Lengkap harus berdasarkan SPO yang
tersedia
Referensi
Prosedur/ - Sebelum Memulai pemeriksaan petugas memeriksa reagensia Diluent,
Langkah- reagen Lyse dan pembuangan air limbah
langkah - Petugas menghidupkan alat,Kemudian melakukan pencucian lalu
background WBC : 0,0 /mm, RBC : 0,0/mm,Hb : 0,0 g%, PLT : 0,0/mm
- Petugas mengambil sample darah yang terlebih dahulu dimasukan kedalam
tabung yang berisi antikoagulan yaitu ETDA,campur perlahan hingga
homogen
- Petugas memasukan sample kedalam aspirasi probe lalu tekan ASPIRATE

Unit Terkait Laborat


BP Umum Dewasa
BP ANAK
Pasien gawat darurat