Anda di halaman 1dari 4

Nama : Ade Christine Ginting

NIM : 165010100111125
Matkul : Kriminologi C

TEORI TEORI DALAM KRIMINOLOGI

1. Social Control Theory

Teori ini tidak melihat individu sebagai orang yang secara intriksik patuh pada
hukum, namun menganut pandangan antitesis dimana seseorang harus belajar
untuk tidak melakukan tindak pidana. Empat unsur kunci dalam teori kontrol sosial
mengenai perilaku kriminal menurut Hirschi (1969) :

A. Kasih Sayang

Kemampuan manusia untuk melibatkan dirinya terhadap orang lain, jika kasih
sayang sudah terbrntuk, maka orang tersebut akan lebih peka terhadap pikiran,
perasaan dan kehendak orang lain.

B. Komitmen

Komitmen merupakan bentuk ketertarikan seseorang pada subsistem


konvensional seperti sekolah, pekerjaan, oraganisasi atau lainnya. Komitmen
merupakan aspek rasional yang ada dalam ikatan sosial. Segala kegiatan yang
dilakukan akan mendatangkan manfaat bagi orang tersebut seperti harta benda,
reputasi, masa depan, dan sebagainya.

C. Keterlibatan

Jika seseorang memiliki keterlibatan aktif akan sesuatu kegaiatan, organisasi


atau sejenisnya, maka kecil kecendrungan mereka untuk melakukan
penyimpangan. Dikarenakan secara logika apa bila seseoranga aktif dalam segala
kegiatan maka ia akan menghabiskan waktu dan tenaga pada kegiatan tersebut
sehingga ia tidka memiliki kesempatan untuk emmikirkan hal - hal yang
bertentangan dengan hukum.

D. Kepercayaan
Kepercayaan merupakan aspek moral yang terdapat dalam ikatan sosial dan
tentunya berbeda dengan ketiga aspek lainnya. Kepercayaan terhadap nilai - nilai
norma akan menimbulkan sebuah kepatuhan terhadap norma tersebut. Kepatuhan
tersebutlah yang akan mengurangi hasrat untuk melanggarnya.

2. Feminist Prespective

Berkaitan dengan isu kekuasaan, distribusi sumber daya ekonomi dan sosial, dan
perbedaan posisi/kedudukan di dalam masyarakat. Terbagi atas lima pemikiran :

A. Liberal Feminism

 Setiap individu adalah bagian penting dalam masyrakat dan masing -


masing individu memiliki hak, harga diri, dan kemerdekaan

 Masing - masing tidak boleh mendiskriminasikan yang lainnya

 Hukum harus dapat menjamin persamaan hak perempuan dalam


masyrakat, penting untuk mengubah peraturan yang tidak memberikan
perlakuan/hak yang sama

B. Marxist Feminism

 Mempermasalahkan posisi struktural perempuan dalam masyarakat,


terkait dengan issue “paid and unpaid labor”

 Kategori pekerjaan bagi perempuan adalah pekerjaan rumah tangga, yang


tidak dibayar

 Apabila perempuan bekerja, mereka cenderung memperoleh upah yang


lebih kecil dan mendapati posisi yang tidak aman sperti pekerjaan “part
time” dan “casual work”

 Dibutuhkan perubahan mendasar dalam struktur masyarakat misalnya


kapitalisme yang mengekploitasi pekerja perempuan

C. Radical Feminism

 Seluruh aspek dalam kehidupan perempuan berada dalam relasi


patriarkhal
 Perempuan dipandang sebagi kelas yang tertekan, semua perempuan
merupakan korban dari struktur dominasi laki - laki

 Kaum laki- laki untuk satu dan lazim hal mendapatkan keuntungan dari
situasi tersebut

 Telah lama terjadi peminggiran kaum perempuan dalm wilayah politik,


sosial dan ekonomi.

D. Socialist Feminism

 Baik dalam wilayah privat maupun publik perempuan adalah kelas yang
tertekan dan tereksploitasi oleh kelompok kapitalis

 Tubuh perempuan adalah objek kaum kapitalis

E. Cultural Feminism

 Perempuan dipandang berbeda dnegan laki - laki

 Perempuan dipandnag memiliki “gender spresifik trait’s” (memiliki sifat


caring and sharisng) membuatnya secara moral lebih superior
dibandingkan laki laki

 Sifat laki-laki seperti violence/egoism

3. Subculltural theory

Teori ini membahas dan menjelaskan kenakalan remaja serta perkembangannya.


Ada dua sub culture, yaitu :

A. Delinquent subculture

Perilaku menyimpang dikalangan remaja dikarenakan ketidakpastian terhadap


norma dan nilai kelompok kalangan kelas menengah yang mendominasi

B. Differential opportunity

Mempertajam teori anomie mengatakan adanya kesempatan tidak sah

4. Anomie theory
Menurut Emile Durkhiem, teori anomie terbagi atas tiga pandangan, yaitu :

A. Manusia dalah mahkluk sosial

B. Keberadaan manusia sebagai mahkluk sosial

C. Manusia cenderung hidup dalam masyarakat dan keberadaannya sangat


bergantung pada masyarakat tersebut.

Dalam perkembangannya konsep anomie digambarkan dalam setiap masyarakat


terdapat tujuan - tujuan tertentu yang ditanamkan kepada seluruh warganya untuk
mencapai tujuan tersebut, terdapat sarana - sarana yang dapat dipergunakan tetapi
dalam kenyataannya tidak setiap orang dapat menggunakan saran - saran yang tersedia
tersebut. Jal ini menyebabkan penggunaan cara yang tidak saha dalam mencapai tujuan,
maka dengan demikian akan timbul penyimpangan dalam mencapai tujuan tersebut.