Anda di halaman 1dari 2

CONFIDENTIAL

PERNYATAAN
ETIKA PERILAKU

Sebagai Karyawan Wahana Visi Indonesia (selanjutnya disebut sebagai Organisasi)

dengan ini saya menyatakan persetujuan atas pernyataan yang terdapat dalam dokumen “Etika
Perilaku”.

Kita tidak mungkin mendaftarkan seluruh bentuk perilaku yang dapat dikategorikan sebagai yang
DAPAT DITERIMA dan TIDAK DAPAT DITERIMA, namun daftar di bawah ini merupakan beberapa
perilaku yang diharapkan:
 Memperlakukan orang lain dengan hormat, bermartabat, dan tidak membedakan
 Bertindak jujur dan dapat dipercaya
 Menjaga etika kantor yang tepat (termasuk ketepatan waktu dan persiapan yang memadai
sebelum mengadakan pertemuan)
 Mengikuti kebijakan-kebijakan ORGANISASI
 Mengikuti aturan keselamatan, keamanan, dan kesehatan
 Memakai busana yang tepat dengan menghargai tradisi dan kebijakan setempat
 Mengelola aset, dana, dan barang milik ORGANISASI lainnya dengan sebaik-baiknya

Beberapa bentuk perilaku yang TIDAK DAPAT DITERIMA, yang didaftarkan di bawah ini, dan
berakibat pada tindakan korektif, hingga dan termasuk pengakhiran kerja:
 Pelecehan seksual atau tindakan melanggar hukum
 Perilaku seksual yang tidak tepat atau berpotensi membahayakan bagi reputasi
ORGANISASI (termasuk kegiatan seksual atau gaya hidup yang bertentangan dengan etos
Kristiani dan nilai-nilai ORGANISASI dan/atau membahayakan citra ORGANISASI dan/atau
berdampak negatif terhadap persepsi orang, termasuk donor.)
 Kekerasan yang mengancam atau terlibat dalam perilaku kekerasan di tempat kerja.
 Pencurian, ketidaktepatan perpindahan atau kepemilikan dari asset, dana, atau barang milik
ORGANISASI lainnya, milik rekan kerja, atau milik penjual (vendor).
 Menunjukkan keberpihakan.
 Merekrut saudara dekat, teman, rekan satu etnis hingga pengeluaran orang lainnya yang
berkualitas dan/atau tanpa mengikuti panduan HR yang ada.
 Pemalsuan riwayat.
 Berada di lingkungan ORGANISASI atau di proyek/kegiatan ORGANISASI di bawah
pengaruh zat-zat seperti alkohol, narkotika, dan obat-obatam, dll., yang dapat mengganggu
fungsinya, menempatkan pekerja atau orang lain pada resiko, dan atau berpotensi
membawa dampak negatif bagi ORGANISASI sebagai organisasi.
 Menggunakan atau memiliki benda-benda yang melanggar hukum.
 Pengabaian atau berperilaku tidak tepat yang mengarah pada rusaknya milik staf atau
pelanggan.
 Berperilaku yang tidak sopan.
 Kepemilikan benda yang berbahaya atau tidak sah, seperti senjata api atau bahan peledak
di tempat kerja.
 Ketidakhadiran yang berlebihan atau ketidakhadiran tanpa pemberitahuan.
 Penggunaan telekomunikasi yang tidak sah, termasuk namun tidak terbatas pada telepon,
telepon genggam, mesin fax, internet, sistem video, sistem surat elektronik (e-mail), kop
surat ORGANISASI atau peralatan yang dimiliki staf.

Prinisip-prinsip perilaku seksual yang digariskan standar internasional untuk perlindungan anak
menjadi bagian tak terpisahkan dari kebijakan ini:
CONFIDENTIAL

 Eksploitasi dan pelecehan seksual oleh ORGANISASI atau pekerja kemanusiaan terhadap
penerima bantuan (baik dewasa maupun anak) merupakan tindakan tidak senonoh dan
oleh karena itu menjadi dasar bagi penghentian kontrak kerja.
 Aktivitas seksual antara pekerja ORGANISASI atau pekerja kemanusiaan dengan anak-anak
(orang yang berusia di bawah 18 tahun) sangat dilarang, tanpa memandang usia mayoritas
atau usia yang diperbolehkan di tempat itu. Pemahaman yang keliru mengenai usia seorang
anak tidak menjadi sebuah pembelaan.
 Imbalan uang, pekerjaan, barang, atau layanan seks (termasuk hadiah hubungan seks atau
bentuk tindakan yang memalukan, menghinakan, dan eksploitasi lainnya) sangat dilarang
dan dapat dikenai sanksi pengakhiran masa kerja. Hal ini juga termasuk imbalan yang telah
diberikan sebelumnya kepada penerima bantuan (jadi apa yang sudah diberikan kepada
penerima bantuan pada masa-masa sebelumnya termasuk dalam pernyataan ini).
 Hubungan seksual antara pekerja ORGANISASI atau pekerja kemanusiaan dengan
penerima bantuan tidak dapat diterima dan tidak dapat ditolerir karena hubungan mereka
didasarkan pada pengaruh kekuatan yang tidak seimbang. Hubungan yang demikian
merusak kredibilitas dan integritas pekerjaan kemanusiaan ORGANISASI.
 Dimana seorang pekerja ORGANISASI atau pekerja kemanusiaan merasa kuatir atau curiga
tentang pelecehan seksual atau eksploitasi oleh sesama rekan kerja, apakah berasal dari
lembaga yang sama atau tidak, ia harus melaporkan kekuatiran tersebut lewat mekanisme
pelaporan ORGANISASI yang sudah ditentukan.
 Seluruh pekerja ORGANISASI atau pekerja kemanusiaan diharuskan untuk menciptakan dan
mempertahankan lingkungan yang mencegah terjadinya eksploitasi dan/atau pelecehan
seksual dan meningkatkan penerapan etika perilaku ORGANISASI. Para manajer
ORGANISASI di semua level memiliki tanggungjawab khusus untuk mendukung dan
mengembangkan sistem yang mempertahankan lingkungan ini.

_______________________
Anggit Priadmodjo Tanggal: 15 Januari 2018

Nama : Anggit Priadmodjo


Tempat & Tanggal lahir: Gunungkidul, 5 November 1989
No. KTP : 3403030511890001