Anda di halaman 1dari 20

MENGUKUR SUHU TUBUH MELALUI AXILLA PADA PASIEN

DEWASA DAN ANAK-ANAK

No. Dokumen No. Revisi Halaman

Standar Tanggal Terbit Ditetapkan oleh,


Prosedur
Operasional

Pengertian
Tujuan
Prosedur Informed Consent

Persiapan alat :
1. Thermometer kaca merkuri/Thermometer elektrolik
2. Botol berisi laritan deksinfektan (klorn 0,5% atau savlon)
3. Botol berisi larutan air sabun
4. Botol berisi air DTT
5. Buku catatan dan alat tulis
6. Tissu/waslap/handuk
7. Alat pelindung diri(skort, masker, sarung tangan)
8. Bak instrumen
9. Bengkok
10. Tempat sampah medis dan non medis
11. Bak tempat larutan klorin 0,5%
12. Sketsel

Persiapan diri :
1. Memakai alat pelindung diri
2. Mencuci tangan

Persipan Lingkungan & Pasien :


1. Menutup tirai/sketsel
2. Mengatur posisi pasien

Prosedur Kerja :
1. Mendekatkan alat
2. Memberitahu pasien mengenai tindakan yang akan dilakukan
3. Memakai sarung tangan
4. Membuka pakaian atas pasien, kalau perlu mengeringkan ketiak
dengan tissu
5. Mengambil termometer dari botol isi larutan desinfektan
6. Membersihkan termometer dengan tissu dari pangkal sampai
reservoir
7. Sebelum memasang termometer, periksa termometer dan
menurunkan air raksa samapi batas reservoir
8. Memeriksa termometer dengan meletakkannya sejajar dengan
pandangan mata
9. Tidak memasang termometer pada :
 Ketiak yang baru dikompres
 Ketiak yang luka
10. Menyilangkan tangan pasien di atas perut
11. Menunggu 5-10 menit lama pengukuran suhu
12. Membaca hasil pada termometer
13. Mencatat hasil pada buku
14. Memberitahukan hasil pengukuran
15. Membersihkan termometer dari pangkal sampai reservoir dengan
tissu, selanjutnya termometerdi rendam dalam botol berisi cairan
desinfektan selama 10 menit
16. Merapikan pasien, mengatur posisi pasien senyaman mungkin dan
berpamitan
17. Membuka tirai/sketsel
18. Kembali keruangan dan membersihkan/merapikan alat-alat
19. Melepas APD
20. Mencuci tangan

Sikap :
1. Sopan terhadap pasien
2. Teliti dan hati-hati
MENGUKUR SUHU TUBUH MELALUI ORAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman

Standar Tanggal Terbit Ditetapkan oleh,


Prosedur
Operasional

Pengertian
Tujuan
Prosedur Informed Consent

Persiapan alat :
1. Thermometer kaca merkuri/Thermometer elektrolik
2. Botol berisi laritan deksinfektan (klorn 0,5% atau savlon)
3. Botol berisi larutan air sabun
4. Botol berisi air DTT
5. Buku catatan dan alat tulis
6. Tissu/waslap/handuk
7. Alat pelindung diri(skort, masker, sarung tangan)
8. Bak instrumen
9. Bengkok
10. Tempat sampah medis dan non medis
11. Bak tempat larutan klorin 0,5%
12. Sketsel

Persiapan diri :
1. Memakai alat pelindung diri
2. Mencuci tangan

Persipan Lingkungan & Pasien :


1. Menutup tirai/sketsel
2. Mengatur posisi pasien

Prosedur Kerja :
1. Mendekatkan alat
2. Memberitahu pasien mengenai tindakan yang akan dilakukan
3. Memakai sarung tangan
4. Sebelum memasang termometer, periksa termometer dan
menurunkan air raksa tepat pada angka nol
5. Memeriksa termometer dengan meletakkannya sejajar dengan
pandangan mata
6. Uji termometer oral diletakkan di bawah lidah pasien sampai batas
reservoar
7. Mulut pasien dikatupkan selama 3-5 menit, kemudian termometer
diangkat dan dilap dengan tissu
8. Membaca hasil pada termometer
9. Mencatat hasil pada buku
10. Memberitahukan hasil pengukuran
11. Membersihkan termometer dari pangkal sampai reservoir dengan
tissu, selanjutnya termometerdi rendam dalam botol berisi cairan
desinfektan selama 10 menit
12. Merapikan pasien, mengatur posisi pasien senyaman mungkin dan
berpamitan
13. Membuka tirai/sketsel
14. Kembali keruangan dan membersihkan/merapikan alat-alat
15. Melepas APD
16. Mencuci tangan

Sikap :
1. Sopan terhadap pasien
2. Teliti dan hati-hati

1. Sebelum pengukuran suhu, pasien tidak boleh diberi minuman panas


maupun dingin
2. Selama pengambilan suhu, pasien tidak boleh bicara
3. Sebelum dan sesudah melaksanakan prosedur perawatan ini, petugas
harus mencuci tangan
4. Sebelum dipaki, termometer diperiksa apakah dalam keadaan baik,
Perhatian dan air raksanya sudah diturunkan sampai batas yang ditentukan,
yaitu :
 Untuk termometer mulut diturunkan sampai angka nol
 Untuk termometer lainnya diturunkan sampai 340C-350C
5. Waktu menurunkan air raksa, termometer harus dalam keadaan
kering dan jangan sampai menyentuh sesuatu agar tidak pecah
6. Dilarang membersihkan termometer dengan air panas
MENGUKUR SUHU TUBUH MELALUI ANUS (ANAL) PADA
ANAK/BAYI

No. Dokumen No. Revisi Halaman

Standar Tanggal Terbit Ditetapkan oleh,


Prosedur
Operasional

Pengertian
Tujuan
Prosedur Informed Consent

Persiapan alat :
1. Thermometer kaca merkuri/Thermometer elektrolik
2. Botol berisi laritan deksinfektan (klorn 0,5% atau savlon)
3. Botol berisi larutan air sabun
4. Botol berisi air DTT
5. Buku catatan dan alat tulis
6. Tissu/waslap/handuk
7. Alat pelindung diri(skort, masker, sarung tangan)
8. Bak instrumen
9. Bengkok
10. Vaselin
11. Tempat sampah medis dan non medis
12. Bak tempat larutan klorin 0,5%
13. Sketsel

Persiapan diri :
1. Memakai alat pelindung diri
2. Mencuci tangan

Persipan Lingkungan & Pasien :


1. Menutup tirai/sketsel
2. Mengatur lingkungan yang aman dan nyaman
3. Mengatur posisi pasien sesuai dengan kebutuhan (posisi SIM)

Prosedur Kerja :
1. Mendekatkan alat
2. Memberitahu pasien mengenai tindakan yang akan dilakukan
3. Memakai sarung tangan
4. Sebelum memasang termometer, periksa termometer dan
menurunkan sampai di bawah 350C
5. Memeriksa termometer dengan meletakkannya sejajar dengan
pandangan mata
6. Memberikan vaselin pada ujung termometer
7. Membuka popok atau celana
8. Mempertahankan termometer selama 3-5 menit
9. Usahakan pasien tidak bergerak
10. Mengangkat termometer dan membersihkan termometer dari pangkal
sampai reservoir dengan tissu, selanjutnya termometer di rendam
dalam botol berisi cairan sabun
11. Membaca skala air raksa pada termometer
12. Mencatat hasil pada buku
13. Menurunkan air raksa
14. Mengenakan kembali pakaian/popok/celana pasien
15. Membuka tirai/sketsel
16. Kembali keruangan dan membersihkan/merapikan alat-alat
17. Melepas APD
18. Mencuci tangan

Sikap :
1. Sopan terhadap pasien
2. Teliti dan hati-hati
MENGHITUNG DENYUT NADI

No. Dokumen No. Revisi Halaman

Standar Tanggal Terbit Ditetapkan oleh,


Prosedur
Operasional

Pengertian
Tujuan
Prosedur Informed Consent

Persiapan alat :
1. Arloji yang ada jarum detiknya/Timer
2. Buku catatan dan alat tulis
3. Alat pelindung diri (Skort, masker, sarung tangan)
4. Bak instrumen
5. sketsel

Persiapan diri :
1. Memakai alat pelindung diri
2. Mencuci tangan

Persipan Lingkungan & Pasien :


1. Menutup tirai/sketsel
2. Mengatur posisi pasien

Prosedur Kerja :
1. Mendekatkan alat
2. Memberitahu pasien mengenai tindakan yang akan dilakukan
3. Memakai sarung tangan
4. Meletakkan tiga jari tangan diatas arteri (brachialis, radialis, dll)
5. Menghitung jumlah denyut nadi selama 1 menit
6. Mengamati volume (keras/lemah denyutan)
7. Mengamati irama (teratur/tidak)
8. Mencatat jumlah denyut nadi ke dalam buku catatan
9. Beli perlu catat volume dan iramanya
10. Memberitahukan hasil pengukuran
11. Merapikan pasien dan berpamitan
12. Membuka tirai/sketsel
13. Kembali keruangan dan membersihkan/merapikan alat-alat
14. Melepas APD
15. Mencuci tangan
Sikap :
1. Sopan terhadap pasien
2. Teliti dan hati-hati
MENGHITUNG PERNAFASAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman

Standar
Prosedur Tanggal Terbit Ditetapkan oleh,
Operasional
Pengertian
Tujuan
Prosedur Informed Consent

Persiapan alat :
1. Arloji yang ada jarum detiknya/Timer
2. Stetoskop (bila perlu)
3. Buku catatan dan alat tulis
4. Alat pelindung diri (Skort, masker, sarung tangan)
5. Bak instrumen
6. Sketsel

Persiapan diri :
1. Memakai alat pelindung diri
2. Mencuci tangan

Persipan Lingkungan & Pasien :


1. Menutup tirai/sketsel
2. Mengatur posisi pasien

Prosedur Kerja :
1. Mendekatkan alat
2. Memberitahu pasien mengenai tindakan yang akan dilakukan
3. Memakai sarung tangan
4. Meletakkan tiga jari tangan diatas arteri (brachialis, radialis, dll)
5. Menghitung jumlah denyut nadi selama 1 menit
6. Pasien tidak diajak berbicara
7. Mengamati kedalaman pernafasan
8. Mengamati irama (teratur/tidak)
9. Mengamati bunyi pernafasan (Wheezing atau rnchi)
10. Mencatat jumlah pernafasan, kedalaman, irama dan bunyi nafas ke
dalam buku catatan
11. Memberitahukan hasil pengukuran
12. Merapikan pasien dan berpamitan
13. Membuka tirai/sketsel
14. Kembali keruangan dan membersihkan/merapikan alat-alat
15. Melepas APD
16. Mencuci tangan

Sikap :
1. Sopan terhadap pasien
2. Teliti dan hati-hati
MENGUKUR TEKANAN DARAH

No. Dokumen No. Revisi Halaman

Standar Tanggal Terbit Ditetapkan oleh,


Prosedur
Operasional
Pengertian
Tujuan
Prosedur Informed Consent

Persiapan alat :
1. Tensimeter
2. Stetoskop
3. Buku catatan dan alat tulis
4. Alat pelindung diri (skort, masker, sarung tangan)
5. Bak instrumen
6. sketsel

Persiapan diri :
1. Memakai alat pelindung diri
2. Mencuci tangan

Persipan Lingkungan & Pasien :


1. Menutup tirai/sketsel
2. Mengatur posisi pasien

Prosedur Kerja :
1. Mendekatkan alat
2. Memberitahu pasien mengenai tindakan yang akan dilakukan
3. Memakai sarung tangan
4. Menyingsingkan lengan baju pasien
5. Memasang manset 2,5 cm diatas Fossa Cubiti
6. Memasang manset tidak terlalu erat atau terlalu longgar
7. Membuka kunci reservoir
8. Menutup sekrup balon karet
9. Letak tensimeter harus datar
10. Meraba Arteri Brachialis dengan 3 jari tengah
11. Meletakkan bagian diafrgma stetoskop tepat diatasnya (bagian corong
tertutup)
12. Memompa balon sehingga udara masuk ke dalam manset sampai detak
arteri tidak terdengar lagi atau 30 mmHg diatas nilai sistolik
13. Membuka sekrup balon perlahan-lahan dengan kecepatan 2-3 mmHg
perdetik dengan melihat skala dan mendengarkan bunyi detak pertama
(sistole) dan detak terakhir (diastole) yang terdengar
14. Menurunkan air raksa sampai dengan nol dan mengunci reservoir
15. Melepaskan manset dan mengeluarkan udara yang masih tertinggal di
dalam manset,
16. Menggulung manset dan memasukkan ke dalam tensimeter
17. Merapikan pasien dan berpamitan
18. Merapikan pasien dan berpamitan
19. Membuka tirai/sketsel
20. Kembali keruangan dan membersihkan/merapikan alat-alat
21. Melepas APD
22. Mencuci tangan
23. Mencatat pada lembar catatan yang ada
24. Menggunakan/waktu seefektif dan sehemat mungkin

Sikap :
1. Sopan terhadap pasien
2. Teliti dan hati-hati
3. Bekerja tidak ragu/tergesa-gesa
MENGUKUR DAN MENCATAT TANDA-TANDA VITAL
(Mengukur Suhu Tubuh, Menghitung Denyut Nadi, Menghitung
Pernafasan, dan Mengukur Tekanan Darah)

No. Dokumen No. Revisi Halaman

Standar
Prosedur Tanggal Terbit Ditetapkan oleh,
Operasional
Pengertian
Tujuan
Prosedur Informed Consent

Persiapan alat :
1. Termometer
2. Tensimeter
3. Stetoskop
4. Arloji yang ada jarum detiknya/timer
5. Bengkok
6. Botol/gelas masing-masing berisi :
7. Tissu
8. Buku catatan dan alat tulis
9. Alat pelindung diri (skort, masker, sarung tangan)
10. Bak instrumen
11. Tempat sampah medis dan non medis
12. Bak tempat larutan klorin 0,5%
13. Sketsel

Persiapan diri :
1. Memakai alat pelindung diri
2. Mencuci tangan

Persipan Lingkungan & Pasien :


1. Menutup tirai/sketsel
2. Mengatur posisi pasien

Prosedur Kerja :
1. Mendekatkan alat
2. Memberitahu pasien mengenai tindakan yang akan dilakukan
3. Memakai sarung tangan
4. Membuka pakaian atas pasien, kalau perlu mengeringkan ketiak
dengan tissu
5. Sebelum memasang thermometer dilihat dulu air raksa apakah sudah
diangka 350C
6. Memasang thermometer sehingga bagian reservoir tepat ditengah
ketiak
7. Sambil menunggu 5-10 menit lama pengukuran suhu, dilakukan
pengukuran tekanan darah, nadi dan nafas
8. Melakukan pengukuran tekanan darah
9. Menyingsingkan lengan baju pasien
10. Memasang manset 2,5 cm diatas Fossa Cubiti
11. Letakkan stetoskop pada arteri brachialis
12. Mulai melakukan pengukuran
13. Setelah melakukan pengukuran kempiskas manset dan lepaskan dari
tangan
14. Melakukan perhitungan denyut nadi
15. Letakkan tiga jari tengan diatas arteri radialis
16. Menghitung jumlah denyut nadi selama 1 menit dengan
memperhatikan volume dan irama denyut nadi
17. Setelah selesai menghitung denyut nadi dengan tiga jari tengah
petugas masih di atas arteri radialis, petugas melanjutkan menghitung
pernafasan
18. Menghitung pernafasan waktu inspirasi pada dada dan perut selama 1
menit penuh
19. Mengamati kedalaman pernafasan
20. Mengambil thermometer dan membaca hasil pengukuran suhu
21. Merendam thermometer pada larutan klorin 0,5% selama 10 menit
22. Merapikan pasien, mengatur posisi pasien senyaman mungkin dan
berpamitan
23. Membuka tirai/sketsel
24. Membersihkan dan merapikan alat-alat
25. Membuang sampah
26. Melepas APD
27. Mencuci tangan
28. Mencatat pada lembar catatan yang ada

Sikap :
1. Sopan terhadap pasien
2. Teliti dan hati-hati
PEMERIKSAAN KEPALA LEHER

No. Dokumen No. Revisi Halaman

Standar
Prosedur Tanggal Terbit Ditetapkan oleh,
Operasional
Pengertian Serangkaian tindakan untuk memeriksa kepala dan leher
Tujuan Memeriksa keabnormalan dari kepala leher
Prosedur Informed Consent

Persiapan alat :
1. Tongue spatel
2. Penlight
3. Garpu tala
4. Optalmoskop
5. Otoskop
6. Snellen chart
7. Kartu isihara
8. Stetoskop
9. Dua penggaris
Persiapan diri :
1. Memakai alat pelindung diri
2. Mencuci tangan

Persipan Lingkungan & Pasien :


1. Menutup tirai/sketsel
2. Mengatur posisi pasien

Prosedur Kerja :
A. Pemeriksaan Kepala
1. Kaji posisi kepala dan gambaran wajah px. Kepala normalnya tegak
dan stabil
2. Kaji bentuk kepala untuk mengetahui adanya :
a. Hidrosefalus
b. Mikrosefalus
c. Kraniosinostosis
d. Skafosefali
e. Akrosefali
f. Plegiosefali
g. Frontal bossing
3. Lakukan palpasi untuk mengetahui adanya jejas, massa dan nyeri
tekan
4. Kaji ekspresi wajah px. Perhatikan kesimetrisan wajah

B. Pemeriksaan Rambut
1. Inspeksi dan palpasi rambut untuk mengetahui :
a. Warna rambut
b. Kuantitas rambut
c. Penyebaran rambut
d. Tekstur rambut
e. Kebersihan rambut dan kulit kepala

C. Pemeriksaan Mata
1. Kaji posisi dan kesejajaran mata dalam kaitannya antara satu dengan
yang lain :
 Mata sejajar
 Eksoftalmus
 Penonjolan mata abnormal
2. Inspeksi kesimetrisan alis, ukuran, ekstensi, tekstur rambut,
kesejajaran dan gerakan
3. Kaji kelopak mata untuk posisi, warna, kondisi dan kemampuan untuk
membuka dan menutup juga berkedip
 Kondisi kelopak mata
 Ptosis
 Ektropion
 entropion
 Kaji kelopak mata atas. Minta px menutup mata. Naikkan alis
px dengan ibu jari dan regangkan kulit kelopak mata atas.
Normalnya halus dan berwarna sama dengan kulit. Temuan
abnormal :
 Kemerahan
 Edema pada kelopak mata
 Lakukan hal yang sama pada kelopak mata bagian bawah
4. Kaji konjungtiva
 Minta klien melihat keatas dan tekan kelopak mata bawah
dengan hati-hati untuk melihat warna konjungtiva.
Konjungtiva pucat menandakan adanya anemia, jika merah
menandakan adanya inflamasi
5. Kaji warna sclera
Kaji adanya
 kemerahan atau
 ikterus
6. Kaji kejernihan kornea. Normalnya kornea berwarna jernih
7. Kaji ukuran, bentuk, akomodasi dan reflek pupil terhadap cahaya
 Temuan mungkin didapat
 Pupil keruh
 Pin point
 Kaji reflek cahaya. Pengkajian dilakukan di ruang redup.
Minta px lihat lurus kedepan. Pegang penlight dengan jarak
±15 cm dari mata. Arahkan penlight dari sisi lateral ke media
pupil. Temuan yang mungkin didapat :
 Miosis
 Midriasis
 Isokor
 Aniskor
8. Kaji pergerakan bola mata Px diminta duduk atau berdiri pada jarak 2
kaki dari perawat. Perawat mengangkat jari pada jarak 15-30 cm
didepan mata px. Gerakkan jari sesuai pola pergerakkan otot bola
mata.

M. Oblique Inferior (N.III) M. Rektus Superior (N.III)

M. Rektus Medialis (N.III) M. Rektus Lateral (N.IV)

M. Oblique Superior (N.IV) M. Rektus Superior (N.III)

Px menahan kepala tetap pada posisi menghadap perawat dan mengikuti


gerakan jari hanya dengan mata. Kemungkinan yang ditemukan :
 Strabismus
 Nistagmus
9. Kaji tajam penglihatan/visus. Px diminta berdiri jarak 6 meter dari
kartu snellen. Minta px membaca huruf yang ada pada kartu snellen
dengan menggunakan salah satu mata dan mata yang lain ditutup.
Lakukan pada pemeriksaan mata yang lain.
10. Kaji lapang penglihatan. Minta px duduk atau berdiri pada jarak 60 cm
(2 kaki) menghadap perawat. Perawat menggerakkan jari dengan jarak
yang sama dari perawat-px. Jari digerakkan dari arah luar lapang
pandang dibawa masuk ke area lapang pandang. Px dimnta
memberitahu perawat jika jari sudah terlihat.
11. Kaji kondisi buta warna. Minta px membaca angka angka yang ada di
kartu isihara

D. Pemeriksaan Telinga
1. Kaji bentuk anatomi telinga
2. Kaji riwayat tinnitus, vertigo, dan nyeri
3. Lakukan palpasi pada os. Mastoid. Tarik daun telinga ke arah depan
dengan salah satu tangan, jari telunjuk pada tangan yang lain menekan
tragus.
 Nyeri tekan pada os. Mastoid mengindikasikan adanya OMA,
atau mastoiditis
4. Kaji adanya lesi, kebersihan dan kondisi kulit telinga
5. Lakukan pemeriksaan pendengaran
 Test Rinne
Getarkan garpu tala kemudian letakkan dibelakang Os.
Mastoideus. Minta px merasakan getaran dari garpu tala.
Setelah px tidak merasakan getaran pada os. Mastoideus minta
px memberitahukan perawat dan pindahkan garpu tala ke
depan kanalis eksterna. Normalnya garpu tala akan terdengar
lagi
 Test Weber
Getarkan garpu tala kemudian letakkan ditengah Os. Frontalis
 Tes Swabach
Getarkan garpu tala dan letakkan pada os. Mastoideus px.
Minta px memberitahu jika sudah tidak merasakan garpu tala.
Kemudian pindahkan garpu tala ke os. Mastoideus perawat dan
rasakan apakah perawat masih dapat merasakan getaran
tersebut.

E. Pemeriksaan Hidung
1. Inspeksi bentuk, ukuran, warna dan deformitas pada hidung
2. Kaji kepatenan lubang hidung. Letakkan jari disalah satu sisi hidung
dan sumbat lubang hidung yang lainnya. Px diminta untukl bernafas
dengan mulut tertutup. Lakukan hal yang sama pada lubang hidung
lainnya.
3. Inspeksi septum dan turbinata. Minta px menengadahkan kepala.
Inspeksi kesejajaran septum, adanya perforasi atau perdarahan.
4. Lakukan palpasi sinus. Palpasi sinus frontal dengan menekan
menggunakan ibu jari pada daerah diatas dan dibawah alis

F. Pemeriksaan Mulut
1. Kaji kondisi warna, tekstur, hidrasi, kontur dan adanya lesi pada bibir
Temuan berupa
 Labioschiziz
 Labiopalatoschiziz
2. Kaji adanya halitosis
3. Inspeksi gigi untuk melihat warna, posisi dan kesejajaran gigi, kaji
adanya karies gigi.
4. Inspeksi mukosa dan gusi
5. Kaji mukosa bukal dengan menggunakan tongue spatel atau jari
tangan yang memakai handscoon
6. Kaji kesimetrisan palatum dengan mengucapkan kata ah
7. Kaji kesimetrisan lidah, uvula, dan tonsil

G. Pemeriksaan Leher
1. Kaji bentuk dan warna kulit leher
2. Kaji kesimetrisan bilateral otot leher
 Fungsi M. Sternocleidomastoideus. Minta px memfleksikan
leher dengan dagu kearahdada. Gerakkan kepala px kearah
samping sehingga telinga bergerak ke arah bahu
 Fungsi M. Trapezius. Hiperekstensikan kepala klien ke arah
belakang
Normalnya leher dapat bergerak bebas tanpa ada rasa
ketidaknyamanan atau rasa pusing.
3. Lakukan palpasi kelenjar tiroid
 Lakukan palpasi tiroid dari arah anterior. Ibu jari meraba lobus
lateral tiroid pada kedua sisi trakea
 Lakukanpalpasi tiroid dari arah posterior. Jari-jari terletak
medial terhadap M. Sternocleidomastoideus dan minta px
untuk menelan. Tundukkan kepala klien ke depan untuk
mengurangi ketegangan M. Sternocleidomastoideus.
4. Lakukan palpasi trakea untuk mengetahui adanya deviasi trakea
5. Kaji arteri carotis px. Minta px memiringkan kepala ke salah satu sisi.
Susurkan jari telunjuk dan jari tengah di sekitar medial M.
Sternocleidomastoideus
6. Palpasi V. Jugularis untuk mengetahui adanya distensi V. Jugularis
7. Ukur tekanan V. Jugularis
 Posisikan px semifowler
 Inspeksi adanya pulsasi vena
 Buat garis dari tepi bawah penggaris biasa dengan ujung area
pulsasi di V. Jugularis. Kemudian ambil penggaris sentimeter
dan buat tegak lurus dengan penggaris pertama setinggi sudut
sternum. Ukur dalam cm jarak antara penggaris kedua dengan
sternum
 Ulangi pengukuran di sisi yang lain.

Sikap :
3. Sopan terhadap pasien
4. Teliti dan hati-hati