Anda di halaman 1dari 6

PENGEMBANGAN ARTIKEL

PENGARUH LEVEL KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP NILAI


PERUSAHAAN DENGAN KEBIJAKAN DEVIDEN DAN HUTANG SEBAGAI
VARIABEL INTERVENING

1. Latar Belakang
Perusahaan yang didirikan memiliki tujuan untuk mempertahankan nilai perusahaan guna
mensejahterakan shareholder. Dalam mencapai tujuan tersebut, perusahaan juga perlu
memperhatikan hal – hal terkait kepentingan stakeholder seperti pemerintah dan masyarakat baik
yang bersifat finansial maupun non finansial.
Perkembangan bisnis suatu perusahaan menyebabkan perusahaan tidak lagi dikelola
langsung oleh pemilik namun mempercayakan kepada manajemen untuk menjalankan
perusahaan. Perusahaan yang terdaftar pada pasar modal dapat menjadi contoh yang baik dalam
hal ini. Perusahan tersebut dapat dimiliki oleh investor diberbagai belahan dunia.
Manajemen sebagai pihak yang menjalankan perusahaan dituntut sedemikian rupa untuk
memaksimalkan kesejahteraan shareholder dan menjalankan perusahaan dengan baik sesuai
dengan koridor yang telah ditentukan. Hal tersebut tercermin dalam kebijakan seperti kebijakan
deviden dan hutang. Manajemen dihadapkan pada keputusan apakah harus membagi keuntungan
tahun ini kepada pemegang saham atau menahannya untuk investasi lebih lanjut atau seberapa
besar perusahaan harus didanai oleh pihak ketiga menjalankan kegiatan baik operasional dan
investasi perusahaan serta bagaimana kebijakan tersebut pada akhirnya mempengaruhi nilai
perusahaan? Kebijakan dividen dan hutang menjadi hal yang penting untuk diperhatikan serta
dalam penentuannya tidak mudah karena mempengaruhi kinerja perusahaan, nilai perusahaan
dan harga saham perusahaan.
Adanya fenomena tersebut memungkinkan konflik antara shareholder dan manajemen
yang disebut dengan konflik keagenan. Konflik keagenan dapat dipengaruhi oleh struktur
kepemilikan, karena struktur kepemilikan mempengaruhi kebijakan suatu perusahaan. Semakin
besar proporsi kepemilikan manajemen pada perusahaan, maka manajemen cenderung berusaha
lebih giat untuk kepentingan pemegang saham yang tidak lain adalah dirinya sendiri.
Sebagaimana berita yang dikutip dari situs resmi CNBC Indonesia tertanggal 19 Februari
2019, PT Pefindo memberikan rating AAA kepada PT Bank Tabungan Pensiunan Negara, Tbk.
dan PT Bank Danamon Indonesia, Tbk pasca bergabung dengan perusahaan asing berturut –
turut Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) dan MUFG Bank yang memberikan
dukungan permodalan yang kuat.
Penelitian ini sebagai penelitian modifikasi dari penelitian sebelumnya bertujuan
mengungkap apakah ada perbedaan pengaruh kepemilikan manajerial yang ditinjau dari level
kepemilikan manajerial terhadap terhadap perilaku manajemen yang tampak pada kebijakan
pemberian deviden dan penggunaan hutang yang pada akhirnya akan mempengaruhi nilai pada
perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil penelitian ini akan menarik

1
karena diduga manajemen akan memiliki kepentingan yang berbeda pada kebijakan deviden dan
hutang didasarkan pada level kepemilikannya.

2. Tinjauan Pustaka
2.1 Teori Agensi
Teori Agensi menjelaskan adanya hubungan kontraktual antara dua pihak atau lebih yang
salah satu pihak disebut prinsipal (principal) yang menyewa pihak lain yang disebut agen (agent)
untuk melakukan beberapa jasa atas nama pemilik yang meliputi pendelegasian wewenang
(Jensen dan Meckling, 1976).

2.1 Teori Stakeholder


Menurut Ghazali (2007:409) teori stakeholder merupakan teori yang menyatakan bahwa
perusahaan bukanlah entitas yang hanya beroperasi untuk kepentingan sendiri, namun harus
memberikan manfaat kepada seluruh stakeholdernya yang mempunyai hak untuk memperoleh
informasi mengenai aktivitas perusahaan selama periode tertentu yang mampu mempengaruhi
pengambilan keputusan.

2.2 Nilai Perusahaan


Menurut Sartono (2010) nilai Perusahaan adalah nilai jual sebuah perusahaan sebagai
suatu bisnis yang sedang beroperasi. Adanya kelebihan nilai jual diatas nilai likuidasi adalah nilai
dari organisasi manajemen yang menjalankan perusahaan itu. Sujoko dan Soebiantoro (2007)
menyatakan bahwa nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan
perusahaan yang sering dikaitkan dengan harga saham. Agnes (2013) menyatakan bahwa nilai
perusahaan merupakan hal yang sangat diperhatikan oleh investor karena kemakmuran
pemegang saham akan tercermin dari nilai perusahaan.

2.3 Kepemilikan Manajerial dan Levelnya

Kepemilikan manajerial merupakan proporsi pemegang saham dari pihak manajemen


yang secara aktif ikut dalam mengambilan keputusan perusahaan. Level kepemilikan manajerial
terdiri dari:

No Level Keterangan % Kepemilikan


Disiplin eksternal, pengendalian (0%-5%)
1 Low internal dan insentif masih didominasi
oleh tingkah laku manajemen
Insiders mulai menunjukkan perilaku (5%-25%)
2 Intermadicate sebagai pemegang saham

2
Inseders tidak memiliki otoritas penuh (40%-50%)
3 High terhadap perusahaan dan disiplin
eksternal tetap berlaku
Inseders memiliki wewenang penuh (> 50%)
4 High terhadap perusahaan
Perusahaan dimiliki oleh pemilik 100%
5 Very High tunggal

2.4 Kebijakan Deviden


Dividen yang dibagikan kepada pemegang saham diklasifikasikan menjadi (Baridwan,
2004) dividen tunai, dividen saham, dividen barang, dividen hutang, dividen likuidasi. Teori
kebijakan dividen (Brigham dan Houston, 2011) terdiri dari Irrelevance Theory, Bird in The
Hand Theory, dan Tax Differential Theory.

2.5 Kebijakan Hutang


Wongso (2012) berpendapat bahwa kebijakan hutang adalah kebijakan yang diambil oleh
perusahaan untuk melakukan pembiayaan melalui hutang. Menurut Mamduh (2004) terdapat
beberapa faktor yang memiliki pengaruh terhadap kebijakan hutang yaitu NDT (Non-Debt Tax
Shield), struktur aset, profitabilitas, risiko bisnis, ukuran perusahaan, dan kondisi internal
perusahaan. Teori kebijakan hutang terdiri dari Trade off theory dan Pecking Order Theory.

1. Hipotesis

H1 : Terdapat perbedaan rata – rata abnormal return sebelum dan sesudah merger dan
akuisisi

2. Kerangka Berfikir

Gambar 1 Kerangka Berfikir

Kebijakan Deviden
(M1)

Level Kepemilikan Nilai Perusahaan (Y)


Manajerial (X)

3
Kebijakan Hutang
(M2)

Sumber: Data Diolah, 2019

3. Definisi Operasional Variabel


5.1 Nilai Perusahaan
Nilai perusahaan pada penelitian ini diukur menggunakan Price Earning Ratios (PER)
adalah rasio yang menunjukkan persentase keuntungan perusahaan atau emiten saham terhadap
harga sahamnya.

5.1 Kepemilikan Manajerial


Indikator yang digunakan untuk mengukur kepemilikan manajerial yaitu presentase
kepemilikan saham perusahaan oleh struktur perusahaan terhadap saham yang beredar

5.1 Kebijakan Deviden


Kebijakan Deviden pada penelitian ini diukur menggunakan Deviden Payout Ratio
(DPR) adalah rasio yang menunjukkan persentase setiap keuntungan yang diperoleh yang
didistribusikan kepada pemegang saham dalam bentuk uang tunai.

5.1 Kebijakan Hutang


Kebijakan hutang pada penelitian ini diukur menggunakan Debt to Equity Ratio (DER)
yang membagi total hutang dengan total ekuitas perusahaan.

4
4. Populasi dan Sampel
Variabel independen dalam penelitian ini adalah Kepemilikan Manajerial (X),variabel
dependen dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan (Y), serta menggunakan dua variabel
intervening dalam penelitian ini yaitu kebijakan dividen (M1) dan kebijakan hutang (M2).
Data yang dikumpulkan merupakan data sekunder yang diperoleh dari database Pasar
Modal, www.idx.co.id, dan www.yahoofinance.com. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi dalam penelitian ini adalah
semua perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2014-2018, metode penetuan sampel yang
digunakan adalah metode purposive sampling yaitu penentuan sampel berdasarkan kriteria-
kriteria tertentu dengan kriteria:

1. Perusahaan yang secara berturut-turut terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-
2018.
2. Perusahaan yang terdaftar tersebut mempublikasikan laporan keuangan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember.
3. Perusahaan yang terdaftar tersebut membagikan dividen berturut-turut selama tahun
2014-2018.
4. Perusahaan yang terdaftar tersebut memiliki data keuangan yang lengkap untuk
menghitung variabel-variabel yang dibutuhkan dalam penelitian ini termasuk
informasi mengenai managerial ownership.

7. Metode Analisis Data


7.1 Alat Analisis Data

Alat analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis path (path
analysis). Analisis path merupakan alat analisis yang menggambarkan pola hubungan pengaruh
seperangkat variabel terhadap variabel lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung
melalui variabel lain sebagai variabel intervening.
Dalam pengolah data dibagi berdasarkan level kepemilikan manajerial dengan tujuan
untuk mengetahui perbedaan hubungan antar variabel pada tingkat kepemilikan manajerial yang
berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

Yuli Soesetio. (2007). Kepemilikan Manajerial Dan Institusional, Kebijakan Dividen, Ukuran
Perusahaan, Struktur Aktiva Dan Profitabilitas Terhadap kebijakan hutang. Jurnal Bisnis Dan
Akuntansi Vol 11 No. 3

5
Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS19 Edisi 5.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Dipenogoro.

Kawedar, Warsito dan Suwanti. 2009. Pengaruh Pengumuman Bond Rating Versi Pt Pefindo
Terhadap Abnormal Return Saham Perusahaan Di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Ekonomi dan
Bisnis. 4 (8): 149-160

Nadia, Astari. 2014. Pengaruh Ukuran Perusahaan,Operating Leverage, Dan Peringkat Obligasi
Terhadap Perataan Laba Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Media Riset
Akuntansi, Auditing & Informasi. 14 (3): 73-88

Pemerintah Indonesia. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.


Lembaran Negara RI Tahun 2007. Jakarta: Sekretariat Negara

Yook, Ken C. 2003. Larger Return to Cash Acquisitions: Signaling Effect or Leverage Effect?.
Journal of Business. 76 (3): 477-498

Wareza, Monica. 2019. Baru Merger, Danamon & BTPN Diganjar Rating AAA.
https://www.cnbcindonesia.com/market/20190219145540-17-56402/baru-merger-danamon-btpn-
diganjar-rating-aaa. (19 Februari 2019)