Anda di halaman 1dari 2

Prinsip-Prinsip Dasar Etika Akuntan IFAC (International Federation of Accountants)

IFAC ( International Federation of Accountants )

Federasi Akuntan Internasional (IFAC) adalah organisasi global bagi profesi


akuntansi. IFAC memiliki 167 anggota dan asosiasi di 127 negara dan yurisdiksi, yang
mewakili lebih dari 2,5 juta akuntan dipekerjakan dalam praktek umum, industri dan
perdagangan, pemerintah, dan akademisi. Organisasi, melalui Dewan penetapan standar yang
independen, menetapkan standar internasional tentang etika, audit dan jaminan, pendidikan
akuntansi, dan akuntansi sektor publik. Hal ini juga mengeluarkan panduan untuk mendorong
kinerja berkualitas tinggi dengan akuntan profesional dalam bisnis. Didirikan pada tahun
1977, IFAC merayakan ulang tahun ke 30 pada tahun 2007.
Untuk memastikan kegiatan IFAC dan badan pengaturan independen standar yang
didukung oleh IFAC responsif terhadap kepentingan publik, sebuah Public Interest Oversight
Board (PIOB) didirikan pada Februari 2005. IFAC dan anggotanya bekerjasama untuk
mengembangkan IFACnet, yang diluncurkan pada tanggal 2 Oktober 2006. IFACnet
menyediakan akuntan profesional di seluruh dunia dengan one-stop acces untuk berbagai
sumber , termasuk bimbingan praktek yang baik, artikel, dan alat-alat dan teknik.Di antara
inisiatif utama IFAC adalah penyelenggaraan Kongres Akuntan Dunia.

STRUKTUR DAN KERANGKA DASAR KODE ETIK IFAC


Misi IFAC adalah melakukan harmonisasi standar di antara negara-
negara anggota IFAC. Indonesia sendiri melalui organisasi profesi IAI telah mencanangkan
tekadnya untuk mengadopsi standar teknis dan kode etik yang ditetapkan IFAC selambat-
lambatnya tahun 2012. Untuk lebih memahami kode etik yang ditetapkan oleh IFAC ini,
maka Brooks (2007) memberikan pendekatan cara memahami filosofi Kode Etik IFAC
sebagai berikut:
1. Memahami Struktur Kode Etik
2. Memahami Kerangka Dasar Kode Etik untuk melakukan penilaian yang bijak
3. Proses Menjamin Independensi Pikiran (independece in mind)
dan Independensi Penampilan (indepencence in appearance)
4. Pengamanan untuk mengurangi Risiko Situasi Konflik Kepentingan.

Kerangka dasar Kode etik IFAC dapat dijelaskan sebagai berikut:


1. Ciri yang membedakan profesi akunta (atasan), yaitu kesadaran bahwa kewajiban
akuntan yaitu untuk melayani kepentingan publik.
2. Harus dipahami bahwa tanggung jawab akuntan tidak secara ekslusif hanya melayani
klien (dari sudut pandang akuntan publik), atu hanya melayani atasan (dari sudut
pandang akuntan bisnis), melainkan melayani kepentingan publik dalam arti luas.
Pengertian “publik” bagi akuntan terdiri dari atas klien, manajemen (atasan),
kreditur, investor, pemerintah, karyawan, masyarakat bisnis, dan keuangan, media
masa, para pemerhati bisnis dan ekonomi, para aktivis, dan sebagainya.
3. Tujuan (objective) dari profesi akuntan adalah memenuhi harapan profesionalisme,
kinerja, dan kepentingan publik.
4. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan empat kebutuhan dasar, yaitu kredibilitas,
profesionalisme, kualitas jasa tertinggi, dan kerahasiaan.
5. Keseluruhan hal tersebut hanya dapat dicapai bila profesi akuntan dilandasi oleh
prinsip-prinsip parilaku fundamental, yang terdiri atas: integritas, objektivitas,
kompetensi profesional dan kehati-hatian, kerahasiaan, perilaku profesional, dan
standar teknis.
6. Namun, prinsip-prinsip fundamental pada butir (5) hanya dapat diterapkan jika
akuntan mempunyai sikap independen, baik independen dalam pikiran (independence
in mind) maupun independen dalam penampilan (independence in appearance).

Kode Etik Prinsip-prinsip Dasar Akuntan Profesional IFAC sebagai berikut :


1. Integritas
Seorang akuntan professional harus tegas dan jujur dalam semua keterlibatannya
dalam hubungan profesional dan bisnis
2. Objektivitas
Seorang akuntan professional seharusnya tidak membiarkan bias, konflik
kepentingan, atau pengaruh yang berlebihan dari orang lain untuk mengesampingkan
penilaian professional atau bisnis
3. Kompetensi professional dan Kesungguhan
Seorang akuntan professional mempunyai tugas yang berkesinambungan untuk
senantiasa menjaga penghetahuan dan skil professional pada tingkat yang diperlukan
untuk memastikan bahwa klien atau atasan menerima jasa professional yang
kompeten berdasarkan perkembangan terkini dalam praktik, legislasi dan teknis.
Seorang akuntan professional harus bertindak tekun dan sesuai dengan standar teknis
dan professional yang berlaku dalam memberikan layanan professional
4. Kerahasiaan
Seorang akuntan professional harus menghormati kerahasian informasi yang
diperoleh sebagai hasil dari hubungan bisnis professional dan bisnis tidak boleh
mengungkapkan informasi tersebut kepada pihak ketiga, tanpa otoritas yang tepat dan
spesifik kecuali ada hak hukum atau professional atau kewajiban untuk
mengungkapkan. Informasi rahasi yang diperoleh sebagai hasil dari hubungan bisnis
professional seharusnya tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi para
akuntan professional atau pihak ketiga.
5. Perilaku Profesional
Seorang akuntan professional harus patuh pada hukum dan peraturan-
peraturan terkait dan seharusnya menghindari tindakan yang bisa mendeskreditkan
profesi.