Anda di halaman 1dari 4

Nama Kelompok :

Gabriel Kedang Djumat Mudamakin (178114160)

Irsyan Marulitua (178114176)

Kelas : X

KEBAKUAN BAHASA INDONESIA DALAM SUATU ARTIKEL

Bahasa Indonesia saat ini masih banyak menghadapi kendala.


Kendala itu merupakan hal yang biasa seiring dengan perubahan yang
terjadi dalam tatanan kehidupan. Pembinaan bahasa Indonesia hingga kini
tetap merupakan hal yang penting, menunjukkan betapa perlunya
pembinaan, penelitian, pembakuan peristilahan dan kaidah bahasa. Dalam
hal kedudukan sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai
bahasa pengantar untuk semua jenis. lni berarti bahwa penggunaan bahasa
Indonesia secara baik dan benar akan menentukan keberhasilan pendidikan
nasional karena bahasa Indonesia menjadi sarana pengembangan penalaran
dan sebagai sarana pengembang ilmu dan teknologi.

Pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan mahasiswa


dalam berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulis. Dengan demikian,
peranan bahasa sangat tinggi dalam pemberdayaan bangsa. Aspek yang
menjadi topik adalah "Kebakuan Bahasa Indonesia dalam artikel efek
demam terhadap imunisasi mr". mengindentifikasi kebakuan artikel efek
demam terhadap imunisasi mr dalam berbahasa Indonesia dari berbagai
aspek, yakni penguasaan dan pemahaman terhadap isi pesan yang
disampaikan melalui bahasa pengantar bahasa Indonesia dan kemampuan
menulis artikel. Untuk itu, mengindetifikasi kebakuan bahasa Indonesia
pada artikel tersebut berguna untuk pembelajaran bagi mahasiswa, agar
lebih memahami penggunaan kata bahasa indonesia yang baik dan benar.
Mengindentifikasi "Kebakuan Bahasa Indonesia pada artikel " ini dilakukan
untuk memperoleh gambaran mengenai pemakaian bahasa Indonesia secara
baik dan memilih kata-kata yang sesuai . Gambaran itu dapat dimanfaatkan,
antara lain, untuk mengetahui masalah-masalah yang ada dalam hal
pemahaman penguasaan bahasa Indonesia dan memberi masukan pada
penyusun artikel.

Pertama kita akan mengindentifikasi Pada pendahuluan atikel, dalam


pendahuluan artikel tersebut terdapat kata-kata yang kurang baku yaitu “Di
bulan September 2017 ini seluruh puskesmas di Indonesia masih sibuk
melakukan imunisasi MR sebagai program nasional, begitu juga Puskesmas
kami di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah” pada pejelasan awalnya disitu
sudah dijelaskan bahwa “Di bulan September 2017 ini seluruh puskesmas di
Indonesia masih sibuk melakukan imunisasi MR sebagai program nasional”
tetapi masih juga ditulis “begitu juga Puskesmas kami di Kabupaten
Pemalang, Jawa Tengah” dari penjalasan awal kata “seluruh” itu sudah
menjelaskan seluruh puskesmas termasuk puskesmas mereka dikabupaten
pemalang, Jawa tengah. jadi seharusnya kata “begitu juga Puskesmas kami
di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah” tidak seharusnya ditulis agar tidak
ada pendobelan. Dalam kalimat “Pada bulan Agustus kemarin sasaran yang
sudah dicapai sudah baik meskipun tidak 100% untuk anak usia sekolah dari
TK sampai SMP dan di bulan September ini sasaran kepada anak-anak
balita.” terdapat pendobelan kata “sudah” seharusnya cukup ditulis “Pada
bulan Agustus kemarin sasaran yang dicapai sudah baik meskipun tidak
100% untuk anak usia sekolah dari TK sampai SMP dan di bulan September
ini sasaran kepada anak-anak balita.

Dalam isi terdapat kata yang tidak baku pada kata yang berwarna
merah di kalimat tersebut “Sebenarnya imunisasi MR tidak ada efek
samping yang ditimbulkan karena vaksin yang digunakan telah mendapat
rekomendasi dari WHO dan izi edar dari Badan POM dan vaksin ini aman
dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia” yang seharusnya
diganti dengan kata “sehingga” dan kata “karena” sehingga kalimat yang
sebenarnya adalah “Sebenarnya imunisasi MR tidak ada efek samping yang
ditimbulkan karena vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi
dari WHO dan izi edar dari Badan POM sehingga vaksin ini aman karena
telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia”. Pada paragraf terakhir
dalam artikel tersebut terdapat kata yang tidak baku pada kata yang
berwarna merah dalam kalimat tersebut “Intinya kalau proses penyimpanan
vaksin baik, alat suntik yang digunakan steril, perbandingan vaksin dan
pelarutnya benar maka efek atau KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi)
dipastikan tidak ada” yang seharusnya diganti dengan kata “apabila”
sehingga kalimat yang sebenarnya adalah “Intinya apabila proses
penyimpanan vaksin baik, alat suntik yang digunakan steril, perbandingan
vaksin dan pelarutnya benar maka efek atau KIPI (Kejadian Ikutan Pasca
Imunisasi) dipastikan tidak ada”.

Daftar Pustaka

________________. Kamus Besar Bahasa Indonesia. [Online]. Tersedia di


kbbi.kemdikbud.go.id/entri/religius. Diakses 19 september 2019.

________________. Kamus Besar Bahasa Indonesia. [Online]. Tersedia di:


http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php. Diakses 19 september 2019.
LAMPIRAN