15 JENIS HAND TOOLS
1. Kunci Pas (Open End Spanner)
Kunci pas dibuat dari bahan baja tensil tinggi yaitu logam paduan Chrome Vanadium. Kunci pas
digunakan untuk melepas baut atau mur yang sudah dikendorkan dengan kunci socket atau ring.
Kunci Pas
2. Kunci Pas – Ring (Combinatin Spanner)
Dapat digunakan untuk mengencangkan atau mengendorkan baut/mur terutama pada bagian-
bagian yang tidak terjangkau oleh kunci socket. Kunci pas-ring cukup praktis, karena bagian
ring, dapat untuk mengencangkan/ mengendorkan sedangkan bagian pasnya bisa untuk melepas
dengan cepat. Hati-hati mengencangkan baut/mur ukuran kecil, karena dapat menyebabkan baut
patah.
Kunci Pas Ring
3. Kunci Ring (Offset Ring Spanner)
Kunci ring digunakan untuk mengendurkan baut dan mur. Kunci ring ini mampu meminimalisir
kepala mur atau baut menjadi lumur saat melepas / mengencangkan baut dan mur, karena kunci
ring memiliki bidang cengkram yang lebih efektif jika di bandingkan dengan kunci pas.
Kunci Ring (Offset Ring Spanner)
4. Kunci Nipel (Flare Nut Spanner)
Kunci nipel digunakan untuk mengencangkan / melepas baut pada sambungan – sambungan pipa
yang serupa dengan sambungan-sambungan yang digunakan pada injector line atau pipa rem.
Kunci Nipel (Flare Nut Spanner)
5. Ratchet
Ratchet adalah kelengkapan kunci socket yang digunakan untuk melepas/memasang baut yang
dalam keadaan longgar, tanpa harus melepaskan kunci sock dari kepala baut atau mur. Selama
proses melepas atau memasang cukup dengan cara menarik dan mendorong batang
ratchetnya. Untuk mengubah arah putaran kunci sock, cukup dengan memutar kunci pembalik.
6. Batang Geser T (Sliding 'T' Bar)
Batang Geder T ini dipasang dengan kunci shocku mengendorkan sebuah mur atau baut yang
sangat kencang. Alat ini menggunakan dua pegangan yang digunakan untuk memberikan
tekanan pada arah yang berlawanan.
Batang Geser T (Sliding ’T’ Bar)
7. Batang Universal (Breaker Bar)
Alat ini gagangnya bisa disambung dengan berbagai jenis shock untuk mengendorkan baut-baut
yang sangat kuat misalnya baut kepala silinder.
Batang Universal (Breaker Bar)
8. Sambungan Sock Universal (Universal Socket Joint Wrench)
Sambungan sock universal digunakan untuk melepas atau memasang baut/mur pada posisi yang
tidak terjangkau dengan batang perpanjangan saja. Socket segi enam (Single Hexagonal)
Alat ini berdinding sangat tebal dan karena itu sangat kuat.
Alat ini sangat cocok untuk digunakan dengan impact.
Sambungan Sock Universal (Universal Socket Joint Wrench)
9. Kunci sock segi enam ganda (Double Hex Socket)
Alat ini berdinding tipis dan dibuat untuk digunakan dengan Alat penggerak yang dioperasikan
dengan tangan. Alat ini sangat serbaguna karena cocok dipakai pada mur atau baut dalam 12
posisi yang berbeda-beda.
Kunci sock segi enam ganda (Double Hex Socket)
10. Kunci Busi (Spark Plug Socket)
Alat ini dipasang dengan sisipan karet yang tidak hanya mencegah porselin pada busi agar tidak
pecah, melainkan juga untuk menahan busi agar memudahkan saat pelepasan dan pemasangan
busi.
Kunci Busi
11. Kunci Roda (Wheel Brace)
Alat ini digunakan untuk melepaskan dan memasang kembali mur (nut) pada roda. Alat ini
biasanya mempunyai 3 atau 4 ujung socket dengan ukuran yang berbeda-beda.
Kunci Roda
12. Kunci inggris adjustable / Shifing Spanner
Alat ini hanya digunakan bila kunci pas, ring dan socket yang tepat untuk pekerjaan tersebut
tidak tersedia.
Kunci inggris adjustable / Shifing Spanner
13. Obeng (Screwdriver)
Fungsi obeng adalah untuk membuka atau mengencangkan sekrup. Yakni untuk membuka atau
mengencangkan sekrup. Secara umum orang mengenal hanya ada dua jenis obeng yaitu obeng
plus (Philips screwdriver) dan obeng minus (Slotte Screwdriver).
Namun faktanya, jenis obeng bukan hanya bentuk plus atau minus karena masih banyak obeng
yang dirancang untuk beragam kebutuhan.
Obeng
14. Tang Potong (Side Cutting Plier)
Tang potong sering digunakan untuk memotong kabel. Karena memotong menggunakan tang
potong lebih mudah dan efisien jika dibandingkan menggunakan tang kombinasi.
Tang Potong
15. Palu paku (Nail Hammer)
Pada palu paku terdapat 2 sisi / bagian, sisi pertama yang rata digunakan untuk memukul
permukaan paku, sedangkan bagian sisi satunya bagian cakar digunakan untuk mencabut paku
dari benda kerja
Palu Paku
15 JENIS POWER TOOLS
1. Bor Tangan
Bor yang satu ini merupakan mesin bor yang sering kita pakai. Sebenarnya bor ini mempunyai
beberapa sub-jenis lagi, tapi yang membedakan hanyalah ukuran mata bor-nya saja. Ukuran
mulai dari yang terkecil yaitu 6.5 mm, 10 mm, 13 mm, 16 mm, 23 mm, dan 32 mm. Ukuran
tersebut merupakan ukuran maksimal, misalnya bor 10 mm, berarti mata bor yang bisa
digunakan mulai dari 0 – 10 mm. Bor ini biasanya digunakan untuk mengebor besi ataupun
kayu, hal ini tergantung mata bor yang dipasang. Selain berbagai fungsi, spesifikasi dari jenis bor
ini juga ada beberapa seperti kecepatan putaran, adanya variabel speed atau kecepatan yang bisa
di atur, serta reversible atau putarannya bisa dua arah. Biasanya beda merk beda spesifikasinya,
jadi kita bisa pilih sesuai dengan kebutuhan kita.
2. Bor Cordless
Bor cordless atau bor tanpa kabel, merupakan jenis bor menggunakan baterai sebagai sumber
tenaga. Biasanya bor jenis ini digunakan pada pekerjaan ringan, karena kekuatan putaran atau
torsi dari bor cordless ini cenderung lemah. Bor cordless ini bisa digunakan untuk bor gypsum,
kayu, dan besi. Dengan syarat untuk bor besi, mata bor yang digunakan adalah mata bor yang
ukurannya kecil. Pada bor cordless, anda harus perhatikan spesifikasi baterai nya. Bor cordless
ini juga bisa digunakan sebagai obeng listrik, cukup pasang saja mata obeng, maka bor cordless
bisa digunakan untuk memasang skrup agar lebih cepat dan menghemat waktu.
3. Bor Core
Bor jenis ini merupakan bor yang paling jarang dipakai oleh konsumen. Bor jenis ini biasanya
digunakan untuk proyek ataupun untuk mengukur ketebalan aspal jalanan. Fungsi utama dari bor
ini adalah untuk melubangi lantai. Mata bor yang digunakan pun berbentuk seperti tabung. Oleh
karena itu, biasanya bor ini digunakan untuk mengebor lantai pada gedung untuk membuat jalur
pipa ataupun kabel-kabel. Selain itu bisa juga digunakan untuk mengukur ketebalan aspal jalanan
dengan mengebor jalan tersebut.
4. Bor Duduk
Bor ini nama nya bor duduk yang dimana memungkinkan kita bisa bor sambil duduk. Jenis ini
pada umumnya digunakan untuk melubangi besi dimana lubang yang dibuat pada besi itu
banyak, oleh karena itu mesin bor ini di desain sedemikian rupa agar pengguna bor tidak mudah
lelah. Tinggal putar saja tuasnya, maka mata bor dan kepala bor nya akan turun ke bawah. Mesin
bor ini dapat mengebor beberapa lapis besi sekaligus, dengan tebal maksimal sesuai dengan
panjang mata bor yang digunakan. Bor ini umum nya digunakan pada putaran lambat, tapi
kecepatan putarannya bisa diatur melalui belting yang berada pada bagian atasnya. Bor jenis ini
juga sama seperti bor tangan, mempunyai beberapa sub-jenis berdasarkan ukurannya. Ukuran
bor duduk mulai dari yang terkecil adalah 13 mm, 16 mm, 25
5. Bor Gantung
Bor ini pada penggunaannya berbeda dari bor jenis lainnya. Bor gantung memang untuk
digantung pada pemakaiannya. Jika pada bor lain pada umumnya digunakan untuk membuat
lubang pada sebuah bidang, maka bor jenis ini digunakan untuk mengikis atau memperbesar
sebuah lubang. Mata bor gantung pun berbeda daripada mata bor yang biasa.
6. Bor Impact
Bor ini hampir sama dengan bor tangan, bedanya bor ini selain berputar juga mempunyai getaran
sehingga sangat cocok untuk bor dinding. Mata bor yang digunakan juga khusus untuk bor
dinding.
7. Bor Magnet
Dikatakan bor magnet karena bor ini mempunyai magnet pada bagian bawahnya. Magnet ini bisa
diaktifkan maupun dinonaktifkan dengan cara menekan saklar seperti pada lampu. Bor ini
biasanya digunakan untuk mengebor dinding besi sehingga magnet tersebut akan sangat berguna
karena menempel pada bidang besi yang vertical. Ukuran dari bor magnet ini mulai dari 23 mm,
25 mm, 28 mm, 32 mm, 35 mm, dan yang paling besar 60 mm.
8. Circular Saw.
Bahasa tukangnya Sirkel, merupakan alat yang digunakan untuk memotong material, Circular
Saw juga sangat banyak jenis dan ukurannya. Mata Circular Saw biasanya tersedia untuk
memotong material kayu, besi dan keramik. Salah satu yang awam dilakukan oleh tukang-tukang
kita adalah merubah Circular Saw menjadi Table Saw untuk pekerjaan-pekerjaan pembuatan
furniture berbahan kayu lapis. Hasil potongan dari Circular Saw masih harus di perhalus baik
dengan ketam manual atau amplas. Mesin ini termasuk mesin yang menggunakan listrik yang
cukup banyak kecuali Circular Saw untuk keramik yang ukurannya lebih kecil.
9. Mesin Serut/Ketam Mesin (Hand Planer).
Mesin Ketam Mesin merupakan salah satu mesin yang cukup berisik baik dari suara mesinnya
sendiri atau saat mesin ini bekerja menyerut kayu. Pengerjaan furniture dari kayu solid atau
pembuatan pintu, kusen dan lainnya sering kali melibatkan mesin yang satu ini. Penggunaan
mesin ini memerlukan pengalaman atau jam terbang tertentu dari usernya.
10. Gerinda Tangan (Hand Grinder).
Gerinda tangan dapat digunakan untuk material kayu, besi dan lainnya. Gerinda tangan
normalnya digunakan untuk menghaluskan material tertentu, selain itu gerinda juga dapat
digunakan untuk memotong dan mengkilapkan permukaan material tertentu. Mata gerinda
jenisnya tergantung fungsinya masing-masing, mulai dari yang fungsinya sebagai ampelas, batu
atau resibon, hingga kain untuk polishing.
11. Heat Gun.
Didalam dunia pertukangan, heat gun sering digunakan untuk mengelupas cat, mengeringkan
kayu atau bambu, membengkokkan material seperti kayu, plastik dan bambu, mengkerutkan
plastik pembungkus atau plastik vakuum dan lain sebagainya. Bentuk dan cara kerja heat gun
mirip dengan hair dryer, air yang ditiupkan melalui elemen pemanas akan mengeluarkan panas.
Heat gun menghasilkan panas antara 100°C hingga 760°C tergantung jenisnya. Heat gun juga
familiar bagi model maker yang biasa menggunakan automotive clay.
12. Jig Saw.
Gergaji dengan mata kecil yang gerakannya maju mundur atau keatas dan kebawah ini biasanya
digunakan untuk mendapatkan potongan dengan lengkungan yang jauh lebih kecil. Untuk
mendapatkan potongan yang rapih, biasanya menggunakan jig saw disertai dengan mal. Mata
gergaji jig saw yang kecil dengan penggunaan yang intense sering kali mengalami aus, tumpul
dan atau patah. Penggunaan jig saw dianjurkan pada material yang tipis karna mata jig saw tipis
juga sering kali tidak cukup akurat untuk potongan yang lurus pada material yang tebal.
Penggunaan jig saw pada pekerjaan yang free style dan seni cukup banyak membantu.
13. Nail Gun.
Dibandingkan harus memalu, nail gun memberikan efisiensi pekerjaan memaku lebih cepat.
Sering digunakan pada pertukangan seperti pembuatan sofa, atau furniture lainnya yang
menggunakan kayu lapis, biasanya nail gun yang digunakan mengandalkan kompresor. Namun
demikian saat ini sudah banyak pula nail gun yang cordless. Alat ini menembakkan paku yang
disusun pada magazinenya sehingga user tidak perlu repot-repot mengeluarkan tenaga untuk
memukul.
14. Hand Sander.
Sebelum permukaan material dapat difinishing sebaiknya permukaan tersebut sudah dalam
kondisi yang halus dan tidak terdapat kotoran lagi sehingga hasil finishing pun bisa maksimal,
hand sander yang merupakan alat yang merevolusi pekerjaan amplas dapat mempermudah
pengerjaan penghalusan ini. Hand sander ada yang bekerja maju mundur dan bergetar ada pula
yang memutar dan disebut orbital sander. Hand sander biasanya digunakan untuk
memaksimalkan hasil ketam mesin agar permukaan lebih halus pada permukaan yang sedang
hingga luas.
15. Tuner.
Sering juga di sebut Engraver. Anda termasuk user yang sering mengerjakan objek kecil atau
pekerjaan-pekerjaan detail tentunya anda cukup familiar dengan mesin yang satu ini. Tuner pada
prinsipnya mirip dengan bor dengan rpm yang bervariasi. Ada cukup banyak jenis tuner
dipasaran yang masih dipimpin oleh merek Dremel. Tuner berguna untuk membuat detail,
menghaluskan atau memoles bagian-bagian yang sulit dijangkau oleh mesin lain. Pada
pembuatan model skala seperti action figur, tuner sangatlah dibutuhkan.
15 JENIS SPECIAL SERVICE TOOLS
1. Bearing Puller Attachment merupakan alat khusus yang diciptakan untuk melepas
bantalan pada posisi yang sulit dijangkau oleh puller biasa. Cara penggunaan cukup
keraskan bearing spliter hingga mendesak bearing. Kemudian tingga putar batang
pemutar hingga bearing terangkat dan terlepas dari tempatnya.
2. Oil Seal Puller berfungsi untuk melepas perapat oli pada komponen-komponen seperti
transmisi, kaki-kaki, dan lain sebagainya. Bentuknya seperti palu yang mempunyai ujung
lancip dan melengkung.
3. Bearing Cup Puller sama seperti bearing puller. Namun dalam penggunaannya berbeda
yaitu untuk melepas bantalan atau bearing yang terpasang pada area silindris sehingga
harus di dorong dari dalam. Cara penggunaannya yaitu dengan memasukkan kaki-kaki ke
silindris tempat bantalan kemudian tarik tuasnya hingga bantalan terlepas.
4. Universal Puller berfungsi untuk mempermudah pelepasan atau pemasangan komponen
tanpa adanya proses pemukulan atau penekanan yang tidak merata. Universal puller
biasanya terdiri dari dua kaki atau arm dan tiga kaki.
5. Clutch Aligning Tool atau clutch center merupakan alat khusus yang digunakan untuk
memposiskan kopling apakah sudah benar-benar ditengah atau belum sebelum baut
penekan dipasang. Hal ini bertujuan agar transmisi mudah masuk saat pemasangan.
6. Sliding Hammer merupakan alat khusus yang berfungsi untuk melepas komponen yang
memerlukan hentakan atau kejutan seperti bearing roda dan lain sebagainya. Sliding
hammer terdiri dari handle, dan hammer.
7. Ring Compressor merupakan alat khusus yang berfungsi untuk menekan ring piston pada
saat pemasangan agar mudah masuk kedalam silinder. Piston ring compressor terbuat dari
plat yang dibentuk silindris dan dapat disetel ukurannya disesuaikan dengan ukuran
piston.
8. Piston Ring Plier atau tang ring torak merupakan alat khusus yang digunakan untuk
melepas dan memasang ring piston agar tidak mengalami kerusakan.
9. Valve Spring Compressor merupakan alat khusus yang befungsi untuk memasang dan
melepas pengunci katup pada tapper.
10. Oil Filter Remover berfungsi untuk melepas dan memasang filter oli atau filter lain yang
berbentuk tabung atau silindris. Dikarenakan bentuknya tabung maka perlu alat khusus
ini agar filter oli mendapatkan momen kekencangan yang pas sehingga tidak timbul
kebocoran.
11. Coil Spring Compressor merupakan alat khusus yang berfungsi untuk menekan pegas
koil sehingga mempermudah melepas dan memasang komponen shock absorber.
12. Ball Joint Sparator atau treker ball joint merupakan alat khusus yang berfungsi untuk
melepas ball joint dari dudukannya. Ada tiga jenis ball joint sparator yaitu ball joint
splitter puller, splitter scissor, dan drafter ball joint splitter (fork). Semua memiliki fungsi
yang sama.
13. Tie Rod Remover merupakan alat khusus yang berfungsi untuk melepas tie rod.
14. Disc Brake Piston Compressor merupakan alat khusus yang berfungsi untuk menekan
piston caliper untuk mempermudah pemasangan kampas rem baru.
15. SST Impact Wrench
Dan contoh SST terakhir yang akan saya bagikan kali ini adalah peralatan SST yang memiliki
fungsi untuk mempercepat proses membuka mur ataupun baut, entah itu mur roda, baut pengikat
chassis body, baut understeel dan lain sebagainya. Dengan adanya impact ini membuat pekerjaan
kita menjadi lebih cepat karena cukup dengan memenct tombol impact, secara otomatis impact
akan terputar dengan kencang dan membuka mur atau baut yang ingin dibuka. Impact wrench ini
ada yang digerakkan menggunakan listrik ( portable ) dan ada juga yang digerakkan dengan
menggunakan tenaga angin dari kompressor udara.