Anda di halaman 1dari 33

No Area Proses Utama

1 Area penjemputan linen kotor Pegangkutan linen Infeksius linen infeksius


dan non infeksius untuk dilakukan pencucian

Pemisahan Linen Infeksisus dan non


infeksisus (penyortiran) berdasarkan tingkat
kekotorannya

Pencucian linen infekius meliputi


penggundaran dan pencucian dengan mesin
2 Area Pencucian cuci infeksius
Penytrikaan pada linen yang telah kering
menggunakan setrika yang pengaturan
panasnya dapat diatur secara manual

3 Area Penyetrikaan
pengemasan linen berdasarkan jenis linen
dan pendistribusian ruang

4 Area pengemasan
Area pendistribusian linen ke
ruangan

linen yang sudah di pecking akan


didistribusikan ke rauang-ruang (ruang
5 rawatan, Ok, mushola, dan ruang laiinya)
Daftar Identifikasi Bahaya Dan Resiko K3 unit Londri

Aktifitas Jenis Aktifitas Kode Bahaya

Pengangkutan menggunakan troli


linen kotor dimana alur
penjemputannya dari lantai 1 menuju
lantai 2 kemudian lantai 3 menuju
area pencucian yang ada di lantai 1. R CD

linen infeksius dan non infeksisus


dipilah dan dipisah berdasarkan
tingkat kekotorannya untuk
menentukan jumlah volume bahan
pembersih yang digunakan

R GK

1) Petugas melakukan penggundaran


linen yang tingkat kekotorannya tinggi
(noda darah) dimana penggundaran
linen di beri bahan oxygen bleach.
2) pencucian menggunakan
mesin cuci infeksius dengan diberi
sedikit oxygenbleach agar sisa-sisa
noda darah yang masih ada tersisa
dapat terbuang dengan maksimal

R Gk, CD
petugas melakukan penyetrikaan
semua linen yang telah kering yang
dilakukan pada area penyetrikaan

R CD

pengemasan linen menggunakan


plastik packing ukuran 35, 40 dan 60
dimana alat yang dibutukan utuk
melakukan pemekingan plaster dan R CD
gunting.

pendistribusian linen bersih ke


ruangan menggunakan troli bersih
dimana alur pengantarannya lantai 1
(kantor atas mukena, mushola
meliputi sajadah serta mukena, lantai
2 (rawatan meliputi alas kasur, alas
bantal, serta selimut) dan lantai 3 (ok R CD
meliputi DUK besar, Duk kecil, perlak,
baju ok serta lainnya)
ftar Identifikasi Bahaya Dan Resiko K3 unit Londri RSKB Kartika Docta

Skenario Bahaya Risiko

Mendorong kereta linen yang berat dari lantai 1 ke cidera pada kaki/ tangan
lantai 3 berpotensi adanya bahaya resiko jatuh pada jika petugas terjatuh
petugas jika petugas tidak berhati-hati , kemudian ketika mendorong troli
lantai tangga tidak di pasang anti slip sehingga dari lantai 3 ke lantai 1
potensi terjadinya lebih besar.

1) Kegiatan pemisahan linen infeksius yang dilakukan tertular penyakit, karena


petugas, beresiko terjadinya infeksi bakteri dari dapat terjadi infeksi
bakteri-bakteri yang telah terkontaminasi pada linen nosokomial, kemudian
yang di sortir dimana noda yang ada pada linen itu infeksi penyakit kulit
darah, muntahan pasien, cairan kotoran pasien, dan (ruam kulit, gatal gatal),
kondisi ini jika sering terpapar akan menimbulkan ISPA (infeksi saluran
penyakit pada petugas linen diantaranya dapat pernafasan atas)
menimbulkan infeksi penyakit kulit. 2)
tertusuk benda tajam yang masih ada pada linen
kotor (gunting/ pisau bedah yang tertinggal)

1) kegiatan pencucian linen dengan menggunakan 1) Tertular penyakit


bahan oxygen bleach dapat menyebabkan tangan (infeksi nosokomial) 2)
gatal karena oxygen bleach termasuk bahan yang luka bakar pada tangan (
harus hati-hati dalam penggunaannya jika bahan karena bahan oxygen
oxygen bleach terkena tangan dapat menimbulkan yang panas) 3) cidera
gangguan kulit. pada tangan karena
2) pencucian linen dengan mesin cuci jika terjepit pintu 4)
tidak hati-hati tangan bisa terjepit, dapat terjadi kehilangan nyawa jika
korsleting (hubungan arus pendek) pada mesin cuci terjadi kebakaran 5)
dan menimbulkan kebakaran. 3) gangguan kesehatan
paparan gas dari reaksi kimia akibat pencampuran (infeksi kulit)
bahan kimia yang digunakan untuk penucucian
dengan kotoran yang ada pada linen (darah, cairan
pasien dll)
1) tersentuh setrika panas 2) 1) luka bakar 2)
gangguan pada mata karena pencahayaan ruang gangguan penglihatan
penyetrikaan yang kurang. 3) (mata perih karena fokus
bahaya ergonomi ketika posisi duduk petuga saat pada area yang gelap)
menyetrika tidak ergonomis 3) sakit
pinggang, pegal linu dan
nyeri sendi

tangan tersayat gunting ketika melakukan


pengguntingan plaster yang tidak rapi 2)

Tangan terluka

1) beban pakean yang di bawa berlebihan beresiko 1) cidera pada kaki/


jatuh terutama ketika mendorong kereta linen dari tangan jika petugas
tangga lantai 1 hinnga 3 2) bahaya ergonomis terjatuh karena tidak
jika beban kereta melebihi kapasitas yang seharusnya sanggup mendorong
3) lantai tangga yang tidak beban yang berat 2)
dipasang anti slip juga beresiko jatuh untuk petugas penat-penat pada otot
tangan karena
mendorong beban yang
bukan peruntukannya
ka Docta

Penilaian Awal
Pengendalian yang Sudah Diterapkan Kemungkinan Keparahan
FA LA HK KP Per PG Nilai CD GK IP
1) Pemasangan anti slip pada tangga lantai 1
menuju lantai 2, dari lantai 2 menuju lantai 3
2) pengurangan
beban troli dengan melakukan lebih dari satu
kali pengangkutan linen kotor 4 1 1 1 1 2 1.7 2 2 1

1) Penyediaan alat pelindung diri (APD)


meliputi apron, masker, handskon, sepatu
boot. 2)
penggunaan bahan yang dapat
membersihkan noda-noda yang sulit
dibersihkan terutama noda darah yaitu
pembelian bahan khusus londri rumah sakit
diantaranya oxygen bleach serta emulfsifer
3) 4 1 3 1 3 3 2.5 3 4 2
perendaman/ pencucian dengan
menggunakan air panas agar bakteri yang
terdapat pada serat linen dapat mati/
berkurang.

1) Penyediaan alat pelindung diri (APD)


meliputi apron, masker, handskon, dan
sepatu boot.
2) pembersihan ruangan yang rutin dilakukan
oleh petugas setelah selesai beraktifitas
3) penyediaan
wastafel dilengkapi tisu dan handrub untuk
petugas melakukan CTPS baik akan
beraktifitas maupun setelah beraktifitas.
4) servis pada
mesin cuci pada servis khusus mesin cuci jika
terjadi gangguan pada mesin cuci baik itu 4 2 3 1 2 3 2.5 3 4 2
gangguan sekecil apapun untuk menghindari
risiko yang lebih besar.
5) training petugas dalam
pengunaan alat
1) membuat batas area
penyetrikaan,penyediaan instrumen untuk
menyetrika (meja setrika, pemberian area
tanda penyetrikaan) 2) penambahan
penerangan sesuai intensitas penerangan 4 1 2 1 2 1 1.8 2 3 1
yang dibutuhkan 3) menyediakan kursi yang
ergonomis

training petugas untuk bekerja dengan hati-


hati

1) Pemasangan anti slip pada tangga lantai 1


menuju lantai 2, dari lantai 2 menuju lantai 3
2) penyesuaian
kapasitas troli dengan beban yang ditetapkan
(troli tidak boleh melebihi kapasitas)
3) training petugas dalam
teknik yang baik dalam mndorong kereta
linen ( posisi ergonomi yang baik)
Keparahan Nilai Risiko
KG Nilai

2 2 3.4

2 4 10

2 4 10
1 3 5.4
DAFTAR IDENTIFIKASI BAHAYA DAN RESIKO K3 PADA UNIT KERJA LON

Kode
No Area Proses Utama Aktifitas Jenis Aktifitas Skenario Bahaya Risiko
Bahaya

1 Area Pegangkutan linen Pengangkutan Beban kereta linen melebihi 1) Cidera pada kaki/ tangan
penjemputa Infeksius dan non menggunakan troli linen kapasitas, sehingga mendorong karena petugas terjatuh
n linen kotor infeksisius ke kotor dimana alur kereta linen yang berat dari lantai karena mendorong beban
ruang-ruangan penjemputannya dari lantai 1 ke lantai 2 kemudian ke lantai 3 yang berat serta lantai yang
dimulai dari area 1 menuju lantai 2 kemudian CD yang berpotensi adanya bahaya tidak dipasang anti slip
lantai 3 hingga lantai 3 menuju area serta lantai tangga yang tidak di
lantai 1 pencucian yang ada di pasang anti slip sehingga potensi
lantai 1 terjadinya lebih besar.

2) Penat-penat pada otot


tangan karena mendorong
beban yang bukan
peruntukannya
R CD

3) Sakit pinggang karena


posisi ergonominya tiadak
tepat ketika mendorong
kereta (posisi tidak pas)
CD
2 Pemisahan Linen linen infeksius dan non 1) Kegiatan pemisahan linen 1) Infeksi Nosokomial
Infeksisus dan non infeksisus dipilah dan infeksius yang dilakukan petugas
infeksisus dipisah berdasarkan tingkat sangat beresiko bagi kesehatan
(penyortiran) kekotorannya untuk GK petugas karena petugas harus
berdasarkan menentukan jumlah volume menyortir linen yang telah
tingkat bahan pembersih yang terinfeksi/ terkontaminasi oleh
kekotorannya digunakan cairan tubuh, darah, feces dan
infeksi lainnya untuk mengetahui 2) Gangguan Kulit (gatal-gatal,
tingkat kekotoran linen yang akan jamuran dll)
di cuci sehingga dapat
menentukan kapasitas volume
bahan londri yang akan digunakan,
kegiatan ini beresiko terjadinya
GK penularan infeksi kepada petugas
baik penularan secara kontak,
CommonVehicle, maunpun
melalui inhalasi.
2) Tertusuk benda tajam
yang masih ada pada linen kotor
(gunting/ pisau bedah yang
tertinggal) 3) Luka Robek
3) Kegiatan penyortiran linen
menyebabkan debu-debu yang
ada pada linen mengontaminasi
R area sekitar pencucian

CD
CD

4) Gangguan pernafasan
(sesak nafas)

Area
Pencucian

Pencucian linen 1) Petugas melakukan 1) Kegiatan pencucian linen


infekius meliputi penggundaran linen yang dengan menggunakan bahan
penggundaran dan tingkat kekotorannya tinggi oxygen bleach dapat
pencucian dengan (noda darah) dimana menyebabkan tangan gatal karena
mesin cuci penggundaran linen di beri GK oxygen bleach termasuk bahan 1) infeksi nosokomial
infeksius bahan oxygen bleach. yang harus hati-hati dalam
2) penggunaannya jika bahan oxygen
pencucian menggunakan bleach terkena tangan dapat
mesin cuci infeksius dengan menimbulkan gangguan kulit.
diberi sedikit oxygenbleach
agar sisa-sisa noda darah 2) Pencucian linen dengan
yang masih ada tersisa mesin cuci jika tidak hati-hati 2) Luka bakar pada tangan
dapat terbuang dengan CD tangan bisa terjepit, terjadi ( karena bahan oxygen yang
maksimal korsleting (hubungan arus pendek) panas)
pada mesin cuci dan menimbulkan
kebakaran.
3) Paparan gas dari
CD reaksi kimia akibat pencampuran 3) Cidera tangan karena
bahan kimia yang digunakan untuk terjepit pintu
penucucian dengan kotoran yang
ada pada linen (darah, cairan
pasien dll)
R
kebakaran.
3) Paparan gas dari
reaksi kimia akibat pencampuran
bahan kimia yang digunakan untuk
penucucian dengan kotoran yang
ada pada linen (darah, cairan
pasien dll)
R

4) Kehilangan nyawa jika


IP terjadi kebakaran

5) Gangguan kulit (infeksi kuli


CD meliputi gatal-gatal, jamur dll)

3 Area Penytrikaan pada Petugas melakukan Tersentuh setrika panas karena


Penyetrikaa linen yang telah penyetrikaan semua linen kurang fokus dalam pekerjaan, 1) Luka bakar
CD
n kering yang telah kering yang kemudian pencahayaan yang
menggunakan dilakukan pada area kurang meyebabkan mata pedih
setrika yang penyetrikaan ketika kegiatan penyetrikaan 2) Gangguan penglihatan
pengaturan berlangsung lama,serta posisi
panasnya dapat GK duduk petugas yang tidak
diatur secara ergonomis ketika menyetrika
manual sehingga pinggang pegal-pegal
R dan linu.
pengaturan berlangsung lama,serta posisi
panasnya dapat duduk petugas yang tidak
diatur secara ergonomis ketika menyetrika
manual sehingga pinggang pegal-pegal
R dan linu.
3) Nyeri pinggang

CD

4 Area Pengemasan linen Pengemasan linen Tangan tersayat gunting ketika


pengemasa berdasarkan jenis menggunakan plastik melakukan pengguntingan plaster
n linen dan packing ukuran 35, 40 dan yang tidak rapi
pendistribusian 60 dimana alat yang
ruang dibutukan utuk melakukan
pemekingan plaster dan R CD Tangan terluka
gunting.

5 Area 1) Cidera pada kaki/ tangan


pendistribus karena petugas terjatuh
ian linen ke karena mendorong beban
ruangan yang berat serta lantai yang
tidak dipasang anti slip
CD

Pendistribusian linen bersih


ke ruangan menggunakan
troli bersih dimana alur Beban kereta linen melebihi
Linen yang sudah pengantarannya lantai 1 kapasitas, sehingga mendorong
di pecking akan (kantor atas mukena, kereta linen yang berat dari lantai
didistribusikan ke mushola meliputi sajadah 1 ke lantai 2 kemudian ke lantai 3
rauang-ruang serta mukena, lantai 2 R yang berpotensi adanya bahaya
(ruang rawatan, (rawatan meliputi alas serta lantai tangga yang tidak di
Ok, mushola, dan kasur, alas bantal, serta pasang anti slip sehingga potensi
ruang laiinya) selimut) dan lantai 3 (ok terjadinya lebih besar.
meliputi DUK besar, Duk
kecil, perlak, baju ok serta
lainnya)
Pendistribusian linen bersih
ke ruangan menggunakan
troli bersih dimana alur 2) Penat-penat pada otot
Beban kereta linen melebihi tangan karena mendorong
Linen yang sudah pengantarannya lantai 1 kapasitas, sehingga mendorong beban yang bukan
di pecking akan (kantor atas mukena,
kereta linen yang berat dari lantai peruntukannya
didistribusikan ke mushola meliputi sajadah 1 ke lantai 2 kemudian ke lantai 3
rauang-ruang serta mukena, lantai 2 R CD yang berpotensi adanya bahaya
(ruang rawatan, (rawatan meliputi alas serta lantai tangga yang tidak di
Ok, mushola, dan kasur, alas bantal, serta pasang anti slip sehingga potensi
ruang laiinya) selimut) dan lantai 3 (ok terjadinya lebih besar.
meliputi DUK besar, Duk
kecil, perlak, baju ok serta
lainnya) 3) Sakit pinggang karena
posisi ergonominya tiadak
tepat ketika mendorong
kereta (posisi tidak pas)
CD
DAN RESIKO K3 PADA UNIT KERJA LONDRI

Penilaian Awal
Pengendalian Yang Sudah Diterapkan Kemungkinan Keparahan
Nilai Resiko Tingkat Resiko
FA LA HK KP Per PG Nilai CD GK IP KG Nilai
1) Pemasangan anti slip pada tangga
lantai 1 menuju lantai 2, dari lantai 2 ke
lantai 3
2) Penggunaan kapasitas troli sesuai
kapasitas yang sudah ditetapkan 4 1 2 1 3 3 2,3 4 2 2 3 4 9,2 H

Training petugas bagaimana posisi yang


baik dan benar ketika mendorong troli
(petatihan dari segi ergonomis
penggunaaan peralatan)
4 1 4 1 2 1 2,2 2 1 1 1 2 4.4 M

Training petugas bagaimana posisi yang


baik dan benar ketika mendorong troli
(petatihan dari segi ergonomis
penggunaaan peralatan)
4 1 4 1 2 1 2,2 2 1 1 1 2 4,4 M
1) Penyediaan alat pelindung diri (APD)
meliputi apron, masker, handskon,
sepatu boot.
2) Pembersihan lingkungan kerja 4 1 1 1 1 2 1,7 4 4 2 3 4 6,8 M

1) Penyediaan alat pelindung diri (APD)


meliputi apron, masker, handskon,
sepatu boot.
2) Penggunaan bahan londri khusus
rumah sakit agar kotoran pada linen
dapat terbuang dengan cepat tanpa
petugas harus berlama-lama kontak 4 1 4 1 1 1 2 3 1 2 1 3 6 M
dengan linen yang kotor

1) Penyediaan APD
2) Training petugas londri untuk
memilah dengan hati-hati dan tidak
tergesa-gesa terhadap linen yang akan
di cuci
3)Melaporkan kepada Ka. Sanitasi jika
ada temuan benda tajam

4 1 1 1 2 2 1,8 3 2 2 2 3 5,4 M
1)Penyediaan alat pelindung diri (APD)
meliputi apron, masker, handskon,
sepatu boot.
2) Pembersihan ruangan yang terdiri
dari pembersihan rutin serta mingguan
4 1 4 1 1 3 2,3 3 4 2 2 4 9,2 H

1)Penyediaan alat pelindung diri (APD)


meliputi apron, masker, handskon,
sepatu boot. 2) Pembersihan ruang
harian dan mingguan
4 1 1 1 1 2 1,7 4 4 2 3 4 6,8 M

1) training petugas untuk bekerja


dengan hati-hati
2) membuat protap cara penggunaan
bahan khusus londri 4 1 1 1 1 2 1,7 3 2 2 1 3 5,1 M

training petugas untuk bekerja dengan


hati-hati 4 1 1 1 1 2 1,7 2 1 2 1 2 3,4 M
1) Training petugas untuk bekerja
dengan hati-hati
2) Petugas wajib melaporkan kepada
Ka. Sanitasi setiap kejanggalan yang
terjadi pada peralatan yang digunakan
4 1 1 3 2 2 2,2 4 2 4 3 4 8,8 M

1) Penyediaan alat pelindung diri (APD)


meliputi apron, masker, handskon,
sepatu boot.
2) Penyediaan wastafel untuk CTPS
dilengkapi handdrub serta tisu setelah
kontak dengan bahan kimia
4 1 4 1 1 1 2 3 1 2 1 3 6 M

training petugas untuk bekerja dengan


hati-hati 4 1 1 1 1 2 1.7 3 2 2 2 3 5.1 M

Penyesuain pencahayaan ruangan


sesuai kepasitas lux pencahyaan ruang
yang dibutuhkan 4 1 1 1 1 1 1.5 2 1 2 1 2 3 M
Training petugas bagaimana posisi yang
baik dan benar (petatihan dari segi
ergonomis ) seperti sikap posisi duduk
yang ergonomis
4 1 4 1 2 2 2.3 2 1 1 1 2 4.6 M

Training petugas untuk bekerja dengan


hati-hati

4 1 1 1 1 3 1.8 3 2 2 1 3 5.4 M

1) Pemasangan anti slip pada tangga


lantai 1 menuju lantai 2, dari lantai 2 ke
lantai 3
2) Penggunaan kapasitas troli sesuai
kapasitas yang sudah ditetapkan
4 1 2 1 3 3 2.3 4 2 2 3 4 9.2 H
Training petugas bagaimana posisi yang
baik dan benar ketika mendorong troli
(petatihan dari segi ergonomis
penggunaaan peralatan)
4 1 4 1 2 1 2.2 2 1 1 1 1 4.4 M

Training petugas bagaimana posisi yang


baik dan benar ketika mendorong troli
(petatihan dari segi ergonomis
penggunaaan peralatan)
4 1 4 1 2 1 2.2 2 1 1 1 1 4.3 M
No Area Proses Utama Aktifitas

Mempersiapan bahan makanan Memotong, Mengupas


sebelum diolah untuk makan pasien bahan makanan

Tempat Persiapan Bahan


1 Makanan

mempersiapankan dan meracik memblender bumbu


bumbu untuk masakan

Penyalinan minyak panas yang Menyalin minyak dari


berlebih ke dalam wadah setelah wajan ke wadah
menggoreng

Tempat Pengolahan
2 Bahan Makanan
Tempat Pengolahan
2 Bahan Makanan

Menggoreng bahan makanan yang Penggorengan


akan diberikan kepada pasien

3 Pengantaran/Pengambilan
piring dengan troli dari
lantai 1 sampai lantai 3

Area
Pengantaran/Penjemputa Pengantaran/pengambilan piring dari
lantai 1 sampai lantai 3
n piring
DAFTAR IDENTIFIKASI BAHAYA DAN RESIKO K3

Kode
Jenis Aktifitas Skenario Bahaya Risiko
Bahaya

Cidera/luka Pada tangan


petugas kurang hati-hati dalam petugas terkena pisau saat
memotong bahan makanan, memotong bahan makanan
R CD
sehingga pisau yang digunakan yang berpotensi adanya
terkana tangan petugas bahaya karna petugas kurang
hati-hati

Petugas memblender bumbu


( bawang merah,putih ) dan tiba- petugas kena sentrum dan
R CD tiba keluar percikan api karna trauma
stok kontak konslet

Petugas setelah menggoreng


bahan makanan, ada minyak
goreng yang berlebih yang bisa
digunakan untuk penggorengan
selanjutnya, petugas menyalin cidera/ luka bakar/ lembam
J CD minyak goreng tersebut kedalam pada tangan/kaki yang tekena
wadah, karna kurang hati-hati siraman minyak panas
dan memegang wajan yang
kurang pas sehingga minyak
tumpah dan kena tangan/kaki
petugas
Petugas sedang
menggoreng/memasak tiba-tiba
CD/KG keluar api dari selang dan dengan petugas mengalami luka
R cepat api merembas ke tempat bakar 80%
lain disertai dengan bunyi
ledakan

Beban troli terlalu berat dan cidera pada kaki/tangan


menumpuk melebihi kapasitas karena petugas terjatuh
sehingga petugas kewalahan dan mendorong troli beban yang
lantai tangga yang licin potensi berat serta melebihi kapasitas
terjadinya lebih besar

R CD
HAYA DAN RESIKO K3 PADA UNIT KERJA GIZI

Pengendalian Yang Sudah Diterapkan Kemungkinan


FA LA HK KP Per

Training petugas bagaimana cara 4 1 2 1 3


memotong dan mengupas yang benar

Ingatkan Petugas lebih berhati-hati dan cek 4 1 1 1 1


stok kontak secara berkala

Training petugas/ beri arahan langkah yang 3 1 1 1 1


baik, dan menggunakan APD
Training petugas bagaimana cara mencek
tabung gas, selang yang baik untuk 4 2 1 1 1
digunakan

Training petugas bagaimana posisi yang pas


saat mendorong dan berapa kapasitas yang
baik

4 2 1 1 1
Penilaian Awal
an Keparahan
Nilai Resiko
PG Nilai CD GK IP KG Nilai

2 2.1 1 1 1 1 1 2.1

1 1.5 4 4 3 4 4 6

1 1.3 1 1 1 1 1 1.3
2 2 4 4 4 4 4 8

2 1.8 2 2 1 2 2 3.6
Tingkat Resiko

L
M

M
DAFTAR IDENTIFIKASI RESIKO PADA PASIEN

Penilaian Awal
Kode
No Area Proses Utama Aktifitas Jenis Aktifitas Bahaya Skenario Bahaya Risiko Pengendalian Yang Sudah Diterapkan Kemungkinan Keparahan
Nilai Resiko Tingkat Resiko
FA LA HK KP Per PG Nilai CD GK IP KG Nilai

petugas kurang memperhatikan pasien yang dietnya Diabetes


Kesalahan dalam pemberian/ Setelah makanan di wrap, dalam pemberian etiket sehingga makan dengan porsi makanan lebih teliti dan memperhatikan lagi pada
1 Penyajian Makanan penulisan diet lalu di beri etiket gizi R GK makanan pasien yang diet DM pasien diet biasa, sehingga saat pemberian etiket 4 1 1 1 1 1 1.5 2 2 1 1 2 3 L
tertukar dengan makanan pasien gula darah pasien riwayat DM
diet biasa. tinggi

sarapan pasien telambat


2 Ruangan gizi keterlambatan karyawan Pemberian Sarapan pasien R GK petugas yang dinas pagi petugas yang dinas pagi 10 menit sebulum
terlambat karena hujan dijalan terutama pada pasien riwayat jam dinas sudah berada di rumah sakit 4 1 1 1 1 1 1.5 2 2 1 1 2 3 L
diabetes tidak tepat

Anda mungkin juga menyukai