Anda di halaman 1dari 4

Nama : Fitri Yani Br Perangin Angin

Npm : 16.11.067
Kelas : Psik 4.1
Mata Kuliah : Keperawatan Kritis

SOAL KASUS PENGKAJIAN SISTEM ENDOKRIN DAN INTEGUMENT :

Tn.D 58 Tahun Datang Ke RS Dengan Keluhan Pusing Lemah, Pasien Mengeluh


Kram,Kebas, Gatal Dan Merasa Panas Pada Kedua Kaki. Pasien Sering Merasa Lapar Dan
Cepat Haus Walaupun Beberapa Jam Sesudah Makan. Pasien Menyatakan Sering
Mengalami Luka Kecil Di Kaki Kanan Tanpa Disadari. TD 110/80 Mmhg, HR:89, RR: 20,
T:37*C .Luka Di Kaki Sebelah Kanan Berukuran 5x5 Cm, Warna Luka Nekrotik Dan Sudah
6 Bulan Yang Lalu Sembuh. KGD: 350 Gr/Dl (Puasa) KGD 2 Jam PP :250 Gr/Dl
Data Lain Yang Ditemukan Adalah Tn.D Jarang Olahraga, Perorok Jenis Kretek Dengan
Jumlah 2 Bungkus Perhari, BB 82kg Selama Sakit. Saat Sakit BB: 80 Kg, TB: 170cm. ABI
1.2 Mmhg, CRT < 0,3 Detik. Kaki Sebelah Kanan Denyut Nadi Kuat Dan Teratur.
Monofilanient (F) Kuku Normal, Edema Kaki (-). Pasien Makan Nasi Putih Dengan Lauk-
Pauk Lainnya , Makan Tidak Teratur , Minum Yang Dikonsumsi Air Putih + Teh . Bak 6-8
Xhari . Jumlah 1350 Cc Berwarna Kuning Sedikit Keruh , Nyeri Hebat Pada Eks Kanan
Bagian Dorsum.

PEMBAHASAN KASUS

PENGKAJIAN

DATA SUBJEKTIF
 Klien Mengatakan Pusing,Lemah
 Klien Mengeluh Kram,Kebas ,Gatal Dan Panas Pada Kedua Kaki
 Klien Sering merasa lapar dan cepat haus
 Klien sering mengalami luka kecil tanpa disadari
 Klien jarang melakukan olahraga, perokok jenis kretek dalam jumlah 2 bungkus/
hari.

DATA OBJEKTIF
 TD : 110/80 mmHg , HR :89 x/I ,RR :20 x/i ,T :37 C
 Terdapat luka kecil dikaki sebelah kanan berukuran 5 x 5 Cm ,dengan luka nekrotik 6
bulan belum sembuh.
 KGD 350 gr/dl (puasa),KGD 2 jam PP :250 gr /dl
 Pada kaki sebelah kanan denyut nadi kuat dan teratur, monofilament (+)
 Kuku normal
 Edema kaki (-)
 Selama sakit BB 80kg dari 82kg, TB 170 cm
 ABI 1,2 mmHg, CRT < 0,3 detik
 Pasien makan nasi putih ditambah lauk pauk, tidak teratur, minum air putih ditambah
teh.
 BAK: 6-8x/ hari, urine : 1300 cc dengan warna sedikit keruh.
 Pasien merasa nyeri sangat hebat.

ANALISA DATA

No Data Fokus Etiologi Masalah Keperawatan


1 DS : - pasien makan nasi putih Kurang pengetahuan Resiko ketidakstabilan
ditambah lauk pauk, makan tentang managemen kadar glukosa darah.
tidak teratur, minum air putih diabetes
ditambah teh.
DO : KGD puasa 300 gr/dl
KGD 2 jam PP 250
2 DS: - Klien mengeluh keram, Nekrosis kerusakan Kerusakan integritas kulit
kebas, gatal dan panas pada kaki jaringan (nekrosis
- Pasien sering mengalami luka ganggren)
luka kecil tanpa disadari
DO : -terdapat luka di kaki
sebelah kanan berukuran 5x5
cm, warna luka nekrotik
- Kuku normal, tidak ada
edema.
- ABI 1,2 mmHg
- CRT < 0,3 detik
- Denyut nadi kuat teratur ,
monofilamen (+)
3 DS: - klien mengatakan pusing Gangguan Ketidak seimbangan nutrisi
lemah keseimbangan insulin kurang dari kebutuhan
- Klien sering merasa lapar dan nutrisi tubuh.
dan cepat haus
DO : - TD : 110/80 mmHg
HR : 89x/i
RR: 20x/i
T: 370C
- KGD puasa 350gr/dl per
2 jam PP : 250 gr/dl.
- BB SMRS 82 KG
- BB SMR 80KG
- BAK : 68x/hari
DIAGNOSA,NOC,NIC

No Diagnosa Tujuan dan kriteria hasil Intervensi Keperawatan


Keperawatan (NOC) (NIC)

1 Resiko ketidak 1. tujuan dan kriteria hasil : Managemen


stabilan kadar Defenisi : hiperglikemia:
glukosa darah  Keadaan dimana tingkat  Memantau gejala
glucose di plasma dan urin hiperglikemia,
dalam rentang normal. poliuria, polidipsi,
 Indicator:-glucosa darah polipagi, dan
dalam batas normal. kelelahan.
 Glucosa urin dalam batas  Berikan insulin yang
normal. sesuai
2. Managemen diabetes secara  Memantau status
mandiri. cairan
Defenisi  Membatasi gerakan
melakukan manajemen diabetes. gula darah.
pengobatan dan pencegahan  Mendorong pasien
terhadap pencegahan penyakit. untuk memantau gula
Indicator : darah.
 Memantau KGD dalam
batas normal.
 Mengobati gejala dari
hiperglikemia
3. kurangnya pengetahuan
tentang managenen diabetes.
4. pengetahuan tentang diet.
5.ketidak adekuatan dalam
memantau gula darah.

2. Kerusakan 1. integritas kulit dan membrane 1. Managemen tekanan


integritas kulit mukosa aktivitas :
Defenisi :  Memakaikan pakaian
keutuhan struktur dan fungsi pasien yang tidak
fisiologis normal dari kulit dan membatasi gerak.
membrane mukosa  Memantau pergerakan
Indicator : aktivitas pasien.
temperature kulit dalam batas  Memantau status
normal. nutrisi.
 susunan dalam batas normal  Memantau area kulit
 perfusi jaringan baik yang rusak.
 integritas kulit baik 2. perawatan luka
2. penyembuhan luka  Mengganti balutan
Indicator : plester
 Granulasi dalam keadaan  Mencatat karakteristik
baik luka, baik warna, bau
 Bekas luka dalam keadaan dan ukuran
baik.  Melakukan perawatan
 Penurunan ukuran luka luka dan memeriksa
luka.

3. Ketidak 1. Status Nutrisi 1. Management nutrisi


seimbangan Indicator : Aktivitas :
nutrisi kurang  Intake nutrisi adekuan  mengkaji adanya
dari kebutuhan  Intake cairan dalam batas alergi makanan
tubuh. normal  kolaborasi dengan ahli
2. asupan makanan dan cairan gizi
Indicator :  mengatur pola makan
 Intake makanan dan cairan dan gaya hidup pasien
melalui oral adekuat  memantau dan
 Intake cairan melalui mencatat masukan
intravena dalam batas nutrisi
normal  Menimbang berat
 Intake kalori, protein, badan pasien
lemak, karbohidrat, mineral  Memberikan informasi
dalam batas normal. yang tepat tentang
nutrisi
2. Terapi nutrisi
 Memantau masalah
minuman dan
makanan
 Berkolaborasi dengan
ahli gizi
 Memberikan makanan
sesuai dengan diet
yang dianjurkan
3. Monitor gizi
 Memantau BB
 Memantau mual dan
muntah
 Memantau turgor kulit
 Memantau tingkat
aktivitas.
 Memantau intake
nutrisi dan kalori.