Anda di halaman 1dari 5

Diskusi 2

Nama : Rini Susanti

NIM : 836395703

Mari kita lihat dulu apa yang di sebut fakata, peristiwa dan konsep

A. PERISTIWA
Peristiwa adalah hal-hal yang pernah terjadi, peristiwa merupakan suatu kejadian yang
benar-benar dan pernah terjadi, tetapi masih perlu dibuktikan kebenarannya, peristiwa ada
yang bersifat alamiah dan insaniah; peristiwa yang bersifat alamiah, seperti banjir, tsunami,
gempa bumi dan sebagainya. Peristiwa yang bersifat insaniah, seperti pemilu, pembangunan
jembatan, krisis moneter.

B. FAKTA
Secara harfiah kata fakta berarti sesuatu yang telah diketahui atau telah benar-benar
terjadi. Bisa juga diartikan bahwa ini adalah sesuatu yang dipercaya atau apa yang benar
merupakan kenyataan, realitas yang real, benar, dan juga merupakan kenyataan yang nyata.
Didalam sains, fakta memiliki makna tersendiri. Fakta merupakan hasil observasi yang
dibuktikan secara empiris karena itu sifat fakta bukan hasil perolehan secara acak, memiliki
relevansi dan berkaitan dengan teori. Fakta dapat menyebabkan lahirnya teori baru. Fakta
juga dapat merupakan alasan untuk menolak teori yang ada dan bahkan fakta dapat
mendorong untuk memperpanjang rumusan teori yang telah ada.
Menurut Banks fakta merupakan pernyataan positif dan rumusannya sederhana. Fakta juga
adalah data factual, contohnya berikut ini.
1.Jakarta adalah ibu kota Negara Republik Indonesia.
2.Jarak antara kota A ke kota B adalah 150 Km.
3.Bumi berputar mengelilingi matahari.
Ada fakta berupa data-data, misalnya keadaan penduduk disebuah desa, ada fakta yang
tampak sebagaimana keadaannya, misalnya kondisi jalan, kondisi bangunan, dan
sebagainya. Ada juga fakta sebagai hasil pengamatan secara lebih khusus, misalnya tentang
pendapatan rata-rata penduduk sebuah kampong, mata pencaharian pertama penduduk
desa A, dan seterusnya.
Namun demikian, perlu disadari bahwa fakta bukan tujuan akhir dari pengajaran IPS.
Pengetahuan yang hanya bertumpu kepada fakta akan sangat terbatas sebab:
1.Kemampuan kita untuk mengingat sangat terbatas.
2.Fakta itu bisa berubah pada suatu waktu, misalnya tentang perubahan iklim suatu kota,
perubahan bentuk pemerintahan, dan sebagainya.
3.Fakta hanya berkenaan dengan situasi khusus.
4.Fakta itulah yang akan memberikan raw material kepada konsep sebagai pilar-pilar kegiatan
intelektual.
Didalam kegiatan belajar-mengajar fakta harus dipetakkan dalam hubungan fungsional
dengan konsep dan generalisasi dengan cara yang sistematis. Dengan pandangan yang
seperti itu maka siswa akan mampu melihat hubungan diantara fenomena intelektual dan
menggunakannya kedalam upaya meraih pengetahuan yang bermakna. Sehingga dapat
dikatakan bahwa fakta merupakan pondasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Tugas guru, antara lain adalah membantu siswa membangun dan mengembangkan
konsep dan generalisasi, oleh sebab itu kegiatan belajar-mengajar, guru dan siswa harus
menggunakan serangkaian fakta ini sebagai dasar pembentukan konsep dan generalisasi.
Oleh karena aktivitas pengajaran itu berlangsung dalam rambu-rambu kurikulum maka
pijakan utama dalam proses kegiatan belajar-mengajar yaitu kurikulum, dalam hal ini
kurikulum SD 2006.
Fakta dalam IPS merupakan semua peristiwa atau kejadian nyata yang terjadi dalam
lingkungan sosial, contohnya : woman trafficking ( perdagangan wanita ), narkoba,
perampokan, pemerkosaan, dan sejenisnya.
Kejadian – kejadian tersebut disebut fakta IPS karena semua kejadian tersebut berhubungan
dengan manusia, yang mana manusia merupakan unsur pokok dari Ilmu Pengetahuan Sosial.
Fakta itu sendiri bertujuan untuk menghilangkan isu – isu sosial, sehingga isu-isu sosial
tersebut bias disebut fakta sosial.

C. KONSEP
Konsep adalah suatu istilah, pengungkapan abstrak yang digunakan untuk tujuan
mengklasifikasikan atau mengkategorikan suatu kelompok dari suatu benda, gagasan atau
peristiwa. Misalnya, kita mengatakan binatang klasifikasi dari jenis-jenis makhluk yang
disebutkan diatas. Jika kita menyebutkan kata “keluarga” maka kedalam konsep keluarga itu
termasuk bapak, ibu, anak-anak, saudara, dan sebagainya.
Untuk lebih menjelaskan pengertian tentang konsep, berikut ini dikemukakan beberapa
sifatnya.
1.Konsep itu bersifat abstrak. Ia merupakan gambaran mental tentang benda, peristiwa, atau
kegiatan. Misalnya, kita mendengar kata “kelompok”, kita bisa membayangkan apa
kelompok itu.
2.Konsep itu merupakan “kumpulan” dari benda-benda yang memiliki karakteristik atau kualitas
secara umum.
3.Konsep itu bersifat personal, pemahaman orang tentang konsep “kelompok” misalnya
mungkin berbeda dengan pemahaman orang lain.
4.Konsep dipelajari melalui pengalaman dengan belajar.
5.Konsep bukan persoalan arti kata, seperti didalam kamus. Kamus memiliki makna lain yang
lebih luas.
Dalam konsep terdapat makna denotatif dan makna konotatif. Makna denotative
berkenaan dengan arti kata, seperti pada kamus, misalnya arti kata Revolusi adalah
perubahan cepat dalam hal prosedur, kebiasaan, lembaga, dan seterusnya. Revolusi juga
mempunyai makna konotatif antara lain sebagai berikut:
1.Makna revolusi merangkum makna denotative.
2.Revolusi tidak sama dengan pemberontakan, melainkan kejadian yang penting yang telah
direncanakan dan diatur secara sungguh-sungguh.
3.Konsep revolusi ini mencakup kepemimpinan, baik oleh kelompok maupun perseorangan.
4.Revolusi juga berarti menentang segala sesuatu, apakah itu orang atau lembaga, lebih jauh
bukan hanya menentang tetapi juga melawan dengan kekuatan.
Inilah arti revolusi dalam pengertian konsep. Siswa harus memahami makna konsep ini.
Dalam perkembangan lebih lanjut para siswa akan memiliki pemahaman yang benar tentang
arti konsep dalam Revolusi Kemerdekaan Indonesia, Negara berkembang, pertumbuhan
ekonomi republik, kabinet, dan seterusnya.
Jika mereka tidak memperoleh arti yang benar tentang makna yang terkandung didalam
konsep-konsep tersebut, mereka akan memberi arti secara menggelikan. Contoh lain,
misalnya konsep Perang Dingin, apakah itu perang didaerah kutub utara? (Womarck : 32).
Pengajaran konsep disekolah sesungguhnya dalam rangka memahami makna konotatif,
karena itu pengajaran konsep harus:
1.Diberikan dalam sesuatu konteks bukan diterangkan tanpa ada kaitan dengan sesuatu, seperti
kita menjelaskan arti dari suatu istilah atau kata.
2.Siswa harus diberi kesempatan untuk sampai kepada pengertiannya sendiri tentang sesuatu
konsep, tentunya dengan bimbingan guru misalnya, guru menyuru mereka mendeskripsikan
sendiri.
3.Siswa harus membacanya sendiri, mendengarkan penjelasan, dan segera menuliskan makna
konsep segera setelah diperkenalkan.
Membentuk konsep merupakan intelektual, dan itu tidak mudah. Namun demikian,
perlu disadari bahwa sesungguhnya anak telah belajar konsep sejak belum masuk sekolah
dengan tingkat perkembangan dan kemampuan berfikirnya. Di sekolah mereka belajar
konsep yang semakin abstrak sifatnya atau simbolis.
Telah dijelaskan diatas bahwa membentuk konsep pada diri anak tidaklah mudah hal itu
disebabkan bahwa untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan kemampuan memilih
kelompok yang diobservasi berdasarkan satu atau lebih karakteristik umum, agar dapat
mengabstraksikan, dan membuat generalisasi. Dengan singkat dapat disimpulkan bahwa
konseptualisasi adalah proses mengkategorikan, mengklasifikasikan dan memberi nama
pada sekelompok objek.
1. Pengertian Konsep Dalam IPS
Konsep yaitu suatu ide yang menggambarkan hubungan antara dua atau lebih fakta seperti
konsep “ kebutuhan manusia “ yang berkaitan dengan berbagai hal, misalnya pakaian,
makanan, keselamatan, pendidikan, cinta dan harga diri.
Konsep dasar pengatahuan ( social studies ) adalah ilmu – ilmu sosial yang disederhanakan
untuk tujuan pendidikan. Pengertian ini, kemudian dibakukan dalam United States of
Education’s Standars Terminology for Curiculum and Instruction ( Darr dkk.1977:2 ) bahwa,
studi ilmu – ilmu sosial berisi aspek – aspek ilmu sejarah, ilmu ekonomi, ilmu politik,
sosiologi, antropologi, psikologi dan geografi yang dipilih sebagai bahan kajian dalam
pembelajaran di sekolah dan perguruan tinggi.
Konsep merupakan abstraksi atau pengertian abstrak, karena merupakan ide tentang
deduatu ( benda, peristiwa, hal-hal ) yang ada dalam pikiran. Ia mengandung pengertian dan
penafsiran ( bukan berwujud fakta konkrit ), Konsep membantu kita dalam mengadakan
penbedaan, penggolongan atau penggabungan fakta disekeliling kita, misalnya, kita
mengenal banyak data perang, seperti perang diponegoro, perang paregreg, perang aceh,
dan sebagainya

2. Konsep – Konsep Dalam IPS


Komponen – komponen ilmu sosial terdapat banyak sekali konsep – konsep, antara lain :
a. Konsep – konsep ilmu sejarah mengenal beberapa konsep, seperti migrasi, nasionalisme,
sosialisme, dll
b. Konsep – konsep ilmu ekonomi mengenal beberapa konsep, seperti tukar – menukar,
uang, pasar dll
c. Konsep – konsep ilmu geografi mengenal beberapa konsep, seperti tanah, udara, air,
sungai dll
d. Konsep – konsep ilmu antropologi mengenal beberapa konsep, seperti kebudayaan,
kepercayaan, adat dll
e. Konsep – konsep sosiologi mengenal beberapa konsep, seperti norma sosial, kelompok
sosial, organisasi sosial dll
f. Konsep – konsep psikologi sosial mengenal beberapa konsep, seperti norma perilaku
sosial, interaksi sosial dll
Konsep – konsep yang secara bersama – sama dimiliki oleh beberapa disiplin ilmu itu
disebut dengan istilah konsep inti

Yang termasuk dengan fakta, konsep dan peristiwa di lingkungan dan keluarga

Misalnya

- Faktanya:
Sekolah memiliki peraturan yang berlaku
Setiap peraturan yang dilanggar ada hukum atau konsekuensi yang didapat
- Konsep nya
Di sekolah ada Guru ada murid ada aturan
- Peristiwa
Murid terlambat datang kesekolah

Fakta
Di kota seperti Jakarta banyak masyarakat yang membuang sampah di sungai.
Dalam perindustrian banyak yang membuang limbah di sungai.
Dalam bidang pertanian banyak petani yang menggunakan pestisida dalam jumlah yang
berlebihan sehingga mengalir ke perairan sungai.
Ketiga tersebut adalah penyebab pencemaran air.
Tidak hanya yang melakukan yang ikut merasakan pengaruh pencemaran air, namun juga
semua warga masyarakat.

Konsep
Pencemaran air

Peristiwa

- Banjir di kota Jakarta

Dalam keluarga

Fakta

- Bahwa dalam keluarga ada Ayah ibu dan Anak


- Otoritas tertinggi ada di Ayah sebagai kepala keluarga
Konsepnya

- Keluarga

Peristiwa

- Pengambilan raport yang harus di ambil oleh orang tua