Anda di halaman 1dari 8

Nama : Arneta Sekar Arum Chusnia

Nim : 185059
Kelas : Pendidikan Matematika 2018 B

1. Jelaskan pengembangan kurikulum sesuai dengan masanya, keunggulan,


kelemahannya dan tujuan mendasar kurikulum tersebut!

Kurikulum 1984
Kurikulum 1984 model yang dipakai pada kurikulum ini yaitu CBSA (Cara Belajar Siswa
Aktif) atau Student Active Learning (SAL). Atas dasar perkembangan zaman antara
kebutuhan dan tuntutan masyarakat dan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap
pendidikan dalam kurikulum 1975 dianggap tidak sesuai lagi. Kurikulum 1984 dianggap
sebagai perbaikan atau revisi dari kurikulum 1975.

Kesesuaian Dalam Penyusunan Kurikulum 1984

Sudah sesuai karena digunakan untuk menyempurnakan kurikulum tahun 1975 yang
dianggap sudah tidak relevan lagi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan tuntutan ilmu
pengetahuan dan teknologi.

Ciri-ciri kurikulum CBSA


 Berorientasi pada tujuan instruksional. Didasari oleh pandangan bahwa pemberian
pengalaman belajar kepada siswa dalam waktu belajar yang sangat terbatas di sekolah
harus benar- benar fungsional dan efektif. Oleh karena itu, sebelum memilih atau
menentukan bahan ajar, yang pertama harus di rumuskan adalah tujuan apa yang harus
dicapai oleh siswa.
 Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui Cara Belajar Siswa Aktif
(CBSA). CBSA adalah pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada
siswa untuk aktif terlibat secara fisik, mental, intelektual, dan emosional dengan harapan
siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal, baik dalam ranah kognitif,
afektif, dan psikomotorik.
 Materi pelajaran dikemas dengan melalui pendekatan spiral. Spiral adalah pendekatan
yang digunakan dalam pengemasan bahan ajar berdasarkan kedalaman dan keluasan
materi pelajaran. Semakin tinggi dan jenjang sekolah, semakin dalam dan luas materi
yang diberikan.
 Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan, konsep-konsep yang
dipelajari siswa harus berdasarkan pengertian. Untuk menunjang pengertian alat peraga
sebagai media digunakan untuk membantu siswa memahami konsep yang dipelajari.
 Materi disajikan berdasarkan tingkat kesiapan atau kematangan mental siswa, dan
penyajian pada jenjang sekolah dasar harus melalui pendekatan kongkrit, semikongkret,
semiabstrak dan abstrak, dengan menggunakan pendekatan induktif dari contoh-contoh
ke kesimpulan dari yang mudah menuju ke yang sukar, dari yang sederhana menuju ke
yang kompleks.
 Menggunakan pendekatan keterampilan proses, keterampilan proses adalah pendekatan
belajar mengajar yang memberi tekanan kepada proses pembentukan keterampilan
memperoleh pengetahuan dan mengkomunikasikan perolehannya.Pendekatan
keterampilan proses diupayakan dilakukan secara efektif dan efesien dalam mencapai
tujuan pelajaran.

Kebijakan- kebijakan dalam penyusunan kurikulum 1984

1. Adanya perubahan dalam perangkat mata pelajaran inti, kalau pada kurikulum 1975
terdapat delapan pelajaran inti, pada kurikulum 1984 terdapat enam belasa mata
pelajaran  inti, Mata pelajaran yang termasuk kelompok inti tersebut adalah: Agama,
Pendidikan Moral Pancasila, pendidikan sejarah perjuangan bangsa , Bahasa dan sastra
Indonesia, Geografi Indonesia, Geografi Dunia, Ekonomi, Kimia, Fisika, biolagi,
Matematika, Bahas Inggris, Kesenian, Keterampilan, Pendidikan Jasmani dan olah raga,
Sejarah dunia dan Nasional.
2. Penambahan mata pelajaran pilihan yang sesuai dengan jurusan dan bakat siswa.
3. Perubahan program jurusan kalau semula pada kurikulum 1975 terdapat 3 jurusan di
SMA, yaitu IPA,IPS, Bahasa, maka dalam kurikulum 1984 jurusan di nyatakan dalam
program A dan B, program A terdiri dari:
1. A1, penekanan pada mata pelajaran fisika
2. A2, penekanan pada mata pelajaran Biologi
3. A3,penekanan  pada mata pelajarn Ekonomi
4. A4,penekanan pada mata pelajaran Bahas dan Budaya
Sedangkan program B adalah program yang mengarah kepada keterampilan kejuruan
yang akan dapat menerjunkan siswa langsung berkecimpung di masyarakat, Tetapi
mengingat program B memerlukan sarana sekolah yang cukup , maka program ini untuk
sementara ditiadakan.
 Pentahapan waktu pelaksanaan.
Kurikulum 1984 dilaksanakan secara bertahap dari kelas 1 SMA berturut tahun
berikutnya di kelas yang lebih tinggi.
Keunggulan Kurikulum 1984
1. Siswa menjadi lebih aktif dan kreatif .Dalam hal ini siswa pembelajaran di kondisikan
agar siswa sebagai pelaku yang akan beraktifitas secara kreatif dalam mengembangkan
materi yang akan di pelajari.
2. Guru sebagai fasilitator akan lebih tertantang.Dalam hal ini guru adalah fasilitator yang
akan mengembangkan strategi mengajar yang lebih kreatif,karena dia wajib menyedikan
umpan umpan dalam memberikan pengertian sebelum siswa termotivasi untuk
menyelesaiakn latihan
3. Terjadi komunikasi dua arah yang lebih representative.Dengan cara belajar siswa aktif
akan terdorong tumbuhnya diskusi yang menuntut komunikasi dua arah antara siswa dan
pendidik.
4. Kurikulum ini memuat materi dan metode yang disebut secara rinci, sehingga guru dan
siswa mudah untuk melaksanakannya.
5. Keterlibatan siswa di dalam kegiatan- kegiatan belajar yang telah berlangsung yang
ditunjukkan dengan peningkatan diri dalam melaksanakan tugas dan keberanian
mengemukakan pendapat dalam diskusi kelas
6. Anak dapat belajar dari pengalaman langsung.
7. Kualitas interaksi antara siswa sangt tinggi, baik intelektual maupun sosial.

Kelemahan Kurikulum 1984


1. Banyak sekolah yang mensalah tafsirkan metode CBSA. Mereka beranggapan diskusi
yang dilakukan menjadikan suasana gaduh di ruang kelas.
2. Guru dan siswa mengalami ketergantungan pada materi dalam suatu buku teks dan
metode yang disebut secara rinci, sehingga membentuk guru dan siswa tidak kreatif
untuk menentukan metode yang tepat dan memiliki sumber belajar sangat terbatas.
3. Proses pembelajaran hanya didominasi oleh seorang atau sejumlah siswa sehingga dia
menolak pendapat peserta lain. Siswa yang pandai akan bertambah pandai sedangkan
yang bodoh akan ketinggalan.
4. Guru berperan sebagai fasilitator, sehingga prakarsa serta tanggung jawab siswa atau
mahasiswa dalam kegiatan belajar sangat kurang. Selain itu, guru kurang komunikatif
dengan siswa.
5. Materi pelajaran tidak tuntas dikuasai siswa karena diperlukan waktu yang  banyak dalam
pembelajaran.
6. Isi dalam muatan kurang di perhatikan .Dalam hal ini proses pembelajaran hanya
berfokus pada interaksi siswa dan pendidik sehingga sering terlupakan muatan pelajaran
yang harus di sampaikan
7. Banyak sekolah yang mensalahtafsirkan metode CBSA. Mereka beranggapan diskusi
yang dilakukan menjadikan suasana gaduh di ruang kelas.
8. Guru berperan sebagai fasilitator, sehingga prakarsa serta tanggung jawab siswa atau
mahasiswa dalam kegiatan belajar sangat kurang. Selain itu, guru kurang komunikatif
dengan siswa.

Tujuan Kurikulum 1984


• Bertujuan mendidik siswa untuk menjadi manusia pembangunan sebagai warga negara
indonesia yang berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945.
• Bertujuan memberikan bekal kemampuan yang diperlukan siswa untuk dapat
melanjutkan pendidikannya ke lembaga pendidikan yang lebih tinggi.

2. Telaah kurikulum K-13 yang direvisi. Jelaskan revisi tersebut bagian apa, mengapa
dan tujuan di revisi!
a. Bagian yang direvisi
Terdapat empat poin perubahan yang dimiliki Kurikulum 2013 Revisi dibandingkan
kurikulum asli. Empat poin tersebut terletak dalam:
1. Tanggung Jawab Penilaian Kompetensi Spiritual dan Sosial
Apabila di dalam Kurikulum 2013 setiap guru mata pelajaran wajib melakukan
tes dan menilai kompetensi spiritual dan sosial murid dalam konteks mata
pelajaran, maka dalam Kurtilas revisi tanggung jawab tes dan penilaian hanya
diampu oleh guru Agama (Kompetensi Spiritual) dan Budi Pekerti (Kompetensi
Sosial). Guru mata pelajaran cukup mencantumkan laporan pendekatan belajar
kompetensi tersebut di dalam mata pelajaran terkait.
2. Koherensi Kompetensi Inti
Efek berantai dari poin satu adalah Kompetensi Inti menjadi lebih koheren dengan
Kompetensi Dasar mata pelajaran. Dengan kompetensi inti yang lebih koheren,
kembali guru mata pelajaran terkait dikurangi bebannya sehingga dapat lebih
fokus kepada penguasaan materi dan kompetensi yang memang sesuai dan
berbasis mata pelajaran, sembari tetap menyisipkan karakter-karakter mulia di
dalam praktik pengajaran.
3. Membuka Ruang Kreatif bagi Guru
Rantai efek selanjutnya dari poin satu dan poin dua adalah, guru menjadi lebih
fleksibel, lentur, dan leluasa merancang ragam pendekatan dan materi ajar.
Tumpang tindih antara KD Mata Pelajaran, KI Spiritual dan Sosial, berikut
pendekatan 5 M (mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, dan
mencipta) kerap memaksa guru kembali menghamba kepada buku paket Kurtilas.
Diharapkan dengan revisi poin 1 dan poin 2 membuka keran kreativitas guru
dalam merancang pendekatan ajar.
4. Keluasan Taksonomi Kemampuan Peserta Didik
Pada Kurtilas edisi awal taksonomi, yang mengadopsi Bloom dibatasi per jenjang,
hanya sampai memahami untuk SD, menerapkan dan menelaah untuk SMP, dan
mencipta untuk SMA. Kini taksonomi tersebut secara utuh diterapkan di seluruh
jenjang. Jadi sangat dimungkinkan untuk seorang peserta SD dengan potensi dan
bimbingan yang tepat dapat saja mencapai tataran penciptaan di dalam praktik
belajar.
Terdapat juga Perubahan Kurikulum K13 Revisi 2018, sebagai berikut:
1. Nama kurikulum tidak berubah menjadi kurikulum nasional akan tetapi tetap
Kurikulum 2013 Edisi Revisi yang berlaku secara Nasional.
2. Penilaian sikap KI 1 dan KI 2 sudah ditiadakan disetiap mata pelajaran hanya
Agama dan PPKN namun KI tetap dicantumkankan dalam penulisan RPP.
3. Jika ada 2 nilai praktik dalam 1 KD, maka yang diambil adalah nilai yang
tertinggi. Penghitungan nilai ketrampilan dalam 1 KD ditotal (praktek, produk,
portofolio) dan diambil nilai rata-rata. Untuk pengetahuan, bobot penilaian
harian, dan penilaian akhir semester itu sama.
4. Pendekatan scientific 5M bukanlah satu-satunya metode saat mengajar dan
apabila digunakan maka susunannya tidak harus berurutan.
5. Silabus kurtilas (k13) edisi revisi terbaru lebih ramping hanya 3 kolom. Yaitu
KD, materi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran.
6. Perubahan terminologi Ulangan Harian (UH) menjadi Penilaian Harian (PH),
UAS menjadi Penilaian Akhir Semester untuk semester 1 dan Penilaian Akhir
Tahun (PAT) untuk semester 2. Dan sudah tidak ada lagi UTS, langsung ke
penilaian akhir semester.
7. Dalam RPP, tidak perlu disebutkan nama metode pembelajaran yang digunakan
dan materi dibuat dalam bentuk lampiran berikut dengan rubrik penilaian (jika
ada).
8. Skala penilaian menjadi 1-100. Penilaian sikap diberikan dalam bentuk predikat
dan deskripsi.
9. Remedial diberikan untuk yang kurang namun sebelumnya siswa diberikan
pembelajaran ulang. Nilai Remedial adalah nilai yang dicantumkan dalam hasil.

Perubahan Istilah didalam Kurikulum 2013 Terbaru 2018 Berdasarkan PERMEN No


53/2015 dinyatakan tidak BERLAKU dan dirubah menjadi PERMEN No 23/2016
tentang PENILAIAN Revisi Kurikulum 2013, sebagai berikut:
1. Istilah KKM berubah istilah dengan KBM ( Ketuntasan Belajar Minimal)
2. Istilah UH berubah istilah dengan PH ( Penilaian Harian ).
3. Istilah UTS berubah istilah dengan PTS ( Penilaian Tengah Semester )
4. Istilah UAS berubah istilah dengan PAS ( Penilaian Akhir Semester )
Gasal/Genap
1. Istilah UKK berubah PAT ( Penilaian Akhir Tahun ) PAT materi soalnya
meliputi semester GANJIL 25 % dan semester *GENAP 75 %

> KENAIKAN KELAS LIHAT KBM ( 60 )


a. Semester Ganjil = 55
b. Semester Genap = 65
--------------------------------------
120 : 2 = 60 Tuntas
--------------------------------------

Siswa dinyatakan TIDAK NAIK KELAS, diantaranya sebagai berikut:


1. Terdapat 3 nilai Mapel yang KBMnya tidak TUNTAS.
2. Nilai Pengetahuan KI.3 harus TUNTAS.
3. Nilai Ketrampilan KI.4 harus TUNTAS.
4. KI.1 dan KI.2 harus BAIK.
KKM ( KBM ) semua mata pelajaran sama.

KI.1 dan KI.2 Observasi Guru dalam jurnal yang ditulis yang KURANG dan
yang AMAT BAIK, sebagai berikut:
1. Sikap dikatakan TUNTAS, jika predikat minimal B (BAIK)
2. Pengetahuan dan Keterampilan, dikatakan TUNTAS jika predikat Minimal C
(CUKUP).
3. K-13: Sebuah mata pelajaran dikatakan TUNTAS , jika Pengetahuan dan
keterampilan TUNTAS.
4. 2006: Sebuah mata pelajaran dikatakan TUNTAS jika pengetahuan dan
keterampilan (jika ada keterampilan), dan sikap TUNTAS.
5. Tidak perlu bingung dengan Prefikat C (CUKUP) pada mata pelajaran
Pengetahuan dan Keterampilan, karena C (CUKUP) berarti sudah TUNTAS.
6. Predikat untuk Pengetahuan dan Keterampilan, didasarkan pada KKM masing-
masing sekolah. Contoh: Jika KBM 75, maka < 75. = D (TIDAK TUNTAS),
75-82. = C (TUNTAS DENGAN CUKUP), 83 - 90. = B (TUNTAS DENGAN
BAIK), 91-100. = A (TUNTAS DENGAN SANGAT BAIK)
7. Jadi jangan menaik-naikkan nilai untuk mengejar B, atau menurunkan KBM
dari yang sudah ditetapkan masing-masing sekolah.
8. Predikat pengetahuan dan keterampilan tidak berpengaruh pada SNMPTN.
b. Mengapa di revisi
Adapun alasan yang mendasari pemerintah mengembangkan dan melaksanakan
kurikulum terbaru ini adalah untuk menghadapi persaingan global yang semakin
maju. Pendidikan di Indonesia dinilai cukup terbelakang dibandingkan dengan
negara lain. Maka dari itu untuk Menghadapi perkembangan globalisasi yang
semakin membumi, pemerintah mengembangkan kurikulum baru dengan tujuan
untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia dan menciptakan kualitas
penerus bangsa yang bermutu.
c. Tujuan di revisi
1. Menciptakan lulusan yang memiliki kemampuan berkomunikasi
2. Menciptakan lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis dan jernih
3. Menciptakan lulusan yang memiliki kemampuan mempertimbangkan segi moral
suatu permasalahan
4. Menciptakan lulusan yang mampu menjadi warga negara yang bertanggung jawab
5. Menciptakan lulusan yang memiliki kemampuan mengerti dan toleran terhadap
pandangan yang berbeda
6. Menciptakan lulusan yang memiliki kemampuan hidup dalam masyarakat yang
mengglobal
7. Menciptakan lulusan yang memiliki minat luas dalam kehidupan
8. Menciptakan lulusan yang memiliki kesiapan untuk bekerja
9. Menciptakan lulusan yang memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya
10. Menciptakan lulusan yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan
11. Kemampuan-kemampuan tersebut di atas diharapkan dapat tercapai dengan
penerapan kurikulum 2013. Berbagai keluhan dan kesulitan yang timbul di
sekolah kemungkinan terjadi karena belum terbiasanya penerapan kurikulum
tersebut dalam pembelajaran. Penerapan secara konsisten sangat diharapkan agar
tujuan dan alasan pemerintah mengembangkan kurikulum baru ini dapat tercapai.