Anda di halaman 1dari 8

Nama : Dinda Sahyati Rizki Nalia Pohan

NIM : G1A218096

2. JENIS PEMERIKSAAN RADIOGRAFI KONTRAS SERTA INDIKASI DAN


KONTRAINDIKASI PADA TRACTUS URINARIUS DAN TRACTUS DIGESTIVUS?

Pemeriksaan Radiologi Adalah Pemeriksaan dengan menggunakan tekhnologi pencitraan untuk


mendiagnosis suatu penyakit. Pemeriksaan radiologi berguna untuk membantu dokter melihat
kondisi bagian dalam tubuh.
 
Bahan kontras Adalah merupakan senyawa-senyawa yang digunakan untuk meningkatkan
visualisasi struktur-struktur internal pada sebuah pencitraan diagnostik medik. Bahan kontras di
radiologi ada Barium sulfat, iodium, gadolinium. Pemeriksaan yang menggunakan kontras
media, CT Scan, MRI, Konvensional : BNO IVP, Colon In loop, Fistulografi, dll.

PEMERIKSAAN RADIOGRAFI PADA TRACTUS URINARIUS


1. Pemeriksaan urografi intravena

Indikasi :
 Evaluasi massa abdomen, kista ginjal, dan tumor ginjal
 Urolitiasis (batu pada ginjal atau tractus urinarius )
 Pielonefritis, glomerulonefritis
 Hidronefrosis ( dilatasi abnormal dari sistem pelviokalises)
 Evaluasi trauma
 Evaluasi preoperatif dari fungsi ,lokasi, ukuran, dan bentuk dari ginjal dan ureter
Kontraindikasi :
 Alergi kontras, asma, anuria
 Gagal ginjal
 Penyakit kardiovaskuler
 Gangguan fungsi hati yang berat
 Diabetes melitus, sickle cell disease, multple myeloma
 Pheochromcytoma (meningkatkan resiko kritis hipertensi)
 Pasien yang mengkonsumsi obat metformin harus dihentikan 48 jam sebelum
pemeriksaan dan jadwal berikut ditunda juga 48 jam setelah pemeriksaan. Hal ini untuk
mencegah terjadinya asidosis laktat jika pasien tersebut mengalami nefropati yang
diinduksi zat kontras.
 Ibu hamil

PEMERIKSAAN RADIOGRAFI PADA TRACTUS DIGESTIVUS


a. ESOFAGOGRAFI
Dengan single atau double kontras; lebih sering double kontras. (Dewasa: Barium Sulfat;
Anak: Yodium cair). Tujuan : menilai kelainan fungsi & anatomi esofagus pada bagian 1/3
proksimal, 1/3 tengah, dan 1/3 distal. Posisi pasien : Erect atau supine. Proyeksi sinar : AP/PA,
Oblik (biasanya RAO), lateral , Pemeriksaan biasanya terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan
fluoroscopy
Indikasi :
• Atresia esofagus
• Fistula trachoesofagus
• Ulkus esofagus
• Divertikula esofagus
• Spasme esofagus
• Striktura esofagus
• Akalasia esofagus
• Varises esofagus
• Massa (tumor) esofagus
• Kelainan kongenital (sep: setiap menyusu muntah)
• Odinofagia
Kontra Indikasi :
- Megaesofagus
- Regurgitasi
- Pasien dgn susp. Perforasi
b. OMD (Oephagus, Maag, Duodenum)

Teknik radiografi untuk memeriksa esofagus, gaster, dan duodenum dgn media kontras
positif (single/double kontras); paling sering untuk pemeriksaan gaster.
Indikasi :
- Dispepsia
- Massa di abdomen bagian atas
- Perdarahan gastrointestinal
- Obstruksi parsial
- Divertikulum
- Tumor gaster
- Gastritis
- Ulkus peptikum
- Hernia esofagus
- Hipertrofi pilorik stenosis

Kontra Indikasi :
- Adanya perforasi
- Obstruksi total dari saluran cerna baawah
- KU yang buruk
- Kehamilan
c. COLON IN LOOP
Pemeriksaan colon in loop adalah pemeriksaan untuk mendeteksi kelainan yang
terdapat pada colon dengan teknik fluroskopi-radiograf; Kontras positif (barium) dgn
konsentrasi 70-80% sesuai dgn panjang kolon. Kelainan yang dilihat : filling defect dan
additional shadow mukosa, incisura, dan kaliber lumen. Posisi : AP, Oblique

Indikasi :
- Diare kronis
- Hematokezia
- Umum : obstipasi kronis, perubahan defekasi
- Massa intraabdomen
- Nyeri perut
- Melena
- Kolitis
- Divertikulum
- Intususepsi
- Polip
- Volvulus
- Obstrksi (jika terdapat penyempitan, berikan hanya sedikit barium untuk menentuksn
batas atas penyempitan agar tidak terjadi impaksi barium
Kontra Indikasi :
- Perforasi
- Kolitis berat
- KU pasien jelek
- Ileu paralitik
- Alergi kontras
- Hamil
- Meakolon toksik
- Biopsi rektum dalam tiga hari terakhir (sebaiknya ditunggu sampai 7 hari)
d. Apendikogram
Indikasi : appendisitis
Kontraindikasi : perforasi pada appendix
e. Follow through

Indikasi :
A. anemia yang tidak diketahui penyebabnya
B. sakit perut yang tidak diketahui sebabnya
C. tanda- tanda malabsorbsi
D. berat badan menurun dan adanya keluhan pada saluran cerna
E. diare
F. massa abdomen
G. enema usus halus yang tidak berhasil
H. divertikulum
I. malabsorbsi
kontraindikasi :
a. obstruksi usus halus
b. alergi terhadap kontas
c. kehamilan
d. kecurigaan perforasi (gunakan kontras water soluble)