Anda di halaman 1dari 4

TUGAS MANDIRI ASPK

Syaiful Rizal F34170084


Dosen: Prof Dr. Ir. Marimin, M.Sc

BAB 3
PENGUKURAN
Pilhan Ganda
1. (B) Vitamin 2.
2. (D) Penggunaan intuisi
3. (D) Volume, berat, harga
4. (D) 10
5. (B) Suatu pengukuran yang valid tentu andal, tetapi pengukuran yang andal belum tentu
valid.
Uraian
1. Pengukuran yang dapat dilakukan:
Pengukuran
Objek
Kuantitatif Kualitatif
 Kandungan gizi  Warna
(senyawa polifenol,  Tekstur
antioksidan, tannin)  Kesegaran
Teh
 Sifat kimia (pH)  Rasa
 Sifat fisik (kadar
air)
 Kandungan gizi  Warna
(stearin,  Rasa
Minyak goring antioksidan,  Daya tahan
vitamin)
 Volume
 Berat  Warna
 Luas Permukaan  Tekstur
 Ketebalan  Aroma
 Kepadatan  Rasa
 Kandungan gizi  Kesegaran
Daging (Air, Protein,  Daya tahan
Lemak,
Karbohidrat,
Mineral)
 Kandungan Asam
Amino
2. Perbandingan jenis-jenis pengukuran:
Karakteristik
Skala Skala Contoh
Pengukuran
Hanya bisa Skala yang  Jenis kelamin
membedakan sesuatu diberikan tidak  Agama
Nominal yang bersifat menunjukan  Warna kulit
kualitatif. tingkatan yang
berarti.
Mengurutkan objek Skala yang  Tingkat rasa
dari yang terendah diberikan (sangat tidak
sampai yang menunjukkan enak – sangat
tertinggi. tingkatan. enak)
 Kekuatan
Ordinal
aroma (sangat
tidak kuat –
sangat kuat)
 Tingkat
warna
Skala yang Skala dalam  Tahun
mempunyai unsur bentuk angka  Suhu (dalam
Interval jarak/rentang. yang tidak derajat
mempunyai nilai celcius)
nol mutlak.
Skala yang Skala dalam  Tinggi badan
mempunyai ciri skala bentuk angka  Jarak
Rasio
interval. yang mempunyai  Luas
nilai nol mutlak.
 Menentukan Dapat membantu  Perbandingan
kepentingan mengukur skala ukuran
relatif dari rasio dari hal-hal
elemen- yang awalnya
elemen dan sulit diukur.
kriteria-
Perbandingan
kriteria yang
berpasangan
ada
 Perbandingan
berdasarkan
judgment dari
pengambilan
keputusan.

3. Desain penilaian (perbandingan berpasangan):


Komponen mutu terdiri atas sifat yang kasat mata seperti warna, bentuk, ukuran,
dan kebersihan, maupun yang tidak kasat mata seperti tekstur, rasa, aroma, maupun nilai
gizi dari produk sayuran. Hal-hal yang mempengaruhi mutu produk sayuran ada dua,
yaitu faktor perlakuan sebelum panen dan perlakuan setelah panen. Sebagai contoh,
terdapat tiga faktor yang mempengaruhi media tanam, benih, dan pemupukan. Karena
ada tiga faktor maka didapat jumlah penilaian seluruhnya yaitu: 3 x (3-1)/2 = 3. Skala
penilaian yang digunakan yaitu perbandingan skala 0-2. Perbandingan ini dengan
memberi angka pada masing-masing kriteria, yaitu:
0 : Jika faktor horizontal kurang penting dari faktor vertikal.
1 : Jika faktor horizontal sama pentingnya dengan faktor vertikal.
2 : Jika faktor horizontal lebih penting dari faktor vertikal.
Ketiga faktor akan dibandingkan dengan cara penilaian sebagai berikut:
Perbandingan
Media tanam Benih Pemupukan
Ukuran
Media
Media tanam/ Media
Media tanam tanam/Pemupukan
Media tanam tanam/Benih
Benih/Media Benih/Pemupu kan
Benih Benih/Benih
tanam
Pemupukan/Media
Pemupukan tanam Pemupukan/Benih Pemupukan/Pemupukan

Hasil dari penilaian ukuran relatif sayuran adalah sebagai berikut:


Perbandingan
Media tanam Benih Pemupukan
Ukuran
Media tanam 1 1/2 1/6
Benih 2 1 1/3
Pemupukan 6 3 1

4. Beberapa cara menilai suatu alat ukur dengan kinerja yang baik:
Alat ukur dikatakan baik jika alat tersebut adalah indikator yang tepat untuk objek
yang sedang diukur. Di samping itu, alat tersebut harus mudah dan efisien untuk dipakai.
Ada tiga kriteria utama untuk menilai suatu alat pengukur, yaitu validitas, keandalan
(reability), dan kepraktisan.
a) Validitas merujuk kepada sejauh mana suatu uji dapat mengukur apa yang
sebenarnya ingin diukur. Suatu skala atau instrumen pengukur dapat dikatakan
mempunyai validitas yang tinggi apabila instrumen tersebut menjalankan fungsi
ukurnya atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan pengukuran tersebut.
Suatu alat ukur yang valid tidak hanya mampu menghasilkan data yang tepat,
tetapi juga harus memberikan gambaran yang cermat mengenai data tersebut.
b) Keandalan dari suatu alat ukur berkenaan dengan kemampuan alat ukur tersebut
memberikan hasil yang konsisten.
c) Proses pengukuran dikatakan praktis jika pengukuran tersebut hemat, mudah
dipakai, dan dapat dimengerti.
5. Saya setuju dengan pernyataan “Suatu pengukuran yang valid adalah andal, tetapi suatu
pengukuran yang andal belum tentu valid” dikarenakan pengukuran yang valid dapat
menjalankan fungsi ukur dan memberikan hasil ukur yang sesuai dengan tujuan
pengukuran tersebut, sedangkan pengukuran yang andal dapat memberikan hasil
konsisten namun belum tentu dapat memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan yang
diharapkan.