Anda di halaman 1dari 66

PERBANDINGAN METODE SIMPLEX DAN REVISED SIMPLEX

PADA PENYELESAIAN PROGRAM LINIER

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat


memperoleh gelar Sarjana Teknik
Program Studi Teknik Informatika

Oleh :

Putu Yunita Kusumawati


NIM : 015314079

PROGRAM STUDI TEKNIK


INFORMATIKA JURUSAN TEKNIK
INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN
TEKNOLOGI UNIVERSITAS SANATA
DHARMA YOGYAKARTA
2007

i
THE COMPARISON OF SIMPLEX METHOD AND
REVISED SIMPLEX METHOD IN FINISHING LINEAR PROGRAM

A Thesis

Presented as Partial Fulfillment of Requirements


to Obtain the Sarjana Teknik
Degree in Informatics Engineering

by :

Putu Yunita Kusumawati


Student number : 015314079

INFORMATICS ENGINEERING STUDY PROGRAM


DEPARTEMENT OF INFORMATICS
ENGINEERING FACULTY OF SCIENCE AND
TECHNOLOGY SANATA DHARMA UNIVERSITY
YOGYAKARTA
2007
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini

tidak memuat karya orang lain atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah

disebutkan dalam kutipan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, 26 Agustus 2007


Penulis

(Putu Yunita Kusumawati)


Setulus Hati Kupersembahkan Karya Ini Kepada :

 Ida Sang Hyang Widi Waça yang telah memberikan banyak keajaiban

dalam hidupku.

 Keluargaku Terkasih : Bapak, Ibu, Ayonk, Febi dan Eca yang senantiasa memberi

dukungan, kasih dan doa.

 tfiloneetha, sahabat dan kekasihku

 MyBestFriend : Dh35n1, X_10, tfindy dan Oti yang memberi warna dalam

hidupku.

 Almamaterku tempat aku belajar.


♣ Don’t wait tomorrow, what you can did yesterday

...................................

♣ You’ll never know till you have tried

..........................................

♣ Perjuangan melakukan segala sesuatu dibutuhkan kesabaran, kekuatan

serta keteguhan hati dan pikiran di dalam doa.


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Ida Sang Hyang Widi Waça,

dengan tangan kasih-Nya yang senantiasa menuntun Penulis sehingga skripsi yang

berjudul “PERBANDINGAN METODE SIMPLEX DAN REVISED

SIMPLEX PADA PENYELESAIAN PROGRAM LINIER” ini dapat

diselesaikan.

Skripsi ini secara khusus diajukan kepada Fakultas Sains Dan Teknologi

Jurusan Teknik Informatika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta untuk

memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik.

Terwujudnya skripsi ini juga berkat bantuan dan dorongan dari beberapa

pihak. Untuk itu pada kesempatan ini Penulis ingin mengucapkan terima kasih

yang sebesar-besarnya atas segala bantuan dan jasa yang diberikan dalam

menyelesaikan skripsi ini, khususnya kepada :

1. Romo Ir.Greg.Heliarko SJ.,S.S.,B.S.T.,M.A.,M.Sc., selaku Dekan Fakultas

Sains Dan Teknologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

2. Ibu A.M. Polina, S.Kom, M.Sc., selaku Ketua Jurusan Teknik Informatika

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

3. Bapak Alb.Agung Hadhiatma, S.T.,M.T, selaku Dosen Pembimbing

Akademik Jurusan Teknik Informatika Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta.
4. Bapak Drs. J. J. Siang, M.Sc., selaku pembimbing yang telah memberikan

bimbingan dan masukan sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan

baik.

5. Para dosen Fakultas Sains Dan Teknologi Jurusan Teknik Informatika

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang sebelumnya telah membekali

ilmu sebagai landasan dalam menyelesaikan skripsi ini.

6. Segenap staf dan karyawan Fakultas Sains Dan Teknologi atas bantuan

dan kerjasamanya.

7. Segenap staf dan karyawan perpustakaan Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta.

8. Bapak dan Ibu tersayang dan tercinta, yang telah memberikan kasih

sayang, cinta, doa, dukungan dan biaya untuk kuliah.

9. Adik-adikku tersayang (Ayonk, Febi, Eca), yang selalu memberi semangat

dan doa.

10. Kekasihku Ok. Tri Setya Kurniawan, kebaikan, kesabaran dan

dukunganmu senantiasa menguatkan aku.

11. Saudara-saudaraku tercinta (Bali & Yogya) yang selalu memberi

dukungan dan doa.

12. My best friends dh35n1, X_10, Vindy dan Oti, thanks buat

persahabatannya.
13. Teman-teman TI ’01 (adri, anan, dami, oni, sigit, robin, ncep, wahyu,

narko, danu, indra, tanto, theo, candra, mario, manu, putra, wawan, willy,

eka, 3-r, ida, grace cemplung, tiwi, henny, helen, diana, alpons, ace, enjic,

nia, vivi, aris, ucok, tina dll) buat keceriaan, kerjasama dan dukungannya.

14. Teman-teman KMHD “Swastika Taruna” Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta.

15. Serta semua pihak yang tidak dapat Penulis sebutkan satu persatu, yang

telah memberikan semangat sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

Penulis menyadari bahwa laporan skripsi ini belum sempurna, karena itu

penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk kebaikan Penulis

di masa yang akan datang. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Yogyakarta, 26 Agustus 2007

Penulis
ABSTRAKSI

Tujuan dari tugas akhir ini adalah mencoba membuat suatu program
aplikasi yang dapat dipakai untuk mencari metode yang paling efisien dengan
membandingkan waktu komputasi yang terjadi dari dua metode pada program
linier. Adapun metode yang dibandingkan adalah Metode Simplex dan Revised
Simplex.
Sebelum input data dan proses perhitungan dilakukan, soal program linier
yang akan diselesaikan harus sudah dalam bentuk standar simplex (=). Dan bahasa
pemrograman yang digunakan untuk implementasinya adalah MATLAB versi
6.5.1.
Dari hasil percobaan yang sudah dilakukan, secara umum dapat
disimpulkan bahwa Metode Simplex memerlukan waktu yang relatif lebih singkat
daripada Revised Simplex..

xi
ABSTRACT

This thesis aimed to try to make an application programm which could be


used to find out the most efficient method by comparing the computation time
which occured from two methods in linear programm. The methods compared in
this thesis were Simplex Method and Revised Simplex.
Before entering data and counting process were done, the problem of
linear programm which was to be accomplished should be in standard simplex
form (=). And the programming language used for the implementation was
MATLAB ver. 6.5.1
The result of the trial showed that Simplex Method needs shorter time than
Revised Simplex

xii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL (Indonesia)............................................................................i


HALAMAN JUDUL (Inggris)...............................................................................ii
HALAMAN PERSETUJUAN..............................................................................iii
HALAMAN PENGESAHAN................................................................................iv
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA.................................................................v
HALAMAN PERSEMBAHAN............................................................................vi
HALAMAN MOTTO...........................................................................................vii
KATA PENGANTAR.........................................................................................viii
ABSTRAKSI.........................................................................................................xi
ABSTRACT........................................................................................................xiii
DAFTAR ISI........................................................................................................xiv
DAFTAR TABEL.................................................................................................xv
DAFTAR GAMBAR...........................................................................................xvi
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................1
1.1 Latar Belakang.....................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................2
1.3 Batasan Masalah..................................................................................2
1.4 Tujuan..................................................................................................2
1.5 Metode penelitian….............................................................................3
1.6 Sistematika Isi......................................................................................3
BAB II DASAR TEORI.......................................................................................5
2.1 Pengertian Umum Program Linier.......................................................5
2.2 Model Program Linier..........................................................................6
2.3 Metode Simplex....................................................................................7
2.4 Revised Simplex...................................................................................7
2.5 Bagan Alir............................................................................................8

BAB III ANALISA dan DESAIN SISTEM......................................................30


3.1 Perancangan Antar Muka...................................................................30
3.2 Perancangan Proses............................................................................32

4.1 Implementasi dan Pengujian Program...............................................34

xiii
DAFTAR ISI
4.2 Hasil Implementasi..............................................................................38
4.3 Percobaan dan Analisa........................................................................46
BAB V PENUTUP...............................................................................................49
5.1 Kesimpulan.........................................................................................49
5.2 Saran....................................................................................................49
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................50

xiv
DAFTAR TABEL

Tabel Keterangan Halaman


Tabel 2-1 Tabel Simplex 14
Tabel 4-1 Tabel Percobaan 45
Tabel 4-2 Tabel rata-rata waktu untuk jumlah variabel 46
Tabel 4-3 Tabel rata-rata waktu untuk jumlah kendala 47

xv
DAFTAR GAMBAR

Gambar Keterangan Halaman


Gambar 3-1 Desain Halaman Home 29
Gambar 3-2 Desain Halaman Utama 30
Gambar 3-3(a) Desain Input Data Fungsi 31
Gambar 3-3(b) Desain Input Data Kendala 31
Gambar 4-1 Set path/path Browser 34
Gambar 4-2 Browser Folder 35
Gambar 4-3 Halaman Home 37
Gambar 4-4 Halaman Utama 38
Gambar 4-5 Input Data Fungsi 39
Gambar 4-6 Input Data Kendala 40
Gambar 4-7 Kesalahan Jumlah Kendala 41
Gambar 4-8 Peringatan Kesalahan Kendala 41
Gambar 4-9 Kesalahan Jumlah Variabel 42
Gambar 4-10 Peringatan Kesalahan Variabel 42
Gambar 4-11 Halaman Utama (Output) 44
Gambar 4-12 Grafik waktu-jumlah variabel 47
Gambar 4-13 Grafik waktu-jumlah kendala 48

xvi
1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pada perusahaan berskala besar maupun kecil ketepatan dalam

mengambil suatu keputusan merupakan hal yang sangat penting. Jika kesalahan

dalam pengambilan keputusan terjadi akan memberi dampak yang negatif bagi

perusahaan yang bersangkutan. Dalam perusahaan seorang manajer dituntut

untuk bisa mengambil sebuah keputusan yang tepat. Persoalan-persoalan yang

dihadapi manajer dalam perusahaan pada umumnya adalah bagaimana cara yang

tepat mengalokasikan sumber (resources) yang dimiliki agar diperoleh

keuntungan yang maksimal dengan pemakaian biaya yang minimal.

Program linier merupakan satu model umum yang digunakan dalam

pemecahan masalah pengalokasian sumber-sumber yang terbatas secara optimal

dimana sumber-sumber yang ada diinputkan ke dalam variabel-variabel dan

dikombinasikan untuk mencari solusi yang optimal. Ada beberapa cara untuk

bisa menyelesaikan program linier yaitu dengan Metode Simplex dan Revised

Simplex. Kedua metode tersebut merupakan teknik yang berhasil digunakan

untuk mengatasi kelemahan dari metode grafis yaitu dapat menyelesaikan

program linier dengan jumlah variabel keputusan dan kendala yang besar.

Metode Simplex merupakan prosedur aljabar yang bersifat iteratif, yang

bergerak selangkah demi selangkah yang dimulai dari suatu titik pada daerah

fisibel (daerah solusi) menuju ke titik optimal.


2

Kemudian muncul Metode Simplex yang direvisi (Revised Simplex).

Metode ini merupakan versi yang disempurnakan dari prosedur aslinya (Metode

Simplex).

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang sudah dipaparkan maka dapat

dirumuskan permasalahnnya yaitu menentukan metode yang terefisien antara

Metode Simplex dan Revised Simplex.

1.3 Batasan Masalah

1. Perbandingan yang dilakukan adalah proses perbandingan kedua metode

dalam hal waktu.

2. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah Matlab versi 6.5.1

3. Program akan dibuat dengan batasan jumlah variabel dan jumlah kendala

maksimal 10.

4. Program dibuat hanya untuk soal program linier memaksimumkan dengan

kendala pertidaksamaan (≤).

5. Soal yang akan dihitung sudah dalam bentuk standar (=)

1.4 Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah :

1. Memenuhi syarat kelulusan dari Fakultas Teknik Jurusan Teknik

Informatika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta


3

2. Dapat menentukan metode yang lebih efisien antara Metode Simplex dan

Revised Simplex.

1.5 Metodologi Penelitian

Dalam pengerjaan skripsi ini, penulis menggunakan buku-buku atau

referensi yang menyajikan informasi tentang materi yang dibahas, dalam hal ini

tentang Metode Simplex dan Revised Simplex.

1.6 Sistematika Isi

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini akan dibahas tentang latar belakang masalah, rumusan

masalah, batasan masalah, tujuan, metode penulisan dan sistematika isi.

BAB II LANDASAN TEORI

Pada bab ini akan diuraikan tentang dasar teori dan konsep dari Metode

Simplex dan Revised Simplex.

BAB III ANALISA dan DESAIN SISTEM

Bab ini akan menjelaskan tahap-tahap perancangan program meliputi

perancangan input, proses dan output yang akan mambantu pada tahap

implementasi program.

BAB IV IMPLEMENTASI dan PEMBAHASAN

Bab ini akan mengimplementasikan hasil perancangan yang telah

dikerjakan pada bab sebelumnya (bab III) dan pembahasan hasil dari

implementasi.
4

BAB V PENUTUP

Bab ini terdiri atas dua bagian yaitu kesimpulan dari hasil implementasi

dan analisa pada bab IV dan saran pengembangan untuk program yang sudah

ada. DAFTAR PUSTAKA


5

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Umum Program Linier

Untuk pengalokasian sumber daya yang terbatas dalam melaksanakan

kegiatan pada sebuah perusahaan dan industri dibutuhkan pemodelan.

Pemodelan yang standar digunakan adalah model pemrograman linier. Model

ini merupakan model matematis perumusan masalah umum pengalokasian

sumber daya untuk berbagai kegiatan. Model ini digunakan dalam penyelesaian

persoalan program linier.

Program linier adalah suatu cara untuk menyelesaikan persoalan

pengalokasian sumber daya yang terbatas diantara beberapa aktivitas tertentu

yang bersaing dalam hal penggunaan sumber daya langka yang dibutuhkan

untuk melaksanakan aktivitas tersebut. Beberapa contoh antara lain : masalah

pengalokasian penjadualan produksi, solusi pengiriman barang, solusi permaian

dan masih banyak lagi. Ciri khas dari situasi tersebut adalah keharusan untuk

mengalokasikan sumber daya terhadap aktivitas.

Program linier menggunakan model matematis untuk menjelaskan

persoalan yang dihadapi. Sehingga dapat dikatakan bahwa program linier adalah

perencanaan aktivitas-aktivitas untuk memperoleh suatu hasil yang optimal,

yaitu suatu hasil yang mencapai tujuan terbaik diantara semua alternatif yang

fisibel.

Permasalahan pemrograman linier dapat diselesaikan dengan banyak

metode yaitu metode grafik, metode simplex dan metode revised simplex.

Penyelesaian dengan metode grafik biasanya digunakan jika jumlah variabel


6

kurang dari tiga variabel. Hal inilah yang menyebabkan bahwa metode grafik

sangat jarang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan pemrograman

linier pada perusahan yang berskala besar dimana biasanya perusahaan akan

mengunakan lebih dari tiga variabel.

2.2 Model Program Linier

Dalam program linier dikenal dua fungsi yaitu fungsi tujuan (objectives

functions) dan fungsi kendala (constrain functions).

2.2.1 Fungsi Tujuan

Fungsi tujuan menggambarkan tujuan di dalam permasalahan

pemrograman linier yang berkaitan dengan peraturan secara optimal sumber-

sumber daya untuk memperoleh keuntungan yang maksimal atau biaya yang

minimum.

Bentuk standar dari fungsi tujuan :

Maksimumkan /Minimumkan Z = C1X1+C2X2 + C3X3 +…+CnXn

2.2.2 Fungsi Kendala

Fungsi kendala merupakan bentuk penyajian secara matematis kendala-

kendala kapasitas yang tersedia yang akan dialokasikan secara optimal ke

berbagai kegiatan.

Kendala : a11x1 + a12x2 + a13x3 +…..+a1nxn = b1

a21x1 + a22x2 + a23x3 +…..+a2nxn = b2

..............................................

............................................
7

am1x1 + am2x2 + am3x3 +…..+amnxn = bn

2.2.3 Variabel Slack

Variabel slack ditambahkan jika kendala-kendala dari permasalahan

program linier berbentuk pertidaksamaan (belum standar). Fungsi dari variabel

slack adalah untuk mengkonversikan pertidaksamaan menjadi bentuk

persamaan yang merupakan bentuk standar dari program linier. Variabel slack

biasanya diberi nilai 0.

2.3 Metode Simplex

Metode simplex merupakan suatu metode secara matematis dimulai dari

suatu pemecahan yang memungkinkan ke pemecahan dasar yang lainnya dan ini

dilakukan secara berulang-ulang dengan jumlah ulangan yang terbatas sehingga

tercapai suatu pemecahan dasar yang optimal. Pada setiap langkah

menghasilkan nilai dan fungsi tujuan yang selalu lebih besar atau lebih kecil

dari langkah- langkah sebelumnya.

2.4 Metode Revised Simplex

Metode Revised simplex menggunakan prinsip dasar yang sama dengan

metode simplex . Yang berbeda hanya pada waktu menghitung data baru untuk

membentuk tabel baru menggunakan operasi matrik.


8

2.5 Bagan Alir


Soal Asli

Jadikan soal bentuk standar

Tambah variabel semu : Maks : koef = -M


Min : koef = M Ada Im

Tidak

Ya
Tabel awal simplex

Hitung zj Hitung nilai fungsi Z


Hitung cj-zj

Revisi tabel Maks : ada j ‹ cj-zj > 0 Min : ada j ‹ cj-zj < 0

Ya

Tidak
Soal tidak feasible sehingga fungsi tidak memiliki penyelesaian yang optimal

Ada variabel semu yang bernilai positif

Ya

Tidak

Penyelesaian Optimal
9

a. Revisi tabel untuk Metode Simpleks

Pilih variabel basis baru :


Maks :utama
Program pilih m — cm-zm = maks {cm-zm > 0} Min : pilih m — cm-zm = min {cm-zm < 0}

Penyelesaian tak terbatas Tidak Ada ajm

Ya

0i = bi ; aim > 0
aim

Pilih 0n = Min { 0i}


(XB)n = keluar dari basis anm = elemen kunci

Ganti (XB)n dengan Xm Ganti (CB)n dengan Cm

anj ; bi* = bn
anm :
Perhitungan aij baru anm
i = n :aij * = *
iÇn: aij = aij - anj aim ; bi* = bi - bn aim
Program utama
anm anm
10

b. Revisi tabel untuk Revised Simplex

Pilih variabel basis baru :


Maks :utama
Program pilih m — cm-zm = maks {cm-zm > 0} Min : pilih m — cm-zm = min {cm-zm < 0}

Penyelesaian tak terbatas Tidak Ada ajm

Ya

0i = bi ; aim > 0
aim

Pilih 0n = Min { 0i} (XB)n = keluar dari basis


anm = elemen kunci

Ganti (XB)n dengan Xm Ganti (CB)n dengan Cm

Perhitungan aij baru :


Program utama P * = B-1 . P
n n ; Pn = vektor kolom dari x j

B = sebuah matriks dari basis


11

(CB)i Cj C1 C2............Cn bi 0
Xj X1 X2…................Xn

(XB)i

Koefisien variabel basis

Variabel Basis

Koefisien ruas kanan

yang keluar dari basis


Pengecekan variabel
Matrik kendala

kendala
dalam bentuk

(Ratio)
standar.
A = Am*n = [aij]

Zj Z = Nilai fungsi
Σ (CB)i bi
Cj-Zj
Tabel 2-1 : Tabel Simplex

Sebagai contoh, pada soal :

Maksimumkan : Z = 3x1 + 2x2

Kendala I = x1 + 2x2 ≤ 20

Kendala II = 3x1 + x2 ≤ 20

x1, x2 ≤ 0

A. Diselesaikan dengan Metode Simplex

Iterasi I

 Langkah 1

Nyatakan masalah program linier dalam bentuk standar dan

masukkan ke dalam tabel awal simplex


12

Maksimumkan Z = 3x1 + 2x2 + 0x3 + 0x4

Kendala : x1 + 2x2+ x3 = 20

: 3x1 + x2 + x4 = 20

x1 ≤ 0, x2 ≤ 0, x3 ≤ 0, x4 ≤ 0

Tabel awal Simplex:

(CB)I Cj 3 2 0 0 bi 0
Xj X1 X2 X3 X4

(XB)i

1 2 1 0 20

3 1 0 1 20

Zj Z=

Cj-Zj

 Langkah 2

Ternyata feasible, jadi tidak perlu menentukan M buah variabel

sebagai penyelesaian feasible awal.

 Langkah 3
m
Menghitung nilai Zj, nilai fungsi (Z) dan Cj-Zj. Dimana Zj =
Σ(CB)i aij
i =1
13

(CB)I Cj 3 2 0 0 bi 0
Xj X1 X2 X3 X4

(XB)i

0 X3 1 2 1 0 20

0 X4 3 1 0 1 20

Zj 0 0 0 0 Z=0

Cj-Zj 3 2 0 0

 Langkah 4

Ternyata fungsi belum optimal karena masih terdapat nilai Cj-Zj >

0 sehingga perlu dicari nilai terbesar untuk mendapat kolom kunci.

(CB)i Cj 3 2 0 0 bi 0
Xj X1 X2 X3 X4

(XB)i

0 X3 1 2 1 0 20

0 X4 3 1 0 1 20

Zj 0 0 0 0 Z=0

Cj-Zj 3 2 0 0

‡positif terbesar

 Langkah
5

Hitung nilai ratio (0) untuk menentukan variabel yang harus

meninggalkan basis.
14

(CB)i Cj 3 2 0 0 bi 0
Xj X1 X2 X3 X4

(XB)i

0 X3 1 2 1 0 20 20/1 = 20

0 X4 3 1 0 1 20 20/3

Zj 0 0 0 0 Z=0

Cj-Zj 3 2 0 0

Ternyata 0min dimiliki oleh X4 dan kolom kunci berada pada X1

sehingga X4 keluar dari basis dan digantikan X1

 Langkah 6

Perhitungan aij yang baru untuk membentuk tabel yang

baru. a11 = 0

a12 = 2 – (1)(1) = 5/3

a13= 1 – (0)(1) =1

3
a14= 0 – (1)(1) = -1/3

3
b1= 20 – (20)(1) = 40/3

a21 = 3: 3 = 1
15

a22 =1 : 3 = 1/3

a23 = 0 : 3 = 0

a14 = 1/3

b2 = 20/3

Sehingga diperoleh tabel simplex yang baru sebagai berikut :

(CB)i Cj 3 2 0 0 bi 0
Xj X1 X2 X3 X4

(XB)I

0 X3 0 5/3 1 -1/3 40/3

3 X1 1 1/3 0 1/3 20/3

Zj Z=

Cj-Zj

Iterasi 2

 Langkah 3 m
Σ(CB)i aij
Menghitung nilai Zj, nilai fungsi (Z) dan Cj-Zj. Dimana Zj =
i =1

(CB)i Cj 3 2 0 0 bi 0
Xj X1 X2 X3 X4

(XB)i

0 X3 0 5/3 1 -1/3 40/3

3 X1 1 1/3 0 1/3 20/3

Zj 3 1 0 1 Z = 20

Cj-Zj 0 1 0 -1
16

 Langkah 4

Ternyata fungsi belum optimal karena masih terdapat nilai Cj-Zj >

0 sehingga perlu dicari nilai terbesar untuk mendapat kolom kunci.

(CB)i Cj 3 2 0 0 bi 0
Xj X1 X2 X3 X4

(XB)i

0 X3 0 5/3 1 -1/3 40/3

3 X1 1 1/3 0 1/3 20/3

Zj 3 1 0 1 Z = 20

Cj-Zj 0 1 0 -1

‡positif terbesar

 Langkah 5

Hitung nilai ratio (0) untuk menentukan variabel yang harus

meninggalkan basis.

(CB)i Cj 3 2 0 0 bi 0
Xj X1 X2 X3 X4

(XB)i

0 X3 0 5/3 1 -1/3 40/3 8

3 X1 1 1/3 0 1/3 20/3 20

Zj 3 1 0 1 Z = 20

Cj-Zj 0 1 0 -1
17

Ternyata 0min dimiliki oleh X3 dan kolom kunci berada pada X2

sehingga X3 keluar dari basis dan digantikan X2

 Langkah 6

Perhitungan aij yang baru untuk membentuk tabel yang

baru. a11 = 0 : 5/3 = 0

a12= 5/3 : 5/3 = 1

a13 = 1 : 5/3 = 3/5

a14 = -1/3 : 5/3 = -1/5

b1 = 40/3 : 5/3 = 8

a21 = 1 – (0)(1/3) =1

5/3

a22 = 0

a23= 0 – (1)(1/3) = -1/5

5/3

a24= 1/3 – (-1/3)(1/3) = 2/5

5/3

b2 = 20/3 – (40/3)(1/3) =4

5/3
18

Sehingga diperoleh tabel simplex yang baru sebagai berikut :

(CB)i Cj 3 2 0 0 bi 0
Xj X1 X2 X3 X4

(XB)i

2 X2 0 1 3/5 -1/5 8

3 X1 1 0 -1/5 2/5 4

Zj Z=

Cj-Zj

Iterasi 3

 Langkah 3
m
Σ(CB)i aij
Menghitung nilai Zj, nilai fungsi (Z) dan Cj-Zj. Dimana Zj = i =1

(CB)i Cj 3 2 0 0 bi 0
Xj X1 X2 X3 X4

(XB)i

2 X2 0 1 3/5 -1/5 8

3 X1 1 0 -1/5 2/5 4

Zj 3 2 3/5 4/5 Z = 28

Cj-Zj 0 0 3/5 -4/5


19

 Langkah 4

Ternyata fungsi sudah optimal. Hal ini dapat dilihat pada kolom Cj-

Zj yang semuanya bernilai 0 atau negatif. Sehingga iterasi dapat

dihentikan dan didapat nilai Z yang maksimum dengan nilai X1 =

4, X2 = 8, X3 = 0, X4 = 0 dan Z = 28

B. Diselesaikan dengan Revised Simplex

Iterasi 1

 Langkah 1

Nyatakan masalah program linier dalam bentuk standar dan

masukkan ke dalam tabel awal simplex dan menentukan vektor

kolom (Pn).

Maksimumkan Z = 3x1 + 2x2 + 0x3 + 0x4

Kendala : x1 + 2x2+ x3 = 20

: 3x1 + x2 + x4 = 20

x1 ≤ 0, x2 ≤ 0, x3 ≤ 0, x4 ≤ 0

P1 = 1 ; P2 = 2 ; P3 = 1 ; P4 = 0 ;b= 20

3 1 0 1 20

 Langkah 2

Ternyata feasible, jadi tidak perlu menentukan M buah variabel

sebagai penyelesaian feasible awal.


20

 Langkah 3
m
Σ(CB)i aij
Menghitung nilai Zj, nilai fungsi (Z) dan Cj-Zj. Dimana Zj =
i =1

(CB)I Cj 3 2 0 0 bi 0
Xj X1 X2 X3 X4

(XB)i

0 X3 1 2 1 0 20

0 X4 3 1 0 1 20

Zj 0 0 0 0 Z=0

Cj-Zj 3 2 0 0

 Langkah 4

Ternyata fungsi belum optimal karena masih terdapat nilai Cj-Zj >

0 sehingga perlu dicari nilai terbesar untuk mendapat kolom kunci.

(CB)i Cj 3 2 0 0 bi 0
Xj X1 X2 X3 X4

(XB)i

0 X3 1 2 1 0 20

0 X4 3 1 0 1 20

Zj 0 0 0 0 Z=0

Cj-Zj 3 2 0 0

‡positif terbesar
21

 Langkah 5

Hitung nilai ratio (0) untuk menentukan variabel yang harus

meninggalkan basis.

(CB)i Cj 3 2 0 0 bi 0
Xj X1 X2 X3 X4

(XB)i

0 X3 1 2 1 0 20 20

0 X4 3 1 0 1 20 20/3

Zj 0 0 0 0 Z=0

Cj-Zj 3 2 0 0

Ternyata 0min dimiliki oleh X4 dan kolom kunci berada pada X1

sehingga X4 keluar dari basis dan digantikan X1

 Langkah 6

Gunakan operasi matriks untuk mendapat tabel baru.

B = [ P3, P1 ]

= 1 1

0 3

B-1 = 1 -1/3

0 1/3

p1 = B-1 . P1 = 1 -1/3 1 = 1

0 1/3 3 0
22

p2 = B-1 . P2 = 1 -1/3 2 = 5/3

0 1/3 1 1/3

p3 = B-1 . P3 = 1 -1/3 1 = 1

0 1/3 0 0

p4 = B-1 . P4 = 1 -1/3 0 = -1/3

0 1/3 1 1/3

b = B-1 . bi = 1 -1/3 20 = 40/3

0 1/3 20 20/3

Sehingga diperoleh tabel simplex yang baru

(CB)i Cj 3 2 0 0 bi 0
Xj X1 X2 X3 X4

(XB)i

0 X3 0 5/3 1 -1/3 40/3

3 X1 1 1/3 0 1/3 20/3

Zj Z=

Cj-Zj

Iterasi 2

 Langkah 3
m
Menghitung nilai Zj, nilai fungsi (Z) dan Cj-Zj. Dimana Zj =
Σ(CB)i aij
i =1
23

(CB)i Cj 3 2 0 0 bi 0
Xj X1 X2 X3 X4

(XB)i

0 X3 0 5/3 1 -1/3 40/3

3 X1 1 1/3 0 1/3 20/3

Zj 3 1 0 1 Z = 20

Cj-Zj 0 1 0 -1

 Langkah 4

Ternyata fungsi belum optimal karena masih terdapat nilai Cj-Zj >

0 sehingga perlu dicari nilai terbesar untuk mendapat kolom kunci.

(CB)i Cj 3 2 0 0 bi 0
Xj X1 X2 X3 X4

(XB)i

0 X3 0 5/3 1 -1/3 40/3

3 X1 1 1/3 0 1/3 20/3

Zj 3 1 0 1 Z = 20

Cj-Zj 0 1 0 -1

‡positif terbesar

 Langkah
5

Hitung nilai ratio (0) untuk menentukan variabel yang harus

meninggalkan basis.
24

(CB)i Cj 3 2 0 0 bi 0
Xj X1 X2 X3 X4

(XB)i

0 X3 0 5/3 1 -1/3 40/3 8

3 X1 1 1/3 0 1/3 20/3 20

Zj 3 1 0 1 Z = 20

Cj-Zj 0 1 0 -1

Ternyata 0min dimiliki oleh X3 dan kolom kunci berada pada X2

sehingga X3 keluar dari basis dan digantikan X2

 Langkah 6

Gunakan operasi matriks untuk mendapat tabel baru.

B = [P2,P1] = 2 1

1 3

B-1 = 3/5 -1/5

-1/5 2/5

p1 = B-1 . P1 = 3/5 -1/5 1 = 0

-1/5 2/5 3 1

p2 = B-1 . P2 = 3/5 -1/5 2 = 1

-1/5 2/5 1 0

p3 = B-1 . P3 = 3/5 -1/5 1 = 3/5

-1/5 2/5 0 -1/5


25

p4 = B-1 . P4 = 3/5 -1/5 0 = -1/5

-1/5 2/5 1 2/5

bi = B-1 . bi = 3/5 -1/5 20 = 8

-1/5 2/5 20 4

Sehingga diperoleh tabel simplex yang baru yaitu :

(CB)I Cj 3 2 0 0 bi 0
Xj X1 X2 X3 X4

(XB)i

2 X2 0 1 3/5 -1/5 8

3 X1 1 0 -1/5 2/5 4

Zj Z=

Cj-Zj

Iterasi 3

 Langkah 3
m
Σ(CB)i aij
Menghitung nilai Zj, nilai fungsi (Z) dan Cj-Zj. Dimana Zj =
i =1

(CB)i Cj 3 2 0 0 bi 0
Xj X1 X2 X3 X4

(XB)i

2 X2 0 1 3/5 -1/5 8

3 X1 1 0 -1/5 2/5 4

Zj 3 2 3/5 4/5 Z = 28

Cj-Zj 0 0 3/5 -4/5


26

 Langkah 4

Ternyata fungsi sudah optimal. Hal ini dapat dilihat pada kolom Cj-

Zj yang semuanya bernilai 0 atau negatif. Sehingga iterasi dapat

dihentikan dan didapat nilai fungsi Z yang optimal dengan nilai X1

= 4, X2 = 8, X3 = 0, X4 = 0 dan Z = 28
27

BAB III
ANALISA DAN DESAIN SISTEM

Desain (perancangan) sistem merupakan tahap penting yang perlu

dilakukan sebelum melakukan tahap implementasi. Tahap perancangan

dimaksudkan untuk mempermudah pada saat pembuatan program. Pada

perancangan sistem akan dipersiapkan kebutuhan yang diperlukan pada proses

implementasi.

Perancangan dilakukan dengan tujuan untuk memberi gambaran yang

jelas tentang sistem yang akan dibangun sehingga akan mempermudah

penggunaan sistem selanjutnya.

Pada tahap ini akan dilakukan beberapa perancangan yaitu :

1. Perancangan Input

2. Perancangan Output

3. Perancangan Proses

Secara garis besar, program akan dimulai dengan menginputkan data

baik data fungsi maupun data kendala. Dan untuk mempermudah user maka

data tersebut akan ditampilkan pada layar. Setelah semua data diinputkan, maka

proses perhitungan (pemecahan masalah program linier) dilakukan untuk

mendapatkan solusi yang optimal (fungsi sasaran – Z ). Disamping solusi

(fungsi sasaran Z), pada output juga ditampilkan Xn, bi, waktu dalam satuan

detik dan jumlah operasi aritmatika yang terjadi selama proses perhitungan pada

masing-masing metode.
28

Flowchart berikut ini menggambarkan jalannya program secara umum. :

Soal standar

Tabel awal
Revisi tabel

Hitung Zj, nilai fungsi Z dan Cj-Zj

Maks : ada j ‹ cj-zj > 0 Min : ada j ‹ cj-zj < 0 Tidak

Ya
Penyelesaian optimal

 Untuk revisi tabel

Pilih variabel basis baru :


Maks : pilih m — cm-zm = maks {cm-zm > 0} Min : pilih m — cm-zm = min {cm-zm < 0}
Program utama

0i = bi ; aim > 0
aim

Pilih 0n = Min { 0i} (XB)n = keluar dari basis anm = elemen kunci

Ganti (XB)n dengan Xm


Ganti (CB)n dengan Cm

Program utama

Perhitungan aij baru


29

Sebagai awal akan dibuat desain halaman Home yang merupakan judul

dari program yang dibuat. Lalu dilanjutkan dengan perancangan input dan

output yang akan ditampilkan pada halaman Utama.

 Halaman Home

Perbandingan Metode Simplex Dan Revised Simplex Pada Penyelesaian Program Linier

Disusun Oleh : Putu Yunita Kusumawati


01 5314 079

Lanjutkan
Gambar 3-1 : Desain halaman Home

Halaman Home merupakan halaman pertama pada program yang dibuat.

Halaman ini merupakan identitas program. Pada desain di atas terdapat tombol

aksi “Lanjutkan” dan dengan mengklik tombol tersebut maka program akan

lanjut menuju halaman Utama.


30

3.1 Perancangan Antar Muka

 Halaman Utama

Perbandingan Metode Simplex Dan Revised Simplex

Pada Penyelesaian Program Linier

Masukan

Simplek Revised Simplek

Xn Z
Z

bi bi

Waktu Waktu

Gambar 3-2 : Desain halaman Utama

Pada halaman Utama terlihat adanya penggabungan desain input dan output.

Input data dilakukan dengan terlebih dulu mengklik tombol aksi “Masukan” lalu

akan muncul tampilan seperti di bawah ini:


31

a.
Masukan Data

Data Fungsi[x1 x2 x3 -x10]

Jumlah Kendala

Jumlah Variabel

OK Cancel

Gambar 3-3 (a) : Desain input data fungsi

b.
Masukan Data

Data Kendala[x1 x2 x3 -x10]

bi

OK Cancel

Gambar 3-3 (b) : Desain input data kendala

Pada tampilan (a) input data mulai dilakukan dengan memasukkan data

fungsi dari sebuah persamaan linier. Jumlah kendala dan jumlah variabel diisi

sesuai dengan persamaannya. Namun jika jumlah kendala dan jumlah variabel

yang diinputkan melebihi jumlah maksimal (10) maka akan muncul error dialog
32

yang berisi bahwa jumlah kendala atau variabel melebihi batas. Setelah semua

data diinputkan lalu klik tombol “OK”.

Setelah tombol diklik maka program langsung menuju tampilan (b)

untuk melakukan input data kendala dan bi. Setelah semua data terisi dan

dilanjutkan dengan mengklik button “OK” maka data akan langsung diproses

sehingga diperoleh solusi yang optimal dan output yang dihasilkan akan muncul

pada halaman Utama untuk output.

Pada desain output akan ditampilkan untuk masing-masing metode yaitu

Xn merupakan indeks dari variabel fungsi, bi adalah koefisien ruas kanan

kendala yang akan menjadi nilai variabel dari fungsi, Z adalah nilai fungsi

sasaran. Selain itu juga ditampilkan waktu proses dalam satuan detik selama

proses perhitungan pada masing-masing metode.

3.2 Perancangan Proses

Sebelum dilakukan proses perhitungan, dipastikan dahulu soal / masalah

program linier sudah dalam bentuk standar simplex (=). Jika soal masih dalam

bentuk pertidaksamaan, maka diubsh ke dalam bentuk standar dengan

menambahkan variabel slack.

Pada saat input data, yang diinputkan adalah koefisien variabel dari

fungsi dan kendala (data fungsi dan data kendala) pada soal asli. Adapun jumlah

variabel dan kendala tidak boleh lebih besar dari 10 (>10).


33

Pada saat perhitungan, ada beberapa perhitungan penting yang dilakukan

antara lain : perhitungan nilai Cj, Cj-Zj, ratio dan nilai fungsi sasaran Z. Selain

itu perhitungan juga dilakukan untuk lamanya waktu yang diperlukan.

Pada perhitungan data / tabel baru, pada Revised Simplex menggunakan

operasi matriks yaitu untuk menghitung invers. Dimana invers tersebut akan

digunakan untuk menghitung data baru yaitu dengan mengalikan vektor kolom

dari xj dengan invers . Matriks yang digunakan untuk menghitung matrik adalah

matrik yang dibentuk dari basis.


34

BAB IV

IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN

4.1 Implementasi dan Pengujian Program

4.1.1 Mempersiapkan Berkas Sumber

Sebelum mengaktifkan program terlebih dahulu mempersiapkan letak

berkas sumber. Pada jendela perintah (command window) Matlab, masuk ke

menu utam File lalu pilih set path.

Gambar 4-1 : Set path/Path browser


35

Pada set path terdapat folder berkas, namun secara default biasanya

berkas sumber banyak diletakkan pada folder C:\MATLAB6p5p1\work. Dan

untuk mempermudah kerja, maka jika kita memiliki file yang akan dijalankan

sebaiknya file tersebut diletakkan terlebih dulu pada berkas sumber dalam hal

ini folder work.

Gambar 4-2 : Browser

4.1.2 Implementasi Program

Sebelum proses perhitungan dilakukan terlebih dahulu membentuk matrik

data kendala (data xb dan data bi).

%ukur data xb

[size_xb_baris,size_xb_kolom] = size(data_xb);

%salin data xb ke data xb awal

for loop = 1:size_xb_baris

for loop2 = 1:size_xb_kolom

data_xb_awal(loop,loop2) = data_xb(loop,loop2);

end
36

end

%salin data bi ke data bi awal

for loop = 1:size_xb_baris-1

data_bi_awal(loop) = data_bi(loop);

end

Setelah tabel terbentuk, langkah selanjutnya adalah menghitung nilai Zj,

nilai Cj-Zj dan fungsi sasaran (Z), terlihat pada potongan program dibawah ini:

for loop = 1:size_xb_kolom

data_zj(loop) = 0;

end

% cari nilai zj

for loop = 1:size_xb_kolom

for loop2 = 2:size_xb_baris

data_zj(loop)=data_zj(loop)+(data_cb(loop21)* data_xb((loop2),loop));

temp_kali = temp_kali + 1;

temp_plus = temp_plus + 1;

end

end

%cari nilai cj-zj

for loop = 1:size_xb_kolom

data_cjzj(loop) = data_xb(1,loop) - data_zj(loop);

temp_minus = temp_minus + 1;

end

% cari nilai fungsi sasaran(z)

data_z = 0;

for loop = 1:(size_xb_baris-1)

data_z = data_z +(data_cb(loop) * data_bi(loop));

temp_kali = temp_kali + 1;

temp_plus = temp_plus + 1;

end
37

Kemudian cari nilai positif terbesar dari nilai cj-zj yang sudah

dihitung, yang nantinya digunakan untuk menghitung nilai ratio.

%cari nilai terbesar cj-zj dan ratio

[nilai_besar,indeks_besar] = max(data_cjzj);

for loop = 1:(size_xb_baris -1)

if data_xb(loop+1,indeks_besar) <= 0

data_rasio(loop) = 10000;

else

data_rasio(loop) = data_bi(loop) / data_xb(loop+1,indeks_besar);

temp_bagi = temp_bagi +1;

end

end

4.2 Hasil Implementasi

Pada jendela perintah ketik HalHome untuk mengaktifkan jendela figure

HalHome sehingga pada layar akan tampak jendela figure.

Gambar 4-3 : Halaman Home


38

Halaman Home merupakan awal dari program yang dibuat. Pada figure

tersebut terdapat sebuah tombol aksi. Dan untuk memulainya terlebih dulu user

menekan tombol ‘Lanjutkan’ yang kemudian akan langsung menuju halaman

berikutnya yaitu halaman Utama. Dimana pada halaman ini merupakan

gabungan antara input dan output. Input ditampilkan dengan tombol aksi

“Masukan” seperti terlihat pada tampilan dibawah ini.

Gambar 4-4 : Halaman Utama

Pada figure utama terdapat tampilan untuk input dan output dan terdapat

tombol “Masukan” yang merupakan awal dari proses input. Setelah tobol di

klik, maka program akan langsung menuju ke halaman input data yang terdiri

atas 2 bagian yaitu input data fungsi dan input data kendala.
39

Soal : Maksimumkan : Z = 3x1 + 2x2

Kendala I : x1 + 2x2 ≤ 20

: 3x1 + 4x2 ≤ 20 ; x1, x2 ≤ 0

Setelah diubah ke dalam bentuk standar,

Maksimumkan Z = 3x1 + 2x2 + 0x3 + 0x4

Kendala : x1 + 2x2+ x3 = 20

: 3x1 + x2 + x4 = 20

x1 ≤ 0, x2 ≤ 0, x3 ≤ 0, x4 ≤ 0

4.2.1 Proses Input Data Fungsi

Gambar 4-5 : Input data fungsi

Setelah button “Masukan” diklik, maka program akan langsung menuju

tampilan input data fungsi. Data yang dimasukkan adalah data fungsi yang

berupa koefisien dari masing-masing variabel pada soal program linier. Pada

contoh soal di atas terdapat 2 data fungsi, 2 kendala dan 2 variabel. Data fungsi

yang diinputkan hanya data asli tanpa variabel buatan (slack), meskipun fungsi

sasaran dan kendalanya sudah diubah dalam bentuk standar program linier

(persamaan).
40

Button “OK” akan membawa program menuju tampilan selanjutnya

yaitu untuk input data kendala.

4.2.2 Proses Input Data Kendala

Pada contoh soal terlihat bahwa jumlah kendala yang dimiliki adalah 2

sehingga input data kendala dilakukan sebanyak dua kali. Proses input data

kendala terlihat pada tampilan berikut :

a. Kendala I

Gambar 4-6 : Input kendala (1)

b. Kendala II

Gambar 4-6 : Input kendala (2)

Kendala pertama data yang diinputkan adalah 1 dan 2 yang merupakan

koefisien dari x1 dan x2 pada kendala 1 dengan nilai bi 20, sedangkan kendala
41

kedua data kendalanya 3 dan 1 juga merupakan koefisien x1 dan x2 pada

kendala 2 dengan nilai bi 20.

Jika terjadi kesalahan pada waktu input jumlah variabel dan jumlah

kendala akan muncul peringatan sebagai berikut:

a. Kesalahan Jumlah Kendala

Gambar 4-7: Kesalahan jumlah kendala

Gambar 4-8 : Peringatan kendala


42

b. Kesalahan Jumlah Variabel

Gambar 4-9 : Kesalahan jumlah variabel

Gambar 4-10 : Peringatan variabel

Peringatan-peringatan di atas terjadi jika jumlah kendala dan jumlah

varibel melebihi batas maksimal yaitu masing-masing 10. Setelah tombol

“OK” diklik maka user diharapkan mengisi jumlah kendala dan variabel

yang baru dengan menekan tombol “Masukan” pada halaman Utama

sehingga muncul form input data.


43

4.2.3 Proses Output

1. Perhitungan Nilai Fungsi Sasaran (Z)

Nilai fungsi sasaran (Z) diperoleh dari jumlah hasil kali antara koefisien

CB dan nilai ruas kanan (bi) dari masalah program linier.

2. Perhitungan Ratio (0)

Basis yang memiliki ratio terkecil akan keluar dari tabel dan digantikan

dengan basis baru. Ratio dihitung dengan cara membagi koefisien ruas

kanan (bi) dengan elemen kunci (pivot).

Setelah proses input data selesai dilakukan, maka program akan

melakukan proses perhitungan sehingga menghasilkan solusi yang nantinya

akan ditampilkan pada HalUtama untuk output.


44

Hasil dari contoh soal dapat dilihat pada tampilan output sebagai berikut :

Gambar 4-11 : Halaman Utama (output)

4.3 Percobaan dan Analisa

Percobaan dilakukan dengan cara melakukan perulangan sebanyak 5 kali

untuk masing-masing data. Adapun dari percobaan tersebut diperoleh waktu

baik untuk Metode Simplex maupun Revised Simplex, namun yang diambil

untuk dianalisa adalah rata-rata waktu dalam satuan detik.

Untuk mendukung percobaan ini, digunakan komputer dengan

spesifikasi sebagai berikut :

- Processor INTEL-PENTIUM 4-1,5 GHz (256KB)-400 MHz

-RAM 128 MB DIMM PC-133


45

-Harddisk 20 GB – 7200 RPM

Di bawah ini adalah tabel hasil percobaan yang telah dilakukan :

Jumlah variabel Jumlah kendala Rata-rata waktu (detik)


Simplex Revised Simplex
3 2 0.016 0.028
4 2 0.006 0.006
4 3 0.01 0.018
5 2 0.01 0
5 3 0.01 0.004
5 4 0.01 0.015
6 2 0.016 0.018
6 3 0.008 0.014
6 4 0.004 0.004
6 5 0.006 0.024
7 2 0.012 0.106
7 3 0.034 0.024
7 4 0.012 0.018
7 5 0.01 0
7 6 0.016 0.018
8 2 0.01 0.015
8 3 0.01 0.004
8 4 0.008 0.0162
8 5 0.032 0.156
8 6 0.04 0.078
8 7 0.01 0.004
9 2 0.006 0.006
9 3 0.01 0
9 4 0.034 0.026
9 5 0.014 0.02
9 6 0.006 0.04
9 7 0.01 0.02
9 8 0.01 0
10 2 0.004 0.015
10 3 0.024 0.06
10 4 0.01 0.004
46

10 5 0.018 0.012
10 6 0.006 0.022
10 7 0.01 0.032
10 8 0.004 0.026
10 9 0.047 0.036

Tabel 4-1 : Tabel Percobaan

Di bawah ini adalah tabel yang menunjukkan waktu rata-rata untuk jumlah

variabel tertentu.

jumlah Rata-rata waktu (dt)


variabel Simplex Revised
Simplex
3 0.016 0.028
4 0.008 0.012
5 0.01 0.0063
6 0.0085 0.015
7 0.0168 0.023
8 0.0183 0.013
9 0.013 0.016
10 0.017 0.026

Tabel 4-2 : Tabel rata-rata waktu untuk jumlah variabel


47

grafik rata waktu terhadap jumlah variabel

0.03

0.025

0.02
rata waktu

0.015

0.01

0.005

0
0 2 4 6 8 10 12
jumlah variabel

Rata-rata waktu (dt) Simplex Rata-rata waktu (dt) Revised Simplex

Gambar 4-12 : Grafik waktu-jumlah variabel

Berdasarkan jumlah variabel pada tabel dan grafik variabel, rata-rata waktu yang

diperlukan pada Metode Simplex relatif lebih cepat daripada revised Simplex.

Ini adalah tabel yang menunjukkan waktu rata-rata untuk jumlah kendala tertentu.

jumlah Rata-rata waktu (dt)


kendala Simplex Revised
Simplex
2 0.01 0.024
3 0.02 0.017
4 0.013 0.01364
5 0.016 0.014
6 0.017 0.024
7 0.01 0.019
8 0.007 0.013
9 0.023 0.026

Tabel 4-3 : Tabel rata-rata waktu untuk jumlah kendala


48

Grafik rata waktu terhadap jumlah kendala

0.03

0.025

0.02
rata waktu

0.015

0.01

0.005

0
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
jumlah kendala

Rata-rata waktu (dt) Simplex Rata-rata waktu (dt) Revised Simplex

Gambar 4-13 : Grafik waktu-jumlah kendala

Berdasarkan jumlah kendala pada tabel dan grafik kendala, rata-rata waktu yang

diperlukan pada Metode Simplex relatif lebih cepat daripada revised Simplex.

Dari hasil analisa tabel dan grafik, terlihat bahwa Metode Simplex

memerlukan waktu yang relatif lebih cepat dibandingkan dengan Revised

Simplex. Jumlah variabel dan jumlah kendala tidak terlalu mempengaruhi

waktu. Tapi lamanya waktu yang diperlukan lebih dipengaruhi oleh jumlah

tabel iterasi.
49

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari hasil analisa program perbandingan Metode Simplex dan Revised

Simplex dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Metode Simplex lebih efisien jika dibandingkan dengan Revised

Simplex hal ini dapat dilihat dari lamanya waktu yang dibutuhkan

selama proses penyelesaian masalah program linier.

2. Jumlah variabel dan jumlah kendala tidak terlalu mempengaruhi waktu.

5.2 Saran

Dari hasil penelitian skripsi ini, Penulis dapat memberi saran sebagai berikut:

1. Program bisa menyimpan data sebelumnya, sehingga user dapat melihat

kembali jika diperlukan.

2. Perlu ditampilkan jumlah operasi aritmatika yang terjadi pada masing-

masing metode sebagai bahan pertimbangan selain waktu untuk

membandingkan kedua metode.


50

DAFTAR PUSTAKA

Dimyati, Tjutju Tarliah & Dimyati Ahmad, Operations Research-Model Model


Pengambilan Keputusan, Bandung, Sinar Baru, 1994.

Duane Hanselman & Bruce Littlefield,MATLAB Bahasa Komputasi Teknis,


Penerbit ANDI, Yogyakarta, 2000

Frederick S.Hiller, Gerald J.Lieberman, Pengantar Riset Operasi, Edisi V, Jilid I,


Erlangga, 1994

Gunaidi Abdia Away, The Shortcut of MATLAB Programming, Informatika,


Bandung, 2006

Hamdy A. Taha, Operations Research –An Introduction, Fourth Edition,


Macmillan Publishing Company, New York.

Anda mungkin juga menyukai