Anda di halaman 1dari 5

TEGANGAN PERMUKAAN CAIRAN

(Kode Percobaan M-4)

A.TUJUAN

Setelah mengikuti praktikum tegangan permukaan cairan,praktikan diharapkan mampu

(1)Menentukan nilai tegangan permukaan air;

(2)Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tegangan permukaan cairan.

B.ALAT DAN BAHAN

1.Bejana transparan dengan pipa kapiler 4.Corong plastik

2.Termometer 5.Air dan es

3.Mistar atau kertas milimeter blok 6.Kaca pembesar

C.TEORI DASAR
a.Tegangan Permukaan
Tegangan permukaan merupakan sifat permukaan suatu zat cair yang berperilaku layaknya selapis
kulit tipis yang kenyal atau lentur akibat pengaruh tegangan. Pengaruh tegangan tersebut disebabkan oleh
adanya gaya tarik-menarik antar- molekul di permukaan zat cair tersebut. Besarnya tegangan permukaan
merupakan usaha yang diperlukan cincin untuk menciptakan suatu permukaan baru, sifat permukaan yang
dimiliki oleh zat cair yang berperilaku layaknya selapis kulit tipis yang kenyal atau lentur akibat pengaruh
tegangan. Tegangan ini terjadi jika molekul- molekul di permukaan suatu cairan saling tarik menarik satu sama
lain, sehingga menciptakan pembatas antara udara dengan cairan itu (Ermawati, 2008).

b.Tegangan Permukaan Cairan (γ)


Tegangan permukaan cairan (γ) adalah kerja yang dilakukan untuk memperluas permukaan cairan
dalam satuan luas. Tegangan permukaan cairan dapat diukur dengan cara  drop out, cara buble pressure,
tensiometer , cara capilary rise. Metode Pendant drop adalah metode yang sangat luas dipakai, yang hanya
membutuhkan sejumlah kecil cairan dan bisa dipakai kesituasi pengukuran yang sulit secara eksperimenpada
suhu tinggi ataupun dengan bahan reaktif. Dengan peralatan optik yang baik, itu baik untuk persepuluhan
persen. Metode buble juga telah dinyatakan penting untuk pengukuran tensi permukaan logam lebur. Itu telah
dipakai juga dalam penentuan tenci interfacial elektrolit mercuri encer (Ginting, 2002).
Tegangan permukaan menyebabkan suatu perbedaan tekanan antara gelembung sabun atau tetesan
zat cair bagian dalam dan bagian luar. Suatu gelembung sabun terdiri permukaan film berbentuk bola yang
sangat rapat. Dengan suatu lapisan tipis dan diantara zat cair. Tegangan permukaan menyebabkan film
cenderung untuk melakukan pengusutan, tetapi sebagaimana gelembung menyusut, sebegitu juga ia menekan
udara didalam, menambah tekanan bagian dalam , ke titik yang mencegah pengusutan lebih lanjut. Tekanan
permukaan tersebut pada cairan khusus biasanya berkurang sebagaimana temperatur bertambah.
Sebagaimana temperatur bertambah dan molekul zat lain berpindah dengan lebih cepat, interaksi antara
mendapat pengaruh yang mengurangi mosi merekadan mengurangi tegangan permukaan (Ginting, 2002).
c.Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tegangan Permukaan Cairan
Molekul pada permukaan mengalami tarikan kedalam rongga cairan, karena gaya tarik-menarik
didalam rongga cairan dari pada gaya tarik oleh uap molekul yang ada diatas permukaan. Akibat tarikan ini,
maka permukaan cenderung mengkerut untuk mencapai luas sekecil mungkin sehingga mempunyai tegangan
permukaan. Tegangan permukaan didefinisikan sebagai gaya tiap satuan panjang yang bekerja pada
permukaan, atau sebagai energi per satuan luas yang diperlukan untuk memperluas permukan tiap satu
satuan luas pada suhu, tekanan dan komposisi tetap. Selain tegangan permukaan γ untuk sitem cair-uap,
dikenal pula tegangan antarmuka γᵢ untuk dua cairan yang tak saling campur (Anonim, 2015).
Faktor-taktor yang mempengaruhi γ antara lain suhu, tekanan dan konsentrasi larutan. Dalam cairan,
sebuah molekul mengalami gaya tarik dari molekul tetangganya, tetapi pada permukaannya, sebuah molekul
hanya dikelilingi sebagian saja dan akibatnya molekul pada permukaan ini hanya mengalami gaya tarik kearah
benda cairannya, (dapat dikatakan seolah-olah benda cairan dibungkus oleh suatu membran atau lapisan yang
tidak tampak). Perilaku cairan pada permukaan cairan inilah yang disebut tegangan permukaan dan sifat ini
pula yang menyebabkan cairan dapat jatuh membentuk tetesan yang dapat merambat pada pembuluh  atau
pipa kapiler serta dapat mengembangkan selembar kertas logam (Anonim, 2015).
Tegangan permukaan terjadi karena permukaan zat cair cenderung untuk menegang, sehingga
permukaannya tampak seperti selaput tipis. Hal ini dipengaruhi oleh adanya gaya kohesi antara molekul air.
Pada dasarnya tegangan permukaan suatu zat cair dipengaruhi oleh beberapa faktor suhu dan dan zat terlarut.
Dimana keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan mempengaruhi besarnya tegangan permukaan.
Keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan mempengaruhi tegangan permukaan. Penambahan zat
terlarut juga akan meningkatkan viskositas larutan, sehingga tegangan permukaan akan bertambah
besar (Maulina, 2013).
Molekul pada permukaan suatu cairan ditarik ke dalam rongga cairan karena gaya tarik dari molekul
dibawahnya lebih besar dari pada tarikan oleh molekul uap yang ada pada bagian lain dari permukaan. Tarikan
ke dalam ini bila mungkin, menyebabkan permukaan berkontraksi dan menyebabkan terjadinya gaya dalam
bidang permukaan. Tegangan permukaan menyebabkan terbentuknya tetesan bulat, kenaikan air dalam
kapiler, dan gerak cairan lewat zat padat berpori. Zat padat juga mempunyai tegangan permukaan, tetapi
sukar untuk ditentukan. Kristal cenderung untuk membentuk bidang-bidang tegangan permukaan terendah
(Mulyono, 2013).

d.Metode kenaikan pipa kapiler


Bila suatu pipa kapiler dimasukkan kedalam cairan yang membasahi dinding maka cairan akan naik
kedalam kapiler karena adanya tegangan muka. Kenaikan cairan sampai pada suhu tinggi tertentu sehingga
terjadi keseimbangan antara gaya keatas dan kebawah (persamaan 1) :
Gaya kebawah, F = p.r2.h.r.g
Dimana   h : tinggi permukaan.
                      g : percepatan gravitasi.
                      r : berat jenis.
                       r : jejari kapiler.
Persamaan (2) :
Gaya keatas, F’ = 2.p.r.g.cosq

Dimana :
g adalah tegangan muka dan q adalah sudut kontak.
Pada kesetimbangan, gaya kebawah sama dengan gaya keatas (dari persamaan 1 dan 2) :
2.p.r.g.cosq  = p.r2.h.r.g
untuk air dan kebanyakan cairan organik umumnya q         0 atau dapat dianggap batas lapisan
pararel dengan kapiler, sehingga harga cosq =1 maka persamaan 3 :
g = ½.r. h.r.g
sehingga :
gair        ½.r. hair.rair.g
                                           gx      =        ½.r. hx.rx.g
gx    hx.rx.g

D.CARA KERJA
1.Tulislah diameter lubang kapiler.
2.Tuangkanlah air kedalam bejana transparan sepertiga volume bejana.
3.Lalu gunakan termometer untuk mengukur suhu air tersebut.
4.Biarkan air mengalir melalui lubang kapiler dan tampung airnya pada nampan.
5.Tunggu sampai air yang keluar dari pipa kapiler terhenti dan membentuk bola.
6.Bila sudah terhenti,tulis ketinggian h yang diukur dalam bejana sampai pipa kapiler
7.Ulangi langkah langkah diatas sebanyak 7 kali.
8.Lalu ganti air dengan air es,ulangi langkah 1-7 .Ukur pula suhu air es yang digunakan

E.DATA PENGAMATAN
Data pengamatan mengukur tengangan permukaan air
NO h(m) h2
1 0,9 0,09
2 0,8 0,064
3 0,7 0,49
4 0,8 0,64
Rata2 0,8
∆h 0,8

Data pengamatan mengukur tegangan permukaan air es


NO h(m) h2
1 0,7 0,49
2 0,8 0,64
3 0,8 0,64
4 0,8 0,64
Rata2 0,8
∆h 0,8

F.PERHITUNGAN
Perhitungan pada air biasa
NO H h2
1 0,9 0,81
2 0,8 0,64
3 0,7 0,49
4 0,8 0,64
∑XI-4=3,2
(∑XI-4)2=10,24

¿
√ h (∑X I2 ¿+ ( ∑X I )2 h(h-1)
∆h =

=
√ 4 ( 10,29 ) +(3,2)2
4(3)

=
√ 40,96−10,24
12
=
√30,72
12
= √ 2,56
hl-a= 0,8±1,6mm
1
∆s = r(Pdalam-Pluar)
2
1 1
= Pgv - (101.292,8)
2 2
∂s Pgh 101.292,8
= . ∆r + – .h.∆h
∂r 2 2
1000.10 .3,2 101.292,8 1000.10 .3,2 101.292 .8
= – . 2+ – .2 . 1,6
2 2 2 2
= 1600 - 50646,4 . 2 + 16000 – 162.068
= -34,646,4 . 2 – 146.068
= -69,2 – 146.068
= -215,2
1
S = r (rgh – 101.292,8)
2
1
= 2(1000 . 10 . 3,2 – 101.292,8)
2
= 69
N
= (69 ± 215,2)
M

G.PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini dilakukan penentuan tegangan permukaan pada air biasa dan air es.Tegangan
permukaan adalah gaya atau tarikan kebawah yang menyebabkan permukaan cairan berkontraksi dengan
benda dalam keadaan tegang. Hal ini disebabkan oleh gaya-gaya tarik yang tidak seimbang pada antar muka
cairan. Gaya ini biasa segera diketahui pada kenaikan cairan biasa dalam pipa kapiler dalam bentuk suatu
tetesan kecil cairan. Tegangan permukaan merupakan fenomena menarik yang terjadi pada zat cair (fluida)
yang berada dalam keadaan diam (statis).
Besarnya tegangan permukaan ditentukan oleh beberapa faktor seperti : jenis cairan, suhu, tekanan,
konsentrasi zat terlarut, dan kerapatan.
H.KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :
1. Semakin besar densitasnya, maka massa zat yang ada pada volume tertentukan semakin
besar dan interaksi antar partikelnya pun makin besar sehingga tegangan permukaannya
semakin besar.
2. Semakin tinggi konsentrasi larutannya, maka tegangan permukaan semakin besar

I.DAFTAR PUSTAKA
1. Herinaldi.2004.Mekanika Fluida, terjemahan dari “Fundamental of Fluids Mechanic”
oleh 2.Donald F. Young. Erlangga.Jakarta.
3.Atkins, P. W. 1994.Kimia Fisik edisi ke-4 jilid 1.Erlangga: Jakarta.
4.Giancoli, Douglas C. 2001.Fisika jilid 1. Erlangga:Jakarta.
5.Hamid, Rimba. 2010.Penuntun Kimia Fisik.Universitas Hauoleo: Kendari.