Anda di halaman 1dari 2

Nama : Shela Sonia

Kelas : Pendidikan Biologi A 2019


NIM : 19030204003

Tugas 2 : Menyaring Berita Hoax


Saat ini berita yang banyak dibicarakan adalah tentang Virus Corona. Ada banyak berita tentang
Virus Corona baik yang berupa fakta maupun hoax. 
Carilah minimal sebuah berita fakta tentang Virus Corona kemudian berikan ulasan/alasan sesuai
dengan pengetahuan Anda terutama di bidang biologi.
Carilah minimal sebuah berita hoax tentang Virus Corona kemudian berikan
counter/penyangkalan sesuai dengan pengetahuan Anda terutama di bidang biologi.

1. Berita Fakta tentang Virus Corona


Ada Temuan Kasus Baru, Pemerintah Hubei: Masa Inkubasi Virus Corona Bisa 27 hari

Sumber : https://internasional.kontan.co.id/news/ada-temuan-kasus-baru-pemerintah-hubei-
masa-inkubasi-virus-corona-bisa-27-hari, diakses pada 24 Februari 2020 pukul 20.00
Berita pada artikel tersebut dapat dikategorikan sebagai berita fakta. Berita tersebut
menjelaskan proses inkubasi pada virus corona yang semula diprediksikan terjadi selama 14 hari
kemudian menjadi lebih lama, yakni 27 hari bahkan lebih. Inkubasi virus secara umum terjadi
kurang dari dua minggu. Akan tetapi, semua itu tergantung dan kembali lagi pada jenis virus
yang menjadi sumber penyakit. Misalnya, masa inkubasi virus influenza umumnya terjadi sekitar
24 jam sampai tujuh hari. Masa inkubasi virus hepatitis A adalah 2-6 minggu. Sedangkan, masa
inkubasi virus masa inkubasi HIV atau masa masuknya virus hingga muncul gejala adalah 5-10
tahun. Bahkan bisa lebih dari 10 tahun jika daya tahan tubuh sangat baik. Jadi, masa inkubasi
virus tidak bisa disamakan dalam penggolongan waktunya. Faktor lain yang mempengaruhi
adalah daya tahan tubuh atau imun dari pasien yang diserang.

2. Berita Hoax tentang Virus Corona


Kurma Harus Dicuci Bersih Karena Mengandung Virus Corona dari Kelelawar

Sumber : https://kominfo.go.id/content/detail/18531/hoaks-kurma-harus-dicuci-bersih-karena-
mengandung-virus-corona-yang-berasal-dari-kelelawar/0/laporan_isu_hoaks , diakses pada 24 Februari
2020 pukul 19.45

Berita yang tersebar melalui akun media sosial tersebut adalah hoax. Beredar di media
sosial Facebook informasi mengenai anjuran dari dokter dan menteri kesehatan di Timur Tengah
untuk mencuci bersih kurma sebelum dikonsumsi karena mengandung virus corona yang berasal
dari kelelawar. Mencuci kurma sebelum dikonsumsi tidak akan mampu mensterilkan virus.. Di
Indonesia ada dua spesies kelelawar yang menjadi reservoir penyakit japanese encephalitis (JE),
nipah virus, lyssa virus, dan hendra virus. Jadi belum ada bukti virus corona dari kelelawar
menginfeksi manusia. Jenis bisa sama, tetapi ini tidak menginfeksi manusia.
Virus dengan nama lengkap Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-
CoV) ini menurut beberapa ahli ditularkan lewat udara khususnya dari bersin dan batuk orang
terinfeksi. Penularan lewat konsumsi makanan, terutama kurma impor, bukan hal yang
terkonfirmasi. Selain itu bila memang ada virus yang menempel di kurma, maka mencuci saja
tidak akan cukup untuk menghilangkan virus. Penyakit yang disebabkan virus MERS-CoV dan
virus SARS bisa menular melalui udara, sehingga bisa dengan mudah menular ke banyak orang.
Jadi, tidak menular melalui makanan seperti kurma.