Anda di halaman 1dari 7

Nama : Ade Pratama

NIM : 170420109

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Adalah menceritakan hal hal yang melatarbelakangi mengapa peneliti memilih


judul penelitiannya. Dalam latar belakang masalah ini, peneliti seolah-olah
sebagai detektif yang sedang mengamati situasi lingkungan tempat kejadian
perkara. Untuk memunculkan berbagai alasan mengapa memilih judul tersebut,
maka seorang peneliti dalam hal ini dapat mengacu pada peraturan perundang-
undangan yang berlaku, akan tetapi belum efektif pada pelaksanaannya. sehingga
dapat menyadarkan akan pentingnya penelitian pada aspek tersebut.

Latar belakang penelitian berisi :

 Alasana rasional dan esensial yang membuat peneliti tertarik untuk


melakukan penelitian berdasarkan fakta-fakta, data, referensi dan temuan
penelitian sebelumnya
 Gejala-gejala kesenjangan yang terdapat dilapangan sebagai dasar
pemikiran untuk memunculkan permasalahan dan bagaimana penelitian
mengisi ketimpangan yang ada berkaitan dengan topik yang diteliti.
 Kompleksitas masalah jika masalah itu dibiarkan dan akan menimbulkan
dampak yang menyulitkan, menghambat, mengganggu bahkan
mengancam.
 Pendekatan untuk mengatasi masalah dari sisi kebijakan dan teoritis
 Penjelasan singkat tentang kedudukan atau posisi masalah yang diteliti
dalam ruang lingkup bidang studi yang ditekuni peneliti
B. Rumusan Masalah

Berbagai model penelitian titik tolaknya tak lain adalah sebuah


masalah. Tanpa masalah suatu penelitian tidak akan terlaksana. Dalam sebuah
penelitian, menentukan dan mengidentifikasi masalah menjadi momok awal
bagi para peneliti. Peneliti pemula kerap kali langsung terjun dalam
pengumpulan data tanpa memformulasikan tujuan, hipotesis atau teori terlebih
dahulu, karena mengandalkan ide-ide yang belum jelas rumusan masalahnya.
Masalah harus dirumuskan dahulu sebelum penelitian itu berlanjut karena
menetukan metode yang nantinya akan digunakan.

Suatu rumusan yang mempertanyakan suatu fenomena, baik dalam


kedudukannya sebagai fenomena mandiri, maupun dalam kedudukannya
sebagai fenomena yang saling terkait di antara fenomena yang satu dengan
yang lainnya, baik sebagai penyebab maupun sebagai akibat. Perumusan
masalah merupakan salah satu tahap di antara sejumlah tahap penelitian yang
memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kegiatan penelitian. Setiap
penelitian dimulai dari perumusan masalah yang dilanjutkan dengan
pemecahan masalah.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih masalah
penelitian.
a. Memiliki nilai penelitian
Masalah yang akan dipecahkan akan berguna atau bermanfaat yang positif.
b. Memiliki fisibilitas
Fisibilitas artinya masalah tersebut dapat dipecahkan atau dijawab.
Faktoryang perlu diperhatikan, antara lain:
1) Adanya data dan metode untuk memecahkan masalah tersebut,
2) batas-batas masalah yang jelas,
3) adanya alat atau instrumen untuk memecahkannya,
4) adanya biaya yang diperlukan,
5) tidak bertentangan dengan hukum.
c. Sesuai dengan kualitas peneliti
Sesuai dengan kualitas peneliti artinya tingkat kesulitan masalah
disesuaikan dengan tingkat kemampuan peneliti.

Rumusan masalah penelitian yang baik, antara lain:

1) Bersifat orisinil, belum ada atau belum banyak orang lain yang meneliti
masalah tersebut.
2) Dapat berguna bagi kepentingan ilmu pengetahuan dan terhadap
masyarakat.
3) Dapat diperoleh dengan cara-cara ilmiah
4) Jelas dan padat, jangan ada penafsiran yang lain terhadap masalah
tersebut.
5) Dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.
6) Bersifat etis, artinya tidak bertentangan atau menyinggung adat istiadat,
ideologi, dan kepercayaan agama.

C. Batasan Masalah

Masalah yang akan dicari pemecahannya harus dibatasi ruang


lingkupnya agar pembahasannya dapat lebih terperinci dan dapat
dimungkinkan pengambilan keputusan definitif.

Misal;

Penelitian ini dibatasi hanya pada karyawan yang menempati ruang kerja
open plan dengan tipe konvensional saja.
D. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah pernyataan yang berhubungan dengan sasaran


yang ingin dicapai peneliti. Tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk
kalimat pernyataan. Di dalam Tujuan penelitian peneliti dapat menuliskan
beberapa kata yang akan kita tuliskan, dan ini juga merupakan hasil pola piker
peneliti tersebut, apa Tujuan dari skripsi yang kita analisa saat ini, biasanya ini
terkait dari apa yang kita bahas, bisa menguntungkan perorangan atau pun
masyarakat.
Tujuan penelitian menguraikan secara tegas dan jelas tujuan
dilaksanakan penelitian di objek penelitian yang dipilih tersebut untuk objek
penelitian atau organisasi. Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan
masalah yang ditetapkan dan jawabannya terletak pada kesimpulan penelitian.

E. Manfaat Penelitian

Manfaat Penelitian yaitu dampak dari pencapaiannya tujuan.


Seandainya dalam penelitian, tujuan dapat tercapai dan rumusan masalah
dapat dipecahkan secara tepat dan akurat, maka apa manfaatnya secara praktis
maupun secara teoritis. Kegunaan penelitian mempunyai dua hal yaitu
mengembangkan ilmu pengetahuan (secara teoritis) dan membantu mengatasi,
memecahkan dan mencegah masalah yang ada pada objek yang diteliti.

Manfaat penelitian menguraikan beberapa manfaat penelitian secara


teoritik dan secara praktik.

a. Manfaat Penelitian secara teoritik yaitu menjelaskan bahwa hasil


penelitian bermanfaat atau memperkaya konsep-konsep, teori-teori
terhadap ilmu pengetahuan dari penelitian yang sesuai dengan bidang
ilmu dalam suatu penelitian.

b. Manfaat Penelitian secara praktik, yaitu menjelaskan bahwa hasil


penelitian bermanfaat bagi pemecahan masalah yang berhubungan
dengan topik atau tema dari suatu penelitian. Manfaat penelitian  ini
berguna secara teknis untuk memperbaiki, meningkatkan suatu
keadaan berdasarkan penelitian yang dilakukan dan mencari solusi
bagi pemecahan masalah yang ditemukan pada penelitian

BAB II LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka berisi teori-teori dan referensi yang diperoleh dari
hasil penelitian kepustakaan. Biasanya terdiri uraian-uraian
konsep,teori,dan hasil-hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh pakar
yang berhubungan dengan penelitian yang akan dilakukan. Peneliti harus
mampu menguraikan kerangka teori yang relevan,lengkap dan sejalan
dengan pembahasan yang dibahas. Peneliti dapat mengambil sumber data
dari textbooks, journal, thesis, reports, newspapers, unpublish
manuscripts, or website in internet.
Fungsi teori adalah untuk menjawab “bagaimana” dan “mengapa”
dari masalah yang akan dikaji. Teori juga dapat digunakan untuk
mendeskripsikan fenomena dan memberikan panduan fenomena.
Biasanya tinjauan pustaka berisi tentang variabel-variabel yang
berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan, kerangka pemikiran, dan
hipotesis.
Variabel nya antara lain;
1. Variabel Bebas ( Independent Variable )
Berisi definisi-definisi tentang masing-masing variabel yang
menjelaskan atau mempengaruhi variabel lain.
2. Variabel Terikat ( Dependent Variable )
Berisi definisi-definisi tentang variabel yang dijelaskan atau
dipengaruhi oleh variabel independen.
3. Variabel Moderating
Tipe variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungaan
antara variabel independen dan variabel dependen. Variabel
moderating ini juga tipe variabel yang memepunyai pengaruh
terhadap sifat atau arah hubungan variabel lain.
4. Variabel Intervening
Tipe variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel-
variabel independen dengan variabel-variabel dependen
menjadi hubungan yang tidak langsung. Variabel ini terletak
diantara variabel independen dengan variabel dependen,
sehingga variabel independen tidak langsung menjelaskan atau
mempengaruhi variabel independen.

Berkaitan dengan variable peneliti harus bias menjabarkan


hubungan indikator-indikator yang dikaji lebih jauh sedangkan kaitannya
dengan kerangka berpikir dan hipotesis, peneliti harus mengkaji dan
menganalisis hubungan antar variabel-variabel yang terjadi.

Hipotesis

Hipotesis adalah dugaan sementara tentang suatu hal yang bersifat sementara
dan belum dibuktikan kebenarannya secara empiris dan ilmiah yg berfungsi :

a) Untuk merumuskan jawaban sementara terhadap pertanyaan-pertanyaan


yang muncul sehubungan dengan peristiwa yang terjadi
b) Untuk menguji kebenaran suatu teori, pendapat, atau pernyataan.
c) Untuk memberi ide dalam mengembangkan suatu teori atau pendapat.
d) Untuk memperluas dan menjuruskan pengetahuan dan pengertian kita
terhadap gejala-gejala yang akan diteliti.

B. Kerangka Konseptual
Kerangka Konseptual ialah susunan kontruksi logika yang diatur
dalam rangkam enjelaskan variabel yang diteliti Kerangka ini dirumuskan
untuk menjelaskan konstruksi aliran logika untuk mengkaji secara
sistematis kenyataan empirik. Kerangka pemikiran/ kerangka konseptual
ini ditujukan untuk memperjelas variabel yang diteliti sehingga elemen
pengukurnya dapat dirinci secara kongkrit.

Adapun peranan teori dalam kerangka konseptual, yaitu;

a. Sebagai orientasi dari masalah yang diteliti


b. Sebagai konseptualisasi dan klasifikasi yang memberikan petunjuk
tentang kejelasan konsep, fenomena dan variabel atas dasar
pengelompokan tertentu.
c. Sebagai generalisasi; teori memberikan rangkuman terhadap
generalisasi empirik dan antar hubungan dari berbagai proposisi yang
didasarkan pada asumsi-asumsi tertentu baik yang akan diuji maupun
yang telah diterima.
d. Sebagai peramal fakta; teori dapat melakukan peramalan dengan
membuat ekstrapolasi dari yang sudah diketahui terhadap yang belum
diketahui

Dengan adanya kerangka konseptual maka minat penelitian akan


lebih terfokus ke dalam bentuk yang layak diuji dan akan memudahkan
penyusunan hipotesis, serta memudahkan identifikasi fungsi variabel
penelitian, baik sebagai variabel bebas, tergantung, kendali, dan variabel
lainnya.