Anda di halaman 1dari 7

NAMA : YULIANA

NIM : B32191002
PRODI/SMT : TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN/2

SOAL

1. Sebutkan beberapa perbedaan utama (definisi, peran/kegunaan) antara serealia dan kacang-
kacangan.
2. Bagiamana cara pengukuran daya serap dan daya pengembangan bji-bijian dan kacang-
kacangan.
3. Hal apakah yang mempengaruhi daya serap dan daya kembang? Jelaskan korelasi atau
hubungan antara bentuk, tingkat kekerasan dll yang mempengaruhi hal tesebut diatas.
4. Sebagai mahasiswa TIP semester 2. Menurut anda jenis umbi-umbian apakah yang layak dan
potensial dikembangkan dan diangkat sehingga dapat dieksplore sebagai bahan pangan baru
yang mempunyai ciri tersendiri (berbeda) dan perpeluang untuk diusahakan. Berilah
pendapatmu
5. a. Apakah yang dimaksud Roundnes dan Sphericity?
b. Bagaimana cara penentuannya;
c. Serta apa kegunaan penentuan tersebut!
JAWABAN
1. Serealia
Serealia adalah jenis tanaman golongan padi-padian atau rumput-rumputan jenis
Gramineae yang dapat dibudidayakan untuk menghasilkan bulir-bulir berisi biji-bijian
sebagai sumber karbohidrat atau pati. Biasanya aserealia kaya akan karbohidrat, kandungan
lemak, cukup protein, sangat rendah kalori dan kaya akan serat kasar. Serealia juga banyak
mengandung vitamin yakni vitamin E dan B kompleks, serta mineral seperti zat besi,
magnesium serta seng. Cara budidaya semua serealia hampir sama, semua tanaman serealia
ditanam pada satu musim, yang artinya hanta ditanam dalam satu kali masa tanam, satu kali
panen dan tumbuh baik pada daerah dengan iklim sedang. Istilah “serealia” diambil dari
nama dewi pertanian bangsa Romawi yaitu Ceres. Kandungan utama pada serealia yaitu
karbohidrat (terutama pati, kurang lebih 80% dari bahan kering), protein (kurang lebih 5%
dari bahan kering), lemak (kurang lebih 5% dari bahan kering), air, mineral (kurang lebih
2%), serta berbagai kandungan vitamin.
Kegunaan : Serealia memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, sehingga banyak
dijadikan sebagai kebutuhan makanan pokok. Sepertiga manusia yaitu sekitar 1,4 miliar
menggunakan beras sebagai bahan makanan pokok. Di Indonesia sekitar 95%
menggantungkan diri pada beras. Jadi dapatlah disimpulkan bahwa serealia marupakan
bahan pokok sehari-hari. Manfaat utama serealia adalah sebagai sumber karbohidrat/pati,
yang mampu mencukupi bahan pangan baik bagi manusia maupun hewan.

Kacang-kacangan
adalah sebutan untuk biji yang berukuran relatif lebih besar dibandingkan serealia dan
digunakan untuk bahan pangan bagi manusia dan hewan ternak. Kacang-kacangan umumnya
didapatkan dari tanaman famili Fabaceae. Namun tanaman kacang-kacangan yang dipanen
muda seperti kapri, buncis, dan edamame tidak disebut sebagai kacang-kacangan dalam
definisi FAO. Kacang-kacangan mengandung sejumlah besar serat pangan dengan satu
cangkir kacang yang telah dimasak mengandung 9-13 gram serat. Serat pangan yang terlarut
dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah. Kacang-kacangan juga mengandung
protein, karbohidrat kompleks, folat, dan besi. Kacang-kacangan merupakan salah satu jenis
tanaman heliotropik; daun mereka akan menghadap ke arah matahari di siang hari. Di malam
hari, daun mereka tergulung.
Kegunaan :
1. Sumber protein
Manfaat kacang-kacangan yang pertama adalah menjadi sumber protein yang baik untuk
kesehatan tubuh Anda. Anda tidak perlu mengonsumsi berbagai jenis makanan yang
mahal atau merepotkan untuk diolah. Cukup dengan mengonsumsi kacang saja.
2. Kaya akan kalsium
Khasiat kacang-kacangan juga kaya akan kalsium yang baik untuk kesehatan gigi dan
juga tulang. Jika Anda sering mengalami sakit gigi atau mengidap pengeroposan tulang,
Anda perlu mengonsumsi makanan jenis kacang setiap hari.
3. Menjadi sumber kalium
Manfaat kacang-kacangan juga menjadi sumber kalium yang alami. Kalium adalah salah
satu nutrisi penting yang dapat membuat jantung Anda menjadi lebih sehat. Jantung yang
sehat akan membuat kesehatan seluruh tubuh juga ikut terjaga.
4. Sumber vitamin B
Khasiat kacang-kacangan sebagai makanan sehat yaitu menjadi sumber vitamin B alami
yang menyehatkan. Berbagai jenis penyakit dapat Anda cegah jika tubuh Anda tidak
kekurangan asupajn vitamin B.
5. Fungsi anti oksidan
Manfaat kacang-kacangan juga mengandung cukup banyak anti oksidan. Anti oksidan
adalah fungsi untuk menjaga tubuh dari efek yang dipicu oleh paparan radikal bebas yang
akan mempengaruhi kesehatan tubuh Anda.
6. Baik untuk kesehatan otot
Kesehatan otot bisa Anda jaga jika mengonsumsi kacang-kacangan dengan rutin.
Konsumsi jenis makanan sehat yang satu ini akan membuat otot Anda lebih rileks tanpa
munculnya gejala kram maupun kaku di tubuh.

2. Cara pengukuran daya serap dan daya pengembangan bji-bijian dan kacang-kacangan.
Untuk pengukuran daya serap dan daya pengembangan yaitu dengan langkah sebagai
berikut:
1. Mempersiapkan alat dan bahan yang digunakan untuk mengukur.
2. Timbang dan ukur panjang/lebar/tebal bahan serealia atau kacang-kacangan sebanyak 2
gram kemudian masukkan 20 ml air dalam beaker glass.
3. Letakkan beaker glass diatas penangas air yang sebelumnya dipanaskan dan mencapai
suhu 80ͦ C dan tunggu hingga 20 menit.
4. Setelah waktu tercapai selanjutnya beras diangkat dan ditiriskan dengan bantuan
saringan.
5. Timbang berat dan ukur bahan yang telah dipanaskan, kemuadian hitung daya serap dan
rasio pengembangan dengan rumus sebagai berikut :

Daya serap air = Berat bahan setelah dimasak – Berat bahan sebelum dimasak
Berat bahan sebelum dimasak

Rasio Pengembangan = Panjang/Lebar/Tebal bahan setelah dimasak


Panjang/Lebar/Tebal bahan sebelum dimasak

3. Yang mempengaruhi daya serap dan daya kembang yaitu bentuk, tingkat kekerasan, serta
ukuran, sekaligus kandungan pati yang terdiri dari amilum dan amilopektin. Kolerasi atau
hubungan antara bentuk, tingkat kekerasan serta ukuran yaitu apabila ukuran yang dimiliki
bahan itu besar maka daya serap dan daya kembangnya pun juga besar, begitu juga
sebaliknya. Dan tingkat kekerasan juga sangat mempengaruhi daya serap dan daya kembang,
apabila tingkat kekerasan bahan besar atau tinggi maka daya serap dan daya kembang bahan
tersebut sedikit dan membiutuhkan waktu yang lama.
4. Sebagai mahasiswa TIP semester 2. Menurut saya jenis umbi-umbian yang layak dan
potensial dikembangkan dan diangkat sehingga dapat dieksplore sebagai bahan pangan baru
yang mempunyai ciri tersendiri (berbeda) dan perpeluang untuk diusahakan yaitu talas.
Karena selain dapat di produksi sebagai atau pada olahan keripik talas juga dapat
digabungkan atau di substitusi dengan tepung terigu sebagai bahan pembuatan roti meskipun
penggunaannya tidak mencapai 70%. Penggunaan talas sebagai substitusi untuk menambah
nilai jual pada talas sekligus kandungan karbohidrat pada talas yang tidak sebesar pada
tepung terigu dapat digunakan sebagai sarana diet dan sebagainya. Meskipun kekurangan
pada talas yaitu memiliki getah yang dapat menyebabkan gatal, hal itu dapat ditangani
dengan cara merendamnya pada air kapur selama beberapa menin dengan perbandingan 1 : 1
atau hingga talas terendam. Mengapa saya menyampaikan ini? Karena sebelumnya saya
pernah mempraktikkan dengan membuat roti untuk roti burger.
5. A. Kebundaran (roundness) 
Kebundaran adalah suatu ukuran ketajaman sudut-sudut dari suatu  benda padat. Nilai
kebundaran suatu bahan berkisar 0-1. Apabila nilai kebundaran suatu bahan hasil
pertanian mendekati 1, maka bentuk bahan tersebut mendekati bundar.  
Kebulatan ( s p h e r i c i t y )  
Sphericity dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara diameter bola yang
mempunyai volume sama dengan objek dengan diameter bola terkecil yang dapat
mengelilingi objek. Seperti halnya nilai kebundaran, nilai kebulatan suatu bahan juga
berkisar antara 0-1. Apabila nilai kebulatan suatu bahan hasil pertanian mendekati 1 maka
bahan tersebut mendekati bentuk bola (bulat)

B. Cara Penentuan
Kebundaran (roundness) :
1. Menentukan kebundaran (roundness) dengan menggunakan OHP.
 Menempatkan bahan pada OHP sehingga bahan tersebut dapat di
proyeksikan.
 Menggambarkan proyeksi bahan pada kertas milimeter block.
 Menentukan luas proyeksi terbesar dari bahan dalam posisi bebas (Ap) dan
luas lingkaran terkecil (Ac) yang membatasi proyeksi bahan dengan
planimeter.
 Hitunglah kebundaran (roundness) bahan.
Kebulatan ( s p h e r i c i t y )  
1. Menentukan kebulatan (sphericitity) jeruk, tomat, dan telur.
 Mengukur sumbu-sumbu dari bahan yang terdiri dari sumbu a (sumbu
terpanjang/mayor), b (sumbu pertengahan/intermediet) dan c (sumbu
terpendek/minor).
 Menghitung kebulatan (sphericity) bahan.
C. Kegunaan
Pengukuran kebulatan merupakan pengukuran yang ditujukan untuk memeriksa
kebulatan suatu benda, atau dengan kata lain untuk mengetahui apakah suatu benda benar-
benar bulat atau tidak, jika dilihat secara teliti dengan menggunakan alat ukur.
Pengukuran kebulatan merupakan salah satu dari tipe pengukuran yang tidak berfungsi
menurut garis. Kebulatan dan diameter adalah dua karakter geometris yang berbeda,
meskipun demikian keduanya saling berkaitan. Ketidakbulatan akan mempengaruhi hasil
pengukuran diameter, sebaliknya pengukuran diameter tidak selalu akan menunjukkan
ketidakbulatan.
Pengukuran sphericity bertujusn untuk mengukur kebundaran pada bahan pangan
atau lainnya. Serta membandingkan kebundaran pada sumbu umbi yang berbeda.