Anda di halaman 1dari 11

TUGAS MATA KULIAH DOSEN PENGAMPU

Manajemen Keuangan Syariah Terapan Nur Rodiah, S.E.I., M.H.

HUBUNGAN COVID19 DENGAN MANAJEMEN KEUANGAN


SYARIAH TERAPAN

(IDCloudhost, Kontan.co.id, Liputan6.com dan Kumparan)

Oleh:

Noor Sari 170101050132

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ANTASARI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
JURUSAN EKONOMI SYARIAH
BANJARMASIN
2020
PENDAHULUAN

Virus Corona adalah virus yang menyerang system pernapasan manusia. Virus ini
masih berhubungan dengan SARS dan MERS yang sempat merebak beberapa tahun
lalu. Sampai saat ini belum diketahui penyebab dari virus Corona, tetapi diketahui
virus ini disebarkan oleh hewan dan mampu menjangkit dari satu spesies ke spesies
lainnya, termasuk manusia.
Wabah virus Corona pertama kali muncul di kota Wuhan China. Virus yang juga
dikenal dengan nama lain Covid-19 ini menjadi momok diseluruh dunia, sebab
penyebarannya sangat cepat. Terhitung sejak akhir tahun 2019 hingga saat ini ( Maret
2020 ), virus Corona didunia tercatat memasuki 168 negara, sembuh 107.247 dan
18.612 jiwa meninggal. Di Indonesia sendiri perkembangan juga terus mengalami
lonjakan yang signifikan. Peningkatan tersebut terjadi baik dari sisi jumlah kasus
maupun jumlah pasien meninggal akibat Covid-19, hingga selasa ( 24 Maret 2020 )
siang, di Indonesia telah terkonfirmasi ada sebanyak 686 kasus positif Corona.
Perekonomian pun menjadi dampak dari wabah Covid-19. Sebut saja disektor
pariwisata yang menyepi dan dilembaga keuangan, seperti perlambatan
perekonomian akibat virus Corona.

Hal ini jelas adanya keterkaitan atau hubungan antara Covid19 dengan
Manajemen Keuangan Syraiah Terapan yang mana perencanaan, pengorganisasian,
dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan
efisien menjadi sangat tidak efektif dan efisien, dan dengan adanya covid19 ini sangat
berdampak pada perekonomian baik di Indonesia atau pun diluar negeri.

1
ISI

A. Definisi Manajemen Keuangan Syariah


Manajemen berasal dari bahasa Prancis yang berarti seni mengatur dan
melaksanakan. manajemen berarti sebagai sebuah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengoordinasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai
sasaran (goals) secara efektif dan efisien. Sedangkan secara luas, manajemen berarti
sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengoordinasian dan pengontrolan
sumber daya untuk mencapai sasaran atau tujuan secara efektif dan efisien.
Manajemen keuangan Syariah adalah sebuah kegiatan manajerial keuangan untuk
mencapai tujuan dengan memperhatikan kesesuaiannya pada prinsip prinsip Syariah
dalam agama Islam.

B. Hubungan Covid19 Dengan Manajemen Keuangan Syariah Terapan

Pada Bulan Maret 2020 awal, Indonesia memulai perperangan untuk


menghadapi pandemi Virus Corona (Virus Covid 19) yang mulai masuk di Indonesia.
Tentunya dengan masuknya pertama kali Virus Corona (Virus Covid 19) di Indonesia
akan memberikan dampak secara tidak langsung untuk negara Indonesia yang paling
terasa adalah dampak dari Perekonomian dari negera Indonesia. Secara dampak
diperekonomian Indonesia sendiri, salah satu faktor dari Virus Corona (Virus Covid
19) menyebabkan kurs dollar terhadap rupiah meninggi hingga mencapat 16.000 /
$US. Bahkan laporan dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan
terjadi penurunan dalam beberapa minggu terkahir. Indeks Harga Saham Gabungan
merupakan salah satu indeks pasar saham yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perbankan mempercepat transmisi


kebijakan-kebijakan stimulus untuk menghadapi pelemahan ekonomi yang
merupakan dampak dari wabah virus korona. Kebijakan stimulus tersebut dikeluarkan
oleh pemerintah, OJK dan Bank Indonesia. Selain berdampak pada perbankan, wabah

2
ini diperkirakan juga berdampak pada sektor jasa keuangan lain khusus bisnis di
kawasan wisata. Namun demikian, regulasi masih melihat lebih dulu dampak Corona
terhadap sektor – sektor lain seperti industri multifinance dan fintech lending.

Stimulus perbankan yang dikeluarkan regulator melalui penyesuaian suku


bunga kredit akan memberikan ketersediaan likuiditas menjadi cukup besar. Dengan
begitu bisa dimanfaatkan perbankan untuk menyalurkan kredit yang lebih murah serta
bisa menggerakkan sektor riil. Pelonggaran giro wajib minimum (GWM) yang
memberikan banyak likuiditas pada sektor perbankan sehingga penurunan suku bunga
diharapkan bisa ditransmisikan dalam pricing suku bunga kredit yang lebih murah.
Jika perbankan menjalankan fungsi transmisi kebijakan stimulus yang telah
dikeluarkan Pemerintah, OJK dan BI, maka diharapkan dapat meminimalkan dampak
buruk pelambatan perekonomian akibat penyebaran virus Corona.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan


bahwa stimulus perekonomian yang disiapkan OJK akan segera terbit produk
hukumnya dalam bentuk POJK Ketentuan Kehati-hatian dalam rangka Stimulus
Perekonomian Nasional sebagai kebijakan countercyclical dari dampak penyebaran
virus korona atau covid-19. POJK ini berlaku bagi bank umum konvensional, bank
umum syariah, bank unit usaha syariah, BPR dan BPR Syariah, yang dalam
pelaksanaan POJK ini bank wajib memperhatikan prinsip kehati-hatian sebagaimana
diatur dalam ketentuan OJK. POJK tersebut mengatur tiga hal. Pertama, relaksasi
pengaturan penilaian kualitas aset kredit dengan plafon sampai dengan Rp 10 miliar,
hanya didasarkan pada satu pilar yaitu ketepatan pembayaran pokok dan bunga,
terhadap kredit yang telah disalurkan kepada debitur di sektor yang terdampak
penyebaran virus corona atau sejalan dengan sektor yang diberikan insentif oleh
Pemerintah. Kedua, relaksasi pengaturan restrukturisasi kredit yang disalurkan
kepada debitur di sektor yang terdampak penyebaran virus corona atau sejalan dengan
sektor yang diberikan insentif oleh pemerintah. Ketiga, relaksasi pengaturan ini akan

3
diberlakukan sampai dengan satu tahun sejak ditetapkan, namun dapat diperpanjang
bila diperlukan.

Perbankan sangat mendukung kebijakan stimulus ini karena bisa memudahkan


mereka memberikan kredit baru kepada debiturnya. Akan ads evaluasi dalam enam
bulan ke depan. OJK juga tengah menyiapkan kebijakan lanjutan yang akan
dikeluarkan jika diperlukan.

Dalam riset yang dirilis belum lama ini oleh JP Morgan menyatakan bahwa
pertumbuhan ekonomi global, emerging market, dan kawasan Asia Pasifik direvisi 10
hingga 30 poin lebih rendah secara year to date. Oleh karena itu pertumbuhan
ekonomi global diperkirakan menurun pada kuartal I tahun ini dan akan berlanjut
pada kuartal-kuartal berikutnya. Dampak Covid-19 ini tentunya akan juga dirasakan
oleh industri perbankan. JP Morgan juga menjelaskan beberapa risiko yang
membayangi industri perbankan yaitu penyaluran kredit, penurunan kualitas aset dan
pengetatan margin bunga bersih.

Pandemi Covid-19 ini juga diperkirakan bakal melemahkan sektor perbankan


di Indonesia. Dalam riset yang disampaikan pada Selasa (24/3/2020), lembaga rating
global, Fith Rating baru-baru ini telah merevisi peringkat operasional (operating
environment mid-point score) bank-bank di Indonesia menjadi „BB+‟ dari
sebelumnya „BBB-„. Revisi skor operational Fitch ini artinya mencerminkan adanya
ketidakpastian seputar tingkat keparahan dan durasi pandemi corona dan dampaknya
terhadap operasional bank-bank di Indonesia.
Yang menarik untuk dicermati adalah bagaimana dampak Covid-19 ini
terhadap perbankan syariah di Indonesia. Karena sebagaimana kita ketahui bahwa
bank syariah adalah bank yang beroperasi dengan tidak mengandalkan bunga, tetapi
beroperasi dengan sistim bagi hasil dan margin. Apakah dengan adanya pandemi
Covid-19 ini perbankan syariah akan tetap survive atau sebaliknya malah akan
rontok?

4
Michael E. Potter, salah satu ahli terkemuka dalam bidang strategi bersaing
menyampaikan dalam bukunya Competitive Advantage menyampaikan bahwa tiga
strategi generik untuk mencapai kinerja di atas rata-rata dalam suatu industri:
keunggulan biaya, diferensiasi dan fokus. Startegi fokus dibagi lagi menjadi dua
varian yaitu fokus biaya dan fokus diferensiasi.

Dalam kondsi krisis sering perusahaan kehilangan fokus dalam menjalankan


strateginya dikarenakan adanya permasalahan dalam manajemen biaya atau mulai
pudarnya rasa kepercayaan diri terhadap diferensiasi yang dimliki. Perusahaan yang
masih tetap memiliki efisiensi biaya paling tinggi atau perusahaan yang memiliki
diferensiasi yang unik maka akan memiliki keunggulan dalam melakukan persaingan
dalam melewati krisis.
Bank syariah memiliki keunikan jika dibandingkan dengan bank
konvensional. Perbedaan pokok antara perbankan syariah dengan konvensional
adalah adanya pelarangan riba (bunga) pada perbankan syariah. Sebagai pengganti
mekanisme bunga, bank syariah menerapkan sistim bagi hasil, jual beli dan sewa.
Keunikan tersebut menjadikan bank syariah memiliki beberapa keunggulan jika
dibandikan bank konvensional. Di bank syariah besar rasio yang disepakati saat awal
akad adalah dalam sistem bagi hasil, ini yang membedakan dengan bank
konvensional. “Suku bunga di bank konvensional bisa berubah sesuai suku bunga di
Bank Indonesia (BI). Sedangkan di bank syariah diterapkan bagi hasil sesuai
kesepakatan porsi di awal akad dan akan dijalankan hingga akhir perjanjian.
Besar laba bank syariah bergantung pada keuntungan yang didapat dari pihak
bank, “rasionya akan meningkat seiring peningkatan keuntungan bank syariah itu,”.
Hal ini jelas berbeda dengan bank konvensional. bunga yang didapat nasabah bank
konvensional persentasenya tetap meski bank sedang mendapatkan keuntungan tinggi
ataupun rendah. Dalam bahasa sederhananya, jika dalam kondisi ekonomi yang bagus
bank syariah memperoleh keuntungan yang besar dari penyaluran pembiayaan karena
nasabahnya usahanya juga pada bagus maka nasabah penabung juga akan

5
mendapatkan keuntungan yang besar juga karena menggunakan sistim bagi hasil.
Sebaliknya apabila kondisi ekonomi kurang bagus seperti pandemi covid-19 ini yang
mengakibatkan para nasbah pembiayaan mengalami penurunan pendapatan maka
kewajiban bank dalam memberikan bagui hasil kepada nasabah penabung akan
menyesuaikan.
Menurut JP Morgan ada tiga risiko yang membayangi industri perbankan
dalam masa pandemi covid-19 yaitu penyaluran kredit, penurunan kualitas aset dan
pengetatan margin bunga bersih. Dari ketiga risiko tersebut mari kita analisa apakah
bank syariah lebih kuat dalam menghadapi krisis ekonomi akibat pandemi covid-19
dibandingkan bank konvensional atau malah sebaliknya. Untuk risiko pertama yaitu
penyaluran kredit (pembiayaan), bank syariah maupun bank konvensional akan
mengalami kondisi yang sama.
Baik bank syariah maupun bank konvensional akan sama-sama mengalami
pelambatan penyaluran kredit (pembiayaan). Sedangkan untuk risiko kedua yaitu
penurunan kualitas aset, baik bank syariah maupun bank konvensional akan sedikit
terbantu dengan adanya POJK No.11/POJK.03/2020. POJK tersebut akan membantu
bank syariah maupun bank konvensional terutama dalam pencadangan penyisihan
penghapusan aktiva produktif.
Bank syariah diprediksi akan memiliki keunggulan dibandingkan dengan bank
konvensional di risiko ketiga yaitu pengetatan margin bunga bersih. Hal tersebut
dikarenaka bank syariah menggunakan sistim bagi hasil seperti yang disampaikan
dalam penjelasan di atas. Dengan sistim bagi hasil maka kondisi neraca bank syariah
pada mas krisis akibat pandemi covid-19 ini akan elastis karena besarnya biaya yang
diperuntukkan buat pembayaran bagi hasil juga akan ikut menurun dengan penurunan
pendapatan yang diperoleh bank syariah. Hal ini berbeda dengan bank konvensional
yang mana disaat pendapatan bunga kredit menurun tidak diikuti dengan penurunan
biaya bunga untuk deposan, inilah yang akan menjadi permaslahan serius dari bank
konvensional. Dari penjelasan dan analisa di atas kita bisa mengasumsikan bahwa

6
bank syariah akan lebih tahan dalam menghadapi krisis ekonomi yang diakibatkan
oleh pandemi covid-19 dibandingkan dengan bank konvensional.
Di saat perbankan nasional diprediksi akan mengalami depresi akibat pandemi
covid-19, bank syariah memiliki kelebihan dengan konsep bagi hasilnya untuk bisa
satu level lebih kokoh dalam menghadapi krisis. Keunggulan disaat masa-masa sulit
ini tentunya menjadi peluang yang bagus untuk penguatan market share bank syariah.
Melihat tiga risiko yang akan dihadapi oleh perbankan seperti disampaikan oleh JP
Morgan di atas maka bank syariah harus jeli untuk menentukan strategi di tengah
pandemi covid-19. Melakukan ekspansi yang terukur ke segmen digital adalah opsi
yang cukup menantang yang bisa diambil oleh bank syariah.
Dalam kondisi seperti ini, internet sebagai motor penggerak pesatnya
teknologi informasi memang hadir sebagai penyelamat kegiatan masyarakat di
berbagai kondisi. Tak terkecuali untuk urusan perbankan. Saat temu muka harus
dibatasi, seorang nasabah bank tak perlu berkecil hati. Sudah banyak aplikasi Bank
yang siap diakses dari smartphone, dan bisa ia lakukan dari rumah di masa work from
home. Bank Syariah Mandiri misalnya. Dengan aplikasi Mandiri Syariah Mobile
(MSM), nasabah Bank Syariah Mandiri dapat tetap mengakses layanan perbankan
sambil bekerja dari rumah dan menjaga anak-anaknya.
Layanan transaksi seperti pembayaran kewajban bulanan mencakup tagihan
PLN, telepon, uang kuliah, asuransi, internet, BPJS, sampai bayar zakat infaq dan
sodaqoh bisa dilakukan melalui MSM. Membeli voucher pra bayar seperti token PLN
dan pulsa isi ulang ponsel, dapat dilakukan di aplikasi ini. Bahkan nasabah dapat
melakukan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang periode pertama
pelunasannya tengah berlangsung saat ini. MSM pun dapat berfungsi sebagai alat
belanja. Selain bisa top up saldo, terdapat layanan belanja online melalui fitur
Transfer ke rekening non BSM. Nasabah pun bisa pilih menu pembayaran, lalu pilih
menu e-commerce selanjutnya tinggal pilih platform belanja online. Sehingga,
berbelanja apapun sudah tidak perlu khawatir dengan penyebaran virus di luar rumah.

7
PENUTUP

Manajemen berasal dari bahasa Prancis yang berarti seni mengatur dan
melaksanakan. manajemen berarti sebagai sebuah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengoordinasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai
sasaran (goals) secara efektif dan efisien.

Wabah virus Corona pertama kali muncul di kota Wuhan China. Virus yang
juga dikenal dengan nama lain Covid-19 ini menjadi momok diseluruh dunia, sebab
penyebarannya sangat cepat. Di Indonesia sendiri perkembangan Covid-19 juga terus
mengalami lonjakan yang signifikan. Peningkatan tersebut terjadi baik dari sisi
jumlah kasus maupun jumlah pasien meninggal akibat Covid-19. Perekonomian pun
menjadi dampak dari wabah Covid-19. Sebut saja disektor pariwisata yang menyepi
dan dilembaga keuangan syariah maupun non syariah seperti perlambatan
perekonomian akibat virus Corona. Pandemi Covid-19 ini juga diperkirakan bakal
melemahkan sektor perbankan di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta
perbankan mempercepat transmisi kebijakan-kebijakan stimulus untuk menghadapi
pelemahan ekonomi yang merupakan dampak dari wabah virus korona. Kebijakan
stimulus tersebut dikeluarkan oleh pemerintah, OJK dan Bank Indonesia. Namun di
saat perbankan nasional diprediksi akan mengalami depresi akibat pandemi covid-19,
bank syariah memiliki kelebihan dengan konsep bagi hasilnya untuk bisa satu level
lebih kokoh dalam menghadapi krisis. Keunggulan disaat masa-masa sulit ini
tentunya menjadi peluang yang bagus untuk penguatan market share bank syariah.

Dan dalam kondisi seperti ini, internet lah sebagai motor penggerak pesatnya
teknologi informasi memang hadir sebagai penyelamat kegiatan masyarakat di
berbagai kondisi. Tak terkecuali untuk urusan perbankan. Saat temu muka harus
dibatasi, seorang nasabah bank tak perlu berkecil hati. Sudah banyak aplikasi Bank
yang siap diakses dari smartphone, dan bisa ia lakukan dari rumah di masa work from
home. Bank Syariah Mandiri misalnya. Dengan aplikasi Mandiri Syariah Mobile

8
(MSM), nasabah Bank Syariah Mandiri dapat tetap mengakses layanan perbankan
sambil bekerja dari rumah dan menjaga anak-anaknya

9
DAFTAR PUSTAKA

https://www.mag.co.id/manajemen-keuangan-syariah/, pada tanggal 10 April 2020


pukul 20.00
https://daesepty.wordpress.com/2014/03/22/lembaga-keuangan-syariah/, pada tanggal
30 Maret 2020 pukul 23.00.
https://idcloudhost.com/menelusuri-bagaimana-dampak-virus-corona-covid-19-bagi-
perekonomian-indonesia/, pada tanggal 30 Maret 2020 pukul 23.16.
https://keuangan.kontan.co.id/news/selain-perbankan-ojk-masih-pantau-dampak-
virus-corona-di-lembaga-keuangan-lain?page=all, pada tanggal 30 Maret 2020 pukul
23.25.
https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4206626/aktivitas-keuangan-di-masa-
darurat-pandemi-virus-corona-covid-19, pada tanggal 10 April 2020 pukul 21.00
https://kumparan.com/suhail-eresmair/pandemi-covid-19-menguji-bank-syariah-
menghadapi-krisis-1t8zaV1I0Ll, pada tanggal 10 April 2020 pukul 21.40

10