Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH PERMUSAWARATAN DAN DEMOKRASI

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah PANCASILA

Dosen Pengajar : Dr. MUHAMAD HUDAERI M.ag

Disusun Oleh :

1. ABDUL MUFAKIR (191370026)

2. KOMALA (191370027)

3. AMBAR (191370025)

ILMU HADITS SMESTER 1 (SATU) A.

UNIVERSITAS ISLAM NEGRI


SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN 2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan
kenikmatan kepada penulis khususnya umumnya untuk kita semua, karena berkat hidayah
dan inayah-Nya penulis bisa menyelesaikan makalah ini, shalawat beserta salam marilah kita
curahkan kepada junjungan kita yakni nabi Muhammad SAW.

Penulis ucapkan terima kasih kepada Dosen yang telah membimbing penulis di dalam
penyusunan makalah ini, namun penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna,
oleh karena itu saran dan kritik yang membangun penulis harapkan demi perbaikan dan
kebaikan.

Semoga makalah ini menjadi khazanah keilmuan khususnya bagi penulis umumnya bagi kita
semua juga menjadi asbab hidayah ke seluruh alam dan semoga kita senantiasa diberikan
keistiqamahan di dalam  beribadah dan diberikan hidayah supaya kita bisa melaksanakan
belajar mengajar, Amin

21. November
2019

Penulis
DAFTAR ISI
COVER
KATA PENGANTAR................................................................................. 
DAFTAR ISI............................................................................................... 
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................... 
A.    Latar Belakang................................................................................. 
B.     Rumusan Masalah............................................................................ 
C.     Tujuan.............................................................................................. 
BAB II PEMBAHASAN........................................................................... 
A.    Pengertian permusawaratan dan demokrasi .................................................................. 

BAB III PENUTUP.................................................................................. 


A.    Kesimpulan.................................................................................... 

DAFTAR PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
    demokrasi merupakan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Maksudnya adalah bahwa konsep pemerintahan yang ada dalam Negara demokrasi,
lebih mementingkan kepentingan rakyat daripada kepentingan golongan. Negara
demokrasi menghendaki adanya persamaan hak dan kewajiban bagi semua individu,
sehinggat tidak ada yang ditinggikan dan tidak ada yang direndahkan.
            Sejak Negara Indonesia merdeka, Indonesia telah menganut beberapa system
demokrasi. Pada masa pemerintahan revolusi kemerdekaan, demokrasi di Indonesi baru
terbatas pada interaksi politik di parlemen dan berfungsinya pers yang mendukung
kemerdekaan. Pada tahun 1945-1959, Indonesia menganut demokrasi parlementer. Pada masa
orde lama, muncul demokrasi terpimpin sebagai system demokrasi yang dianut di Indonesia.
Pada masa orde baru, pemerintahan Soeharto menganut system demokrasi pancasila, dengan
klaim bahwa system demokrasi ini yang paling sesuai dengan iddeologi Negara Indonesia.
Sementara pada era reformasi, Indonesia tetap menggunakan system demokrasi pancasila
namun dengan karakteristik yang berbeda dengan masa orde baru.
            Selain beberapa jenis demokrasi yang pernag digunakan Indonesia, yang telah
disebutkan di atas, ada lagi suatu bentuk demokrasi yang bernama demokrasi
permusyawaratan (demokrasi deliberatif). Demokrasi ini dalam penerapannya melalui proses
musyawarah dan tidak memusatkan diri pada penyusunan daftar aturan-aturan tertentu,
melainkan pada prosedur untuk menghasilkan aturan-aturan itu. Demokrasi permusyawaratan
meminati persoalan kesahihan keputusan-keputusan kolektif, yaitu menjelaskan arti control
demokratis melalui opini public. Seperti dalam menentukan kebijakan politik, termasuk
penetapan anggaran Pilkada.
            Anggaran Pilkada seharusnya juga melalui proses musyawarah, agar diadakannya
Pilkada itu mencerminkan proses demokrasi yang sudah dilakukan sejak awal, yaitu mulai
dari penyususnan acara Pilkada, penetapan anggaran, sampai proses  berlangsungnya Pilkada
tersebut. Tujuan diadakannya Pilkada adalah untuk menciptakan pemerintahan yang
demokrasi, maka dari itu proses-proses yang berlangsung selama Pilkada juga harus
dilakukan secara demokratis.
           
B. Rumusan masalah
1. Apa hubungan demokrasi dengan indonesia
2. Apakah indonesia negara yang demokrasi
3. Apakah negara indonesia memiliki permusawaratan
4. Contoh bentuk bentuk demokrasi
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui apakah negara indonesia negara yang demokrasi
2. Menjaga keutuhan negara indonesia
3. Mengutamakan negara dan masyarakat
4. Untuk mengetahui bentuk bentuk demokrasi
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Permusawaratan Dan Demokrasi

1. Demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata “demos” dan “cratos”. Demos artinya
penduduk dan kratos artinya kekuasaan. oleh karena itu, demokrasi dapat diartikan
‘kekuasaan ada di tangan rakyat’. Dalam system demokrasi, rakyat adalah yang berkuasa dan
paling berdaulat. Pemerintah atau pemimpin bangsa, tidak bisa menjalankan program apa pun
yang bertentangan dengan aspirasi atau kehendak rakyat. Demokrasi sesuai apabila
diterapkan di Negara yang berdaulat, seperti Indonesia. Gus Dur, dalam pidato pertamanya
seusai pengucapan sumpah Presiden, menegaskan bahwa hanya yang memahami hakikat
demokrasilah yang dapat memelihara dan menegakkan demokrasi. Hakikat demokrasi yang
mendahulukan kepentingan dan kebaikan bersama, dapat dicapai dengan syarat adanya
pembagian kekuasaan (desentralisasi) dan organisasi yang kental. Nilai kebebasan
berpendapat dijamin oleh hukum.
2. pengertian permusawaratan adalah
Tata cara yang merupakan ciri khas dari keperibadian indonesia untuk memutuskan dan
merumuskan suatu hal berdasarkan Atas kehendak dari rakyatnya hingga mencapai
keputusan berdasarkan kebulatan pendapat atau mupakat keperibadian yang memiliki
oleh bangsa indonesia permusawaratan mengandung arti musawarah untuk
menyelesaikan masalah permusawaratan tertuang dalam sila ke 4 pancasila yang
mengandung makna kehidupan demokrasi dan kebersamaan

3, Demokrasi di Indonesia dapat diartikan pengertian demokrasi bahwa sistem pemerintahan


dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Sehingga dengan kata lain demokrasi juga bisa
diartikan secara sederhana, yaitu nama lain dari kedaulatan rakyat. Sedangkan HAM (Hak
Asasi Manusia) memiliki arti umum, yaitu hak-hak dasar yang dimiliki oleh setiap pribadi
manusia sebagai anugerah Tuhan kepada makhluk ciptaan-Nya. Sedemikian sehingga hak
asasi tidak dapat dipisahkan dari keberadaan pribadi manusia itu sendiri.
Dalam prakteknya di Indonesia sendiri mengenai demokrasi tentunya sudah sangat jelas
dengan adanya pemilihan umum yang diselenggarakan untuk memilih presiden dan wakil
persiden serta beberapa waktu rakyat lainnya, mulai dari tingkat daerah hingga tingkat pusat
sekalipun. Semuanya dilaksanakan secara terbuka dan langsung dengan rakyat sebagai
pemilihnya. Di mana pemilihan umum pertama yang dapat terselenggara di Indonesia adalah
pada tahun 1955.

4, Disini tampak bahwa pasal 1 UUD Indonesia menyatakan negara Indonesia sebagai
negara demokrasi konstitusional dan negara hukum.[4] Disini tampak bahwa negara
demokrasi itu terwujud karena negara Indonesia menghormati hak-hak asasi manusia dalam
memberikan rakyat Indonesia suara, untuk memilih aturan Indonesia dengan baik dan benar.
Tampak dengan adanya pemilu, dimana yang dipilih
adalah rakyat Indonesia sendiri untuk mewakili rakyat Indonesia dalam mengatur tatanan
pemerintah Indonesia dan sistem Indonesia itu sendiri.
5, Soekarno, berpendapat bahwa demokrasi yang dianut Indonesia bukanlah demokrasi
Barat. Demokrasi yang dikembangkan adalah demokrasi permusyawaratan yang
mendatangkan kesejahteraan sosial. Sistem demokrasi yang didasarkan pada prinsip
musyawarah untuk mencapai mufakat. Demokrasi permusyawaratan harus dilakukan dengan
hikmat dan kebijaksanaan.
6, demokrasi langsung
Adalah demokrasi di mana rakyat berperan langsung serta aktif dalam mengaruhi pemerintah
-Demokrasi tidak langsung
Adalah demokrasi di mana kekuasaan atau peran rakyat dapat di wakilkan tetapi tetap
kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat
BAB III
PENUTUP
Demokrasi di artikan sebagai pemerintahan atau kekusaan dari rakyat oleh rakyat untuk
rakyat. Istilah demokrasi ini memberikan posisi penting bagi rakyat sebab dengan demokrasi,
hak hak rakyat untuk menentukan sendiri jalannya negara indonesia

Daptar pustaka
Mahasin, Aswab, 2000, Menyemai Kultur Demokrasi, LP3ES, Jakarta Murniati, A. Nunuk P., 2004,
Getar Gender, Indonesia Tera, Magelang Nurdiaman, Aa, Pendidikan Kewarganegaraan:
Kecakapan Berbangsa dan Bernegara, PT. Grafindo Media Pratama, Bandung Sahdani, Gregorius,
2004, Jalan Transisi Demokrasi, Pondok Edukasi, Bantul Wattimena, Rezza A. A, 2007, Melampaui
Negara Hukum Klasik, Kanisius, Yogyakarta