Anda di halaman 1dari 8

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER

AGRIBISNIS

OLEH:

RAFANURI BAYU RAMDHANI

A1A017105

ILMU EKONOMI STUDI PEMBANGUNAN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MATARAM 2020


1. Sistem Agribisnis serta komponen-komponen

Pengertian Sistem Agribisnis

Agribisnis merupakan suatu kelompuk industri di bidang pertanian atau layanan yang
dibutuhkan dalam pertanian yang menjalankan usahanya berdasarkan prinsip komersial, terutama
menggunakan teknologi canggih.

Agribisnis dalam cara pandang ekonomi berarti usaha dalam mempelajari strategi untuk
memperoleh keuntungan melalui pengelolaan aspek budidaya, penyediaan bahan baku, pasca
panen, proses pengolahan hingga masuk ke tahap pemasaran Sehingga seringkali dalam
agribisnis terus dikaitkan dalam konteks manajemen di dalam dunia akademik sebagai salah satu
ilmu untuk bisa mempelajari bagaimana strategi dan untuk dapat menjalankan rantai produksi
seefektif mungkin.

Komponen Agribisnis

1. Agroinput atau Agribisnis Hulu

Meliputi kegiatan perencanaan produk, perencanaan lokasi usaha, perencanaan standart


produksi, pengadaan tenaga kerja, serta pengadaan dan penyaluran sarana produksi bagi
usahatani.

2. Usaha Tani

Merupakan suatu tempat atau sebagian dari permukaan bumi dimana pertanian
diselenggarakan seorang petani tertentu. Apakah ia seorang pemilik, penyakap, atau manajer
yang digaji himpunan dari sumber-sumber alam yang terdapat pada tempat itu yang diperlukan
untuk produksi pertanian seperti tanah dan air, sinar matahari, dan bangunan-bangunan yang
didirikan diatas tanah

3. Agribisnis Hilir Pengolahan Hasil

Adalah kegiatan ekonomi yang bertujuan untuk mengolah produk usahatani menjadi
produk olahan baik produk awal maupun produk akhir.

4. Agribisnis Hilir Pemasaran

Ialah berbagai kegiatan-kegiatan untuk dapat memperlancar pemasaran dari komoditas


pertanian baik segar maupun olahan yang didalam dan juga luar negeri termasuk didalamnya
terdapat berbagai kegiatan distribusi untuk bisa memperlancar arus komoditas dari sentra suatu
produksi kesentra konsumsi, promosi dan informasi pasar serta market intelengence.
5. Jasa Layanan dan Pendukung

Adalah keseleruhan kegiatan yang menyediakan jasa bagi agribisnis seperti lembaga
keuangan, lembaga penelitian, lembaga pendidikan dan penyuluhan, sistem informasi dan
transaksi, lembaga transportasi, lembaga pemerintah dan lembaga masyarakat.

2. Tantangan dan peluang Agribisnis di Indonesia.

Beberapa faktor strategis yang terkait dengan kehandalan tatanan agribisnisagroindustri yang
dikembangkan itu, seperti: a. lingkungan strategis, b. permintaan,c. sumberdaya, dan d. ilmu
pengetahuan dan teknologi.

a. Lingkungan Strategis

Pada dasawarsa terakhir ini, ditandai dengan terjadinya perubahan- perubahan mendasar
pada struktur ekonomi dunia. Keadaan pere- konomian serta pola perdagangan dan industri
internasional saat ini, diwarnai arus globalisasi dalam bentuk tumbuh dan berkembangnya blok-
blok kerjasama regional dan menyatunya kawasan dan kekuatan ekonomi besar. Contoh yang
sangat tampak, antara lain, MEE pasar tunggal Eropa atau European Economic Community,
Pasaran bersama Amerika Utara atau North America Free Trade NAFTA, perkembangan
kegiatan ekonomi di kawasan Asia Pasifik atau Asia Pacific Economic Cooperation, serta
berbagai kebangkitan ekonomi di wilayah Eropa Timur. Bahkan terealisasinya “korporasi”
antara Indonesia-Malaysia-Singapura dalam Triangle Growth serta AFTA Asean Free Trade
Area merupakan indikasi perubahan struktur tersebut. Pengaruh globalisasi dengan sangat cepat
menyusup pada struktur dan strategi badan-badan usaha multinasional TNE = Trans National
Enterprises .

Persaingan antarindustri telah berubah dengan munculnya kerjasama antara badan-badan


usaha yang selama ini saling bersaing untuk mencapai tingkat keuntungan ekonomi yang tinggi.
Dampak dari itu semua seringkali sulit untuk diantisipasi karena pengaruhnya dapat saja
melanggar kaidah-kaidah ekonomi yang fundamental. Gambaran tersebut, sesungguh- nya
menunjukkan betapa teori keunggulan komparatif tidak lagi sesuai dengan perkembangan
ekonomi dunia dewasa ini. 6 AGRIBISNIS TEMBAKAU BESUKI NA-OOGST: Tinjauan
Ekonomi Pertanian
b. Permintaan

Dalam dunia pertanian dampak globalisasi ekonomi akan segera terlihat pada sektor-
sektor produksi dari berbagai komoditas pertanian. Jika kita ingin terus ditingkatkan kemampuan
bersaing komoditas perta- nian Indonesia di pasar internasional, maka mau tidak mau harus
mampu menangkap setiap gejala ataupun pergerakan yang terjadi pada pasar internasional
tersebut. Jelas bahwa kecenderungan peningkatan produksi komoditas primer di satu pihak, yang
disertai lambannya pertumbuhan permintaan, telah menimbulkan kelebihan penawaran, yang
pada giliran- nya akan semakin menajamkan persaingan antarsesama negara produsen.
Sementara itu, negara-negara konsumen menjadi semakin sadar akan kepentingannya dalam
menghadapi negara produsen sehingga sistem produksi pertanian harus senantiasa dikelola
dengan berorientasi pada permintaan pasar.

Perubahan perilaku dan selera pasar yang semakin cepat sangat sulit untuk diantisipasi
dengan tepat oleh negara-negara produsen. Teknologi industri yang semakin canggih semakin
menuntut keefisienan ekonomi, keandalan kualitas, dan disiplin, serta profesionalisme dengan
segala etika yang terkait dengannya. Agar bisa menjabarkan implikasi operasional tindakan
pembangunan yang tepat ditinjau dari watak permintaan pasar itu. Untuk itu, diperlukan market
inteligence dan market information sebagai perangkat lunak untuk meningkatkan daya saing
dalam pemasaran atau perdagangan interna- sional, sehingga dapat mengantisipasi dan
menyesuaikan dengan segmen- tasi pasar, perubahan selera konsumen, pesaing potensial, dan
lain-lain.

c. Sumberdaya

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya sumberdaya alam. Dari keadaan ini, masalahnya,
yakni bagaimana mengelola, memanfaatkan secara optimal, dan sekaligus memperluas resource
base dari sumberdaya alam dimaksud, sebagaimana disyaratkan oleh Undang-Undang Dasar
1945 pasal 33 ayat 3. Secara hakiki, upaya pembangunan yang sedang ditempuh pada saat ini
dapat dilakukan dengan mendayagunakan berbagai sumberdaya potensial yang tersedia di setiap
wilayah maupun yang dapat diusahakan dari luar wilayah yang bersangkutan. Di antara
sumberdaya potensial tersebut, ada yang berupa sumber-daya alam natural resources,
sumberdaya manusia human resources dan sumberdaya buatan man- made resources .
3. Strategi pengembangan agribisnis yang digunakan untuk meningkatkan daya saing
produk

Ada beberapa aspek yang dapat ditempuh dalam upaya mengembangkan kegiatan agribisnis
diantaranya :

1. Pembangunan Agribisnis merupakan pembangunan industri dan pertanian serta jasa yang
dilakukan sekaligus, dilakukan secara simultan dan harmonis.
Yang sering kita dapatkan selama ini adalah industri pengolahan (Agroindustri)
berkembang di Indonesia, tapi bahan bakunya dari impor. Di pihak lain, peningkatan
produksi pertanian tidak diikuti oleh perkembangan industri pengolahan (membangun
industri berbasis sumberdaya domestik/lokal), sehingga perlu pengembangan Agribisnis
Vertikal.
2. Membangun Agribisnis adalah membangun keunggulan bersaing di atas keunggulan
komparatif
Dalam arti bahwa membangun daya saing produk agribisnis melalui transformasi
keunggulan komparatif menjadi keunggulan bersaing, yaitu dengan cara:

• Mengembangkan subsistem hulu (pembibitan, agro-otomotif, agro-kimia) dan


pengembangan subsistem hilir yaitu pendalaman industri pengolahan ke lebih hilir dan
membangun jaringan pemasaran secara internasional.
• Pembangunan sistem agribisnis yang digerakkan oleh kekuatan inovasi. 

3. Menjadikan Agroindustri sebagai A Leading Sector.


Agroindustri adalah industri yang memiliki keterkaitan ekonomi (baik langsung maupun
tidak langsung) yang kuat dengan komoditas pertanian. Keterkaitan langsung mencakup
hubungan komoditas pertanian sebagai bahan baku (input) bagi kegiatan agroindustri
maupun kegiatan pemasaran dan perdagangan yang memasarkan produk akhir
agroindustri. 

4. .Membangun Sistem Agribisnis melalui Industri Perbenihan


Industri Perbenihan merupakan mata rantai terpenting dalam pembentukan atribut produk
agribisnis secara keseluruhan. Atribut dasar dari produk agribisnis seperti atribut nutrisi
(kandungan zat-zat nutrisi) dan atribut nilai (ukuran, penampakan, rasa, aroma dan
sebagainya) serta atribut keamanan dari produk bahan pangan seperti kandungan logam
berat, residu pestisida, kandungan racun juga ditentukan pada industri perbenihan.
5. Dukungan Industri Pupuk dalam pengembangan sistem agribisnis.
Pada waktu yang akan datang industri pupuk perlu mengembangkan sistem networking
baik vertikal (dari hulu ke hilir) maupun horisontal (sesama perusahaan pupuk), yaitu
dengan cara penghapusan penggabungan perusahaan pupuk menjadi satu dimana yang
sekarang terjadi adalah perusahaan terpusat pada satu perusahaan pupuk pemerintah. 

6. Pengembangan Sistem Agribisnis melalui Reposisi Koperasi Agribisnis.


Koperasi perlu mereformasi diri agar lebih fokus pada kegiatan usahanya terutama
menjadi koperasi pertanian dan mengembangkan kegiatan usahanya sebagai koperasi
agribisnis. Untuk memperoleh citra positif layaknya sebuah koperasi usaha misalnya:
Koperasi Agribisnis atau Koperasi Agroindustri atau Koperasi Agroniaga yang
menangani kegiatan usaha mulai dari hulu sampai ke hilir.

7. Pengembangan Sistem Agribisnis melalui pengembangan sistem informasi agribisnis. 


Dalam membangun sistem informasi agribisnis, ada beberapa aspek yang perlu
diperhatikan adalah informasi produksi, informasi proses, distribusi, dan informasi
pengolahan serta informasi pasar.

8. Membumikan pembangunan sistem Agribisnis dalam otonomi daerah


Pembangunan Ekonomi Desentralistis-Bottom-up, yang mengandalkan industri berbasis
Sumberdaya lokal. Pembangunan ekonomi nasional akan terjadi di setiap daerah.

9. Dukungan perbankan dalam pengembangan sistem agribisnis di daerah.


Untuk membangun agribisnis di daerah, peranan perbankan sebagai lembaga pembiayaan
memegang peranan penting. Ketersediaan skim pembiayaan dari perbankan akan sangat
menentukan maju mundurnya agribisnis daerah. Selama ini yang terjadi adalah sangat
kecilnya alokasi kredit perbankan pada agribisnis daerah, khususnya pada on farm
agribisnis.

10. Pengembangan strategi pemasaran


Pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat penting peranannya terutama
menghadapi masa depan, dimana preferensi konsumen terus mengalami perubahan,
keadaan pasar heterogen. Dari hal tersebut, sekarang sudah mulai mengubah paradigma
pemasaran menjadi menjual apa yang diinginkan oleh pasar (konsumen).

11. Pengembangan sumber daya agribisnis.


Dalam pengembangan sektor agribisnis agar dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan
pasar, diperlukan pengembangan sumberdaya agribisnis, khususnya pemanfaatan dan
pengembangan teknologi serta pembangunan kemampuan Sumberdaya Manusia (SDM)
Agribisnis sebagai aktor pengembangan agribisnis.
12. Pengembangan Pusat Pertumbuhan Sektor Agribisnis.
Perlu pengembangan pusat-pusat pertumbuhan sektor agribisnis komoditas unggulan
yang didasarkan pada peta perkembangan komoditas agribisnis, potensi perkembangan
dan kawasan kerjasama ekonomi.

13. Pengembangan Infrastruktur Agribisnis. 


Dalam pengembangan pusat pertumbuhan Agribisnis, perlu dukungan pengembangan
Infrastruktur seperti jaringan jalan dan transportasi (laut, darat, sungai dan udara),
jaringan listrik, air, pelabuhan domestik dan pelabuhan ekspor dan lain-lain.

4. Agroindustri dan ruang lingkupnya serta peranannya

Agroindustri adalah perusahaan industri yang memproses hasil pertanian dari bahan


nabati (yang berasal dari tanaman) atau hewani (yang dihasilkan oleh hewan) menjadi produk
dalam rangka meningkatkan nilai tambahnya. Proses yang digunakan mencakup pengubahan dan
pengawetan melalui perlakuan fisik atau kimiawi, penyimpanan, pengemasan dan distribusi.
Agroindustri merupakan suatu sistem terintegrasi yang melibatkan sumberdaya hasil pertanian,
manusia, ilmu dan teknologi, uang dan informasi. Produk Agroindustri dapat berupa produk
akhir yang siap dikonsumsi ataupun sebagai produk bahan baku industri lainnya. Agroindustri
berasal dari kata agricultural dan industry yang berarti suatu industri yang menghasilkan suatu
produk dengan menggunakan hasil pertanian sebagai bahan baku utamanya, maka agroindustri
merupakan bagian (subsistem) agribisnis. Agribisnis sendiri adalah kegiatan yang berhubungan
dengan penanganan komoditi pertanian yang mengacu kepada semua aktivitas mulai dari
pengadaan, prosesing, penyaluran sampai pada pemasaran produk yang dihasilkan oleh suatu
usaha tani atau agroindustri yang saling terkait satu sama lain.

Agroindustri di bagi 2, yaitu Agroindustri hulu yakni subsektor industri yang


menghasilkan sarana produksi pertanian, seperti Pupuk, pestisida, herbisida, dll. Agroindustri
hilir yaitu subsektor industri yang mengolah hasil-hasil pertanian, seperti Minyak goreng, ikan
kaleng, sayuran kaleng, abon ikan asin, dsb. Negara Indonesia sebagai salah satu negara agraris,
perlu metransformasikan menuju kearah industrialisasi yang berbasis pertanian, karena sektor industri
pertanian diyakini sebagai sektor yang mampu memimpin sektor-sektor lain menuju kearah
perekonomian yang lebih modern.

Dengan demikian Indonesia diharapkan mampu memodernisasikan perekonomiannya


dan membuat kebijakan yang dapat mewujudkan mekanisme saling mendukung antar sektor
industri dan pertanian sehingga dapat menjadi salah satu negara industri baru dibidang
agroindustri.

 
5. Pengembangan Agribisnis pada dasar nya untuk menunjang pemb agroindustri

Agribisnis bisa menjadi tulang punggung perekonomian dunia karena merupakan sektor
yang mampu menyediakan bahan makanan atau pun bahan baku bagi industri-industri
pengolahan. Hal tersebut patut menjadi perhatian untuk segenap pelaku agribisnis Indonesia
untuk senantiasa meningkatkan kinerja sektor tersebut, khususnya pada sektor hilir agribisnis
(off farm).Dengan perhatian yang diberikan diharapkan menurunnya kontribusi dari kegiatan on
farm dapat dikompensasikan dengan peningkatan kontribusi sektor industry dari pengolahan
hasil-hasil agribisnis..

Di sektor pertanian agribisnis memegang peranan yang sangat penting yaitu sebagai
sistem yang memanajemen seluruh sistem pertanian mulai dari hulu sampai subsistem hilir. Oleh
sebab itu jika konsep agribisnis di terapkan dengan baik secara tidak langsung dapat memberikan
kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan perekonomian baik dalam pemanfaatan tenaga kerja
yang banyak dari masing-masing subsitem hingga penyediaan pangan nasional.

Konsep agribisnis merupakan suatu konsep yang terikat dari subsitem hulu hingga hilir
yang berorientasi pada dasar dengan memperhatikan kualitas, kuantitas dan kontuinitas serta
berdaya saing tinggi untuk dapat meningkatkan produktivitas dan pendapat pelaku agribisnis.
Oleh karena konsep agribisnis sangat cocok di terapkan dalam sistem pembangunan nasional.
Kerena apabila pangan suatu bangsa dapat mereka penuhi sendiri tanpa bantuan dari negara lain
maka negara tersebut akan cepat kemajuannya. Karena pangan merupakan zat dan gizi dalam
membentuk kecerdasan bangsa( (hafsah).