Anda di halaman 1dari 7

3.3.9 Selesaikan Contoh 3.3.

2 dalam teks untuk menentukan curah hujan dari badai petir jika kelembaban
keluar pada ketinggian 5 km. Berapa persentase kelembaban yang masuk sekarang diendapkan?

Jawab

Intensitas presipitasi diberikan oleh (3.3.10) di mana V1 = 1 m / s, Δz i = 1500 m, pw - 1000 kg / m3,


dan D = 5000 m. Kuantitas pa1, qv1 dan qV2 ditemukan dengan metode yang diuraikan dalam ex.
3.2.2 menggunakan a = 0,0075 ° C / m untuk laju selang. Tabel dapat diatur untuk nilai yang
diperlukan pada z = 0, 1,5, dan 10 km.

Elevasi Temperatur Tekanan Massa jenis udara Tekanan Kelembapan


udara Uap tertentu
km C K kPa kg/m^3 kPa kg/kg
0 30 303 101.3 1.16 4.24 0.0261
1.5 19 292 85.6 1.02 2.2 0.016
10 -45 228 27.7 0.42 0.01 0.0002

Dari tabel, qV2 = 0,0002 kg / kg; nilai untuk pa, dan qV {diambil sebagai rata-rata antara 0 dan 1,5 km:
pai = (1,16 + 1,02) / 2 = 1,09 kg / m3, dan qVl = (0,0261 + 0,0160) / 2 = 0,021 kg / kg. Mengganti
menjadi (3.3.10):

I= 2.721184E-05 m/s
I= 9.7962632527 cm/h
Laju aliran massa curah hujan diberikan oleh mp = pwiA, di mana A = (IT / 4) D2 = (TT / 4) X 50002 =
1,96 x 10^7 m2 dan pw = 1000 kg / m3; mp = 1000 x 2,72 x 10 "5 x 1,96 x 10^7 = 5,34 x 10^5 kg / s.

mv1 = (ρaqvVΔz)1πD
= 539059.5 kg/s

Persentase kelembaban yang masuk sekarang diendapkan adalah

%= mp x 100 %
mv1
= 99.061421 %

3.4.4
Data curah hujan tambahan berikut dicatat pada pengukur 1-WLN di Austin, Texas, pada 24 Mei
1981. Plot hyetograph curah hujan. Hitung dan plot hyetograph curah hujan kumulatif. Hitung
kedalaman maksimum dan intensitas curah hujan selama 5, 10, 30, 60, 90, 120 menit untuk badai ini.
Bandingkan hasilnya selama 30, 60, dan 120 menit dengan nilai yang diberikan pada Tabel 3.4.1
untuk pengukur 1-Bee dalam badai yang sama. Pengukur mana yang mengalami curah hujan lebih
parah?
Jawab

Time Rainfall Cumulativ Running Totals


(Min) (in) e Rainfrall 10 Min 30 Min 1H 2H
0 0.00
5 0.09 0.09
10 0.00 0.09 0.09
15 0.13 0.22 0.13
20 0.10 0.32 0.23
25 0.13 0.45 0.23
30 0.10 0.55 0.23 0.55
35 0.21 0.76 0.31 0.67
40 0.37 1.13 0.58 1.04
45 0.22 1.35 0.59 1.13
50 0.30 1.65 0.52 1.33
55 0.20 1.85 0.50 1.40
60 0.10 1.95 0.30 1.40 1.95
65 0.13 2.08 0.23 1.32 1.99
70 0.14 2.22 0.27 1.09 2.13
75 0.12 2.34 0.26 0.99 2.12
80 0.16 2.50 0.28 0.85 2.18
85 0.14 2.64 0.30 0.79 2.19
90 0.18 2.82 0.32 0.87 2.27
95 0.25 3.07 0.43 0.99 2.31
100 0.48 3.55 0.73 1.33 2.42
105 0.40 3.95 0.88 1.61 2.60
110 0.39 4.34 0.79 1.84 2.69
115 0.34 4.68 0.73 2.04 2.83
120 0.41 5.09 0.75 2.27 3.14 5.09
Max.
Depht 0.48 0.88 2.27 3.14 5.09
Max.
Intensity 5.76 5.28 4.54 3.14 2.55
(in/H)
Max.
Depht
0.76 3.07 5.56 8.13
Max.
Intensity 9.12 6.14 5.56 4.07
(in/H)

Dari perbandingan data di atas dapat kita lihat yang mengalami hujan lebih parah adalah wilayah
yang ditunjukkan oleh tabel 3.4.1

3.4.5 Bentuk cekungan drainase dapat diperkirakan oleh poligon yang simpulnya terletak pada koordinat
berikut: (5,5), (-5,5), (—5, -5), (0, —10 ), dan (5, -5). Jumlah hujan badai dicatat oleh sejumlah
pengukur hujan yang terletak di dalam dan di dekat cekungan sebagai berikut:
Gage number Koordinat Recorder rainfall
1 (7, 4) 62
2 (3, 4) 59
3 (-2, 5) 41
4 (-10, 1) 39
5 (-3, -3) 105
6 (-7, -7) 98
7 (2, -3) 60
8 (2, -10) 41
9 (0, 0) 81

Semua koordinat dinyatakan dalam kilometer. Tentukan curah hujan rata-rata di cekungan dengan
(a) metode rata-rata aritmatika, (b) metode Thiessen, dan (c) metode isohyetal. Petunjuk: Untuk
metode Thiessen, mulailah dengan menggambar poligon di sekitar pengukur 9, kemudian gambar
poligon di sekitar pengukur 2, 3, 5, dan 7; untuk metode isohyetal, gambarkan isohyets dengan curah
hujan maksimum pada punggungan yang membentang dari barat daya ke timur laut melalui (—3, -3).

Jawab

a. Metode rata rata Aritmatik


Curah
Stasiun hujan

P2 59
P3 41
P5 105
P7 60
P9 81

Curah hujan rata rata = 69.2 mm or in

b. Metode Thiessen

Curah
Stasiun Curah
hujan Area (Km2
atau Mi2) hujan x
Area
P2 59 20 1180
P3 41 20 820
P5 105 30 3150
P7 60 40 2400
P9 81 15 1215
125 8765

Curah hujan rata rata = 70.12 mm or in

c. Metode Isohyetal

Curah
Stasiun Curah
hujan Curah
Area enclosed hujan x
hujan rata
Area
3 31 93
P1 62
9 60.5 544.5
P2 59
12 50 600
P3 41
17 61 1037
P9 81
19 70.5 1339.5
P7 60
23 82.5 1897.5
P5 105
18 72 1296
P4 39
12 68.5 822
P6 98
11 69.5 764.5
P8 41
1 45 45
125 8439

Curah hujan rata rata = 67.512 mm or in

3.4.6
Hitung curah hujan rata-rata di atas daerah drainase pada Gambar 3.4.3 jika stasiun pengukur P2
dipindahkan ke P'2 menggunakan (a) metode rata-rata aritmatika, (b) metode Thiessen, dan (c)
metode isohyetal.

Jawab
a. metode rata rata aritmatik

Stasiun Curah
hujan
P3 30
P4 40
P5 50

Curah hujan rata rata = 40 mm or in

b. Metode Thiesen
Curah
Stasiun hujan
Curah
Area (Km2 hujan x
atau Mi2) Area
P1 10 0.22 2.2
P2 20 1.35 27
P3 30 1.25 37.5
P4 40 2.77 110.8
P5 50 3.55 177.5
9.14 355

Curah hujan rata rata = 38.840262582 mm or in

c. Metode isohyetal
Area
Stasiun Curah
enclosed Curah hujan
rata hujan x
Area
0.06 5 0.3
10
0.34 15 5.1
20
4.31 25 107.75
30
3.01 35 105.35
40
1.22 45 54.9
50
0.2 53 10.6
9.14 284

Curah hujan rata rata = 31.072210066 mm or in

3.4.7 Empat pengukur hujan yang terletak di dalam area persegi panjang dengan empat sudut di (0,0),
(0,13), (14,13), dan (14,0) memiliki koordinat berikut dan curah hujan yang dicatat:

Reingage Rainfall
Location (in)
(2,9) 0.59
(7,11) 0.79
(12,10) 0.94
(6,2) 1.69

Semua koordinat dinyatakan dalam mil. Hitung curah hujan rata-rata di daerah tersebut dengan
metode Thiessen.

Jawab

Curah
Stasiun Curah
hujan
Area (Mil^2) hujan x
Area
P1 0.59 40 23.6
P2 0.79 35 27.65
P3 0.94 50 47
P4 1.69 57 96.33
182 194.58

Curah hujan rata rata = 1.0691208791 in