Anda di halaman 1dari 12

1

FUNGSI DAN MANFAAT KARBOHIDRAT UNTUK

TUBUH MANUSIA

Disusun Oleh:

Ni Komang Virginia Pradini

19089016022

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BULELENG

PROGRAM STUDI S1 FARMASI

2020
ii

DAFTAR ISI

COVER............................................................................................................i
DAFTAR ISI....................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang............................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.......................................................................................2
1.3 Tujuan Penulisan........................................................................................3
1.4 Manfaat Penulisan......................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Karbohidrat...............................................................................3
2.2 Fungsi Karbohidrat......................................................................................4
2.3 Manfaat Karbohidrat...................................................................................4
2.4 Klasifikasi Karbohidrat...............................................................................5
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.................................................................................................9
3.2 Saran...........................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Secara biokimia, karbohidrat adalah polihidroksil-aldehida atau


polihidroksil-keton, atau senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini
bila dihidrolisis. Karbohidrat mengandung gugus fungsi karbonil (sebagai
aldehida atau keton) dan banyak gugus hidroksil. Pada awalnya, istilah
karbohidrat digunakan untuk golongan senyawa yang mempunyai rumus
(CH2O)n ,yaitu senyawa-senyawa yang  n atom karbonnya tampak terhidrasi
oleh n molekul air. Namun demikian, terdapat pula karbohidrat yang tidak
memiliki rumus demikian dan ada pula yang mengandung nitrogen, fosforus,
atau sulfur. Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh
makhluk hidup.
Monosakarida, khusus nya glukosa, merupakan nutrien utama sel.
Misalnya, pada vertebrata, glukosa mengalir dalam aliran darah sehingga
tersedia bagi seluruh sel tubuh. Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa dan
mengambil tenaga yang tersimpan di dalam molekul tersebut pada proses
respirasi selular untuk menjalankan sel-sel tubuh. Selain itu, kerangka karbon
monoksakarida juga berfungsi sebagai bahan baku untuk sintesis jenis molekul
organic kecillainnya, termasuk asam amino dan asam lemak.
Karbohidrat merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan bagi tubuh
dimana karbohidrat tersebut diklasifikasikan lagi kedalam beberapa bagian
seperti monosakarida, disakarida dan polisakarida. Selain itu, agar dapat
digunakan oleh sel yang terdapat didalam tubuh maka, karbohidrat perlu
melalui beberapa proses yaitu melalui proses metabolisme.
Karbohidrat yang diperlukan oleh tubuh tentunya memiliki takaran
ataupun batasan. Sehingga, jika kadar karbohidrat didalam tubuh seseorang
meningkat atau berlebih maka akan mengacu timbulnya penyakit. Begitupun
sebaliknya, jika kadar karbohidrat didalam tubuh seseorang menurun atau
kurang maka akan juga mengacu timbulnya penyakit.

1
2

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, terdapat rumusan masalah sebagai berikut:

1. Apa pengertian karbohidrat?


2. Apa fungsi karbohidrat?
3. Apa manfaat karbohidrat?
4. Apa saja klasifikasi karbohidrat?
1.3 Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, terdapat tujuan sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui pengertian karbohidrat


2. Untuk mengetahui fungsi karbohidrat
3. Untuk mengetahui manfaat karbohidrat
4. Untuk mengetahui klasifikasi karbohidrat
1.4 Manfaat

Berdasarkan tujuan di atas, terdapat manfaat sebagai berikut:

Agar dapat mengetahui fungsi dan manfaat karbohidrat untuk tubuh manusia
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Karbohidrat

Karbohidrat adalah senyawa organik terdiri dari unsur karbon (C),


hidrogen (H), dan oksigen (O). Contoh glukosa (C 6H12O6), sukrosa
(C12H22O11), sellulosa (C6H10O5)n. Rumus umum karbohidrat adalah
Cx(H2O)y atau CnH2nOn. Karbohidrat juga dapat diartikan polihidroksi
aldehid (aldose) atau polihidroksi keton (ketose) dan turunannya atau
senyawa yang bila dihidrolisa akan menghasilkan salah satu atau kedua
komponen diatas.
Karbohidrat berasal dari bahasa Jerman, yaitu “Kohlenhydrate” dan
dari bahasa Perancis, yaitu “Hydrate de Carbon”. Penamaan ini didasarkan
atas komposisi unsur karbon yang mengikat hidrogen dan oksigen dalam
perbandingan yang selalu sama seperti pada molekul air yaitu perbandingan 2
: 1. Karena komposisi yang demikian, senyawa ini pernah disangka sebagai
hidrat karbon, tetapi sejak 1880 dibantah senyawa tersebut bukan hidrat dari
karbon.
Nama lain dari karbohidrat adalah sakarida, berasal dari bahasa Arab
"sakkar" artinya gula. Karbohidrat sederhana mempunyai rasa manis sehingga
dikaitkan dengan gula. Melihat struktur molekulnya, karbohidrat lebih tepat
didefinisikan sebagai suatu polihidroksialdehid atau polihidroksiketon.
Karbohidrat memegang peranan penting dalam sistem biologi khususnya
dalam respirasi.
Karbohidrat dihasilkan oleh proses fotosintesa didalam tanaman-
tanaman yang memiliki klorofil. Karbohidrat dapat dioksida menjadi energi,
misalnya glukosa dalam sel jaringan manusia dan binatang. Fermentasi
karbohidrat oleh kamir atau mikroba lain dapat menghasilkan CO 2, alkohol,
asam organik dan zat-zat organik lainnya. Karbohidrat merupakan sumber
energi bagi aktivitas kehidupan manusia disamping protein dan lemak.

3
4

2.2 Fungsi Karbohidrat

Menurut Sunita Almatsier (2009: 42) fungsi dari karbohidrat antara lain:

1) Sebagai sumber energi, satu gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori.


2) Pemberi rasa manis pada makanan, khususnya pada monosakarida pada
disakarida.
3) Penghemat protein, jika karbohidrat makanan tidak tercukupi maka
protein akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi dengan
mengalahkan fungsi utamanya sebagai zat pembangun.
4) Pengatur metabolisme lemak, karbohidrat akan mencegah terjadinya
oksidasi lemak yang tidak sempurna, sehingga menghasilkan bahan-
bahan keton berupa asam asetoasetat, aseton, dan asam beta-hidro-
butirat. Bahan-bahan ini dibentuk dalam hati dan dikeluarkan melalui
urine dengan mengikat basa berupa ion natrium. Hal ini dapat
menyebabkan ketidak seimbangan natrium dan dehidrasi, serta PH cairan
tubuh menurun.
5) Membantu pengeluaran faeses dengan cara mengatur peristaltic usus dan
memberi bentuk pada faeses.

2.3 Manfaat Karbohidrat

Menurut Djoko Pekik Irianto (2006: 9) dalam tubuh manusia karbohidrat


bermanfaat untuk berbagai keperluan, antara lain :

1) Sumber energi utama yang diperlukan untuk gerak: 1 gram karbohidrat


menghasilkan 4 kalori.
2) Pembentuk cadangan sumber energi: kelebihan karbohidrat dalam tubuh
akan disimpan dalam bentuk lemak sebagai cadangan sumber energi
yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan.
3) Memberi rasa kenyang: karbohidrat mempunyai volume yang besar
dengan adanya selulosa sehingga memberikan rasa kenyang.
5

2.4 Klasifikasi Karbohidrat


1.      Monosakarida
Monosakarida adalah karbohidrat yang paling sederhana susunan
molekulnya. Dalam tubuh monosakarida langsung diserap oleh dinding usus
halus, kemudian masuk ke dalam aliran darah. Monosakarida adalah hasil
akhir pemecahan sempurna dari karbohidrat yang lebih kompleks susunannya
dalam proses pencernaan.
Monosakarida yang penting yaitu glukosa, fruktosa dan galaktosa.
Glukosa disebut juga dekstrosa, banyak terdapat dalam buah-buahan dan
sayuran. Semua karbohidrat dalam tubuh akhirnya akan dirubah menjadi
glukosa. Fruktosa atau levulosa terdapat bersama glukosa dalam buah dan
sayuran terutama dalam madu. Galaktosa hanya ditemukan berasal dari
penguraian disakarida.
Buah-buahan mengandung monosakarida seperti glukosa dan
fruktosa. Apabila dua molekul monosakarida berikatan akan terbentuk
disakarida dan mengeluarkan air. Dalam bentuk lebih panjang lagi (2-10)
monosakarida akan membentuk oligosakarida dan dalam rantai yang lebih
panjang lagi (>10) monosakarida akan membentuk polisakarida.
Sebagian besar monosakarida dikenal sebagai heksosa, karena terdiri
atas 6-rantai atau cincin karbon. Atom-atom hidrogen dan oksigen terikat
pada rantai atau cincin ini secara terpisah atau sebagai gugus hidroksil (OH).
Ada tiga jenis heksosa yang penting dalam ilmu gizi, yaitu glukosa,
fruktosa, dan galaktosa. Ketiga macam monosakarida ini mengandung jenis
dan jumlah atom yang sama, yaitu 6 atom karbon, 12 atom hidrogen, dan 6
atom oksigen. Perbedaannya hanya terletak pada cara penyusunan atom-atom
hidrogen dan oksigen di sekitar atom-atom karbon. Perbedaan dalam susunan
atom inilah yang menyebabkan perbedaan dalam tingkat kemanisan, daya
larut, dan sifat lain ketiga monosakarida tersebut.
Monosakarida yang terdapat di alam pada umumnya terdapat dalam
bentuk isomer dekstro (D). Gugus hidroksil ada karbon nomor 2 terletak di
sebelah kanan. Struktur kimianya dapat berupa struktur terbuka atau struktur
cincin. Jenis heksosa lain yang terdapat dalam ilmu gizi adalah manosa.
6

Monosakarida yang mempunyai lima atom karbon disebut pentosa, seperti


ribosa dan arabinosa.
Karbohidrat dalam golongan ini merupakan karbohidrat yang paling
sederhana (glukosa) karena terdiri atas 3-6 atom C dan tidak bisa lagi
dihidrolisa. Monosakarida biasanya mudah larut dalam air dan umumnya
terasa manis sehingga secara umum disebut juga sebagai gula. Penamaannya
juga berakhiran –osa.
Ada beberapa jenis monosakarida yang paling dikenal dan memegang
peranan terpenting dalam kehidupan, yaitu:
1) Trios, yakni jenis monosakarida yang memiliki 3 atom C. Contohnya
ialah Gliserosa, Gliseraldehid, Dihidroksi aseton.
2) Tetrosa, yakni jenis monosakarida yang memiliki 4 atom C. Contohnya
adalah  Threosa, Eritrosa, xylulosa.
3) Pentosa jenis monosakarida yang memiliki 5 atom C. Contohnya ialah
Lyxosa, Xilosa, Arabinosa, Ribosa,Ribulosa.
4) Hexosa jenis monosakarida yang memiliki 6 atom C. Contoh hexosa
adalah Galaktosa, Glukosa, Mannosa dan fruktosa. Diantara keempatnya
ini yang amat dikenal dalam kehidupan sehari-hari ialah galaktosa,
fruktosa dan glukosa.
2.      Disakarida
Disakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk dari dua molekul
monosakarida yang berikatan melalui gugus -OH dengan melepaskan
molekul air. Disakarida dapat dihidrolisis oleh larutan asam dalam air
sehingga terurai menjadi 2 molekul monosakarida. Contoh dari disakarida
yaitu:
a)      Sukrosa yakni gula yang kita pergunakan sehari-hari, sehingga lebih
sering disebut gula meja (table sugar) atau gula pasir dan disebut juga
gula invert. Sukrosa mempunyai dua molekul monosakarida yang terdiri
dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. Sumber sukrosa
ialah dari tebu (100% mengandung sukrosa), bit, gula nira (50%), dan
jelly.
7

b)      Maltosa Mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari dua
molekul glukosa. Di dalam tubuh maltosa didapat dari hasil pemecahan
amilum, lebih mudah dicema dan rasanya lebih enak dan nikmat. Dengan
Jodium amilum akan berubah menjadi warna biru. Amilum terdiri dari
dua fraksi yang dapat dipisahkan dengan air panas, yaitu:
1)      Amilosa yaitu larut dengan air panas dan mempunyai struktur rantai
lurus.
2)      Amilopektin yaitu tidak larut dengan air panas dan mempunyai
sruktur rantai bercabang.
3)      Laktosa yang mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri
dari satu molekul glukosa dan satu molekul galaktosa. Laktosa
kurang larut di dalam air. Sumber laktosa hanya terdapat pada susu
sehingga disebut juga gula susu.
3.      Polisakarida

Polisakarida merupakan senyawa yang terdiri dari gabungan molekul-


molekul  monosakarida yang banyak jumlahnya, senyawa ini bisa dihidrolisis
menjadi banyak molekul monosakarida. Polisakarida merupakan jenis
karbohidrat yang terdiri dari lebih 6 monosakarida dengan rantai
lurus/cabang. Berikut adalah macam-macam polisakarida:
a)      Amilum (pati atau tepung).
Amilum tidak larut di dalam air dingin, tetapi larut di dalam air panas
membentuk cairan yang sangat pekat seperti pasta; peristiwa ini disebut
“gelatinisasi”. Beberapa sifat pati adalah mempunyai rasa yang tidak
manis, tidak larut dalam air dingin tetapi di dalam air panas dapat
membentuk sol atau jel yang bersifat kental. Sifat kekentalannya ini
dapat digunakan untuk mengatur tekstur makanan, dan sifat jel nya dapat
diubah oleh gula atau asam. Pati di dalam tanaman dapat merupakan
energi cadangan; di dalam biji-bijian pati terdapat dalam bentuk granula.
Penguraian tidak sempurna dari pati dapat menghasilkan dekstrin yaitu
suatu bentuk oligosakarida. Molekulnya lebih sederhana jika
dibandingkan dengan tepung dan bersifat mudah larut dalam air, mudah
dicerna, sehingga baik untuk makanan bayi. Pati dapat dihidrolisis
8

dengan enzim amylase. Pati terdiri dari amilosa dan amilopektin. Beras
ketan amilosa (1-2%), beras biasa amilosa > 2 %.
b)      Dekstrin. Dekstrin Merupakan zat antara dalam pemecahan amilum.
Molekulnya lebih sederhana, lebih mudah larut di dalam air, dengan
jodium akan berubah menjadi wama merah.
c)      Glikogen. Glikogen merupakan cadangan karbohidrat dalam tubuh yang
disimpan dalam hati dan otot. Jumlah cadangan glikogen ini sangat
terbatas. Bila diperlukan oleh tubuh, diubah kembali menjadi glukosa.
Glikogen merupakan “pati hewani”, terbentuk dari ikatan 1000 molekul,
larut di dalam air (pati nabati tidak larut dalam air) dan bila bereaksi
dengan iodium akan menghasilkan warna merah. Sumber utama
glikogen  banyak terdapat pada kecambah, serealia, susu, syrup jagung
(26%).

Berdasarkan pada dapat atau tidaknya dicerna, karbohidrat diklasifikasikan


menjadi dua yaitu sebagai berikut:
1)      Karbohidrat dapat dicerna
Karbohidrat dapat dicerna contohnya adalah amilum yaitu pati dan tepung
padi-padian dan umbi-umbian. Glikogen adalah karbohidrat kompleks yang
terdapat pada hewan yaitu pada bagian daging dan hati.
2)      Karbohidrat yang tidak dapat dicerna
Contohnya yaitu fiber atau yang terdapat pada buah-buahan, sayur-sayuran,
kacang-kacangan dan selaput ari pada bulit-bulir padi. Walaupun tidak dapat
dicerna, serat makanan masih berguna bagi tubuh karena dapat
mengenyangkan, memperlancar buang air besar, menghambat penyerapan
kolesterol dan glukosa pada makanan.
9

1 BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa karbohidrat adalah senyawa organik yang


terdiri dari unsur carbon (C), hidrogen (H) dan oksigen (O). Rumus umum
senyawa karbohidrat yaitu Cx(H2O)y Karbohidrat merupakan senyawa yang
memiliki banyak jenis ataupun klasifikasi. Karbohidrat memegang peranan
yang sangat penting bagi tubuh. Untuk dapat digunakan oleh tubuh,
karbohidrat perlu mengalami beberapa proses metabolisme di dalam tubuh.
Meskipun sangat penting bagi tubuh, karbohidrat jika di konsumsi terlalau
banyak atau bahkan kurang dikonsumsi maka dapat menimbulkan berbagai
penyakit.

3.2 Saran

Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh, maka perlu


kiranya manusia mengetahui apa dan bagaimana itu karbohidrat sehingga
manusia dapat memanfaatkannya sebaik mungkin.

9
10

DAFTAR PUSTAKA

Amir, Syarif.dr, dkk.2007. Farmakologi dan Terapi. Edisi kelima. Jakarta :


Gaya Baru.

Almatsier, S.2010. Prinsip Dasar Ilmu Gizi.Jakarta : Gramedia

Poedjiadi,Anna.2006.Dasar-Dasar Biokimia.Jakarta : Universitas Indonesia

Schumm,Dorothy E.1993.Intisari Biokimia.Jakarta : Binarupa Aksara

L.Achadi, Endang. 2007. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta:


Rajawali Pers