Anda di halaman 1dari 6

KIMIA KLINIK DAN DIAGNOSTIK

METODE PEMERIKSAAN FUNGSI GINJAL DAN ANALISIS HASIL


PEMBACAANNYA

OLEH:

NAMA : MUHAMMAD SYAMSIR MURSALI

NIM : O1A118175

KELAS :C

JURUSAN FARMASI

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2020
1.1 PENDAHULUAN
Kasus cedera ginjal akut (CGA) sering dijumpai di ruang rawat intensif (RRI). Insidensi
CGA akhir-akhir ini meningkat dan berhubungan dengan peningkatan yang substansial dalam
morbiditas dan mortalitas. Cedera ginjal akut terjadi pada sekitar 7% pasien rawat inap dan 36%
sampai dengan 67% pada pasien kritis bergantung pada definisi yang dipergunakan. Berdasarkan
penelitian pada lebih dari 75.000 orang dewasa dengan sakit kritis, CGA yang lebih parah terjadi
pada sekitar 4% sampai 25% pasien yang masuk RRI dengan sepsis sebagai penyebab
utama(Arifin dan heru,2016).
Pada penelitian multisenter di beberapa RRI yang melibatkan hampir 30 ribu pasien
menyatakan kejadian CGA yang berhubungan dengan kasus sepsis berat dan juga syok sepsis
memberikan kontribusi 50% kasus CGA di RRI.2 Berdasarkan hasil survei yang dilakukan di
Italia melalui pengumpulan data webbased,hampir dua pertiga kasus CGA didiagnosis dalam
waktu 24 jam masuk RRI dan sekitar 5–6% pasien RRI dengan CGA memerlukan terapi
pengganti ginjal (TPG). Pada penelitin lain dinyatakan bahwa sekitar 12% pasien CGA diobati
dengan TPG di RRI.1,3 Terapi pengganti ginjal (TPG) dimulai rata-rata pada hari kedua setelah
masuk RRI. Sebanyak 60% pasien CGA mengalami pemulihan fungsi ginjal lengkap, 13,5%
mengalami pemulihan ginjal parsial, sementara 30% tidak mengalami pemulihan fungsi ginjal
sampai saat kematian atau saat keluar RRI setelah pengobatan(Arifin dan Heru,2016).
Pada pasien gagal ginjal biasanya dilengkapi dengan pemeriksaan darah sebagai penguat
diagnosis dari penyakit pasien. Salah satu parameter yang biasanya diperiksakan adalah kadar
ureum dan kreatinin serum. Ureum dan kreatinin merupakan prosuk sisa dari metabolism tubuh.
(Suryawan dkk,2016).
1.2 Tabelpemeriksaandanmetode yang digunakan
Pemeriksaan Metode Hasilanalisis
PemeriksaanKadar Ureum Metodeenzimatik. Pengukuranureum serum dapat
dipergunakan untuk mengevaluasi
fungsi ginjal, status hidrasi menilai
keseimbangan nitrogen, menilai
progresivitas penyakit ginjal, dan
menilai hasil hemodialisis
l(Verdiansah,2016).

Pemeriksaan Metode Hasilanalisis


Pemeriksaan Kadar MetodeJaffe peningkatan kadar kreatinin serum
Kreatinin antara 1,2–2,5 mg/dL berkorelasi
positif terhadap tingkat kematian
pasien yang diteliti selama 96 bulan
(Verdiansah,2016).

Pemeriksaan Metode Hasilanalisis


Kadar Ureum Kreatinin UV auto fast- 30 pasien GGK dapat diketahui bahwa seluruh
rateJaffereaction. pasien (100%) memiliki kadar kreatinin serum
yang tinggi.pasien, seluruhnya (100%) megalami
hiperuremik dengan rata-rata kadarureum serum
pasien 151,1 mg/dl(Suryawan dkk.,2016).

1.3 Pembahasan

Monitoring fungsi ginjal merupakan hal yang sangat penting dalam manajemen pasien sakit
kritis di ruang rawat intensif. Hal tersebut menjadi penting mengingat angka kejadian CGA yang
tinggi di ruang rawat intensif yang berkisar 36–67%.1 Laju filtrasi glomerulus (LFG) yang
dinilai melalui beberapa substrat atau penanda biologis menjadi parameter baku emas untuk
monitoring fungsi ginjal. Penanda biologis yang ideal untuk mendiagnosis CGA harusnya
terjangkau, cepat, mudah diukur, dan juga diproduksi dalam tingkat yang stabil. Hal ini dapat
menentukan tingkat keparahan disfungsi, khusus untuk ginjal, meningkat di tahap awal disfungsi
dengan sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi. Sampai saat ini belum ada penanda biologis yang
dapat memenuhi seluruh persyaratan menjadi penanda biologis yang ideal

Ginjal termasuk salah satu organ tubuh manusia yang vital.Organ ini berperan penting
dalam metabolism tubuh seperti fungsi ekskresi, keseimbangan air danelektrolit, serta
endokrin.Fungs iginjal secara keseluruhan didasarkan oleh fungsi nefron dan gangguan fungsi
ginjal disebabkan oleh menurunnya kerja nefron Beberapa pemeriksaan laboratorium telah
dikembangkan untuk mengevaluasi fungsi ginjal dan identifikasi gangguannya sejak awal.Hal ini
dapat membantuk linisi untuk melakukan pencegahan dan penatalaksanaan lebih awal agar
mencegah progresivitas gangguan ginjal menjadi gagalginjal. Metodepemeriksaan yang
dilakukan dengan mengukur zatsisa metabolism tubuh yang diekskresikan melalui ginjal seperti
ureumdan kreatinin.
Pemeriksaan Kadar Ureum Pengukuran ureum serum dapat dipergunakan untuk mengevaluasi
fungsiginjal, status hidrasi, menilaikeseimbangan nitrogen, menilaiprogresivitaspenyakitginjal,
danmenilaihasilhemodialisis.Pemeriksaan Kadar Kreatinin serum sudah banyak digunakan
untukmengukur fungsiginja lmelalui pengukuran glomerulusfiltration rate (GFR).
(Verdiansah,2016).
Ureumdan kreatinin merupakan senyawakimia yang menandakan fungsiginjal masih
normal, sementara kreatinin merupakan metabolisme endogen yang
bergunauntukmenilaifungsiglomerulus. Padapemeriksaan kada rureumdankreatinin serum
dilakukan secara kuantitatif dengan metodepemeriks aanureum serum yaitu UV auto fast-rate
dan metode pemeriksaan kreatinin serum yaitu Jaffe reaction.
DAFTAR PUSTAKA

Arifin,H.,Dan Heru,K.,2016.Sensitivitas Dan Spesifisitas Cystatin C Dan Kreatinin Serum


Dalam Mendiagnosis Cedera Ginjal Akut Pada Pasien Sepsis Yang Dirawatdi Ruang
Rawat Intensif Rsup H. Adam Malik Medan,Jurnal Anastesi Perioperatif.Vol.4(2).

Suryawan D G A., Arjani I A M S., Sudarmanto,I G.,2016,Gambaran Kadar Ureum Dan


Kreatinin Serum Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Terapi Hemodialisis
Di Rsud Sanjiwani Gianyar. Meditorivol 4(2).
Verdiansah.,2016. Pemeriksaanfungsiginjal,Cdk-23 Vol 43 (2)