Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN KEGIATAN PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG ASI

EKSKLUSIF DI RUANG TERATAI


RSUD. Dr . HARYOTO LUMAJANG

disusun untuk memenuhi tugas pada Program Profesi Ners


Stase Keperawatan Anak

Oleh
Kelompok 1

1. Lisnawati., S.Kep (182311101012)


2. Faizah Wahyuningprianti., S.Kep (182311101016)
3. Rize Kumala Putri P., S.Kep . (182311101039)
4. Dewi Melati Sukma., S.Kep. (182311101055)
5. Musrifah., S.Kep (182311101066)
6. Hartiena Nadiya P.U., S.Kep. (182311101070)

PROGRAM STUDI PENDIDIAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2018
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI 
UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
PROGRAM PROFESI NERS

BERITA ACARA

Pada hari ini, Kamis, 08 November 2018 pukul 10.00 WIB s/d selesai
bertempat di Poli Kandungan RSUD dr. Haryoto Lumajang Kabupaten Lumajang
Provinsi Jawa Timur telah dilaksanakan kegiatan senam hamil. Kegiatan ini
diikuti oleh orang (daftar telah terlampir).

Lumajang, 08 November 2018


Mengetahui,
Pembimbing Klinik

( Siti Ruchana, Amd.Keb)


KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI 
UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
PROGRAM PROFESI NERS

DAFTAR HADIR
Kegiatan Pendidikan Kesehatan tentang ASI Eksklusif pada: Hari Jumat, Tanggal
02 Novmebr 2018 pukul 10.00- selesai. Tempat: Poli Kandungan RSUD dr.
Haryoto Lumajang Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur

No Nama Alamat TTD


1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
Lumajang, 08 November 2018
Mengetahui,
Pembimbing Klinik
( Siti Ruchana, Amd.Keb)

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Pemberi Materi            : kelompok 1
Meteri Pokok               : ASI Eksklusif
Sub Materi Pokok        : 
1.  Definisi ASI Eksklusif
2.  Komposisi ASI
3.  Keuntungan ASI bagi bayi
4.  Keuntungan ASI bagi ibu
5.  Tips menyusui yang benar
6.  Langkah-langkah dalam menyusui
7.  Tanda bayi cukup ASI
Hari/Tanggal                 : 02 November 2018
Waktu                          : 30 Menit
Peserta/Sasaran            : Ibu-ibu menyusui

I.     Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Setelah mengikuti pertemuan ini, diharapkan peserta mampu menjelaskan tentang
ASI Eksklusif.

II.  Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


Setelah mengikuti pembelajaran ini pesrta mampu :
1.      Menyebutkan Definisi ASI Eksklusif
2.      Menyebutkan Komposisi ASI
3.      Menyebutkan 3 dari 6 Keuntungan ASI bagi Bayi
4.      Menyebutkan 2 dari 4 Keuntungan ASI bagi Ibu
5.      Menyebutkan 2 dari 4 Tips Menyusui yang benar
6.      Mengulang Langkah-langkah dalam Menyusui
7.      Menyebutkan 4 dari 8 Tanda Bayi Cukup ASI
III.   Langkah Kegiatan

NO. URAIAN KEGIATAN METODE MEDIA WAKTU


1. Pendahulua Ceramah Leaflet 5 menit
a. Pemberi materi Tanya
memberikan salam Jawab
b. Pemberi materi
memberikan
apersepsi tentang
materi yang akan
disampaikan
c. Pemberi materi
menjelaskan tujuan
penyuluhan
2. Penyaji Materi Ceramah Leaflet 20 menit
a. Menjelaskan Definisi Tanya
ASI Eksklusif Jawab
b. Menjelaskan
Komposisi ASI
c. Menjelaskan
Keuntungan ASI bagi
Bayi
d. Menjelaskan
Keuntungan ASI bagi
Ibu
e. Menjelaskan Tips
Menyusui yang benar
f. Menjelaskan
Langkah-langkah
dalam Menyusui
g. Menjelaskan Tanda
Bayi Cukup ASI
3. Penutup Ceramah Leaflet 5        menit
a. Melakukan  evaluasi Tanya awab
secara lisan melalui
pertanyaan
b. Menyimpulkan
materi bersama-sama
dengan peserta
c. Menutup penyuluhan
dengan salam

IV.    Evaluasi
1.      Sebutkan definisi ASI Eksklusif ?
2.      Sebutkan 3 keuntungan ASI bagi bayi ?
3.      Sebutkan 4 tanda bayi cukup ASI ?

V.       Daftar Pustaka


Prihandini. 2008. Cara Pintar Merawat Bayi dan Balita. Genius Publisher;
Yogyakarta
Grifford, H. 2008. Bagaimana Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Anak
Anda. Prestasi Pustaka Raya; Jakarta.
Kissanti, A. 2007. 9 Bulan Yang Penuh Keajaiban. Araska.
Lampiran Materi
ASI EKSKLUSIF
1. Definisi ASI Eksklusif
ASI Eksklusif adalah hanya memberikan ASI tanpa memberikan makanan
dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai bayi berumur 6 bulan,
kecuali obat dan vitamin. (DEPKES 2004) (WHO 2001)
ASI Ekslusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan
seperti susu formula, air jeruk, madu, air teh, air putih dan tanpa tambahan
makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim.
(Roesli 2004)

2.      Komposisi ASI


Kandungan ASI nyaris tak tertandingi. ASI mengandung zat gizi yang
secara khusus diperlukan untuk menunjang proses tumbuh kembang otak dan
memperkuat daya tahan alami tubuhnya. Komposisi zat utama dalam ASI:
1. Laktosa 7gr/100ml.
2. Lemak 3,7-4,8gr/100ml.
3. Oligosakarida 10-12 gr/ltr.
4. Protein 0,8-1,0gr/100ml.
Perbedaan komposisi dengan susu formula secara garis besar yaitu
kandungan lemak, energi, laktosa, vitamin C pada ASI jauh lebih banyak
daripada susu formula. (Diah Krisnatuti, 2000)

3.      Keuntungan ASI Bagi Bayi


a. ASI adalah makanan bayi alamiah yang disediakan untuk bayi anda,
dengan komposisi nutrisi yang sesuai untuk perkembangan bayi yang
sehat.
b. ASI mudah dicerna oleh bayi sehingga jarang menyebabkan konstipasi
c. Nutrisi yang dikandung dalam ASI sangat mudah diserap oleh bayi
d. ASI kaya akan antibodi (zat kekebalan tubuh) yang membantu tubuh bayi
untuk melawan infeksi dan penyakit lainnya.
e. ASI juga menurunkan resiko diare, infeksi saluran nafas bagian bawah,
infeksi saluran kencing, dan juga menurunkan resiko kematian bayi
mendadak.
f. Memberikan ASI juga membina ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi.

4.      Keuntungan ASI Bagi Ibu


a. Memberikan ASI segera setelah melahirkan akan meningkatkan kontraksi
rahim, yang berarti mengurangi pendarahan.
b. Memberikan ASI juga membantu memperkecil ukuran rahim ke ukuran
sebelum hamil.
c. Menyusui (ASI) membakar kalori sehingga membantu penurunan berat
badan lebih cepat.
d. Beberapa ahli menyatakan bahwa terjadinya kanker payudara pada wanita
menyusui sangatlah rendah.

5.    Tips Menyusui Yang Benar (Perinansia, 1994)


a. Teknik Menyusui Yang Benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi
dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar.
b. Posisi perlekatan mulut bayi mulut bayi saat menyusu adalah memasukan
puting beserta areola mamae (daerah hitam pada payudara) ke dalam mulut
bayi, bukan hanya putingnya saja sehingga tidak membuat puting ibu
menjadi lecet. 
c. Waktu menyusui paling tepat adalah saat bayi selesai dimandikan. Dalam
kondisi tersebut bayi merasa segar dan akan meminum susu lebih banyak.
d. Belai dan dekap bayi anda pada saat menyusui.
e. Bersihkan puting dan hindari dari bau-bauan yang tajam yang dapat
membuat pusing bayi anda.

 
6.         Langkah- Langkah Menyusui Yang Benar
a. Mencuci tangan
b. Perah sedikit ASI dan oleskan disekitar putting.
c. susui bayi dengan posisi duduk dan berbaring dengan santai
d. Bayi diletakkan menghadap ke ibu dengan posisi sanggah seluruh tubuh
bayi, jangan hanya leher dan bahunya saja, kepala dan tubuh bayi lurus,
hadapkan bayi ke dada ibu, sehingga hidung bayi berhadapan dengan
puting susu, dekatkan badan bayi ke badan ibu, menyetuh bibir bayi ke
puting susunya dan menunggu sampai mulut bayi terbuka lebar.
e. Dekatkan bayi ke payudara sedemikian rupa sehingga bibir bawah bayi
terletak di bawah puting susu. Cara melekatkan mulut bayi dengan benar
yaitu dagu menempel pada payudara ibu, mulut bayi terbuka lebar dan
bibir bawah bayi membuka lebar.

7.         Tanda Bayi Cukup ASI


a. Bayi tampak tenang.
b. Badan bayi menempel pada perut ibu.
c. Mulut bayi terbuka lebar.
d. Dagu bayi menmpel pada payudara ibu.
e. Sebagian areola masuk kedalam mulut bayi, areola bawah lebih banyak
yang masuk.
f. Bayi nampak menghisap kuat dengan irama perlahan.
g. Puting susu tidak terasa nyeri.
h. Kepala bayi agak menengadah

8. Manajemen ASI bagi Ibu Bekerja


a. Memeras dengan tangan
Cara memeras ASI dengan tangan :
a. Siapkan cangkir, gelas atau mangkuk yang sangat bersih.
b. Cuci dengan air sabun keringkan dengan tissue/lap yang bersih.
Tuangkan air mendidih ke dalam cangkir dan biarkan selama beberapa
menit. Bila sudah siap untuk memeras ASI, buang air dari cangkir.
c. Cuci tangan dengan seksama
d. Letakan cangkir di meja atau pegang dengan satu tangan lain untuk
menampung ASIP.
e. Badan condong ke depan dan sangga payudara dengan tangan
f. Letakan ibu jari sekitar areola di atas puting susu dan jari telunjuk
pada areolandi bawah puting susu.
g. Pijat ibu jari dan telunjuk ke dalam menuju dinding dada.
h. Sekarang pijat areola di belakang puting susu di antara jari dan ibu
jari. Ibu harus memijat sinus lakteferus di bawah areola.
i. Tekan dan lepas, tekan dan lepas. Pada mulanya tidak ada ASI yang
keluar, tetapi setelah diperas beberapa kali, ASI mulai menetes. ASI
bisa juga memancar bila refleks pengeluaran aktif.
j. Peras areola dengan cara yang sama dari semua sisi agar yakin ASI
diperas dari semua segmen payudara.
k. Jangan memijat puting susu itu sendiri. Jangan mengerakkan jari
sepanjang puting susu. Menekan atau menarik puting susu tidak dapat
memeras ASI. Ini merupakan hal yang sama terjadi bila bayi
mengisap dari puting susu saja.
b. Pompa Listrik atau Manual
Pompa Listrik ASI memberikan hasil yang lebih efisien dan cocok bagi
pemakaian di Rumah Sakit. Tetapi, semua pompa mudah membawa
infeksi hal ini sangat berbahaya bila lebih dari satu ibu yang
menggunakan satu pompa yang sama.
c. Teknik Botol hangat
Cara memerah ASI dengan teknik botol hangat yaitu :
a. Cara botol besar (misalnya berukuran 1 liter, 700 ml atau 3 liter)
dengan leher lebar (bila mungkin).
b. Mintalah keluarga untuk memanaskan sejumlah air dan isilah botol
dengan air hangat, biarkan beberapa menit, untuk menghangatkan
kaca botol.
c. Bungkus botol dengan kain dan buang air panas.
d. Dinginkan leher botol dan masukkan ke dalam puting susu sampai
menyentuh kulit sekelilingnya dengan ketat.
e. Pegang kuat botol tersebut, setelah beberapa menit botol mendingin
dan menimbulkan hisapan lembut maka akan menarik puting susu
f. Rasa hangat membantu refleks pengeluaran, dan ASI mulai mengalir
dan menghisap botol.
g. Setelah beberapa saat, nyeri pada payudara berkurang dan memeras
dengan tangan atau hisapan sudah bisa dilakukan.

ASI yang telah diperah tahan disimpan di dalam suhu ruangan sampai 6
jam. Jika disimpan di thermos yang diberi es batu, bisa tahan hingga 24 jam.
Bahkan, kalau disimpan di kulkas ketahanannya meningkat hingga 2 minggu
dengan suhu kulkas yang bervariasi. Jika disimpan di frezeer yang tidak terpisah
dari kulkas, dan sering dibuka, ASI tahan 3-4 bulan. Sedangkan pada freezer
dengan pintu terpisah dari kulkas dan suhu bisa dijaga dengan konstan, maka
ketahanan ASI mencapai 6 bulan.
Cara menyajikan ASI yang telah diperah yaitu jangan panaskan ASI di atas
api yang bisa membuat enzim penyerapan mati kepanasan. Cukup letakkan ASI
ke dalam mangkuk berisi air hangat (± 82o C) supaya suhu ASI mendekati suhu
tubuh Ibu. Disarankan untuk memberikan ASI perah dengan menggunakan
sendok, bukan botol susu. Hal ini untuk menghindari bayi bingung puting.
Bingung puting adalah keadaan di mana bayi merasa bingung karena sebelumnya
ia menyusu lewat payudara dan tiba-tiba harus menyusu dengan botol susu. Selain
itu, karena ASI yang keluar dalam botol lebih mudah dibanding payudara, si kecil
bisa malas mengisap saat menyusu kembali di payudara Ibu.