Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH BIOKIMIA

TRANSKRIPSI DNA

OLEH

CHELLY EVAULI SITORUS 1701011347

DELLA APRILIA ORLANDA 1701011212

NURLAILY LUBIS 1701011131

OKTARINA SILAEN 1701011347

REDHA KHAIRULLAH 1701011135

JURUSAN S1 FARMASI

FAKULTAS FARMASI DAN KESEHATAN

INSTITUT KESEHATAN HELVETIA

2019

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan
Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul
TRANSKRIPSI
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami
harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga
Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Medan, 10 Juli 2019

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................2


DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang..................................................................................................4
1.2.Rumusan masalah .............................................................................................5
1.3.Tujuan................................................................................................................5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...........................................................................6
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan......................................................................................................12
3.2. saran ................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................13.

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Gen merupakan unit molekul DNA atau RNA dengan panjang molekul
tertentu yang membawa informasi mengenai urutan asam amino yang lengkap suatu
protein atau yang menentukan struktur lengkap suatu molekul rRNA atau tRNA.
Gen dapat diwariskan dan diekspresikan. Ekspresi genetik adalah suatu rangkaian
proses kompleks yang melibatkan banyak faktor. Proses ekspresi gen adalah proses
transformasi informasi genetik melalui transkripsi dan translasi, untuk
pembentukan protein dan enzim. Secara umum, proses ekspresi genetik dimulai dan
diatur sejak pra-inisiasi transkripsi. Namun, tidak dapat diketahui secara pasti
kapan sebenarnya proses regulasi tersebut mulai dilakukan karena sistem biologis
adalah suatu sistem siklis yang tidak dapat secara pasti ditentukan titik awalnya.
Bagaimana ekspresi genetik suatu gen berlangsung, pada tiap organisme
(prokariot/eukariot) regulasi suatu gen terekspresi memiliki mekanisme yang
berbeda. Regulasi suatu gen berbeda-beda, bahkan dalam suatu individu terdapat
gen yang terus diekspresi ( Housekeeping Gene) dan ada gen yang hanya
diekspresikan pada tempat dan saat tertentu saja (Luxuries Gene). Regulasi ekspresi
gen merupakan aspek yang sangat penting bagi jasad hidup. Tanpa sistem
pengendali yang efisien, sel akan kehilangan banyak energi yang akan merugikan
jasad hidup. Dalam sistem molekuler ada banyak sistem pengendali ekspresi gen
yang menentukan kapan suatu gen tertentu diaktifkan dan diekspresikan untuk
menghasilkan suatu produk ekspresi. Regulasi gen adalah istilah informal yang
digunakan untuk menggambarkan setiap mekanisme yang digunakan oleh sel untuk
menambah atau mengurangi produksi produk gen tertentu (protein atau RNA). Sel
dapat memodifikasi pola ekspresi gen mereka untuk memicu jalur perkembangan,
menanggapi rangsangan lingkungan, atau beradaptasi dengan sumber makanan
baru. Semua titik ekspresi gen dapat diatur. Ini termasuk transkripsi, pemrosesan
RNA dan transportasi, translasi dan modifikasi pasca-translasi protein, dan
degradasi mRNA. Berdasarkan sel penyusunnya regulasi ekspresi gen dapat
dikelompokkan atas regulasi ekspresi gen pada Prokariotik dan eukariotik

4
1.2 Rumusan masalah

a. Apa yang dimaksud dengan Transkripsi ?


b. Bagaimana proses dari Transkripsi dari eukariotik dan prokariotik?
c. Faktor- faktor yang mempengaruhi Transkripsi ?

1.3 Tujuan

a. Dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan Transkripsi


b. Mengetahui terjadinya proses Transkripsi dalam eukariotik dan
prokariotik
c. Dapat megetahui peran dan & fungsi faktor transkripsi dalam mRNA

5
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian transkripsi

Dalam genetika, transkripsi (bahasa Inggris: transcription) adalah


pembuatan RNA terutama mRNA dengan menyalin sebagian berkas DNA oleh
enzim RNA polimerase. Transkripsi adalah penerjemahan informasi yang terdapat
pada DNA menjadi RNA. Atau dalam kalimat yang sederhana adalah menghasilkan
RNA dengan cetakan berupa DNA. DNA yang mengalami transkripsi dapat
memiliki satu atau lebih gen, proses ini terjadi dalam nukleus, mitokondria, dan
plastida.

Pada 26/09/2018 In Biologi Tagged DNA, Genetika. Gen adalah urutan


DNA yang mengkode informasi genetik. DNA genomik terdiri dari dua helai yang
saling melengkapi satu sama lain, mereka berjalan secara antiparalel dan memiliki
ujung 5 ‘dan 3’. Kedua untai pada gen diberi label sebagai untai template dan untai
koding. Untai template bertindak sebagai cetak biru untuk produksi urutan RNA
transkrip sementara untai koding adalah versi DNA dari urutan transkrip.
Transkripsi adalah produksi salinan RNA untai DNA yang berlangsung di hadapan
enzim RNA polimerase dalam inti. Enzim RNA polimerase menambahkan
nukleotida RNA ke untai RNA yang sedang tumbuh. Alur dibentuk dengan
melengkapi DNA 3 ‘ke 5’ yang melengkapi 5 ‘ke 3’ yang menghasilkan untai RNA
yang identik dengan untai DNA koding kecuali dengan basa timin diganti dengan
urasil pada molekul RNA.
Molekul Deoxyribonucleid Acid (DNA) adalah blok yang membangun
kehidupan karena DNA merupakan komponen kimia utama kromosom dan
merupakan bahan yang menghasilkan gen. DNA kadangkala disebut sebagai
molekul warisan, karena DNA memuat materi genetik yang membawa sifat-sifat
organisme induk yang diwariskan kepada generasi selanjutnya. Di samping itu,
DNA juga berfungsi untuk proses sintesis protein. Pada tahun 1953, Watson dan
Crick telah membuka wawasan baru tentang penemuan model struktur DNA,
dimana struktur ini membentuk suatu ikatan yang disebut double helix DNA. Basa
nukleid terdiri dari sub unit kecil nukleotida yang merupakan kumpulan fosfat, gula

6
pentosa, gula ribosa dan deoksiribosa, serta basa nitrogen purin dan
pirimidin(Anissa, dkk)
Selain DNA, RNA sendiri memiliki peran yang sangat besar dalam proses
sintesa protein khususnya transkripsi. Pada RNA terdapat bagian mikron yang
disebut mikro RNA. MikroRNA pertama kali ditemukan pada tahun 1993 namun
istilah mikroRNA baru diperkenalkan pada tahun 2001.2miRNA lin-4 adalah
mikroRNA yang pertama kali ditemukan dan berperan meregulasi waktu
perkembangan larva nematoda Caenorhabditis elegans dengan represi translasi gen
lin-4.6 miRNA merupakan molekul RNA untai tunggal tidak menyandi (non-
coding RNA) yang terdiri dari 19-25 nukleotida. miRNA berperan dalam regulasi
gen pada tahap paska transkripsi, mengikat sekuens spesifik yang umumnya
terdapat pada region 3’ dari mRNA yang tidak ter-translasi (untranslated region)
serta menyebabkan represi atau degradasi paska transkripsi mRNA bersangkutan
dalam sel yang berproliferasi.7-13 Berdasarkan data yang dirilis miRBase hingga
saat ini kurang lebih 2.578 miRNA matur pada manusia telah diidentifikasi dan
meregulasi lebih dari 30% transkripsi mRNA.1,8,14 miRNA dapat ditemukan di
antara intron dan berbagi regulasi promoter dengan gen host atau dapat pula
memiliki promoter serta regulasi transkripsi sendiri(Salinah, puspita).
DNA berfungsi mengontrol sintesis protein melalui RNA (ribonucleic acid).
Suatu molekul RNA terdiri atas satu untai tunggal dan secara kimiawi serupa
dengan DNA, hanya saja pada RNA ribosa- lah sebagai gulanya dan basa nitrogen
timin (T) diganti dengan urasil (U). Basa RNA disusun pada cetakan DNA maka
dalam pengkodean digunakan urasil (U) untuk menentukan kodon dari himpunan
basa nukleotida {A, C, G, U} yang diurutkan berdasarkan perbedaan sifat kimiawi
nukleotida (purin dan pirimidin) dan ikatan hidrogen basa komplementer (Robersy
Sanchez et al., 2007).
Kumpulan basa nitrogen dalam rantai RNA dapat juga disajikan dalam
suatu himpunan * + Pada artikel (Montano et al, 1996 : 119), N kemudian
dicocokkan dengan *(C ) ( U ) (A ) ( G)+ dengan dua himpunan yang
memuat partisi basa-basa nitrogen berdasarkan jenis basa dan ikatan hidrogennya.
Selanjutnya dalam artikel (Jose et al, 2006 : 217) himpunan * + dicocokkan
dengan *( C ) ( U ) (A ) ( G )+.

7
Melalui pencocokan tersebut maka N dapat dikaji struktur Aljabarnya serta
dapat dilihat representasi dari mutasinya(Aisah, isah,dkk).
Dalam peristiwa alamiah ekspresi gen, istilah antisense dapat ditemui pada
proses transkripsi, antisense pada proses ini adalah untaian DNA 3`-5` yang
berperan menjadi cetakan pada pembentukan mRNA 5`-3` dengan sekuen yang
saling berkomplementer, yang dimaksud dengan antisense dalam upaya
penghambatan ekspresi gen adalah antisense oligoinukleotida yang dibuat secara
sintesis dengan urutan basa yang berkomplementer dengan untai target mRNA
sehingga hibridasi antisense tidak apat membaca pesan yang dibawa oleh mRNA.

2.2 Proses Transkripsi DNA


Transkripsi DNA dilakukan 3 langkah utama: inisiasi, elongasi dan
terminasi.
2.2.1 Inisiasi
Transkripsi DNA terjadi di hadapan enzim RNA polimerase. Ada urutan
nukleotida spesifik yang mengatur RNA polimerase di mana untuk memulai dan di
mana untuk mengakhiri sintesis itu. RNA polimerase menempel pada DNA pada
area spesifik disebut daerah promoter.

2.2.2 Elongasi

Protein yang dikenal sebagai faktor transkripsi membuka untai DNA untuk
memungkinkan enzim RNA polimerase untuk menuliskan untai tunggal DNA
menjadi satu untai RNA polimer. Ini untai RNA polimer dikenal sebagai messenger
RNA atau mRNA. Untai mRNA berfungsi sebagai template dan disebut untai
antisense dan untai yang tidak ditranskripsi dikenal sebagai untai sense.

2.2.3 Terminasi

Enzim RNA polimerase bergerak di sepanjang untai DNA sampai


menemukan kodon terminator. Pada ti-tik terminator sequnece RNA polimerase
melepaskan polimer mRNA dan melepaskan diri dari molekul DNA.

8
2.3 Transkripsi dalam prokariotik

Terminasi intrinsik adalah di mana transkripsi dihentikan ketika RNA yang


baru disintesis membentuk gC kaya jepit rambut lingkaran. Jenis Rho tergantung
dari terminasi, faktor protein yang dikenal sebagai Rho mendestabilkan interaksi
antara template dan kemudian mRNA melepaskan mRNA yang baru disintesis.
Transkripsi pada bakteri juga dikenal sebagai transkripsi prokariotik, itu adalah
proses di mana messenger RNA mentranskrip materi genetik pada prokariota.

Inisiasi – Dalam prokariota, proses transkripsi dimulai dengan pengikatan


RNA polimerase ke DNA promotor. RNA polimerase mengikat promotor spesifik
dalam DNA prokariotik. DNA ini dibuka dan dikenal sebagai kompleks terbuka.
RNA polimerase mentranskripsi DNA dan menghasilkan transkrip yang tidak dapat
meninggalkan enzim sampai p-faktor memisahkan dari enzim inti.

Elongasi – promotor berbeda dalam kekuatan dan ini adalah bagaimana


mereka mendorong transkripsi urutan DNA mereka yang berdekatan. Enzim RNA
polimerase menambahkan nukleotida ke ujung 3′ dan membangun rantai
polinukleotida dan ini melibatkan pengembangan hamparan DNA yang beruntai
tunggal.

Terminasi – Pada prokariota, pemutusan dapat dilakukan dengan dua cara


yang berbeda – terminasi intrinsik dan terminasi Rho-dependent.

2.4 Transkripsi dalam eukariotik

Transkripsi DNA pada Eukariota dilakukan langkah-langkah berikut:

Inisiasi – Dalam inisiasi, transkripsi eukariota membutuhkan kehadiran urutan


promoter inti dalam DNA. Daerah Promotor pada eukariota ditemukan bagian hulu
(upstream) dari situs transkripsi. RNA polimerase berikatan dengan promotor inti
untuk memulai transkripsi. Proses transkripsi lebih kompleks pada eukariota.
Sekelompok protein yang disebut faktor transkripsi memediasi pengikatan RNA
polimerase dan memulai transkripsi.

9
Transkripsi DNA

Elongasi - RNA polimerase melintasi untai cetakan dan menambahkan basa untuk
melengkapi template DNA dan membuat salinan RNA. Elegonasi pada eukariota
juga melibatkan mekanisme proofreading yang menggantikan basa yang salah
ditempatkan.

Terminasi – Pemutusan proses transkripsi pada eukariota kurang dipahami. Ini


melibatkan pemecahan transkrip RNA yang baru disintesis yang diikuti oleh
penambahan Seperti yang independen dari template dengan ungng baru 3 ‘; Proses
ini disebut poliadenilasi.

2.5 Perbedaan transkripsi prokariutik dan eukariotik

10
Tabel perbedaan Transkripsi prokariotik dan eukariotik

No Prokariotik Eukariotik
1 Tidak terjadi spilicing karena tidak Terjadi splicing karena dalam
terdapat intron dalam satu strand satu strand mRNA hasil
mRNA hasil transkripsi transkripsi yang akan
diterjemahkan, terdapat intron
dan ekson berselang seling.
2 Tidak terjadi capping dan poliadenilasi. Karena transkripsi terjadi
Hasil sintesis dari RNA polimerase dinukleus, maka perlu adanya
dapat langsung melanjutkan proses penambahan gugus methyl pada
transkripsi ujung 5’ (capping) dan gugus
poli – A Tail pada ujung
3’(poliadelinasi)

2.6 Faktor Transkripsi

Proses transkripsi dilakukan oleh RNA polimerase, proses ini juga


membutuhkan enzim lain untuk menghasilkan transkrip. Faktor-faktor ini
berhubungan langsung dengan RNA polimerase atau dengan aparat transkripsi yang
sebenarnya. Protein ini dikenal sebagai faktor transkripsi.

11
Fungsi faktor transkripsi adalah untuk:

 mengikat RNA polimerase


 mengikat faktor transkripsi lain
 mengikat urutan DNA cis-acting

Enzim RNA polimerase dan kelompok protein yang berinteraksi langsung


dengan proses transkripsi dikenal sebagai aparat transkripsi basal.

Faktor lain yang berinteraksi langsung melalui co-aktivator dengan protein dari
aparat transkripsi basal yang penting untuk transkripsi. Faktor-faktor ini biasanya
memiliki efek positif pada transkripsi tetapi mereka dapat menekan ekspresi gen
melalui transkripsi. Faktor-faktor ini dikenal sebagai faktor upstream.

Faktor diinduksi bertindak seperti faktor hulu tetapi sintesis faktor-faktor ini
diatur secara sementara atau spasial.

2.6.1 RNA Polimerase

RNA polimerase merupakan enzim yang menghasilkan transkrip primer


RNA selama proses transkripsi. RNA polimerase diperlukan dalam sel untuk
membangun rantai RNA menggunakan urutan DNA sebagai template dalam
proses yang disebut transkripsi. Enzim ini sangat penting untuk kehidupan dan
ditemukan di semua organisme dan sebagian besar virus.

Pada bakteri, RNA polimerase merupakan enzim yang mengkatalisis sintesis


mRNA dan ncRNA. Ini adalah molekul besar dan enzim inti memiliki 5
subunit.Ada beberapa jenis RNA polimerase pada eukariota masing bertanggung
jawab untuk sintesis dari subset yang berbeda dari RNA. Dalam archaea, ada satu
jenis RNA polimerase, yang bertanggung jawab untuk sintesis semua RNA.

2.6.2 Reverse Transkripsi

Beberapa virus seperti virus human immunodeficiency (HIV) memiliki


kemampuan untuk menuliskan RNA menjadi DNA. Virus ini memiliki genom

12
dengan membalikkan transkripsi menjadi DNA. DNA yang dihasilkan dapat
dengan mudah bergabung ke dalam DNA sel inang. Enzim yang bertanggung
jawab untuk sintesis DNA dari RNA

disebut reverse transcriptase.


Transkripsi balik

Dalam beberapa sel eukariotik, enzim dengan sifat transkripsi terbalik adalah
telomerase. Telomerase adalah enzim reverse transcriptase yang memperpanjang
ujung kromosom linier.

13
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

a. Transkripsi merupakan serangkaian ekspresi genetik yang mengubah


DNA menjadi RNA dimana peristiwa ini terjadi pada inti sel, atau di
dalam matriks mitokondria dan plastida
b. Proses transkripsi melalui 3 Tahap : Inisiasi, Elongasi (pemanjangan),
Terminasi (penyelesaian).
c. Transkripsi merupakan proses penerjemahan urutan nukleotida yang
ada pada molekul mRNA menjadi rangkaian asam amino yang
membentuk polipeptida atau protein.

14
DAFTAR PUSTAKA

Annisa, Andi Kresna Jaya, Sunarti. 2016. Analisi Hiden Markov Model untuk
Segmentasi Barisan DNA. Vol. 13(1): 55-65.
Dian R, Anie Retno P. 2005. Penghambatan ekspresi gen dengan antisense
oligonukleotida sebagai upaya pengobatan penyakit. Jurnal kefarmasian.
3(2).
Effie Campbell, N.A, J.B. Reece, L.G. Mitchell. 1999. Biology 5th Edition,
??/benjamin Cummings
Humphries B, Yang C. The miRNA-200 family: small molecules with novel roles
in cancer development, progression and therapy. Oncotarget.
2015;6(9):6472-98
Mackean, D.G. 2002. IGCSE Biology ; London
Manruw, 2010. Pengantar Biokimia. UI Press. Jakarta
Peter ME. Let-7 and miR-200 miRNAs: Guardians against pluripotency and
cancer progression. Cell Cycle. 2009;8(6):843– 52.
Pratiwi, P.A dkk, 2012. Biologi Untuk SMA/MA Kelas XII. Erlangga: Jakarta
Putnam, DA. 1992. Antisense Straksies Therapeutics Aplication. Amj Health Syst
Pharm.hal; 94
Salirawati, et al,2007,Belajar Kimia Menarik, Grasind, Jakarta
Suemanto. 1992. Kimia organik. Surakarta. UNS Press
Suharsono. 20011. Struktur dan ekspresi gen. Jurnal molekuler genetik. 6(7). 12-
13
Sukmanawati, W., 2009,Kimia 3, Pusat Perbukuan, Jakarta

Sumardjo, Damin, 2006,Pengantar Kimia Buku Panduan Kuliah Mahasiswa


Kedokteran,EGC, Jakarta

Sulinah, puspita eka wuyung. 2019. Peranan mRNA dalam Proses Metabolisme
Kanker. 6(1). 37-45

Toesno. 1992. Genetika 2. Surakata : UNS Press

Yani corvanindya, elza auerkaria. 2001. Studi molekuler pada instabilitas genetik
: mekanisme kerusakan DNA dan proses perbaikannya. 8(3): 44-50

Yuwono, T. 2011. Biologi Molekuler. Erlangga; Jakarta

15
Yu SJ, Hu JY, Kuang XY, Luo JM, Hou YF, Di GH, Wu J, Shen ZZ, Song HY,
Shao ZM. MicroRNA-200a Promotes Anoikis Resistance and Metastasis
by Targeting YAP1 in Human Breast Cancer. Clin Cancer Res.
2013;19:1389–1399

Zaravinos A. The Regulatory Role of MiRNAs in EMT and Cancer. Journal of


Oncology. 2015:1-13.

Zhou L, Liu F, Wang X, Ouyang G. The roles of miRNAs in the regulation of


tumor metastasis. Cell & Bioscience. 2015;5(32):1-12. 2

16
DAFTAR PERTANYAAN
1. PENANYA : TRISNADI
SOAL : Berikan 1 triplet kode nukleotida dan bagaimana
prosesnya hingga terbentuk 1 asam amino!
JAWAB : misalnya pembentukan metionin triplet
pembentuk adalah ATG atau AUG pada rna kodon awalnya adalah AUG dan
kodon akhirnya adalah UAA atau UGA. Melalui tahap repliaksi transkripsi dan
translasi sehingga terbentuk 1 asam amino metionin.
2. PENANYA : FARAH
SOAL : jelaskan yang dimaksud dengan 3` dan 5` serta proses
berlangsungnya
JAWAB : Sejumlah atp polimerase mulai bergerak dari
ujung 3` menuju 5` ujung asam amino berkas templat ke arah ujung 5` ujung
amino pre mrrna yang terbentuk dengan demikian berarah 5`->3`. 3` dan 5`
sendiri adalah kode yang digunakan untuk menunjukan ikatan karbonil pada
rantai polinukleotida tersebut.
3. PENANNYA : NURLAILA
SOAL : Kenapa pada prokariotik tidak terjaadi capping dan pada
eukariotik terjadi penambahan gugus metil
JAWAB : Karena capping itu berfungsi untuk melindungi
substrat yang akan memasuki tahap transkripsi yang akan melewati membran inti
sel jadi karena prokariota rtidak memiliki membran inti sel makanya prokariota
tidak memerlukan membran capping. Kenapa di eukariotik itu trjadi penambahan
gugus metyl karena transkripsi akan berlangusng didalam nukleus.

17