Anda di halaman 1dari 16

Yesus bukan

ORANG YAHUDI

Bonggas L. Tobing
Jl. Perjuangan 9, Tj. Rejo, Medan 20122
B
anyak orang beranggapan bahwa Tuhan Yesus yang disembah
orang Kristen adalah seorang manusia, keturunan Yahudi,
sehingga agama Kristen dianggap sama dengan agama Yahudi.
Akibatnya, ketika tejadi perang antara Israel dengan Palestina, banyak
orang Indonesia yang beranggapan bahwa perang itu seakan-akan
adalah perang antara Kristen dengan Islam. Bahkan, Penulis pernah
mendengar seorang Kristen Batak berkata: “Ai dos do halak Batak
dohot halak Yahudi (orang Batak sama dengan orang Yahudi)”.
Benarkah Tuhan Yesus orang Yahudi?
Jawaban atas pertanyaan di atas akan kita temukan dengan menyelidiki
keberadaan Tuhan Yesus menurut Alkitab, antara lain tentang kelahiran
Tuhan Yesus di bumi, pemilik nama Yesus, “wajah” Tuhan Yesus,
“silsilah” Tuhan Yesus, hubungan Tuhan Yesus dengan orang Yahudi
dan sikap Tuhan Yesus di tengah-tengah bangsa Yahudi.
KELAHIRAN TUHAN YESUS DI BUMI
Dalam Kitab Matius 1: 18 – 25, dituliskan tentang kelahiran Yesus:
(18) Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria,
ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh
Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. (19) Karena Yusuf
suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama
isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-
diam. (20) Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat
Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak
Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu,
sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. (21)
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia
Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa
mereka." ……………….... (24) Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf
berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia
mengambil Maria sebagai isterinya, (25) tetapi tidak bersetubuh
dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf
menamakan Dia Yesus.
Huruf tebal pada ayat 18 dan 20 di atas, menyatakan bahwa janin Yesus
dalam kandungan Maria bukan hasil perkawinan Yusuf dengan Maria.
Tentu timbul pertanyaan: “Bagaimana mungkin seorang anak dara
hamil tanpa perkawinan dengan seorang laki-laki?”
Kehadiran Yesus dalam kandungan Maria adalah atas kuasa Roh Kudus
atau atas kuasa TUHAN pencipta alam semesta yang kuasaNya tidak
terbatas. Tidak ada yang mustahil bagi TUHAN pencipta alam semesta!
TUHAN pencipta alam semesta dapat melakukan segala perkara, maka
IA dapat membuat seorang wanita mengandung tanpa harus melalui
perkawinan dengan seorang laki-laki. Selain daripada itu, daging
manusia hanya debu yang tak berarti di hadapan TUHAN, sehingga
perkara yang mudah bagiNya menaruhkan benih manusia di rahim
Maria. Jika tuhan yang Anda sembah tidak dapat berbuat seperti itu,
maka tuhan yang Anda percayai itu terbatas kuasanya. Jika tuhan yang
Anda sembah terbatas kuasanya, maka tuhan yang Anda sembah itu
bukan TUHAN pencipta alam semesta, tetapi suatu berhala.
Huruf tebal pada ayat 25 menegaskan bahwa tidak ada campur-tangan
laki-laki menghadirkan Yesus dalam kandungan Maria. Ilustrasi pada
Gambar 1 di bawah ini memudahkan kita memahami keberadaan Yesus
dalam kandungan Maria.

TUHAN Pencipta Alam


Semesta = Roh Maha TUHAN Pencipta Alam
Kudus Semesta = Bapa Sorgawi

Gambar 1. Ilustrasi Maria Ketika Mengandung Yesus


Untuk memahami ilustrasi ini, perlu dicatat bahwa TUHAN pencipta
alam semesta adalah Bapa Sorgawi. Ia tidak berwujud, tetapi berupa
Roh yang tidak terbatas adanya. (Yoh. 4: 24) TUHAN pencipta alam semesta
tidak sembarang roh, tetapi Roh yang maha kudus. Dengan kata lain,
Roh yang maha kudus atau Roh Kudus adalah TUHAN pencipta alam
semesta.
Pada Gambar 1 terlihat bahwa asal-usul Yesus adalah dari TUHAN

Yesus Bukan Orang Yahudi 2


pencipta alam semesta, atau berasal dari Bapa sorgawi. Seandainya ada
pertanyaan: ‘Suku apakah Yesus?”. Jawabannya adalah: “Yesus adalah
suku Sorga. Sebab bapa-Nya adalah Bapa Sorgawi”. Itu sebabnya, ketika
Yohannes Pembaptis diutus TUHAN untuk mempersiapkan jalan bagi-
Nya, ia menyerukan bahwa Yesus yang datang menyusul dia adalah
Raja Sorga.
Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea
dan memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
(Mat. 3: 1-2)

Pernyataan Yohannes di atas diteguhkan oleh Tuhan Yesus dengan


sabda-Nya: Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah,
sebab Kerajaan Sorga sudah dekat! (Mat. 4:17)
Ilustrasi pada Gambar 1 di atas juga menunjukkan: (1) Yesus dan Bapa
adalah satu; (2) Yesus dalam Bapa dan Bapa di dalam Yesus. Kedua hal
ini dinyatakan oleh Tuhan Yesus dalam Kitab Yohannes:
“Aku dan Bapa adalah satu” (Yoh. 10:30)
“Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam
Aku …… “ (Yoh. 14:11)
Uraian di atas menyimpulkan: Yesus bukan manusia, tetapi Tuhan
pencipta alam semesta yang mengambil rupa manusia! Oleh karena itu,
kita tidak patut menyatakan Yesus adalah orang Yahudi. Alkitab
mencatat juga, bahwa Yesus adalah Raja Sorga! Artinya, Yesus bukan
orang Yahudi.
PEMILIK NAMA YESUS
Banyak manusia menganggap Yesus adalah nama dari seorang manusia
atau seorang nabi. Akibatnya, manusia sulit menerima Yesus adalah
nama TUHAN pencipta alam semesta. Ilustrasi seorang manusia
mengambil rupa badut, seperti pada Gambar 2 berikut dapat menolong
kita untuk mengenal siapa sebenarnya yang bernama Yesus.
Jika dari mulut badut itu, terdengar suara: “Hai!! Namaku Dapot”.

Yesus Bukan Orang Yahudi 3


Menurut Anda, siapakah pemilik nama Dapot? Kostum badut itukah?
Atau orang yang datang mengambil rupa badut itu?
Hai!
Namaku
Dapot

Gambar 2. Manusia Mengambil Rupa Badut

Bagi saya, yang bernama Dapot, adalah orang yang mengambil rupa
badut itu!
TUHAN pencipta alam semesta pernah datang ke bumi, dan mengambil
rupa manusia. Dalam wujud manusia, IA menyandang nama Yesus.
Maka yang bernama Yesus adalah TUHAN pencipta alam semesta, yang
datang mengambil rupa manusia itu! Bukan daging manusia itu yang
bernama Yesus! Alkitab mencatat, Rohlah yang memberi hidup, daging
sama sekali tidak berguna. (Yoh. 6:63)
Dapot adalah orang yang mengambil rupa badut.
Yesus adalah TUHAN yang mengambil rupa manusia.
Oleh karena Yesus adalah nama TUHAN pencipta alam semesta, maka
Yesus bukan orang Yahudi.
“WAJAH” TUHAN YESUS
Dahulu, penulis menganggap Tuhan Yesus berwujud manusia, dan jika
berdoa selalu membayangkan wajah Tuhan Yesus seperti salah satu
dari lukisan pada Gambar 3 di bawah ini.

Gambar 3. “Wajah” Tuhan Yesus

Yesus Bukan Orang Yahudi 4


Keinginan daging membuat manusia memandang sesuatu selalu dari
sudut kedagingan. Itu sebabnya mata manusia lebih tertuju kepada
daging yang digunakan Yesus ketika datang menjadi manusia, daripada
kepada TUHAN yang datang ke dalam daging manusia itu. Itu juga
penyebabnya banyak manusia memandang Tuhan Yesus sebagai
manusia, sehingga mereka sulit menerima Tuhan Yesus sebagai satu-
satunya Tuhan yang memiliki otoritas untuk menyelamatkan manusia
dari hukuman kekal.
Banyak orang Kristen yang bertuhan kepada daging yang bernama
Yesus. Itu sebabnya mereka memajang patung dan gambar Yesus di
rumah-rumah dan di tempat-tempat ibadah mereka. Padahal daging
manusia hanya terbuat dari material alami, yaitu debu tanah, tidak ada
bedanya dengan material alami lainnya, seperti daging ayam, papan,
kertas, dan buah-buahan. Seharusnya, manusia melihat Yesus adalah
Roh TUHAN pencipta alam semesta yang hadir dalam daging itu, sebab
Roh itulah yang kekal, tidak berubah, dahulu, sekarang, dan sampai
selama-lamanya. Kitab Ibrani mencatat: Yesus Kristus tetap sama, baik
kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya (Ibr. ( 18)
Jika daging itu yang dipandang sebagai Yesus, maka daging itu pasti
berubah. Wajah daging seseorang ketika masih bayi pasti berbeda
dengan wajah daging orang itu setelah ia dewasa. Sementara Firman
Tuhan menyatakan bahwa Yesus tetap sama, atau tidak berubah. Oleh
karena Yesus tetap sama, maka Yesus pasti TUHAN pencipta alam
semesta. Dengan kata lain, Yesus bukan orang Yahudi.
“SILSILAH” TUHAN YESUS
Ada dua tulisan dalam Alkitab tentang “silsilah” Tuhan Yesus, masing-
masing ditulis oleh Matius dan Lukas. Kitab Matius 1: 1-16, menuliskan
sebagai berikut:
(1) Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. (2) Abraham
memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub
memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, (3) Yehuda
memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan

Yesus Bukan Orang Yahudi 5


Hezron, Hezron memperanakkan Ram, (4) Ram memperanakkan
Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason
memperanakkan Salmon, (5) Salmon memperanakkan Boas dari Rahab,
Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, (6)
Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari
isteri Uria, (7) Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam
memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa, (8) Asa
memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram
memperanakkan Uzia, (9) Uzia memperanakkan Yotam, Yotam
memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia, (10) Hizkia
memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon
memperanakkan Yosia, (11) Yosia memperanakkan Yekhonya dan
saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. (12) Sesudah
pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel
memperanakkan Zerubabel, (13) Zerubabel memperanakkan Abihud,
Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor, (14)
Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim
memperanakkan Eliud, (15) Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar
memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, (16) Yakub
memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang
disebut Kristus.
Dari ayat 2 s/d 15, penuturan silsilah mengikuti aturan sebagai berikut:
Si A memperanakkan si B.
Si B memperanakkan si C, dan seterusnya.
Artinya adalah:
Si B adalah anaknya si A.
Si C adalah anaknya si B.
Tetapi penuturan silsilah pada ayat 16 berbeda dengan penuturan
silsilah pada ayat-ayat sebelumnya. Ayat 16 menuliskan: Yakub
memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang
disebut Kristus.

Yesus Bukan Orang Yahudi 6


Ayat 16 tidak menyatakan Yusuf memperanakkan Yesus! Seandainya
Yesus adalah anaknya Yusuf, maka mengikuti aturan penulisan pada
ayat-ayat sebelumnya, bunyi ayat 16 seharusnya adalah sebagai
berikut: Yakub memperanakkan Yusuf, Yusuf memperanakkan Yesus.
Jadi, silsilah Yesus yang dibuat Matius tidak menyatakan Yesus anaknya
Yusuf. Dengan kata lain, Yesus bukan keturunan orang Yahudi atau
Yesus bukan orang Yahudi.
Bagaimana dengan silsilah yang di buat Lukas? Lukas menuliskan
sebagai berikut: Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-
kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak
Yusuf, anak Eli, (Luk. 3:23)
Menurut Lukas, pernyataan Yesus anak Yusuf, hanya menurut
anggapan orang saja. Artinya, Yesus bukan anaknya Yusuf. Dengan kata
lain, Yesus bukan orang Yahudi.
Mungkin Anda masih beranggapan bahwa Yesus adalah orang Yahudi,
karena Maria yang melahirkanNya adalah wanita Yahudi.
Identitas kesukuan seseorang ditentukan oleh suku ayahnya. Jika ada
pasangan suami-isteri Batak-Jawa, anak-anak mereka tidak disebut
orang Jawa, tetapi disebut orang Batak. Jadi, Yesus bukan orang Yahudi,
sekalipun wanita yang melahirkannya adalah orang Yahudi.
Mungkin Anda masih beranggapan bahwa Yesus adalah orang Yahudi,
karena Yesus lahir di tanah orang Yahudi.
Identitas suku seseorang tidak ditentukan oleh tanah kelahirannya.
Anak pasangan suami-isteri orang Batak yang lahir di Nias, tidak disebut
orang Nias. Anak itu tetap disebut orang Batak, sekalipun ia lahir di
Nias. Jadi, Yesus bukan orang Yahudi, sekalipun Ia lahir di negeri orang
Yahudi.
HUBUNGAN TUHAN YESUS DAN DAUD
Dalam Alkitab, ada tiga tulisan yang membicarakan hubungan antara
Yesus dengan salah satu raja orang Yahudi, yaitu raja Daud. Tulisan itu
dapat Anda temukan dalam Kitab Matius 22: 41-46, Kitab Markus 12:
Yesus Bukan Orang Yahudi 7
35-37 dan Kitab Lukas 20: 41-44. Makna ketiga tulisan itu adalah sama.
Oleh karena itu, cukup satu tulisan saja yang dipaparkan, yaitu tulisan
Matius di bawah ini:
(41) Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya
kepada mereka, kata-Nya: (42) "Apakah pendapatmu tentang Mesias?
Anak siapakah Dia?" Kata mereka kepada-Nya: "Anak Daud." (43) Kata-
Nya kepada mereka: "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh
pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata: (44)
Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku,
sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. (45) Jadi jika
Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?"
(46) Tidak ada seorang pun yang dapat menjawab-Nya, dan sejak hari
itu tidak ada seorang pun juga yang berani menanyakan sesuatu
kepada-Nya (Mat. 2: 41-46)
Huruf tebal pada ayat 45 menyatakan bahwa Yesus tidak mungkin
anaknya Daud! Dengan kata lain, Yesus tidak setuju, kalau Ia disebut
anaknya Daud. Oleh karena itu, Yesus bukan orang Yahudi!
Dalam Kitab Yohannes 8: 58 tertulis:
Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
Suku Yahudi adalah keturunan Yehuda, anak Yakub. Yakub adalah
cucunya Abraham. Dengan kata lain, suku Yahudi adalah keturunan
Abraham. Ayat di atas menyatakan bahwa Yesus telah ada sebelum ada
Abraham, sementara Yahudi adalah keturunan Abraham. Dengan
demikian dapat disimpulkan, Yesus bukan keturunan Abraham. Oleh
karena itu, Yesus bukan orang Yahudi.
SIKAP TUHAN YESUS DI TENGAH-TENGAH ORANG YAHUDI
Alkitab mencatat beberapa cerita tentang sikap Tuhan Yesus yang
berlawanan dengan sikap orang Yahudi atau sikap yang menyatakan
diri-Nya bukan orang Yahudi. Berikut ini akan diberikan tiga dari catatan
itu, yaitu: penyembuhan orang sakit pada hari Sabat; pertemuan Tuhan

Yesus Bukan Orang Yahudi 8


Yesus dengan perempuan Samaria; dan sikap Tuhan Yesus menghadapi
perempuan yang tertangkap basah berzinah.
Penyembuhan Pada Hari Sabat (Luk. 13:1-17)
Pada suatu hari Sabat, Yesus mengajar dalam salah satu rumah ibadat
orang Yahudi. Di rumah ibadat itu hadir seorang perempuan yang diikat
roh jahat, Roh jahat itu membuat perempuan itu sakit hingga bungkuk
dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak selama delapan belas tahun.
Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata
kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh." Lalu Ia meletakkan
tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga sembuhlah
perempuan itu, lalu ia memuji-muji TUHAN. Melihat kejadian itu,
kepala rumah ibadat marah dan berkata kepada orang banyak: "Ada
enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari
itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat. (Luk. 13: 14)
Pernyataan kepala rumah ibadat ini menegaskan bahwa orang Yahudi
tidak boleh melakukan penyembuhan pada hari Sabat. Berarti
penyembuhan yang dilakukan Tuhan Yesus pada hari Sabat adalah
pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku bagi orang Yahudi. Jika
Tuhan Yesus berani melakukan penyembuhan pada hari Sabat, karena
Ia bukan orang Yahudi.
Pertemuan Tuhan Yesus dengan Perempuan Samaria (Yoh. 4: 1-9)
Suatu hari, Tuhan Yesus pergi ke Galilea. Perjalanan ke Galilea harus
melintasi daerah Samaria. Kira-kira pukul dua belas siang, Ia tiba di
Sikhar, salah satu kota di Samaria. Ia beristirahat karena sudah sangat
letih oleh perjalanan dan duduk di pinggir suatu sumur. Ia menyuruh
murid-murid-Nya pergi ke kota membeli makan sehingga Ia sendirian di
pingir sumur itu. Beberapa saat kemudian datanglah seorang
perempuan Samaria hendak menimba air. Yesus menyapa perempuan
itu: "Berilah Aku minum."
Tetapi perempuan Samaria berkata kepada-Nya: "Masakan Engkau,
seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" Sebab
orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.(Yoh.4:9)

Yesus Bukan Orang Yahudi 9


Seandainya Yesus orang Yahudi, Ia tidak akan berbincang-bincang
dengan perempuan Samaria, sebab hal itu sangat pantang bagi orang
Yahudi, karena orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria. Sikap
Yesus ini menunjukkan bahwa Ia bukan orang Yahudi.
Yesus Dengan Perempuan Berzinah
Di lain waktu, Yesus membebaskan perempuan yang tertangkap basah
berzinah. Hal ini diceritakan dalam Kitab Yohannes 8: 3 -11.
(3) Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-
Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. (4) Mereka
menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada
Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat
zinah. (5) Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk
melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-
Mu tentang hal itu?" (6) Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai
Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya.
Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. (7)
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit
berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak
berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada
perempuan itu." (8) Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. (9)
Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka
seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah
Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. (10)
Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di
manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
(11) Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak
menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari
sekarang."
Seandainya Yesus adalah orang Yahudi, Ia akan melempari perempuan
itu dengan batu. Sebab menurut Hukum Taurat Musa, perempuan yang
tertangkap basah berzinah, harus dilempari dengan batu. Tetapi, Yesus
tidak mematuhi Hukum Taurat Musa itu, Ia tidak menghukum
perempuan itu, sebab Dia bukan orang Yahudi.
Yesus Bukan Orang Yahudi 10
Dalam Kitab Yohannes 8:23 tertulis sebagai berikut:
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari
atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.
Ayat di atas menegaskan, Yesus tidak berasal dari dunia! Sehingga tidak
boleh disamakan dengan orang-orang dunia. Oleh karena itu, Tuhan
Yesus bukan orang Yahudi. Itu sebabnya, Ia tidak bersikap seperti orang
Yahudi ketika berhadapan dengan masalah-masalah sosial dan agama
yang timbul di tengah-tengah masyarakat Yahudi.
PENUTUP
Uraian di atas menegaskan bahwa Tuhan Yesus bukan orang Yahudi.
Tetapi, Yesus adalah TUHAN pencipta alam semesta yang Roh adanya.
Oleh karena itu, singkirkanlah dari hatimu Yesus yang berwujud
manusia. Sembahlah Yesus yang Roh adanya, sebab demikianlah
penyembah-penyembah yang berkenan bagi TUHAN pencipta alam
semesta.
Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa
penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan
kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah
demikian. (Yoh. 4:23)
Jika Tuhan Yesus bagimu adalah orang Yahudi, maka tuhanmu adalah
manusia. Akibatnya adalah: sulit bagimu mengimani keselamatan
hanya di dalam nama Yesus, sebab manusia tidak mungkin dapat
menyelamatkan manusia; sulit bagimu menyanggah tuduhan orang
yang menyatakan engkau bertuhan kepada manusia; sabda-sabda
Yesus menjadi sama dengan sabda manusia, sehingga tidak begitu
penting untuk ditaati; dan sulit bagimu menjelaskan bahwa sabda Yesus
adalah kebenaran yang datang dari sorga.
Jika Tuhan Yesus bagimu adalah orang Yahudi, maka Anda akan
terperangkap menjadi penyembah berhala. Sebab menyembah sesuatu
yang berwujud, sama dengan menyembah suatu berhala. Oleh karena
itu, menyembah pribadi yang berwujud manusia (orang Yahudi), sama

Yesus Bukan Orang Yahudi 11


dengan menyembah berhala! Menyembah suatu pribadi selain TUHAN
pencipta alam semesta yang Roh adanya, sama dengan menyembah
berhala. Penyembah yang benar adalah yang menyembah Bapa dalam
roh dan kebenaran. (Yoh. 4:23)
Kesimpulan lain yang kita peroleh adalah: Yesus bukan anak Daud. Oleh
karena itu, waspadalah terhadap nyanyian-nyanyian yang menyatakan
Yesus anak Daud, seperti syair “ Kristus anak Daud” dalam lagu “Malam
Kudus”.
Nyatakanlah bahwa Yesus yang Anda sembah adalah TUHAN pencipta
alam semesta yang Roh adanya, atau tidak berwujud manusia. Dengan
demikian, ketika Anda berdoa, maka doamu tertuju kepada TUHAN
pencipta alam semesta yang Roh adanya. Doa Anda tidak lagi ditujukan
kepada berhala “daging Yesus” yang dipajangkan di rumah-rumah dan
tempat-tempat ibadah orang Kristen. Anda tidak lagi sama dengan
penyembah berhala. Anda menjadi penyembah benar yang
menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran.
Tuhan Yesus memberkati para Pembaca.

REV. 5 Agst. 2020


Anda bebas memperbanyak tulisan ini dan membagikannya kepada orang lain

Yesus Bukan Orang Yahudi 12

Anda mungkin juga menyukai