Anda di halaman 1dari 4

Test Rinnie dan Test Wiber

NAMA : FARDATUL MUYASAROH


KELAS : S1 KEPERAWATAN B
NIM : A11801747

SEKOLAH TINGGI ILMU KESESEHATAN MUHAMMADIYAH GOMBONG


TAHUN 2020
TEST RINNIE

Nama klien : Ny.S


Tanggal lahir : 05 April 1957
Tahun : 63 Tahun
Alamat : Kalirejo Rt 01 Rw03 Kebumen

NO LANGKAH - LANGKAH
1 ALAT :
Garputala 512 Hz
TAHAP ORIENTASI :
2 a. Memberikan salam dan menyapa nama pasien
b. Menjelaskan tujuan  dan prosedur pelaksanaan
c. Menanyakan persetujuan dan kesiapan pasien
3 TAHAP KERJA :
Atur posisi klien dengan duduk
4 Pemeriksa berdiri disebelah telinga pasien, memukulkan garputala 512 Hz
pada telapak tangannya dan meletakkan tangkainya pada processus
mastoideus pasien
5 Pasien ditanya apakah ia mendengar bunyinya dan diminta untuk
memberitahukan kapan ia tidak mendengarnya lagi
6 Kalau pasien sudah tidak mendengar lagi, garputala diletakkan di depan
meatus auditorius eksternus 1-2 cm telinga yang sama, dan pasien ditanya
apakah ia masih mendengarnya.
7 TAHAP EVALUASI :
Uji Rinne Positif (+) : jika pasien masih mendengar garputala pada meatus
auditorius eksternus setelah tidak dapat mendengarnya lagi pada processus
mastoideus
Uji Rinne Negatif (-) : jika pasien tidak mendengar garputala pada meatus
auditorius eksternus setelah tidak dapat mendengarnya lagi pada processus
mastoideus

TEST WEBER

Nama klien : Ny.S


Tanggal lahir : 05 April 1957
Tahun : 63 Tahun
Alamat : Kalirejo Rt 01 Rw03 Kebumen

NO LANGKAH - LANGKAH
1 ALAT :
Garputala 512 Hz
TAHAP ORIENTASI :
2 a. Memberikan salam dan menyapa nama pasien
b. Menjelaskan tujuan  dan prosedur pelaksanaan
c. Menanyakan persetujuan dan kesiapan pasien
3 TAHAP KERJA :
Atur posisi klien dengan duduk
4 Berdiri didepan pasien, pemeriksa memukulkan garputala 512 Hz pada telapak
tangannya dan meletakkan tangkainya di garis tengah ubun-ubun atau garis
tengah dahi
5 Menanyakan pada pasien bunyi garputala terdengar lebih keras pada telinga
mana
6 TAHAP EVALUASI :
 Tidak ada lateralisasi : kedua telinga tak mendengar atau kedua telinga
sama-sama mendengar
 Terdapat lateralisasi : terdapat penjalaran bunyi yang lebih keras ke salah
satu telinga

Berdasarkan hasil pengkajian di atas Ny.S tidak memiliki masalah atau kelainan
baik dalam Test Rinnie dan Test Wiber, tetapi jika ada masalah intervensi
keperawatan yang dapat diberikan :
1. Kaji penyebab adanya gangguan pendengaran
2. Bersihkan telinga, pertahankan komunikasi
3. Berbicara pada telinga yang masih baik dengan suara yang tidak terlalu
keras
4. Berbicara secara perlahan – lahan jelas, dan tidak terlalu panjang
5. Beri kesempatan klien untuk menjawab pertanyaan
6. Gunakan sikap dan gerakan/obyek untuk memudahkan persepsi klien
7. Beri sentuhan untuk menarik perhatian perhatian sebelum memulai
pembicaraan
8. Beri motivasi dan reinforcoment
9. Memriksaan pada dokter THT
Dokumentasi