Anda di halaman 1dari 4

Paramater 2 Port (Lanjut…..

)
2. PARAMETER TRANSMISI (ABCD)
Selain parameter Scatter ( Matrik S) , parameter Transmisi juga digunakan dalam analisa
piranti frekuensi tinggi. Parameter Transmisi dapat menggambarkan kondisi Gain dan
Impedansi dipandang dari suatu Port. Pandanglah sebuah piranti yang terdiri dari 2 port sebagai
berikut :

I1 I2
JARINGAN 2 PORT
P1 P2
( 2 TERMINAL)
V1 V2

A
I1 I2

JARINGAN
V1 A 2 PORT P2 V2
( 2 TERMINAL)

B
Gambar 3. Piranti 2 Port dalam analisa Transmisi
Dari Gambar 3 A. tersebut terlihat bahwa suatu piranti 2 Port ( 2 terminal ) dalam Analisa
Transmisi digambarkan sebagai sebuah piranti yang mempunyai Port yang dieksitasi dengan
Tegangan Port (V) dan Arus Port (I). Karena sebuah tegangan harus mempunyai titik acu dalam
pengukurannya, maka Gambar 3A digambarkan lebih detil menjadi Gambar 3 B dimana Satu
Port dipecah menjadi 2 Port ( sehingga total menjadi 4 Port yang terpisah ).
Berbeda dengan teknik Scatter, dimana setiap saluran digunakan untuk eksitasi
gelombang yang berbeda (V- dan V+), maka dalam teknik analisa Transmisi, salah port
digunakan sebagai sarana eksitasi Arus (I) dan port lainnya digunakan sebagai Port acuan bagi
eksitasi Tegangan.
Dalam analisa Transmisi, Gambar 3 B dapat dinyatakan dalam bentuk matematis
sebagaimana rumusan berikut ini;
V1 A B V2
[ ] [ ][ ]
I1
=
C D −I 2

Dimana nilai A, B,C,D dinyatakan sebagai berikut:


V1
A= I =0
V2 2 |
V1
B= V =0
−I 2 2 |
I1
C= I =0
V2 2 |
I1
D= V =0
−I 2 2 |
Nilai- nilai syarat yang dimaksud ( I 2=0 dan V 2=0 ) dapat diperoleh sebagai berikut:
I 2=0: Port 2 dibuat hubung Terbuka ( Open)
V 2=0: Port 2 di hubung singkat (Short)
Contoh :
Terdapat sebuah saluran Transmisi dengan panjang L mempunyai impedansi
karakteristik sebesar Zo.Tentukan parameter Transmisi dari saluran tersebut.
Solusi:
I1
I2

V1 Zo

Secara umum tegangan dan arus dalam kabel dinyatakan sebagai:


jβx
− jβx −¿e ¿

V =V + ¿e +V ¿

jβx 1
−¿ e = ¿¿
+¿e− jβx +I Zo
¿
I =I
Jika x diukur dari Port 2 sehingga pada Port 2 berlaku x =0 dan pada Port 1 berlaku x = -0.4λ
maka akan berlaku:
a. Kondisi Port 2 OPEN ( atau I2 = 0 ) akan berlaku :
−¿¿

I 2=0=I +¿+ I ¿

dan
1
I 2=0= ¿
Zo
Sehingga
−¿¿

V +¿=V ¿

+¿ ¿
−¿=2 V ¿

V 2=V +¿+V ¿

Untuk Port 1 akan berlaku tegangan sebagai berikut:


jβL −jβL
−jβL +¿ (e +e )¿ ¿
jβL + ¿e =V
−jβL +¿ e +V ¿
+¿ e jβL +V −¿e =V ¿
¿
V 1=V
dan
1
I 1= ¿
Zo
sehingga
jβL
V
−jβL

V +¿ ( e +e )
A= 1 = +¿ ¿
V 2 2V =cos βL¿
jβL − jβL
I 1 V +¿ ( e −e )
C= 1 = ¿
V 2 Zo +¿
jβL
1 ( e −e )
− jβL
2V = = jYo sin βL¿
Zo 2

b. Kondisi Port 2 SHORT (atau V2 = 0)


−¿¿

V 2=0=V +¿+V ¿

−¿ ¿

Sehingga V +¿=−V ¿
dan
1
I 2= ¿
Zo

Pada Port 1 akan berlaku :


jβL −jβL
− jβL +¿ (e −e )¿
jβL +¿ e =V ¿
−jβL +¿ e −V ¿
+¿ e j βL+V −¿e =V ¿
¿
V 1=V
dan
1
I 1= ¿
Zo

sehingga parameter Transmisi untuk parameter B dan C berlaku :


jβL − jβL
V V +¿ ( e −e )
B= 1 = ¿
−I 2 2 V +¿/ Zo=− jZ o sin βL ¿
jβL − jβL
I 1 V +¿ (e +e )
D= 1 = ¿
−I 2 Zo + ¿/Zo
jβL
1 (e +e )
− jβL
2V = =cos βL ¿
Zo 2
atau

[ jYocosβL
sinβL
jZo sinβL
cosβL ]