Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN PENDAHULUAN

PRAKTEK PROFESI NERS


KEPERAWATAN DASAR PROFESI (KDP)
2020/2021

NAMA MAHASISWA : Fitri Nur Cahyanti

NIM : 202015061

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN JAYAKARTA
PONDOK KARYA PEMBANGUNAN (PKP)
DKI JAKARTA
2021
LAPORAN PENDAHULUAN

Asuhan Keperawatan pada Tn/Ny


dengan gangguan kebutuhan istirahat dan tidur

I. Konsep Kebutuhan Istirahat dan Tidur

1.1 Definisi/deskripsi kebutuhan Istirahat dan Tidur


Istirahat merupakan keadaan rileks tanpa adanya tekanan emosional bukan hanya
dalam keadaan tidak beraktivitas tetapi juga kondisi yang membutuhkan ketenangan.
Kata istirahat berati berhenti sebentar untuk melepaskan lelah berasantai untuk
menyegarkan diri atau suatu keadaan melepaskan diri dari segala hal yang
membosankan menyulitkan bahkan menjengkelkan (Potter & Perry 2015).

Tidur merupakan kondisi tidak sadar dimana individu dapat dibangunkan oleh
stimulus atau sensori yang sesuai atau dapat dikatakan sebagai keadaan tidak
sadarkan diri yang relative bukan hanya keadaan penuh ketenangan tanpa kegiatan
tetapi lebih merupaka suatu urutan siklus yang berulang dengan ciri adanya aktivitas
yang minim memiliki kesadaran yang bervariasi (Tarwoto dkk, 2016).

Istirahat dan tidur memiliki makna yang berbeda pada setiap individu. Secara umum,
istirahat berarti suatu keadaan tenang, rileks, tanpa tekanan emosional dan bebas dari
perasaan gelisah. Dalam arti lain istirahat bukan berarti tidak melakukan aktivitas
sama sekali. Terkadang, berjalan-jalan di taman juga bisa dikatakan sebagai suatu
bentuk istirahat. Sedangkan pengertian tidur merupakan suatu keadaan tidak sadarkan
diri dimana persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun/hilang dan
dapat dibangunkan kembali dengan indera atau rangsangan yang cukup (Haswita &
Reni, 2017).

Gangguan pola tidur adalah keadaan ketika individu mengalami atau beresiko
mengalami suatu perubahan dalam kuantitas atau kualitas pola istirahatnya yang
menyebabkan rasa tidak nyaman atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan.

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 2


Gangguan pola tidur adalah gangguan kualitas dan kuantitas waktu tidur akibat faktor
eksternal (Heather dan Herdman, 2017).

1.2 Fisiologi sistem/ Fungsi normal system terkait kebutuhan Istirahat dan Tidur

1.3
5
1.4 7







1.5 )



)*#
Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 3



1.6 :



%

:3%
%
1.7 )!





Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 4





1.8 




9


1.9 locus
coeruleusnucleus
raphenucleus
tubero-

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 5


mammilary7

1.10
  !
   
 
 
 
 
:3%%  
1.11


*#



Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 6




1.12



<




1.13
locus
coeruleus


Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 7


a. Ascending Reticular Activating System (ARAS)
ARAS merupakan system saraf pusat yang berfungsi sebagai promotor dari
proses tidur-bangun. Bagian ini terletak di formatio retikularis di batang otak
yang terdiri atas beberapa kelompok sel dan nucleus serta sejumlah besar
interneuron serta traktus ascenden dan descenden yang saling berhubungan satu
sama lain. Sebagain besar dari formation retikularis terletak disentral atau
tegmentum dari pons dan mesencephalon serta memanjang sampai medulla,
hypothalamus dan thalamus. Struktur ini dipengaruhi oleh GABA yang disekresi
oleh sebagian besar sinapsnya, serta dipengaruhi oleh input sensoris yang masuk
melalui batang otak baik stimulus yang berasal dari sistem sensoris, motoric
maupun saraf kranial (Guyton H, 2016)
b. Nukleus Traktus Solitarius
Bagian ini terletak dibagian medulla onlongata, bersifat noradrenergic serta
memiliki hubungan dengan pons, hypothalamus dan thalamus. Nucleus ini lebih
aktif saat fase NREM dibandingkan pada saat bangun (Guyton H, 2016)

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 8


c. Locus Coeruleus
Bagian ini terletak pada pons bagian atas dan dorsal serta bersifat nora drenergik.
Locus coeruleus aktif pada saat bangun dan tersupresi parsial pada saat fase
NREM serta inaktif pada fase REM. Bagian ini memiliki fungsi untuk
menginhibisi aktivitas dari LDT/PPT, juga aktivitas dari bagian ini pula
terinhibisi oleh neuron GABA-ergik (Guyton H, 2016)
d. Nucleus Raphe
Nucleus ini terletak digaris tengah dan bersifat serotonergic. Bagian yang
terpenting dari nucleus ini adalan nucleus raphe dorsalis. Nucleus ini bersifat
aktif saat bangun, tersupresi secara parsial saat NREM dan inaktif saat REM.
Kinerja nya diinhbisi oleh neuron GABA-ergik serta jika aktif, berfungsi
menghambat aktivitas LDT/PPT serta memberikan proyeksi ke hipotalamus.
Diduga nucleus ini memiliki kontribusi terhadap respon motoric, otonom serta
emosiaonal saat perubahan dari tidur ke bangun (Guyton H, 2016)
e. Laterodorsal Tagmental Dan Padunculopontine Tegmental (LTD/PPT)
Nuclei
Nucleus-nukleus ini terletak dibagian Formasio Retikularis dibagian dorsal dari
tegmentum pons serta bersifat kolinergik. Aktivitasnya diinhibisi oleh locus
coeruleus, nucleus raphe dan nucleus tuberomammilary serta berfungsi
menguhubungkan area-area dibatang otak dengan thalamus. LTD/PPT ini
merupakan generator dari siklus REM, juga berkontribusi terhadap komponen
visual dari mimpi dan hlusinasi. Jika nukleus ini aktif, maka akan terjadi inhibisi
dan lcus coeruleus dan nukleus raphe (Guyton H, 2016)
f. Sistem Mesolimbik
Sistem ini berasal dari area ventral dari tegmentum mesencephalon, serta
memiliki proyeksi ke area prefrontal dari konteks serebri dan sistem limbik yang
meliputi amigdala, hipokampus serta nukleus retiklaris thalami. Sistem ini
bersifat dopaminergic serta dapat menyebabkan keterjagaan sebagai akibat dari
stimulus yang didapat (Guyton H, 2016)
g. Nucleus Tubero-Mammilary (TMN)
Nuclei ini terletak di bagian posterios dan hipotalamus dan bersifat histminergik
dan hanya menerima input afferent dari ventrolateral preoptic nucleus (VLPO)
dan sistem orexin yang berasal dari hipotalamus bagian lateral. Nukleus ini

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 9


berfungsi menghinbisi VLPO dan LDT/PPT serta bersifat aktif saat bangun,
tersupresi parsial pada fase NREM dan inaktif saat fase REM (Guyton H, 2016)
h. Nuklei Perifornical
Terletak dilateral dari hypothalamus, berfungsi mensekresi orexin (hipokretin).
Nukleus-nukleus ini memiliki fungsi eksitatorik pada pusat aminergik di batang
otak yakni locus coeruleus dan nuclei raphe serta inhinisi terhadap LDT/PPT .
Nuklei ini aktif pada saat fase wakefulness dimana juga berfungsi melimitasi
durasi fase REM (Guyton H, 2016)
i. Nucleus Suprakhiasmatik (SCN)
Nukleus ini bertanggung jawab terhadap ritme sirkadian serta sebagai promotor
bangun. Jika terjadi lesi pada bagian ini maka akan menimbulkan rasa ngantuk
yang berlebihan (Guyton H, 2016)
j. Area Preoptik Hipotalamus
Area ini terletak di anterior dari thalamus, dimana merupakan pusat integrase
dari homeostasis dan ritme sirkadian. Area ini meliputi VLPO dan VMPO yang
letaknya berdekatan dengan SCN, dimana fungsi dari area ini adalah sebagai
resptor osmotic penghasil ariginin vasopressin (AVP) (Guyton H, 2016)
k. Ventrolateral Preoptic Nuclei (VLPO)
Nuclei ini terletak di inferior dari SCN dan di lateral dari ventrikel III, dekat
dengan nucleus VMPO. Nukleus-nukleus ini menghasilkan GABA dan galanin
yang berfungsi sebagai neurotransmitter penginhibisi nucleus yang mengatur
keterjagaan di batang otak yang bersifat aminergik meliputi locus coeruleus,
nucleus raphe, system mesolimbic dan nucleus tuberomamilary. Sehubugan
dengan fungsinya yang mempengaruhi banyak kinerja nucleus, maka VLPO
berpotensi untuk menyebabkan reaktivasi dari pusat pencetus tidur. Sebaliknya
pula fungsi dari nucleus ini di inhibisi oleh system keterjagaan yang bersifat
aminergik
Bagian dorsal dari VLPO mencetuskan fase NREM dan bagian medialnya
memberikan proyeksi ke LDT/PPT, sehingga menginduksi fase REM. Kinerja
dari VLPO tidak dipengaruhi oleh ritme sirkadian, namun meningkat dengan
adanya kekrungan tidur. Nucleus ini aktif pada saat tidur dan inaktif pada saat
bangun (Guyton H, 2016)

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 10


l. Ventromedial Preoptic Nuclei (VMPO)
Nucleus ini berperan dalam pengaturan suhu tubuh dan modifikasi fungsi tidur-
bangun
m. Median Preoptic Nucleus (MPN)
Terletak di hypothalamus, di bagian dorsal dari ventrikel III dan bersifat GABA-
ergik. Nukleus ini menerima input dari SCN dan memproyeksikannya ke neuron
kolinergik di basal dari lobus frontalis dan nuclei perifornical. Nucleus ini aktif
saat tidur, terutama fase NREM fase 3 dan 4 (Guyton H, 2016)
n. Zona Subparaventikuler
Letaknya berdekatan dengan SCN input yang berasal dari bagian ini kemudian
akan secara terintegrasi akan mempengaruhi ritme sirkadian, temperature
(melalui VMPO), perilaku dan fungsi endokrin (Guyton H, 2016)
o. Nukleus Dorsomedial
Nucleus ini menerima jaras dari zona subpara ventrikuler serta memberikan
proyeksi ke nucleus paraventrikuler dan nucleus perifornikal dan berperan dalam
inhibisi VLPO, pengaturan suhu tubuh, perilaku makan dan keterjagaan (Guyton
H, 2016)
p. Basis Frontalis (Substansia Inominata)
Lokasinya terdapat pada area preoptic dari hipotalamus. Terdiri atas nucleus-
nukleus penting yang memegang peran penting dalam proses tidur (Guyton H,
2016)
q. Nukleus Basalis Dari Meynert
Neuron-neuronnya di aktivasi oleh neuron glutamant-ergik yang terletak dipons
meliputi locus coeruleus, nucleus raphe dan nucleus perifornical. Neuron dari
maynert ini bersifat kolinergik dan dapat di inhibisi oleh akumulasi dari
adenosine (Guyton H, 2016)
r. Neuron Yang Berkaitan Dengan Amigdala, Nukleus Accumbens Dan
Ventral Putumen
Nucleus-nukleus ini memiliki fungsi yang beraga, beberapa dari mereka bersifat
GABA-ergik yang aktif saat fase 3 dan 4 NREM dan memberikan proyeksi ke
LDT/PPT, sedangakn yang lain mensekresi glutamate atau galanin sebagai
transmitter

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 11


Pada nucleus ini memberikan proyeksi yang luas ke SCN dank e system limbik.
Area yang terletak di basis frontalis inin membetuk jalur ascending menuju ke
system aktivasi rekular serta menghasilkan relay di ekstra-thalamik ventralis
sebelum menuju ke konteks serebri. Area ini aktif pada saat bangun dan fase
REM, tetapi inaktif pada fase NREM. Adenosine terakumulasi di ekstraseluler
dan menempel pda reseptor A1 dan menginbisi kinerja dari neuron basis frontalis
yang bersifat kolinergik, sehingga mencetuskan fase NREM (Guyton H, 2016)
s. Sistem Limbik
Sistem limik meregulasi baik sistem saraf otonomik maupun reaksi emosiaonal
seseorang terhadap stimulus eksternal dan memori sehingga menyebabkan
system ini bersifat fleksibel dan adaptif. Area-area yang termasuk dalam system
limbik meliputi girus cingulate anterior, girus para-hipokampalis, formasio
hipokampal dilobus temporalis, region orbito frontal dikonteks prefrontal. Sistem
ini tidak aktif pada fase NREM tetapi aktif pada saat REM. Bagian dari system
limbik yang terletak di substansia grisea dari periaunduktus sylvii memberikan
implus yang mempengaruhi kinerja dari saraf simpatis (Guyton H, 2016)
t. Thalamus
Thalamus merupakan stasiun relay yang terakhir yang menghubungkan jaras
informasi dari reseptor ke konteks serebri, kecuali input yang berasal dari region
olfaktorius, sebaliknya pula aktivitas dari thalamus ini sendiri diatur oleh konteks
srebri. Thalamus memiliki beberapa kumpulan nucleus yakni nucleus retikuler
dari thalamus yang memegang peranan penting dalam proses keterjagaan, bagian
ini terdiri atas kelompok neuron eksitatorik yang berfungsi menghasilkan
glutamate serta kelompok neuron intibitorik yang menghasilkan GABA, Neruron
intratalamikus yang berfungsi memodifikasi aktivitas dari thalamus sedangkan
nucleus-nukleus thalamus yang lainya membentuk jaras proyeksi
thalamokortikal
Thalamus mengatur aktivitas ARAS dn impuls lainnya yang melewati
mesencephalon. Thalamus memodifikasi aktifitas spindle dari mesencephalon
serta melaui system proyeksinya yang luas bagian ini mmampu
mengintegrasikan an mensinkronisasi aktivitas konteks. Sinkroninasi aktivitas
dari konteks ini menyebabkan konteks serebri dapat menginisiasi serta
mempertahankan fase NREM. Bagian ini secara efektif memutus hubungan
antara konteks dengan batang otak serta stimulus-stimulus lainnya secara

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 12


reversible. Melalui neuron penssekresi GABA-nya, thalamus menginhibisi
promotor keterjagaan yang terletak di batang otak juga memberikan pengaruh
terhadap fase REM memlaui proyeksinya ke LDT/PPT . (Guyton H, 2016).

1.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kebutuhan Istirahat dan Tidur

Menurut Haswita & Reni (2017), Kualitas dan kuantitas tidur dipengaruhi oleh
beberapa faktor. Kualitas dapat menunjukkan adanya kemampuan individu untuk
tidur dan memperoleh jumlah istirahat sesuai dengan kebutuhannya. Faktor-faktor
yang dapat mempengaruhinya adalah:

a) Penyakit
Sakit dapat mempengaruhi kebutuhan tidur seseorang. Banyak penyakit yang
mengharuskan untuk istirahat dan tidur, misalnya penyakit yang disebabkan
infeksi (infeksi limpa) akan membutuhkan lebih banyak waktu tidur untuk
mengatasi keletihan. Banyak juga keadaan sakit menjadikan pasien kurang
tidur,bahkan tidak bias tidur.
b) Lingkungan
Keadaan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seseorang dapat mempercepat
terjadinya proses tidur.
c) Motivasi
Motivasi dapat mempengaruhi tidur dan dapat menimbulkan keinginan tetap
bangun dan waspada menahan kantuk. 14
d) Latihan dan Kelelahan
Keletihan akibat aktivitas tinggi memerlukan lebih banyak tidur untuk menjaga
keseimbangan energi yang telah dikeluarkan. Maka orang tersebut akan lebih
cepat untuk dapat tidur karena tahap tidur gelombang lambatnya (NREM)
diperpendek.
e) Stress Psikologis
Pada keadaan cemas seseorang mungkin meningkatkan saraf simpatis sehingga
mengganggu tidurnya.
f) Alkohol
Alkohol menekan REM secara normal, seseorang yang tahan minum alkohol
dapat mengakibatkan insomnia dan lekas marah.

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 13


g) Nutrisi
Terpenuhinya kebutuhan nutrisi yang cukup dapat mempercepat proses tidur.
Protein yang tinggi dapat mempercepat terjadinya proses tidur, karena adanya
triptofan yang merupakan asam amino dari protein yang dicerna. Demikian
sebaliknya, kebutuhan gizi yang kurang dapat juga mempengaruhi proses tidur,
bahkan terkadang sulit untuk tidur.
h) Obat-obatan
Obat juga dapat mempengaruhi proses tidur. Beberapa jenis obat yang dapat
mempengaruhi proses tidur antara lain:
a) Diuretik : menyebabkan insomnia
b) Antidepresan : menyupresi REM
c) Kafein : meningkatkan saraf simpatis
d) Beta-bloker : menimbulkan insomnia
e) Narkotika : menyupresi REM
i) Gaya Hidup
Seorang yang kerjanya bergeser dan sering kali berganti jam kerja harus
mengatur aktivitas untuk siap tertidur di saat yang tepat. Olahraga sedang
biasanya kondusif untuk tidur, tetapi olahraga berlebihan dapat memperlambat
waktu tidur. Kemampuan 15 seseorang untuk relaks sebelum istirahat adalah
factor terpenting yang mempengaruhi kemampuan untuk tertidur.
j) Diet
Penurunan berat badan telah dihubungkan dengan pengurangan waktu tidur total
serta tidur yang terputus dan bangun tidur lebih awal. Di sisi lain, pertambahan
berat badan tampak berhubungan dengan peningkatan total waktu tidur,
berkurangnya tidur yang terputus, dan bangun lebih lambat. L-triptofan dalam
makananmisalnya, dalam keju dan susu dapat mengindikasi tidur, sebuah bukti
yang mungkin dapat menjelaskan mengapa susu hangat membantu sesorang
untuk tidur (Kozier & dkk, 2017)

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 14


1.14 Macam-macam gangguan yang mungkin terjadi pada system terkait kebutuhan
Istirahat dan Tidur
Menurut Tarwoto dkk (2016), ada beberapa gangguan dalam kebutuhan istirahat dan
tidur, adalah sebagai berikut :
a. Insomnia
Insomnia adalah ketidakmampuan memebuhi kebutuhan tidur, baik secara kualitas
maupun kuantitas. Gangguan tidur ini umumnya ditemui pada individu dewasa.
Penyebabnya bisa karena gangguan fisik atau karena faktor mental seperti
perasaan gundah atau gelisah. Ada tiga jenis insomnia:
a) Insomnia inisial. : Kesulitan untuk memulai tidur
b) Insomnia intermiten : Kesulitan untuk tetap tertidur karena seringnya terjaga.
c) Insomnia terminal : Bangun terlalu dini dan sulit untuk tidur kembali.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk
mengatasi insomnia antara lain dengan
mengembangkan pola tiduristirahat yang efektif
melalui olahraga rutin, menghindari rangsangan tidur
di sore hari, melakukan relaksasi sebelum tidur (mis:
membaca, mendengarkan music), dan tidur jika benar-
benar mengantuk.
b) Parasomnia
Parasomnia adalah perilaku yang dapat mengganggu tidur atau muncul saat
seseorang tidur. Gangguan ini umumnya terjadi pada anak-anak. Beberapa
turunan parasomnia anatara lain sering terjaga (mis: tidur berjalan, night terror),
gangguan transisi banguntidur (mis: mengigau), parasomnia yang terkait dengan
tidur REM (mis: mimpi buruk), dan lainnya (mis: bruksisme).
c) Hypersomnia
Hypersomnia adalah kebalikan dari insomnia, yaitu tidur yang berlebihan utama
pada siang hari. Gangguan ini dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu,
seperti kerusakan system saraf, gangguan pada hati atau ginjal, atau karena
gangguan metabolisme (mis: hipertiroidisme). Pada kondisi tertentu,
hypersomnia dapat digunakan sebagai mekanisme koping untuk menghindari
tanggung jawab pada siang hari.

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 15


d) Narkolepsi
Narkolepsi adalah gelombnag kantuk yang tak tertahankan yang muncul secara
tiba-tiba pada siang hari. Gangguan ini disebut juga sebagai “serangan tidur”
atau sleep attack. Penyebab pastinya belum diketahui. Diduga karena kerusakan
genetic system saraf pusat yang menyebabkan tidak terkendalinya periode tidur
REM. Alternative pencegahannya adalah dengan obat-obatan, seperti amfetamin
atau metilpenidase hidroklorida, atau dengan antidepresan seperti imipramine
hidroklorida.
e) Apnea
Saat Tidur Apnea saat tidur atau sleep apnea adalah kondisi terhentinya napas
secara periodic pada saat tidur. Kondisi ini diduga terjadi pada orang yang
mengorok dengan keras, sering terjaga di malam hari, insomnia, mengantuk
berlebihan pada siang hari, sakit kepala di pagi hari, iritabilitas, atau mengalami
perubahan psikologis seperti hipertensi atau aritmia jantung.

II. Rencana asuhan Pasien dengan gangguan kebutuhan Istirahat dan Tidur
Menurut Muttaqin Arif (2017), pengkajian keperawatan pada gangguan kebutuhan
istirahat dan tidur adalah sebagai berikut :
2.1 Pengkajian
2.2.1 Riwayat keperawatan
a. Identitas
1) Nama :
2) Umur : Thn
3) Jenis Kelamin : P/L
4) Agama :
5) Pendidikan :
6) Pekerjaan :
7) Status Perkawinan :
8) Alamat :
9) Diagnosa Medis :
10) No.RM :
11) Tanggal MRS :

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 16


b. Riwayat Kesehatan
1) Keluhan Utama
Keluhan yang dirasakan pasien saat ini (gangguan
tidur/istirahat,pusing/sakit kepala)
2) Riwayat Penyakit Sekarang
Riwayat penyakit sekarang merupakan pengalaman klien saat ini yang
membentuk suatu kronologi dari terjadinya etiologi hingga klien
mengalami keluhan yang dirasakan
3) Riwayat Penyakit Dahulu
Adanya riwayat penyakit menahun seperti DM, Hipertensi ataupun
penyakit-penyakit lain. Adanya riwayat penyakit jantung, obesitas,
maupun arteroskerosis, tindakan medis yang pernah di dapat maupun
obat-obattan yang biasa digunakan penderita.
a) Alergi
b) Imunisasi
c) Kebiasaan/Pola Hidup
d) Obat Pernah Digunakan
4) Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat keluarga merupakan penyakit yang pernah dialami atau sedang
dialami keluargaa, baik penyakit yang sama dengan keluhan klien
ataupun penyakit lain. Dari genogram keluarga biasanya terdapat salah
satu anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 17


5) Genogram

2.2.2 Pemeriksaan fisik: data focus


Menurut Muttaqin Arif (2017), pemeriksaan fisik pada gangguan kebutuhan
istirahat dan tidur adalah sebagai berikut :
a. Keadaan umum (kesadaran secara kualitatif maupun kuantitatif), tanda-
tanda vital seperti tekanan darah, pernafasan, nadi, dan suhu
b. Pengkajian fisik (inspeksi,palpasi,perkusi,auskultasi) :
1) Kepala
a) Rambut, rambut berserabut, kusam, kusut, kering, tipis, dan kasar,
penampilan, depigmentasi
b) Muka/wajah simetris atau tidak ? apakah ada nyeri tekan ?
oenampila berminyak ? diskolorasi bersisik, bengkak : kulit gelap
dipipi dan dibawah mata : tidak halus atau kasar pada kulit sekitar
hidung dan mulut
c) Mata apakah penglihatan kabur atau ganda diplopia, lens mata
keruh
d) Telinga, periksa fungsi telinga pembersihan telinga secara tanda-
tanda adanya infeksi secara pembengkakan dan nyeri didaerah
belakang telinga, keluar cairan dari telinga, melihat serumen telinga
berkurangnya pendengaran, telinga kadang-kadang berdenging,
adakah gangguan pendengaran

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 18


e) Hidung, apakah ada pernapasan cuping hidung ? adakah nyeri tekan
? apakah keluar secret ? bagimana konsekuensinya ? jumlah nya ?
f) Mulut, lidah sering teraa tebal, ludah menjadi lebih kental, gigi
mudah goyang, gusi mudah bengkak dan berdarah
g) Tenggorokan, adakah tanda-tanda pendengran tonsil ? adakah
tanda-tanda infeksi faring, cairan eksudat ?
2. Leher adakah nyeri tekanan, pembesaran kelenjar tiroid ? adakah
pembesaran vena jugularis
3. Thorax pada infeksi, amati bentuk dada klien, baagimana gerak
pernafasan, frekuensinya, irama, kedalam, adakah retraksi
intercostale ? pada auskultasi, adakah suara nafas tambahan ? adakah
sesak nafas, bentuk, sputum, nyeri dada
4. Jantung, bagaimana keadaan dan frkuensi jantung serta iramanya ?
adakah bunyi tambahan ? adakah bradikardi atau tachykardi ?
5. Abdomen, adakah distensia abdomen serta kekuatan otot pada
kekuatan otot pada abdomen ? bagimana turgor kulit dan peristaltic
usus ? adakah tanda meteorismus ? adakah pembesaran lin dan hepar
6. Kulit, bagaimana keadaan kulit baik kebersihan maupun warnanya ?
turgor kulit menurun, adanya luka dan warna kehitaman bekas luka,
kelembaban dan suhu kulit di daerah sekitar stoma, kemerahan pada
kulit sekitar luka, tekstur rambut dan kuku
7. Ekstremitas, apakah terdapat oedema, penyebaran lemak, penyebaran
masa otot, perubahan tinggi badan, cepat lelah, lemah,dan nyeri
adanya gangrene di ekstremitas
8. Genetalia, adakah kelainan bentuk oedema, tanda-tanda infeksi ?
apakah ada kesulitan untuk berkemih ?
9. Data fokus yang perlu dikaji : pola tidur dan istirahat , pada pasien
dengan gangguan kebutuhn istirahat tidur pengkajian ditekankan pada
kualitas dan kuantitas tidur meliputi durasi, gangguan tidur, keadaan
bangun tidur

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 19


2.2.3 Pemeriksaan penunjang
Menurut Muttaqin Arif (2017), pengkajian keperawatan pada gangguan
kebutuhan istirahat dan tidur adalah sebagai berikut :
a. Untuk mendiagnosis seseorang mengalami gangguan atau tidak dapat
dilakukan pemeriksaaan melalui penilaian terhadap:
1. Pola tidur penderita.
2. Pemakaian obat-obatan, alcohol atau obat terlarang.
3. Tingkat strees psikis
4. Riwayat medis.
5. Ativitas fisik .

2.2.4 Pengkajian Pola Sistem


Menurut Muttaqin Arif (2017), pengkajian pola sistem pada gangguan
kebutuhan istirahat dan tidur adalah sebagai berikut :
1) Pola manajemen kesehatan Mengkaji adanya peningkatan aktivitas fisik
yang berlebihan, terpapar dengan polusi udara, serta infeksi saluran
pernapasan dan perlu juga obat-obatan yang biasanya dikonsumsi.
2) Pola nutrisi metabolic Hal yang paling umum terjadi yaitu anoreksia,
penurunan berat badan dan kelemahan fisik.
3) Pola eliminasi Perlu dikaji adanya perubahan ataupun gangguan pada
kebiasaan BAB dan BAK pasien.
4) Pola aktivitas sehari-hari Mengkaji aktivitas sehari-hari klien mulai dari
sebelum dank lien saat klien sakit.
5) Pola istirahat-tidur
a) Mengkaji kebiasaan tidur klien sebelum dan saat sakit
b) Catatan tidur:
(1) Jumlah jam tidur per hari
(2) Aktivitas yang dilakukan 2-3 jam sebelum tidur (jenis, durasi, dan waktu)
(3) Ritual tidur (mis: makan, minum, atau mengkonsumsi obat)
(4) Waktu
a) ke tempat tidur
b) mencoba untuk tertidur
c) tertidur

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 20


d) setiap kejadian terbangun dan durasi periode ini
e) terbangun di pagi hari
(5) Setiap kekhawatiran yang klien yakini dapat mengganggu tidur
(6) Faktor-faktor yang klien yakini dapat memberi pengaruh postif atau
negative
Pada tidur
a) Ritual sebelum tidur (mis: minum air dan obat tidur)
b) Lingkungan tidur (mis: kamar yang gelap, suhu dingin atau hangat,
tingkat suara, lampu kamar)
c) Penggunaan obat tidur atau obat yang lainnya
6) Pola persepsi kognitif Mengkaji adanya kelainan pada pola persepsi kognitif.
Stressor akan memungkinkan terjadinya dyspnea.
7) Pola konsepsi diri dan persepsi diri Mengkaji persepsi klien tentang
penyakitnya.
8) Pola hubungan-peran Gejala TB sangat membatasi klien untuk menjalankan
perannya dalam kehidupan sehari-hari.
9) Pola reproduksi seksualitas Mengkaji adanya masalah seksualitas yang
dialami klien.
10) Pola toleransi terhadap stress-koping Mengkaji adanya stress emosional
serta penanggulangan terhadap stressor.
11) Pola keyakinan nilai Kedekatan serta keyakinan klien kepada Tuhan nya
merupakan metode penanggulangan stress yang konstruktif.

2.2.5 Pengkajian keperawatan


Menurut Muttaqin Arif (2017), pengkajian keperawatan pada gangguan
kebutuhan istirahat dan tidur adalah sebagai berikut :
a. Persepsi kesehatan & pemeliharaan kesehatan
Menjelaskan tentang bagaimana pendapat klien maupuan keluarga
mengenai apakah kesehatan itu dan bagaimana klien dan keluarga
mempertahankan kesehatannya.
b. Pola nutrisi metabolik terdiri dari antropometri yang dapat dilihat melalui
lingkar lengan atau nilai IMT, biomedical sing merupakan data yang
diperoleh dari hasil laboraturium yang menunjang, clinical sing merupakan
tanda-tanda yang diperoleh dari keadaan fisik klien yang menunjang, diet

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 21


pattern merupakan pola diet atau intake makanan dan minuman yang
dikonsumsi.
c. Pola eliminasi : BAB dan BAK (frekuensi, jumlah, warna, konsistensi, bau,
karakter)
d. Pola aktivitas & latihan : activity Daily Living, status oksigenasi, fungsi
kardiovaskuler, terapi oksigen. Gejala: lemah, letih, sulit gerak/berjalan,
kram otot, tonus otot menurun. Tanda : penurunan kekuatan otot, serta
mengenai kurangnya aktivitas dan kurangnya olahraga pada klien.
e. Pola kognitif dan perceptual : fungsi kognitif dan memori, fungsi dan
keadaan indra
f. Pola persepsi diri : gambaran diri, identitas diri, harga diri, ideal diri, dan
peran diri
g. Pola seksualitas dan reproduksi : pola seksual dan fungsi reproduksi
h. Pola peran & hubungan
i. Poa manajemen & koping strees
j. System nilai dan keyakinan : oleh pasien maupun masyarakat

2.2 Diagnosa Keperawatan yang mungkin muncul


Diagnosa 1: Insomnia , Domain 4, Kelas 1 (Istirakat/Tidur) (Heather Herdman,
2017)
2.2.1 Definisi
Gangguan pada kuantitas dan kualitas tidur yang menghambat fungsi (Heather
Herdman, 2017)
2.2.2 Batasan karakteristik
a. Bangun terlalu dini gangguan pola tidur gangguan staus kesehatan
b. Gangguan tidur yang berdampak pada keeskan hari
c. Kesulitan memulai tidur
d. Kesulitan tidur nyenyak
e. Kurang bergairah
f. Peningkatan terjadi kecelakaan
g. Penurunan kualitas hidup
h. Perubahan afek
i. Perubahan konsentrasi
j. Perubahan mood

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 22


k. Poa tidur tidak menyehatkan (mis, karena tanggung jawab menjadi
pengasuh, menjadi orang tua,pasangan tidur)
l. Sering membolos
m. Tidur tidak memuaskan (Heather Herdman, 2017)

2.2.3 Faktor yang berhubungan


a. Agens farmaseutikal
b. Aktivitas fisik harian rata-rata kurang dari yang dianjurkan menurut usia
dan jenis kelamin
c. Ansietas
d. Berduka
e. Depresi
f. Faktor lingkungan (mis, kebisinga lingkungan sekitar, pejanan terhadap
cahay gelap/terang, suhu/kelembapan lingkungan sekitar, tatanan yang
tidak familier)
g. Hygiene tidur tidak adekuat
h. Ketakutan
i. Ketidaknyamanan fisik
j. Konsumsi alcohol
k. Perubahan hormonal
l. Sering mengantuk
m. Stressor (Heather Herdman, 2017)
Diagnosa 2: Gangguan Pola Tidur , Domain 4, Kelas 1 (Istirahat dan Tidur)
(Heather Herdman, 2017)
2.2.4 Definisi
Interupsi jumlah waktu dan kualitas tidur akibat faktor eksternal (Heather
Herdman, 2017)
2.2.5 Batasan karakteristik
a. Kesulitan jatuh tertidur
b. Ketidakpuasan tidur
c. Menyatakan tidak merasa cukup istirahat
d. Penurunan kemampuan berfungsi
e. Perubahan pola tidur normal
f. Sering terjaga tanpa jelas penyebabnya (Heather Herdman, 2017)

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 23


2.2.6 Faktor yang berhubungan
a. Gangguan karena pasangan tidur
b. Halangan lingkungan (mis, bising,pajanan cahaya/gelap, suhu,
Kelembapan,lingkungan yang tidak dikenal)
c. Imobilisasi
d. Kurang privasi
e. Pola tidur tidak menyehatkan (mis, karena tanggung jawab menjadi
Pengasuh, menjadi orang tua, pasangan tidur) (Heather Herdman, 2017)

Diagnosa 3: Deprivasi Tidur, Domain 4, Kelas 1 (Istirahat dan Tidur) (Heather


Herdman, 2017)
2.2.7 Definisi
Periode panjang tanpa tidur (berhentinya kesadaran relative secara periodic dan
berlangsung alami) (Heather Herdman, 2017)
2.2.8 Batasan karakteristik
a. Agitasi
b. Ansietas
c. Apatis
d. Fletting Nystagmus
e. Gangguan persepsi
f. Geliah
g. Halusinasi
h. Iritabilitas
i. Keletihan konfusi letargi
j. Malaise
k. Memberontak
l. Mengantuk
m. Paranoia sementara
n. Peningkatan sensitivitas terhadap nyeri
o. Penurunan kemampuan berfungsi
p. Penurunan waktu bereaksi
q. Perubahan konsentrasi reaksi lambat

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 24


r. Tremor tangan (Heather Herdman, 2017)

2.2.9 Faktor yang berhubungan


a. Apnea tidur
b. Demensia enuresis terkait tidur
c. Ereksi nyeri terkait tidur
d. Hambatan lingkungan
e. Hygiene tidur tidak adekuat yang terus-menerus
f. Hipersomnolen system saraf pusat idiopatik
g. Ketidaknyaman lama (mis,fisik,psikologis)
h. Ketidaksinkronan irama sirkadian yang terus-menerus)
i. Mimpi buruk narkolepsi
j. Paralisis tidur familial
k. Pergerakan ekstremitas periodic (mis, sindrom resah kaki, mioklonus
nocturnal)
l. Pergesaran tahap tidur terkait penuaan
m. Pola tidur tidak menyehatkan (mis, karena tanggung jawab menjadi
pengasuh, menjadi orang tua, pasangan tidur)
n. Program pengobatan
o. Rata-rata aktivitas fisik harian kurang dari yang dianjurkan sesuai usia dan
jenis kelamin
p. Sindrom sundowner
q. Stimulasi lingkungan yang terus-menerus
r. Terror tidur
s. Tidur berjalan (Heather Herdman, 2017)

2.3 Perencanaan Keperawatan


2.2.1 Diagnosa 1:
Insomnia,Domain 4, Kelas 1 (Istirahat dan Tidur), (Heather dan Herdman,
2017)
2.3.1 Tujuan dan Kriteria hasil (outcomes criteria)
Menurut Sue Moorhead, Marion Johnson, Meridean, L Mass (2017), Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 1x 24 jam diharapkan pola tidur
kembali normal dengan kriteria hasil sebagai berikut:

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 25


Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 26
1. Istirahat (0003) :
a. Jumlah jam tidur , dari banyak keganggu (1) menjadi sedikit terganggu
(4)
b. Pola Istirahat , dari banyak keganggu (1) menjadi sedikit terganggu (4)
c. Kualitas tidur dan istirahat , dari banyak keganggu (1) menjadi sedikit
terganggu (4)
d. Berisitrahat secara fisik, dari banyak keganggu (1) menjadi sedikit
terganggu (4)
e. Beristirahat secara mental, dari banyak keganggu (1) menjadi sedikit
terganggu (4)
f. Beristirahat secara emosional, dari banyak keganggu (1) menjadi sedikit
terganggu (4)
g. Energy pulih setelah tidur dan istirahat, dari banyak keganggu (1)
menjadi sedikit terganggu (4)

2.3.2 Intervensi keperawatan dan rasional


Menurut Gloria Bulechek, Howard Butcher, Joanne Dochterman,
(2017), Intervensi yang ditetapkan sebagai berikut :
1. Manajemen lingkungan : kenyamanan (6482) :
a. Ciptakan lingkungan yang tenang dan mendukung
b. Tentukan tujuan pasien dan keluarga dalam mengelola
lingkungan dan kenyamanan yang optimal
c. Sediakan lingkungan yag aman dan bersih
d. Sesuaikan suhu ruangan yang paling nyaman untuk individu
e. Berikan atau singkirkan selimut untuk meningkatkan
kenyamanan terhadap suhu
2. Manajemen nyeri (1400) :
a. Lakukan pengkajian nyeri komprehensif
b. Observasi adanya petunjuk non-verbal mengenai
ketidaknyaman
c. Pastikan perawatan analgesik
d. Gunakan strategi komunikasi traupetik
e. Bantu keluarga dalam mencari dan menyediakan dukungan

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 27


2.3.3 Diagnosa 2:
Gangguan Pola Tidur , Domain 4, Kelas 1 (Istirahat dan Tidur), (Heather dan
Herdman, 2017)
2.3.4 Tujuan dan Kriteria hasil (outcomes criteria)
Menurut Sue Moorhead, Marion Johnson, Meridean, L Mass (2017), Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 1x 24 jam diharapkan pola tidur
kembali normal dengan kriteria hasil sebagai berikut :
1. Tidur (0004)
a. Pola tidur kembali normal, dari banyak keganggu (1) menjadi sedikit
terganggu (4)
b. Aktivitas kembali normal, dari banyak keganggu (1) menjadi sedikit
terganggu (4)
c. Kualitas tidur, dari banyak keganggu (1) menjadi sedikit terganggu (4)
d. Tempat tidur yang nyaman, dari banyak keganggu (1) menjadi sedikit
terganggu (4)
e. Suhu ruangan yang nyaman, dari banyak keganggu (1) menjadi sedikit
terganggu (4)
f. Perasaan segar setelah tidur, dari banyak keganggu (1) menjadi sedikit
terganggu (4)
2.3.5 Intervensi keperawatan dan rasional
Menurut Gloria Bulechek, Howard Butcher, Joanne Dochterman
(2017), Intervensi yang ditetapkan sebagai berikut :
1. Pengaturan posisi (0840) :
a. Tempatkan pasien pada tidur
b. Monitor oksigen pasien
c. Masukkan posisi tidur yang diinginkan pasien ke dalam
rencana keperawatan
d. Dorong pasien untuk ROM aktif atau ROM pasif
e. Tinggikan kepala tempat tidur
2. Terapi relaksasi (6040) :
a. Berikan deskripsi detail terkait intervensi relaksasi yang
dipilih

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 28


b. Ciptakan lingkungan yang tenang tanpa distraksi dengan
lampu yang redup dan suhu ruangan yang nyaman
c. Dorong klien untuk mengambil posisi yang nyaman dengan
pakaian yang nyaman dan longgar
d. Minta klien untuk rileks dan merasakan sensasi yang terjadi

2.2.1 Diagnosa 3:
Deprivasi Tidur , Domain 4, Kelas 1 (Istirahat dan Tidur), (Heather dan
Herdman, 2017)
2.3.6 Tujuan dan Kriteria hasil (outcomes criteria)
Menurut Sue Moorhead, Marion Johnson, Meridean, L Mass (2017), Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 1x 24 jam diharapkan pola tidur
kembali normal dengan kriteria hasil sebagai berikut :
1. Tidur (0004)
a. Pola tidur kembali normal, dari banyak keganggu (1) menjadi sedikit
terganggu (4)
b. Aktivitas kembali normal, dari banyak keganggu (1) menjadi sedikit
terganggu (4)
c. Kualitas tidur, dari banyak keganggu (1) menjadi sedikit terganggu (4)
d. Tempat tidur yang nyaman, dari banyak keganggu (1) menjadi sedikit
terganggu (4)
e. Suhu ruangan yang nyaman, dari banyak keganggu (1) menjadi sedikit
terganggu (4)
f. Perasaan segar setelah tidur, dari banyak keganggu (1) menjadi sedikit
terganggu (4)
2.3.7 Intervensi keperawatan dan rasional
Menurut Gloria Bulechek, Howard Butcher, Joanne Dochterman,
(2017), Intervensi yang ditetapkan sebagai berikut :
1. Pengaturan posisi (0840) :
a. Tempatkan pasien pada tidur
b. Monitor oksigen pasien
c. Masukkan posisi tidur yang diinginkan pasien ke dalam
rencana keperawatan
d. Dorong pasien untuk ROM aktif atau ROM pasif

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 29


e. Tinggikan kepala tempat tidur
2. Terapi relaksasi (6040) :
a. Berikan deskripsi detail terkait intervensi relaksasi yang
dipilih
b. Ciptakan lingkungan yang tenang tanpa distraksi dengan
lampu yang redup dan suhu ruangan yang nyaman
c. Dorong klien untuk mengambil posisi yang nyaman dengan
pakaian yang nyaman dan longgar
d. Minta klien untuk rileks dan merasakan sensasi yang terjadi

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 30


V. Daftar Pustaka

1. B Kozier, & Dkk. (2017). Buku Ajar Fundamental Keprawatan. EGC.


2. Gloria Bulechek, Howard Butcher, Joanne Dochterman, C. W. (2017). Nursing
Interventions Classification (NIC). In Keperawatan. Elsevier.
3. Guyton H. (2016). Fisiologi Kedokteran, Aktivitas Otak-Tidur, Gelombang
Otak,Epilepsi,Psikosis. EGC.
4. Haswita, & Reni. (2017). Kebutuhan Dasar Manusia. Erlangga.
5. Heather Herdman, K. S. (2017). Nursing Diagnoses : Definitions and Classifications.
In M. Ester (Ed.), Keperawatan (10th ed.). EGC.
6. Muttaqin Arif. (2017). Pengkajian Keperawatan : Aplikasi Pada Praktik Klinik.
Salemba Medika.
7. Potter P.A, & Perry A.G. (2015). Buku Aja Fundamental Keperawatan : Konsep
Proses Praktik Volume 1. In Keperawatan (4th ed.). EGC.
8. Sue Moorhead, Marion Johnson, Meridean, L Mass, E. S. (2017). Nursing Outcomes
Classification(NOC). In Keperawatan. Elsevier.
9. Tarwoto dkk. (2016). Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Trans Info
Medikal.

Jakarta, 08 Maret 2021


Proceptor akademik

(Lusianah, S.Kp., M.Kep)

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 31


Laporan Pendahuluan ini telah diperiksa :

Tanda Tangan Perseptor Akademik : Catatan Perseptor :

(Lusianah, S.Kp., M.Kep)

Hari/Tanggal :

Portofolio Praktik Profesi Ners – KDP 2021 32