Anda di halaman 1dari 10

KEPERAWATAN JIWA II

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN RISIKO BUNUH DIRI

DI SUSUN OLEH :

Annisa Nurhidayah 201611003


Devi Juniawati 201611009
Ni Putu Nila Wati 201611023
Rosichan Anwar Almuluk 201611028
Vina Nada Karanina 201611039

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN JAYAKARTA


PKP DKI JAKARTA
2018
KASUS

Seorang pemuda berusia 17 tahun, nekat gantung diri hanya karena klien mengatakan di-
kucilkan teman-teman di lingkungan rumahnya di Cimanggis Depok, Jawa barat. Aksi nekat
pemuda bernama Rahmat Fauzi, dilakukan di rumahnya sendiri. Aksi gantung diri ini pertama
kali diketahui adik korban yang baru saja bangun tidur, Senin 24 Agustus 2009. Kejadian ini
membuat warga RT 2 RW 13, Cimanggis Depok geger. Warga tahu setelah mendengar teriakan
keluarga korban. Sebelum gantung diri Fauzi memang bercerita kepada Rahman, adiknya. Dia
malu karena sering membuat masalah di lingkungan rumahnya."Dia cerita mau bunuh diri karena
sering buat malu lingkungan" ujar Rahman. Rahmat kemudian dimasukkan ke RSUD Duren
Sawit untuk penanganan lebih lanjut. Keluarga klien mengatakan bahwa ini bukanlah kali
pertama klien melakukan percobaan bunuh diri namun sebelumnya klien sudah pernah mencoba
bunuh diri dengan melukai tangannya dengan pisau. Saat dirumah klien sering berperilaku
memukul diri sendiri. Klien cenderung emosi tidak stabil dan sering mengamuk tanpa sebab.
Klien mengatakan malas bergaul dengan teman lingkungannya. Klien mengatakan Merasa
hidupnya tidak berguna lagi. Saat pengkajian Ekspresi klien tampak murung dan tak bergairah.
Klien lebih banyak diam dan menunduk.
ANALISA DATA

DATA FOKUS MASALAH KEPERAWATAN


DS: Risiko Bunuh Diri
 Warga mengatakan ada yang nekat gantung diri hanya
karena klien mengatakan di-kucilkan teman-teman di
lingkungan rumahnya di Cimanggis Depok, Jawa barat
 Keluarga klien mengatakan bahwa ini bukan pertama
kali klien melakukan percobaan bunuh diri namun
sebelumnya klien sudah pernah mencoba bunuh diri
dengan melukai tangannya dengan pisau
DS: Harga Diri Rendah Kronik
 Adiknya klien mengatakan bahwa Rahmat Fauzi (klien)
malu karena sering membuat masalah di lingkungan
rumahnya
 Klien mengatakan sebelum bunuh diri "Dia cerita mau
bunuh diri karena sering buat malu lingkungan" ujar
Rahman
 Klien mengatakan Merasa hidupnya tidak berguna lagi
DO:
 Saat pengkajian Ekspresi klien tampak murung dan Tak
bergairah
 Klien lebih banyak diam dan menunduk.
DS: Isolasi Sosial
 Klien mengatakan malas bergaul dengan teman
lingkungannya
DO:
 Saat pengkajian Ekspresi klien tampak murung dan Tak
bergairah
 Klien lebih banyak diam dan menunduk.
DS: Risiko Perilaku Kekerasan
 Keluarga klien mengatakan klien saat dirumah sering
berperilaku memukul diri sendiri. Klien cenderung
emosi tidak stabil dan sering mengamuk tanpa sebab

POHON MASALAH

RISIKO MENCEDERAI/KEMATIAN

RISIKO BUNUH DIRI

ISOLASI SOSIAL

HARGA DIRI RENDAH


RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN (NCP)

NO DIAGNOSIS
KEPERAWAT Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi
AN (Tuk/Tum)
1 Risiko bunuh TUM: Pasien menunjukan 1.1. Bina hubungan salingpercaya
diri: Pasien tidak tanda-tanda dengan melakukan prinsip
ancaman/percob mencederai percaya kepada komunikasi terapeutik:
aan bunuh diri dirinya sendiri perawatmelalui: a. Mengucapkan salam
atau tidak a. Ekspresi terapeutik. Sapa pasien
melakukan wajah dengan ramah, baik verbal
bunuh dir. cerah, ataupun nonverbal.
TUK 1: tersenyum b. Berjabat tangan dengan
Pasien dapat b. Mau pasien.
membina berkenalan c. Perkenalkan diri dengan
hubungan c. Ada kontak sopan.
salingpercaya. mata d. Tanyakan nama lengkap
d. Bersedia pasien dan nama panggilan
menceritakn yang disukai pasien.
perasaannya e. Jelaskan tujuan pertemuan.
e. Bersedia f. Membuat kontrak topik,
mengungka waktu, dan tempat setiap kali
pkan bertemu pasien.
masalah g. Tunjukkan sikap empati dan
menerima pasien apa adanya.
h. Beri perhatian kepada pasien
dan perhatian kebutuhan
dasar pasien.
2.1. Menemani pasien terus menerus
sampai dia dapat dipindahkan ke
tempat yang aman.
2.2. Menjauhkan semua benda-benda
yang berbahaya atau berpotensi
membahayakan pasien (misalnya:
pisau,silet,kaca,ikat pinggang).
2.3. Mendapatkan orang yang dapat
dengan segera membawa pasien ke
rumah sakit untuk pengkajian lebih
lanjut dan kemungkinan dirawat.
2.4. Memeriksa apakah pasien benar-
benar telah meminum obatnya, jika
pasien mendapatkan obat.
2.5. Dengan lembut menjelaskan
kepada pasien bahwa anda (perawat)
akan melindungi pasien sampai tidak
ada keinginan bunuh diri.
Risiko bunuh TUK 1: Kriteria Evaluasi: 1.1. Mendiskusikan cara
diri: isyarat Pasien Pasien tetap dalam mengatasi keinginan bunuh diri,
bunuh diri mendapatkan keadaan aman dan yaitu dengan meminta bantuan
perlindungan selamat. dari keluarga atau teman
dari
lingkungannya
TUK 2: Kriteria Evaluasi: 2.1. Memberi kesempatan pasien
Pasien dapat Pasien mampu untuk mengungkapkan
meningkatkan meningkatkan perasaannya.
harga dirinya. harga dirinya. 2.2. Berikan pujian bila pasien dapat
megatakan perasaan positif.
2.3. Meyakinkan bahwa pasien
bahwa dirinya penting.
2.4. Merencanakan aktifitas yang
pasien dapat lakukan.
3.1. Mendiskusikan dengan pasien
cara menyelesaikan masalahnya..
3.2. Mendiskusikan dengan pasien
tentang efektifitas tiap-tiap cara
penyelesaian masalah tersebut.
3.3. Mendiskusikan dengan pasien
cara menyelesaikan masalah yang
lebih baik.
TUK 4: Kriteria Evaluasi: 4.1. Mendiskusikan dengan pasien
Meningkatkan Pasien mampu tentang harapan pasien.
kemampuan menyusun rencana 4.2. Mendiskusikaan cara-cara
menyusun masa depan. mencapai masa depan.
rencana masa 4.3. Melatih pasien langkah-langkah
depan kegiatan mencapai masa depan.
4.4. Mendiskusikan dengan pasien
efektifitas masing-masing kegiatan
mencapai masa depan.
TUK 5: Kriteria Evaluasi: 5.1. Mengajarkan keluarga tentang
Meningkatkan Keluarga tanda dan gejala bunuh diri yang
pengetahuan mengetahui tanda munvul pada pasien dan tanda dan
dan kesiapan dan gejala bunuh gejala yang umum nya muncul pada
keluarga dalam diri serta pasien berisiko bunuh biri.
merawat perawatannya 5.2. Mengajarkan cara melindungi
pasien dengan terhadap anggota pasien dari prilaku bunuh diri,
risiko bunuh keluarga dengan seperti:
diri. risiko bunuh diri. a. Mendiskusikan cara yang dapat
dilakukan jika pasien
memperlihatkan tanda dan gejala
bunuh diri.
b. Memberikan tempat aman.
c. Menjauhkan barang-barang yang
berpotensi digunakan untuk bunuh
diri.
d. Senantiasa melakukan
pengawasan.
5.3. Mengajarkan keluarga tentang
hal-hal yang dapat dilakukan apabila
psien melakukan percobaan bunuh
diri, yaitu:
a. Mencari bantuan pada tetangga
sekitar atau pemuka masyarakat.
b. Segera membawa pasien ke rumah
sakit atau puskesmas untuk
mendapatkan penanganan medis.
5.4. Membantu keluarga mencari
rujukan fasilitas kesehatan yang
tersedia bagi pasien dengan cara:
a. Memberikan informasi tentang
nomor telpon darurat tenaga
kesehatan.
b. Menganjurkan keluarga untuk
mengantarkan pasien berobat/kontol
secara teratur.
c. Menganjurkan pasien membantu
pasien meminum obat sesuai prinsip
5 benar.
2 Isolasi Sosial TUM : 1.1 Setelah 3x 1.1 Bina hubungan saling percaya
Klien dapat interaksi, klien dengan :
berinteraksi menunjukkan tanda  Beri salam setiap interaksi
dengan orang tanda percaya  Perkenalkan nama, nama
lain terhadap perawat : panggilan perawat dan tujuan
 Wajah interaksi berkenalan
TUK : cerah,  Tanyakan nama dan nama
1. Klien dapat tersenyum panggilan kesukaan klien
membina  Mau  Tunjukkan sikap jujur dan
hubungan berkenalan menepati janji setiap kali
saling percaya  Ada kontak berinteraksi
mata  Tanyakan perasaan klien dan
 Bersedia masalah yang dihadapi klien
menceritaka  Buat kontrak yang jelas
n
perasaannya
 Bersedia
mengungka
pkan
masalahnya
2.Klien 2.1 Setelah 3x 2.1 Tanyakan pada klien tentang:
mampu interaksi, klien  Orang yang tinggal
menyebutkan dapat menyebutkan serumah/teman sekamar klien
penyebab minimal satu  Orang yang paling dekat
menarik diri penyebab menarik dengan klien di rumah/ di
diri dari: ruang perawatan
 Diri sendiri  Orang yang tidak dekat
 Orang lain dengan klien di rumah/ di
 Lingkungan ruang perawatan
 Apa yang membuat klien
tidak dekat dengan orang
tersebut

2.2 Diskusikan dengan klien


penyebab menarik diri atau tidak
mau bergaul dengan orang lain

2.3 beri pujian terhadap kemampuan


klien mengungkapkan perasaannya
3.Klien Setelah 3x 3.1 Tanyakan pada klien tentang:
mampu interaksi, klien  Manfaat hubungan sosial
menyebutkan dapat
keuntungan menyebutkan:  Kerugian menarik diri
berhubungan - Keuntungan
3.2 Diskusikan bersama klien tentang
dengan sosial berhubungan sosial
manfaat berhubungan sosial dan
(orang lain) (orang lain)
kerugian menarik diri
dan kerugian  Banyak
3.3 Beri pujian terhadap kemampuan
menarik diri teman
klien mengungkapkan perasaannya
 Tidak
kesepian
 Saling
menolong

- Kerugian menarik
diri, misalnya :
 Sendiri
 Kesepian
 Tidak bisa
diskusi