Anda di halaman 1dari 3

INGGU, 18 NOVEMBER 2012

Tuntunan Rasulullah Sebelum Tidur dan Posisi Tidur yang Benar

Tuntunan Rasulullah Sebelum Tidur dan Posisi Tidur yang Benar

Allahumma Sholli Ala Muhammad. Apakah Anda Cinta Nabi? Ikutilah Sunnah Beliau.

Rasulullah bersabda :

“Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu :
1. Sebelum khatam Al Qur’an
2. Sebelum membuat para Nabi memberimu syafaat di hari akhir
3. Sebelum para muslim meridhoi kamu
4. Sebelum kau laksanakan haji dan umroh”

Bertanya Aisyah :
“Ya Rasulullah, Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?”

Rasul tersenyum dan bersabda :


1. “Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al
Qur’an.” Bismillaahir rohmaanir rohiim, Qulhualloohu ahad’ Alloohushshomad’ lam yalid walam
yuulad’ walam yakul lahuu kufuwan ahad’ (3x)

2. “Membaca sholawat untuk ku dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi
syafa’at di hari kiamat. Bismillaahir rohmaanir rohiim, Alloohumma shollii ‘alaa Muhammad wa’alaa
alii Muhammad (3x)

3. “Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meridhoi kamu.Astaghfirulloohal adziim
aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih (3x)

4. “Perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka seakan - akan kamu telah
melaksanakan ibadah haji dan umroh.
Bismillaahir rohmaanir rohiim, Subhanalloohi Walhamdulillaahi walaailaaha illalloohu alloohu akbar
(3x)

InsyaAllah tidurnya diberkahi. Amin

Selanjutnya posisi tidur yang sehat menurut Nabiullah Muhammad SAW:


Posisi tidur tuntan nabi yaitu dengan  posisi miring kekanan yaitu kuping, pipi, tangan, kaki sebelah
kanan berada dibawah. Wajah dan badan bagian depan dihadapkan ke kiblat. Tidur dengan posisi
seperti ini adalah posisi tidur yag dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Berbagai Manfaat Tidur Ala Rasulullah SAW

Berbagai manfaat bisa didapat dari posisi tidur ala Rasulullah SAW ini, antara lain:

Mendapatkan pahala, sebab mengikuti sunah Rasulullah SAW.

Tidak cepat lapar.

Ketika tidur miring kekanan seperti tidur ala Rasulullah SAW, lambung yang berada di sebelah kiri
akan menggantung (nggandul-bhs jawa). Lambung yang berada dalam posisi seperti ini akan
menghentikan kerja  mesin giling pada lambung sehingga bahan yang digiling akan awet dan saraf
lapar tidak bangun/muncul. Sebaliknya jika tidur miring kekiri, lambung akan tertindih menimbulkan
reaksi mesin giling pada lambung terus bekerja sehingga bahan gilingan tersebut akan ludes dan
ampasnya menungggu untuk segera berjumpa teman-teman di kakus. Bangun tidur perut terasa
lapar dan ingin buang hajat. Kebanyakan orang-orang yang doyan makan bergerak refleks
memegang perut ketika lapar. Kenapa ? Raja-raja romawi kuno membiasakan diri mereka tidur
miring kekiri agar perut mereka cepat lapar dan mereka senang mengadakan pesta jamuan makan.
Islam mengajarkan lewat Rasulullah SAW agar menyidikitkan makan sebab asal mula penyakit,
menurut beliau sumbernya adalah lambung dan lambung adalah wadah makanan berarti pola
makan yang harus dijaga jika ingin tetap sehat dan tidak penyakitan. Dengan tidur meniru tidur ala
Rasulullah SAW,  kesehatan akan terjaga dan itu merupakan salah satu cara untuk mengurangi
makan.

Meredam amarah.

Jika anda ingin meredam marah tidurlah dengan posis tidur ala Rasulullah SAW. Tidur dengan
posisi tidur ala Rasulullah SAW adalah posisi mayat dikubur. Posisi ini akan mengingatkan anda
kepada  kematian. Ketika anda ingat mati, degup jantung yang tadinya kencang karena nafsu amarah
perlahan akan mengendur sebab nafsu amarah kalah posisi dengan akal di beranda hati. Saraf
adalah komandan penggerak anggota tubuh. Akal adalah kurir hati sekaligus bos/atasan saraf yang
memicu pergerakan anggota tubuh. Perasaan pasrah pada hati memilih akal dan untuk sementara
mengenyampingkan nafsu. Hati menciptakan kode “slow” di akal. Oleh akal kode tersebut
disampaikan ke saraf berupa mandat. Saraf menerima perintah ‘slow’ dari bos dan dilanjutkan ke
jantung. Sebagai anggota, jantung melaksanakan perintah komandan untuk bergerak pelan.
Perlahan degup jantung berkurang ritme pergerakannya dan berjalan normal. Darah menjadi pelan
jalannya dan tidak memaksa pembuluh lagi untuk jalur cepat. Anda normal kembali. Tidurlah dengan
posisi ini dan jangan lupa berdoa semoga Tuhan memberi pencerahan dalam tidur anda berupa
mimpi yang benar untuk menyelesaikan permasalahan anda.

Meningkatkan daya kerja otak dan konsentrasi.

Tidur ala Rasulullah SAW bisa meningkatkan kerja otak dan konsentrasi. Jika anda membiasakan diri
tidur dengan posisi yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW maka ketika anda terbangun dari tidur
anda akan merasa segar dan pikiran anda jernih. Dalam keadaan terjaga, anda akan merasa lebih
mudah untuk berkonsentrasi.

Terhindar dari mimpi buruk.


Ketika kita tidur dengan posisi tidur ala Rasulullah SAW seluruh anggota tubuh kita menghadap
kiblat. Dengan posisi ini maka ruh kita kembali kepada Allah SWT dan jasad halus kita berkumpul
dengan orang-orang solih. Manusia dalam dzatnya dibagi menjadi tiga : ruh, jasad halus dan jasad
kasar. Ketika manusia tidur , ruh kembali kepada Tuhan, jasad halus mengembara dan jasad kasar
tinggal di bumi. Ruh yang kembali kepada Tuhan bisa saja dikembalikan atau ditahan sampai
ajal/waktu yang telah ditentukan. Ketika ruh dikembalikan ke jasad kasar, jasad halus mengikuti ruh
masuk kedalam jasad kasar tersebut maka manusia itu bangun dan ketika ruh ditahan, manusia itu
mati dan jasad halus mengembara untuk beberapa waktu untuk kemudian kembali kepada Tuhan.
Oleh karaena itu kita sering mendengar ada orang yang tidur namun tidak bangun selamanya,
kenapa….? Baik atau buruknya mimpi seseorang tergantung dimana berkumpulnya jasad halus
ketika manusia itu tidur. Kita pernah mendengar orang yang menceritakan mimpinya bahwa dia
bermimpi dikejar anjing, pembunuh, setan kuntilanak, bertemu wajah-wajah yang menyeramkan,
terseret arus air yang deras, terbang diatas atap rumah, bertemu dengan orang yang sudah mati
bahkan mengetahui hal-hal yang belum terjadi. Mengapa bisa seperti itu ? Jawabannya adalah
mimpi itu tergantung dimana perginya jasad halus didalam pengembaraannya dan dimana dia
berkumpul ketika manusia tidur. Oleh sebab itu kita dianjurkan untuk berdoa memohon
keselamatan kepada Tuhan ketika tidur bahkan memohon agar ruh kita dijaga dari hal-hal yng tidak
baik. Ketika kita tidur dalam posisi badan menghadap arah kiblat maka jasad halus kita akan menuju
kiblat tersebut dan dia akan berkumpul dengan para nabi, kekasih-kekasih Allah dan orang-orang
salih baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada. Bahkan jika beruntung  jasad halus naik ke
langit ke alam malakut (alam malaikat). Disana jasad halus bisa mengetahui ketentuan-ketentuan
atas manusia yang belum terjadi berupa pengkabaran ataupun kejadian yang digambarkan dengan
symbol-simbol bahasa jasad halus yang orang menyebutnya bahasa mimipi. Oleh karena itu kita juga
pernah mendengar atau mendapati bahkan mengalami sendiri suatu kejadian yang terjadi hari ini
tetapi kita merasa pernah mengalaminya atau bertemu seseorang yang belum kita kenal tetapi kita
merasa pernah bertemu dengan orang  itu sebelumnya atau kita sudah mengetahui apa yang akan
terjadi esok hari dengan diri kita atau si anu, si anu…..dsb. Inilah istimewanya jasad halus ketika tidur
oleh sebab itu lindungilah ia dengan doa-doa sehingga ia terjaga dari gangguan makhluk yang tidak
menyenangkan dan kumpulkan ia dengan orang-orang solih dengan cara hadapkan ia ke arah kiblat
ketika tidur, arah yang semestinya ia tuju sebab kita tidak /belum bisa menguasai jasad halus ini.
Berbeda dengan para nabi atau kekasih-kekasih Tuhan yang mana ruh dan jasad halus mereka selalu
berkumpul di teras Rahmat dan Kemuliyaan Alloh SWT.

Mencegah Mendengkur  Dengan Tidur Ala Rasulullah SAW

Mencegah tidur mendengkur.

Jika anda termasuk orang yang tidur mendengkur cobalah tidur dengan posisi tidur ala Rasulullah
SAW niscaya dengkuran anda yang sangat mengganggu itu akan berhenti dan anda akan lebih
disukai dan dicintai  oleh istri dan anak-anak anda sebab suara yang tidak bernada dan berirama
yang setiap malam kuping mereka mengkonsumsinya kini telah tiada dan mereka bisa bernafas lega
dalam tidur mereka…he…he…he….

Semoga paparan tentang tidur ala RAsulullah SAW ini bermanfaat. Wallahu a’lam