Anda di halaman 1dari 2

Pengertian COD dan BOD

Erik Change

10 years ago
Advertisements

Kehidupan mikroorganisme, seperti ikan dan hewan air lainnya, tidak


terlepas dari kandungan oksigen yang terlarut di dalam air, tidak berbeda
dengan manusia dan mahluk hidup lainnya yang ada di darat, yang juga
memerlukan oksigen dari udara agar tetap dapat bertahan. Air yang tidak
mengandung oksigen tidak dapat memberikan kehidupan bagi mikro
organisme, ikan dan hewan air lainnya. Oksigen yang terlarut di dalam air
sangat penting artinya bagi kehidupan.

Untuk memenuhi kehidupannya, manusia tidak hanya tergantung pada


makanan yang berasal dari daratan saja (beras, gandum, sayuran, buah, daging,
dll), akan tetapi juga tergantung pada makanan yang berasal dari air (ikan,
kerang, cumi-cumi, rumput laut, dll).

Tanaman yang ada di dalam air, dengan bantuan sinar matahari,


melakukan fotosintesis yang menghasilkan oksigen. Oksigen yang dihasilkan
dari fotosintesis ini akan larut di dalam air. Selain dari itu, oksigen yang ada di
udara dapat juga masuk ke dalam air melalui proses difusi yag secara lambat
menembus permukaan air. Konsentrasi oksigen yang terlarut di dalam air
tergantung pada tingkat kejenuhan air itu sendiri. Kejenuhan air dapat
disebabkan oleh koloidal yang melayang di dalam air oleh jumlah larutan
limbah yang terlarut di dalam air. Selain dari itu suhu air juga mempengaruhi
konsentrasi oksigen yang terlarut di dalam air. Tekanan udara dapat pula
mempengaruhi kelarutan oksigen di dalam air. Tekanan udara dapat pula
mempengaruhi kelarutan oksigen di dalam air karena tekanan udara
mempengaruhi kecepatan difusi oksigen dari udara ke dalam air.

Kemajuan industri dan teknologi seringkali berdampak pula terhadap


keadaan air lingkungan, baik air sungai, air laut, air danau maupun air tanah.
Dampak ini disebabkan oleh adanya pencemaran air yang disebabkan oleh
berbagai hal seperti yang telah diuraikan di muka. Salah satu cara untuk
menilai seberapa jauh air lingkungan telah tercemar adalah dengan melihat
kandungan oksigen yang terlarut di dalam air.
Pada umumnya air lingkungan yang telah tercemar kandungan
oksigennya sangat rendah. Hal itu karena oksigen yang terlarut di dalam air
diserap oleh mikroorganisme untuk memecah/mendegradasi bahan buangan
organik sehingga menjadi bahan yang mudah menguap (yang ditandai dengan
bau busuk). Selain dari itu, bahan buangan organik juga dapat bereaksi dengan
oksigen yang terlarut di dalam air organik yang ada di dalam air, makin sedikit
sisa kandungan oksigen yang terlarut di dalamnya. Bahan buangan organik
biasanya berasal dari industri kertas, industri penyamakan kulit, industri
pengolahan bahan makanan (seperti industri pemotongan daging, industri
pengalengan ikan, industri pembekuan udang, industri roti, industri susu,
industri keju dan mentega), bahan buangan limbah rumah tangga, bahan
buangan limbah pertanian, kotoran hewan dan kotoran manusia dan lain
sebagainya.

Dengan melihat kandungan oksigen yang terlarut di dalam air dapat


ditentukan seberapa jauh tingkat pencemaran air lingkungan telah terjadi. Cara
yang ditempuh untuk maksud tersebut adalah dengan uji :

1. COD, singkatan dari Chemical Oxygen Demand, atau kebutuhan oksigen


kimia untuk reaksi oksidasi terhadap bahan buangan di dalam air.

2. BOD singkatan dari Biological Oxygen Demand, atau kebutuhan oksigen


biologis untuk memecah bahan buangan di dalam air oleh mikroorganisme.

Melalui kedua cara tersebut dapat ditentukan tingkat pencemaran air


lingkungan. Perbedaan dari kedua cara uji oksigen yang terlarut di dalam air
tersebut secara garis besar adalah sebagai berikut ini