Anda di halaman 1dari 12

MENGUJI KANDUNGAN PADA URINE

Di Susun Oleh

IX-D
MUHAMAD MAULUDI

SMAN 1 CIGOMBONG
Jln. Mayjen H.R Edi Sukma Kec.Cigombong Kab.Bogor

1
Kata Pengantar

Asslamualaikum Wr.Wb

Puji syukur saya panjatkan ke-hadirat Allah SWT, karena atas berkat dan rahmat-
Nya saya dapat menyelesaikan ”LAPORAN PENELITIAN KANDUNGAN PADA
URINE SEL” ini tanpa mendapatkan kendala-kendal yang berarti.

Banyak manfaat yang saya ambil pada saat pengerjaan laporan ini, salah satunya
mengetahuai bentuk-bentuk sel. Selain itu juga laporan penelitian ini semoga dapat
bermanfaat bagi para pembaca.

Assalamualaikum Wr.Wb

Bogor, 23 Februari 2011

Penyusun

2
Daftar Isi

Kata Pengantar............................................................................................ 2
Daftar isi ...................................................................................................... 4
Bab I (pendahuluan).................................................................................... 4

1.1 latar belakang ................................................................................... 4


1.2 tujuan praktikum.............................................................................. 4

Bab II ( tinjauan pustaka)........................................................................... 5

Bab III (metode penelitian)......................................................................... 6

3.1 Alat dan bahan.................................................................................. 6


3.2 prosedur kerja................................................................................... 6
3.2.1 PENGUJIAN KANDUNGAN KLORIDA................................ 6
3.2.2 PENGUJIAN Ph URINE............................................................ 6
3.2.3 PENGUJIAN GULA .................................................................. 7
3.2.4 PENGUJIAN AMONIA............................................................. 7
3.2.5 PENGUJIAN PROTEIN............................................................ 7
Bab IV ( Hasil dan pembahasan) ............................................................... 8
4.1 hasil praktek................................................................................... 8
4.2 pembahasan.................................................................................... 9
Bab V (kesimpulan)..................................................................................... 10
Daftar pustaka ..................................................................................... 11
Lampiran ............................................................................................. 12

3
BAB I . PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


 Mengetahui kandungan urine
 Mengetahui apakah terdapat penyakit pada urine

1.2 Tujuan Penelitian

 Mengetahui kandungan yang terdapat dalam urine

BAB II . Tinjauan Pustaka


4
Urine
Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang
diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui
proses urinasi. Eksreksi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa
dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh.
Namun, ada juga beberapa spesies yang menggunakan urin sebagai
sarana komunikasi olfaktori. Urin disaring di dalam ginjal, dibawa melalui ureter menuju
kandung kemih, akhirnya dibuang keluar tubuh melalui uretra.

Urin terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme (seperti urea),
garam terlarut, dan materi organik. Cairan dan materi pembentuk urin berasal dari darah
atau cairan interstisial. Komposisi urin berubah sepanjang proses reabsorpsi ketika
molekul yang penting bagi tubuh, misal glukosa, diserap kembali ke dalam tubuh melalui
molekul pembawa. Cairan yang tersisa mengandung urea dalam kadar yang tinggi dan
berbagai senyawa yang berlebih atau berpotensi racun yang akan dibuang keluar tubuh.
Materi yang terkandung di dalam urin dapat diketahui melalui urinalisis. Urea yang
dikandung oleh urin dapat menjadi sumber nitrogen yang baik untuk tumbuhan dan dapat
digunakan untuk mempercepat pembentukan kompos. Diabetes adalah suatu penyakit
yang dapat dideteksi melalui urin. Urin seorang penderita diabetes akan
mengandung gula yang tidak akan ditemukan dalam urin orang yang sehat.

Fungsi utama urin adalah untuk membuang zat sisa seperti racun atau obat-obatan
dari dalam tubuh. Anggapan umum menganggap urin sebagai zat yang "kotor". Hal ini
berkaitan dengan kemungkinan urin tersebut berasal dari ginjal atau saluran kencing
yang terinfeksi, sehingga urinnya pun akan mengandung bakteri. Namun jika urin berasal
dari ginjal dan saluran kencing yang sehat, secara medis urin sebenarnya cukup steril dan
hampir bau yang dihasilkan berasal dari urea. Sehingga bisa diakatakan bahwa urin itu
merupakan zat yang steril. Urin dapat menjadi penunjuk dehidrasi. Orang yang tidak
menderita dehidrasi akan mengeluarkan urin yang bening seperti air. Penderita dehidrasi
akan mengeluarkan urin berwarna kuning pekat atau cokelat.

Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan
komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal
sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan
makanan atau minuman. Gula sederhana, seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa
dengan enzim atau hidrolisis asam), menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel.
Reagen Benedict digunakan untuk menguji kehadiran semua monosakarida dan
juga mengurangi gula. Ini termasuk glukosa, galaktosa, mannose, laktosa, dan maltosa.
reagen Benedict terdiri dari natrium karbonat, natrium sitrat, dan sulfat tembaga. ika
tidak ada ada gula, warna dari cairan yang diuji harus tetap biru selama tes yang dapat
berlangsung selama 4 sampai 10 menit.

5
BAB III . Metode Penelitian

3.1 ALAT DAN BAHAN

1. Urine (relawan)

2. larutan agNO3

3. larutan biuret

4. pipet

5. lima tabung reaksi dengan raknya

6. lilin

7. korek api

8. gelas ukur

9. kertas indicator Ph

10. larutan benedict / fehling a dan fehling b

3.2 PROSEDUR KERJA

3.2.1 PENGUJIAN KANDUNGAN KLORIDA

Untuk pengujian klorida dapat menggunakan larutan-larutan

Cara pengujiannya:

Bahan utama yaitu urine yang ingin di ketahui kandungan kloridanya dengan masukkan
2 ml urine ke dalam tabung reaksi, lalu tambahkan 5 tetes agN03 5 %, jika urine tersebut
terjadi perubahan, yaitu terdapat gumpalan maka urine tersebut mengandung klorida.

3.2.2 PENGUJIAN Ph URINE

Pengujian Ph urine dapat dilakukan dengan memasukan kertas indicator urine ke


dalam bahan utama yaitu urine , lalu cocokan denagn warnanya dengan standar Ph , jika
pada kertas indicator tersebut berubah warna menjadi kuning dan Ph tersebut cocok
dengan warna standar Ph yaitu 6 atau 7 maka di artikan Ph urine tersebut normal.

3.2.3 PENGUJIAN GULA

Pengujian gula dapat dilakukan dengan memasukan 2 ml urine ke dalam tabung


reaksi , lalu teteskan 5 tetes larutan benedict , jika urine tersebut berubah warna menjadi
biru maka urine tersebut mengandung glukosa/gula.

3.2.4 PENGUJIAN AMONIAK


6
Pengujian amonia dapat dilakukan dengan memasukan 2 ml urin ke dalam
tabung reaksi , kemudian urine tersebut bakar dengan menggunakan lilin , sesudah urine
di bakar cium bau yang ada pad urine , jika urine tersebut bau maka urine tersebut
mengandung amonia.

3.2.5 PENGUJIAN PROTEIN

Pengujian protein dapat dilakukan dengan memasukan 2 ml urin ke dalam tabung


reaksi , lalu teteskan larutan biuret 5 tetes, lalu diamkan 5 menit jika urine tersebut
berubah warna maka urine tersebut mengandung protein.

7
BAB IV . HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL PENELITIAN/PRAKTIKUM

4.1.1PENGUJIAN KLORIDA

Pemilik urine larutan warna klorida Ph Gula amonia protein

m.mauludi AgNO3 bening Adanya 6 0% Berbau Tidak ada


endapan urea

4.1.2 PENGUJIAN Ph

Pemilik urine larutan warna klorida Ph Gula amonia protein

m.mauludi - kuning - 6 0% - Tidak ada

4.1.3 PENGUJIAN GULA

Pemilik urine larutan warna klorida Ph Gula amonia protein

m.mauludi Benedict 6 0% - Tidak ada

4.1.4 PENGUJIAN AMONIA

Pemilik urine larutan warna klorida Ph Gula amonia protein

m.mauludi - kuning - 6 0% - Tidak ada

4.1.5 PENGUJIAN PROTEIN

urine larutan warna klorida Ph Gula amonia protein

m.mauludi biuret Biru - 6 0% - Tidak ada


gelap

8
4.2 PEMBAHASAN

4.2.1 PENGUJIAN KANDUNGAN KLORIDA

Bahan utama yaitu urine yang ingin di ketahui kandungan kloridanya dengan
masukkan 2 ml urine ke dalam tabung reaksi, lalu tambahkan 5 tetes agN03 5 %, jika
urine tersebut terjadi perubahan, yaitu terdapat gumpalan maka urine tersebut
mengandung klorida

4.2.2 PENGUJIAN Ph URINE

Pengujian Ph urine dapat dilakukan dengan memasukan kertas indicator Ph ke


dalam bahan utama yaitu urine , lalu cocokan denagn warnanya dengan standar Ph , jika
pada kertas indicator tersebut berubah warna menjadi orange dan Ph tersebut cocok
dengan warna standar Ph yaitu 6 maka di artikan Ph urine tersebut normal, tetapi jika Ph
urin tersebut bukan menunjukan Ph 6 maka Ph urine tersebut tiadak normal.

4.2.3 PENGUJIAN GULA

Pengujian gula dapat dilakukan dengan memasukan 2 ml urine ke dalam tabung


reaksi , lalu teteskan 5 tetes larutan benedict / fehling a dan fehling b , jika urine tersebut
berubah warna menjadi biru maka urine tersebut mengandung glukosa/gula, tetapi jika
urine tersebut tidak berubah warna menjadi biru maka urine tersebut tidak mengandung
gula. Ini yang diharapkan urine tidak mengndung gula.

4.2.4 PENGUJIAN AMONIA

Pengujian amonia dapat dilakukan dengan memasukan 2 ml urin ke dalam tabung


reaksi , kemudian urine tersebut bakar dengan menggunakan api , sesudah urine di bakar
cium bau yang ada pada urine , urine tersebut bau maka urine tersebut mengandung
amonia,

4.2.5 PENGUJIAN PROTEIN

Pengujian protein dapat dilakukan dengan memasukan 2 ml urin ke dalam tabung


reaksi , lalu teteskan larutan biuret 5 tetes, lalu diamkan 5 menit urine pada percobaan di
atas tidak di dapatkan mengandung protein.

9
BAB V . Kesimpulan

PENGUJIAN KANDUNGAN KLORIDA

5 tetes agN03 5 % merubah urine menjadi endapan, yaitu terdapat gumpalan


maka urine tersebut mengandung klorida

PENGUJIAN Ph URINE

Kertas indicator mengetahui Ph pada urine ,pada kertas indicator tersebut urine
berubah warna menjadi kuning dan Ph tersebut cocok dengan warna standar Ph yaitu 6
maka di artikan Ph urine tersebut normal, tetapi jika Ph urin tersebut lebih atau kurang
dari 6 s/d 7 tidak normal. Karena urine tersebut dapat bersifat asam atau basa

PENGUJIAN GULA

5 tetes larutan benedict / fehling a dan fehling b merubah urine tersebut berubah
warna menjadi biru maka urine tersebut mengandung glukosa/gula, tetapi jika urine
tersebut tidak berubah warna menjadi biru maka urine tersebut tidak mengandung gula.

PENGUJIAN AMONIAK

Memanaskan urine dapat mrngetahui amonia, Saat urine di bakar cium bau
pesing yang ada pada urine , jika urine tersebut bau maka urine tersebut mengandung
amonia, tetapi jika urine tersebut tidak menimbulkan bau apa-apa berarti urine tersebut
tidak mengandung amonia.

PENGUJIAN PROTEIN

Saat mendiamkan urin kurang lebih 5 menit dapat merubah warna urine, jika
urine berubah warna maka urine tersebut mengandung protein, tetapi jika urine tersebut
tidak berubah menjadi ungu maka urine tidak mengandung protein, dan berarti ada
gangguan .

10
Daftar pustaka

www.google.co.id

www.biologi.blogspot.com

www.wikipedia.co.id

11
Lampiran
1. Jelaskan apa yang dimaksud urine pada manusia?
2. Jelaskan tahapan pembentukan urine?
3. Sebutkan kelainan pada urine?

Jawaban
1. Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang
diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh
melalui proses urinasi. Eksreksi urin diperlukan untuk membuang molekul-
molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk
menjaga homeostasis cairan tubuh. Namun, ada juga beberapa spesies yang
menggunakan urin sebagai sarana komunikasi olfaktori. Urin disaring di dalam
ginjal, dibawa melalui ureter menuju kandung kemih, akhirnya dibuang keluar
tubuh melalui uretra.

2. Yang pertama filtrasi berlangsung di badan Malpighi. Dari glomelorus ek kapsul


bowman, hasilnya di sebut urine primer. Yang kedua reabsorsi terjadi pada
tubulus kontortus , lengkungan henle dan sebagian tubulus kontortus distal. Zat-
zat yang direabsorsi antara lain Na,K,Ca,Cl,HC3,HbO4, serta sebagian urea,
disebut urine sekunder. Terakhir augmentasi terjadi sebagian tubulus kontortus
kolektivus. Pada tubulus kolektivus masih terjadi penyerapan ion Na, Cl, dan urea
sehingga tebentuklah urine yang sesungguhnya.

3. - Nefritis yaitu gangguan pada nefron karena infeksi kuman

- Albuminarium yaitu adanya protein dapa urine

- Hermaturia yaitu adanya sel darah merah pada urine

- Anuria merupakan gangguan dimana terdapat kerusakan di glomelorus


sehingga ginjal gagal membentuk urine

12