Anda di halaman 1dari 10

Nama : Syifa Annisa

NIM : 141200201

Resume Gejala-Gejala Kejiwaan

A. GEJALA PENGENALAN(KOGNITIF)
Kognisi dipahami sebagai proses mental karena kognisi mencerminkan pemikiran dan
tidak dapat diamati secara langsung. Oleh karena itu kognisi tidak dapat diukur secara
langsung, namun melalui perilaku yang ditampilkan dan dapat diamati. Misalnya
kemampuan anak untuk mengingat angka dari 1-10, atau kemampuan untuk
menyelesaikan teka-teki, kemampuan menilai perilaku yang patut dan tidak untuk
diimitasi.
Macam-Macam Gejala Kognisi
1)Pengamatan. Proses pengamatan yaitu, penglihatan, pendengaran, rabaan,
pembauan, pengecapan.
2)Tanggapan. Tanggapan adalah suatu bayangan yang tinggal dalam ingatan setelah
kita melakukan pengamatan. Tanggapan dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu
Tanggapan masa lampau atau tanggapan ingatan, Tanggapan masa datang atau
tanggapan mengantisipasikan, Tanggapan masa kini atau tanggapan representative
(mengimajinasikan).
3)Ingatan. Proses dari mengingat adalah menyimpan suatu informasi,
mempertahankan dan memanggil kembali informasi tersebut. Pada dasarnya ingatan
dapat dibagi dua kategori yaitu ingatan eksplisit dan implisit. Ingatan eksplisit Ingatan
eksplisit meliputi penginderaan, semantik, episodik, naratif, dan ingatan otobiografi.
Ingatan implisit Ingatan implisit meliputi penginderaan, emosi, ingatan prosedural,
pengkondisian rangsang - respon.
4)Fantasi. Secara garis besar fantasi dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu
Fantasi disadari (disengaja) dan Fantasi tidak sadar (tidak disengaja). Ada beberapa
macam sifat fantasi yaitu, Fantasi bersifat mengabstraksikan, kalau dalam berfantasi
itu ada bagian-bagian yang dihilangkan. Fantasi bersifat mendeterminasikan kalau
dalam berfantasi itu sudah ada semacam skema tertentu, lalu diisi dengan gambaran
lain. Fantasi bersifat mengkombinasikan kalau menggabungkan bagian dari tanggapan
yang satu dengan yang lainnya.
5)Berfikir. Berfikir itu adalah aktivitas dan berfikir itu sifatnya ideasional. Jadi
berfikir merupakan proses dinamis yang dapat dilukiskan dengan proses atau
jalannya.
6)Intuisi. Intuisi adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui
penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba datang dan
diluar kesadaran.

B. GEJALAN PERASAAN DAN EMOSI


Pengertian Perasaan: Perasaan ialah suatu keadaan kerohanian atau peristiwa
kejiwaan yang kita alami dengan senang atau tidak senang dalam hubungan dengan
peristiwa mengenal dan bersifat subyektif. Unsur-unsur perasaan adalah sebagai
berikut :
a)Bersifat subyektif daripada gejala mengenal.
b)Bersangkut paut dengan gejala mengenal.
c)Perasaan dialami sebagai rasa senang atau tidak senang, yang tingkatanya tidak
sama.
Max Scheler mengajukan pendapat bahwa ada 4 macam tingkatan dalam perasaan,
yaitu:
a)Perasaan tingkat sensoris
b)Perasaan kejiwaan
c)Perasaan kepribadian.
Macam-Macam Perasaan
Max Scheler mengajukan pendapat bahwa ada 4 macam tingkatan dalam perasaan,
yaitu:
1.Perasaan tingkat sensoris. Perasaan ini merupakan perasaan yang berdasarkan atas
kesadaran yang berhubungan dengan stimulus pada kejasmanian, misalnya rasa sakit,
panis, dingin. Perasaan ini bergantung kapada keadaan jasmani seluruhnya, misalnya
rasa segar, lelah dan sebagainya.
2.Perasaan kejiwaan. Perasaan ini merupakan perasaan saperti rasa gembira, susah,
takut.
3.Perasaan kepribadian. Perasaan ini merupakan perasaan yang berhubungan dengan
keseluruhan pribadi, misalnya perasaan harga diri prasaan putus asa,perasaan puas
(Bigot, Kohstamm, palland, 1950)
Disamping itu Konstam memberikan klasifikasi perasaan sebagai berikut:
1.Perasaan keinderaan. Perasaan ini adalah perasaan yang berhubungan dengan alat-
alat indera, misalnya perasaan yang berhubungan dengan penciuman, yang
berhubungan dengan bau, pengecapan, umpamanya asam, pahit, manis,dan
sebagainya.
2.Perasaan kejiwaan. Dalam golongan ini perasaan masih dibedakan lagi atas:
a)Perasaan intelektual
Perasaan ini merupakan jenis perasaan yang timbul atau menyertai perasaan
intelektual, yaitu perasaan yang timbul bila orang dapat memecahkan sesuatu soal,
atau mendapatkan hal-hal yang baru sebagai hasilkerja dari segi intelektualnya.
Perasaan ini juga dapat merupakan suatu mendorong atau dapat memotivasi individu
dalam berbuat; perasaan ini juga dapat merupakan motivasi dalam lpangan ilmu
pengetahuan.
b)Perasaan Kesusilaan
Perasaan kesusilaan timbul jika orang mengalami hal-hal yang baik atau buruk
menurut norma-norma kesusilaan. Hal-hal yang baik akan menimbulkan perasaan
yana positif, sedangkan hal-hal yang buruk akan menghasilkan menimbulkan
perasaan yang negatif.
c)Perasaan Keindahan
Perasaan ini timbul kalau orang mengamati sesuatu yang indah atau yang jelek. Yang
indah menimbulkan perasaan positif, yang jelek menimbulkan perasaan yang negatif.
d)Perasaan Kemasyarakatan
Perasaan ini timbul dalam hubungan dengan orang lain. Kalau orang mengikuti
keadaan orang lain, adanya perasaan yang menyertainya.
e)Perasaan Harga Diri
Perasaan ini merupakan perasaan yang menyertai harga diri seseorang. Perasaan ini
dapat positif, yaitu kalau orang mendapatkan penghargaan terhadap dirinya. Perasaan
ini dapat meningkat kepada perasaan harga diri lebih. Tetapi perasaan ini juga dapat
bersifat negatif, yaitu bila orang mendapatkan kekecewaan. Ini dapat menimbulkan
rasa harga diri kurang.
f)Perasaan Ketuhanan
Perasaan ini berkaitan dengan kekuasaan Tuhan. Salah satu kelebihan manusia
sebagai makhluk Tuhan adalah dianugerahkannya kemapuan mengenal Tuhannya.
Perasaan ini digolongkan pada peristiwa psikis yang paling mulia dan luhur.
Kemampuan yang demikian ini tidak terdapat dalaam diri binatang.
Pengertian Emosi: Menurut Crow & Crow, emosi adalah suatu keadaan yang
bergejolak pada diri individu yang berfungsi sebagai inner adjustment (penyesuaian
dari dalam ) terhadap lingkungan untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan
individu.
Gangguan Emosi
a)Teori Lingkungan: Teori ini menganggap bahwa penyakit mental diakibatkan oleh
berbagai kejadian yang menyebabkan timbulnya stress.
b)Teori Afektif: Menurut pandangan ini, bukan lingkungan yang menimbulkan
gangguan, tetapi perasaan bawah sadar si anak. Masalah- masalah seperti ini sebagian
besar tidak dihiraukan karena orang yakin bahwa masalah- masalah tersebut akan
hilang secara berangsur- angsur.
c)Teori Kognitif: Menurut teori ini, penderitaan mental tidak disebabkan langsung
oleh masalah kita / perasaan bawah sadar kita, tetapi dari pendapat yang salah dan
irasional yang disadari maupun tidak disadari mengenai masalah yang kita hadapi.
Teori Emosi
a)Teori Emosi James- Lange: Emosi timbul setelah terjadinya reaksi psikologik.
Emosi merupakan hasil persepsi seseorang terhadap perubahan- perubahan yang
terjadi pada tubuh sebagai respons terhadap berbagai rangsangan yang datang dari
luar.
b)Teori Emosi Dua Faktor Schachter- Singer: Dikenal sebagai teori klasik yang
berorientasi pada rangsangan. Reaksi fisiologik dapat saja sama, tetapi jika
rangsangannya berbeda akan menimbulkan hal yang berbeda.
c)Teori Emmergency Cannon: Teori ini menyebutkan bahwa karena gejolak emosi itu
menyiapkan seseorang untuk mengatasi keadaan yang genting. Emosi (sebagai
pengalaman subjektif psikologik) timbul bersama- sama dengan reaksi fisiologik.
Emosi merupakan reaksi yang diberikan oleh individu dalam situasi emergency.

C. GEJALA KEMAUAN
Pengertian Kemauan
Kemauan merupakan salah satu fungsi hidup kejiwaan manusia, dapat diartikan
sebagai aktivitas psikis yang mengandung usaha aktif dan berhubungan dengan
pelaksanaan suatu tujuan. Tujuan adalah titik akhir dari gerakan yang menuju pada
sesuatu arah. Adapun tujuan kemauan adalah pelaksanaan suatu tujuan-tujuan, harus
diartikan dalam suatu hubungan. Kemauan itu bukan keinginan. Orang yang ingin
belum tentu mau, dan sebaliknnya yang mau belum tentu ingin. Dalam istilah sehari-
hari, kemaun dapat disamakan dengan kehendak atau hasrat. Kehendak ialah suatu
fungsi jiwa untuk dapat mencapai sesuatu. Kehendak ini merupakan kekuatan dari
dalam. Dan tampak dari luar sebagai gerak-gerik. Ciri-ciri hasrat:
•Hasrat merupakan “motor” penggerak perbuatan dan perlakuan manusia
•Hasrat berhubungan erat dengan tujuan tertentu baik postif maupun negatif
•Hasrat selamanya tidak berpisah dari gejala menegnal (kognisi) dan perasaan
(Emosi)
•Hasrat diarahkan pada penyelenggaraan suatu tujuan
Pembagian Hasrat
a)Hasrat yang berpusat pada biologis/ Kejasmanian
Gejala hasrat ini berhubungan dengan gerak dan perbuatan yang berpusat pada
kejasmanian atau kewiyasaan. Di antara gejala hasrat ini ada yang terdapat pada
tumbuh-tumbuhan, binatang maupun manusia. Aspek jasmaniah merupakan hal yang
nampak keluar. Penampilan seseorang juga terlihat dari aspek jasmaniah, dipengaruhi
oleh struktur tubuhnya, tinggi dan besar badannya.juga seseorang mudah dapat
melihat apa yang akan dialaminya bila individu mengalami cacat badan, anggota
badan yang tidak lengkap, kondidi indra yang tidak sempurna,, atau mengalami
gangguan pada otak. Gejala yang berpusat pada jasmaniah yaitu:
1)Tropisme, peristiwa yang menyebabkan timbulnya gerak ke suatu arah tertentu.
Gejala tropisme terdapat pada barang-barang tingkat hewan dan tumbuhan. Tropisme
terjadi jika terdapat perangsang dari luar semata-mata tidak ada pendorong dari dalam
untuk tujuan tertentu. Tropisme dapat dibedakan menjadi:
•Fototropisme, timbul karena adanya perangsang cahaya menurut arah geraknya, foto
tropisme dapat dibedakan atas :
i.Foto-tropisme positif, yaitu gerak mengarah cahaya. Misalnya tumbuh-tumbuhan
mengarah kepada matahari, laron menyongsong sinar, dan sebagainya.
ii.Foto-tropisme negatif, yaitu bergerak menghindara perangsang cahaya. Misalnya
jenis ikan tertentu yang selalu menjauhi sinar.
•Heliotropisme, yaitu tropisme yang timbul karena adanya perangsang matahari.
Menurut arah geraknya , helio-tropisme dapat dibedakan :
i.Helio-tropisme positif, yaitu bergerak mengarah matahari. Misalnya bunga matahari.
ii.Helio-tropisme negatif, yaitu bergerak menghindar matahari. Misalnya kelelawar.
2)Refleks, yaitu gerak reaksi yang tidak disadari terhadap perangsang. Rangsang yang
bergerak di antara rangsang yang yang diam akan lebih menarik perhatian. Demikian
juga rangsang yang paling besar di antara yang kecil, yang kontras dengan latar
belakangnya dan intensitas rangsangannya paling kuat. Ciri-ciri gerak refleks yaitu,
berlangsung di luar kesadaran (tidak disadari), ersifat mekanis (bergerak dengan
sendirinya) dan tidak mempunyai tujuan tertentu, terdapat hubungan erat antara
perangsang dan reaksi, yakni reaksi terhadap perangsang itu, Tidak berhubungan
dengan pusat susunan urat saraf dan bertalian dengan susunan saraf, yakni sumsum
tulang belakang. Macam-macam reflesk yaitu:
i.Refleks bawaan, yakni refleks yang dibawa sejak lahir.
ii.Refleks latihan, yakni refleks yang diperoleh dari pengalaman.
iii.Refleks bersyarat (conditioned-reflex), yakni refleks yang tidak tergantung pada
perangsang alamyang asli tetapi timbul karena perangsang yang lain.
3)Insthink, Yaitu kemampuan berbuaat tertentu yang dibawa sejak lahir yang tertuju
pada pemuasan dorongan-dorongan nafsu dan dorongan-dorongan lain, disebut
instink. Ciri-ciri insthink yaitu, ebih majemuk dan refleks, berjalan secara mekanis
(berjalan dengan sendirinya), berakar pada dorongan nafsu dan dorongan – dorongan
lain untuk mendapatkan pemuasan. Perbedaan insthink hewan dan manusia yaitu
hewan semata-mata hidupnya dikuasai oleh dorongan nafsu, sedangkan manusia tidak
hanya nafsu saja tetapi juga mempunyai akal, pikiran, dan perasaan. Macam-macam
insthink yaitu:
i.Insthink mempertankan diri yaitu, insthink makan, insthink bernafas, insthink
melindungi diri, insthink takut, insthink istirahat.
ii.Insthink mempertahankan jenis yaitu, insthink seksual, isnthink membelah diri,
insthink social, insthink memelihara, insthink melindungi.
iii.Insthink mengembangkan diri yaitu, insthink belajar, insthink menyelidiki, dan
insthink ingin tahu.
4)Automatisme, yaitu gejala-gejala yang menimbulkan gerak-gerak terselenggara
dengan sendirinya. Macam-macam automatisme:
i.Automatisme asli, ialah ferak automatis yang tidak digerakkan oleh gejala hasrat.
ii.Automatisme latihan, ialah gerak-gerak yang berjalan secara automatis karena
seringnya gerak-gerak itu di ulang.
5)Kebiasaan, perbuatan yang berjalan dengan lancar dan seolah-olah berjalan dengan
sendirinya.
6)Nafsu, dorongan yang terdapat pada tiap-tiap manusia dan memberi kekuatan
berindak untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup tertentu. Nafsu dalam
terminologi psikologi lebih dikenaldengan sebuah konasi (daya karsa). Macam-
macam nafsu yaitu:
i.Nafsu Individual (perorangan), misalnya nafsu makan, nafsu main, nafsu berkuas,
dll.
ii.Nafsu Sosial (Kemasyarakatan), nafsu mencari ilmu, dll.
7)Kecenderungan, yaitu inginan-keinginan yang sering muncul atau timbul. Macam-
macam kecenderungan, yaitu:
i.Kecenderungan vital (hayat)
ii.Kecenderungan perseorangan
iii.Kecenderungan sosial
iv.Kecenderungan abstrak
8)Keinginan, yaitu nafsu yang telah memiliki arah dan tujuan tertentu.

b)Hasrat yang berpusat pada psikologis atau perbuatan kemauan


Kemauan adalah dorongna kehendak yang terarah pada tujuan-tujuan hidup tertentu,
dan dikendalikan oleh pertimbangan akal budi. Ciri-ciri gejala kemauan yaitu,
bertujuan erat dengan tujuan, terkandung sifat aktif/giat, tidak hanya terdapat
pertimbangan piker dan perasaan saja, tetapi seluruh pribadi memberikan
pertimbangan.

D. GEJALA KOMBINASI
Perhatian
Perhatian dapat didefinisikan sebagai proses pemusatan phase-phase atau unsur-unsur
pengalaman dan mengabaikan yang lainnya. Sedang menurut Drs. Dakir, perhatian
adalah keaktifan peningkatan kesadaran dalam pemusatannya kepada barang sesuatu
baik di dalam maupun di luar diri kita. Macam-macam perhatian:
•Perhatian spontan dan disengaja. Perhatian Spontan (Perhatian Asli atau Langsung)
ialah Perhatian yang timbul dengan sendirinya oleh karena tertarik pada sesuatu dan
tidak didorong oleh kemauan.
•Perhatian Statis dan Dinamis. Perhatian Statis ialah Perhatian yang tetap terhadap
sesuatu.Ada orang yang dapat mencurahkan perhatiannya kepada sesuatu seolah-olah
tidak berkurang kekuatannnya, dan dalam waktu yang agak lama orang dapat
melakukan sesuatu dengan perhatian yang kuat. Perhatian Dinamis ialah Perhatian
yang mudah berubah-ubah, mudah bergerak, mudah berpindah dari objek satu ke
objek yang lain.
•Faktor Konsentratif dan Distributif. Perhatian Konsentratif (Perhatian Memusat)
ialah Perhatian yang hanya ditujukan kepada satu objek (masalah) tertentu. Perhatian
Distributif (Perhatian Terbagi-bagi) ialah Membagi-bagi perhatiannya kepada
beberapa arah dengan sekali jalan/dalam waktu yang bersamaan.
•Perhatian Sempit dan Luas. Perhatian Sempit ialah orang yang dengan mudah dapat
memusatkan perhatiannya kepada suatu objek yang terbatas, sekalipun ia berada
dalam lingkungan ramai.Orang semacam itu tidak mudah memindahkan perhatiannya
ke objek lain, jiwanya tidak mudah tergoda oleh keadaan disekelilingnya. Perhatian
Luas ialah Orang yang mudah sekali tertarik oleh kejadian-kejadian sekelilingnya.
Perhatiannya tidak dapat mengarah kepada hal-hal tertentu, mudah terangsang dan
mudah mencurahkan jiwanya kepada hal-hal baru.
•Perhatian Fiktif dan Fluktuatif. Perhatian Fiktif (Perhatian Melekat) ialah Perhatian
yang mudah dipusatkan pada suatu hal dan boleh dikatakan bahwa perhatiannya dapat
melekat lama pada objeknya. Biasanya orang ini teliti sekali dalam mengamati
sesuatu, bagian-bagiannya dapat ditangkap dan apa yang dilihatnya dapat diuraika
secara obyektif. Perhatian Fluktuatif (Bergelombang) ialah Orang yang umumnya
dapat memperhatikan bermacam-macam hal sekaligus, tetapi kebanyakan tidak
saksama.Perhatiannya sangat subyektif sehingga melekat pada hal-hal yang dirasa
penting bagi dirinya.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi Perhatian
Faktor-Faktor yang mempengaruhi yaitu, Pembawaan, Latihan dan Kebiasaan,
Kebutuhan, Kewajiban, Keadaan jasmani, Suasan Jiwa, Suasana di sekitar, dan Kuat
tidaknya perangsang. Ada tiga syarat agar perhatian mendapatkan manfaat. Syarat
yang pertama inhibisi yaitu pelarangan atau penyingkiran isi kesadaran yang tidak
diperlukan, atau menghalang-halangi masuk kedalam lingkungan kesadaran. Syarat
yang kedua appersepsi yaitu pengerahan dengan sengaja semua isi kesadaran,
termasuk tanggapan,pengertian dan sebagainya yang telah dimiliki dan bersesuaian/
berhubungan dengan obyek pengertian. Syarat yang ketiga adaptasi yaitu penyesuaian
diri antara subyek dan obyek. Beberapa peristiwa dalam gejala perhatian, yaitu:
•Preserverasi (Menahan), peristiwa ini terjadi kalau seseorang sangat terikat
perhatiannya pada suatu objek tertentu, sehingga sukar melepaskan perhatiannya dari
objek tertentu karena sangat tertarik pada objek tersebut maka sekalipun bermunculan
objek baru, objek baru itu tidak akan menarik perhatiannya.
•Adaptasi, Peristiwa kejiwaan ini bertentangan dengan perseverasi. Perhatian ini tidak
terikat pada suatu objek saja tetapi selalu berpindah-pindah dan mudah mnyesuaikan
diri dengan keadaan-keadaan baru.Peristiwa Adaptasi umumnya berlangsung pada
orang yang mempunyai perhatian lunak.
•Osilasi, yakni keadaan perhatian yang tidak tetap, timbul tenggelam, kuat kendur dan
sering terputus-putus.
•Perhatian Bergerak, Peristiwa ini perhatiannya berserakan, seakan-akan tidak
mempunyai perhatian sama sekali terhadap apa saja baik tentang dirinya maupun
terhadap apa yang ada disekitarnya. Peristiwa ini sebagai akibat dari adanya
perseverasi.

Kelelahan
Kelelahan adalah perpaduan dari wujud penurunan fungsi mental dan fisik yang
menghasilkan berkurangnya semangat kerja sehingga mengakibatkan efektifitas dan
efisiensi kerja menurun. Kelelahan disebabkan karena berlangsungnya suatu aktifitas
atau pekerjaan, baik aktifitas jasmani maupun rohani. Kelelahan Jasmani disebabkan
oleh kekuatan jasmani berkurang, sehingga tidak dapat melkukan sesuatu dengan
semestinya, maka orang itu mengalami kelelahan jasmani. Kelelahan Rohani
disebabkan oleh kekuatan jiwa berkurang, sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan
psikis dengan semestinya, maka orang itu dikatakan mengalami kelelahan rohani atau
kelelahan jiwa. Di samping kelelahan fisik, kita juga mengenal kelelahan psikis. Pada
kelelahan psikis sering muncul gejala lemas bagaikan habis terkuras tenaga, dan
muncul gangguan dalam funsi-fungsi psikis, misalnya berkurangnya daya konsentrasi
dan minat, hilang daya ingatan, cepat lupa dll.

Sugesti
Sugesti adalah pengaruh yang berlangsung terhadap kehidupan yang psikis dan
segenap perbuatan kita, dengan mana perasaan , pikiran dan kemauan kita sedikit /
banyak dibatasi oleh karenanya. Orang-orang yang mudah terkena sugesti disebut
sugestibel, dan mereka yang memiliki daya pengaruh terhadap orang lain disebut
sugestif. Sugesti adalah sesuatu yang mempunyai pengaruh sugesti yang besar. Orang
yang sugestif ialah orang yang mempunyai pengaruh besar (orang yang mensugesti).
Sugestibel adalah sifat-sifat yang mudah kena saran atau sugesti. Orang yang mudah
kena pengaruh sugesti disebut orang yang sugestibel. Orang yang sugestibel tidak
cukup mampu member pertimbangan-pertimbangan dan keputusan-keputusan tentang
sesuatu.Biasanya sifat ini terdapat pada anak-anak kecil yang kurang perhatian, orang
yang kurang pengalamannya dan orang yang tidak terpelajar. Otosugesti adalah
sugesti yang keluar dari diri sendiri. Otosugesti itu mempunyai pengaruh yang besar
sekali tehadap sukses atau gagalnya usaha kiat. Kecemasan dan ketidakpercayaan diri
misalnya, memeberikan pengaruh sugestif yang melelahkan pada pribadi. Sebaliknya
optimisme dan kepercayaan diri memberi sugesti yang poositif pada keberhasilan
suatu pekerjaan.