Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH ANALISIS DAN KASUS VALUASI OBLIGASI

Dosen pengampu : Dra. Sri Isworo Ediningsih, MM

Disusun oleh :

Salma Hanifah (141200179)

Achnaf Rizqi (141200191)

Syifa Annisa (141200201)

PROGAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA


BAB I
PENDAHULUAN

a) Latar Belakang Masalah


Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh entitas pemerintahan atau
perusahaan dengan jangka waktu tertentu. Obligasi sering disebut sebagai surat
pengakuan utang atau surat utang. Dalam pengertian obligasi, penerbit surat utang
tersebut berarti mengakui telah berhutang pada pembeli obligasi sesuai dengan waktu
jatuh tempo yang disepakati. Sederhanya, penerbit obligasi adalah debitur, sementara
pembeli obligasi adalah kreditur atau investor. Pembayaran yang harus dilunasi
tersebut yakni utang pokok ditambah dengan bunga. Dalam obligasi, istilah bunga
lebih sering disebut sebagai kupon. Obligasi sendiri merupakan instrumen investasi
yang bisa dipilih investor di pasar modal selain efek saham yang diperdagangkan.
Dikutip dari laman OJK, berbeda dengan saham yang memberikan hak kepemilikan
kepada pemegangnya, obligasi sebenarnya merupakan pinjaman yang investor
berikan kepada suatu perusahaan atau pemerintah. Obligasi adalah surat utang jangka
panjang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah dengan nilai nominal dan
waktu jatuh tempo tertentu. Meski ada tanggal jatuh tempo, bukan berarti obligasi
tersebut dipegang hingga jatuh tempo, karena sebenarnya dapat diperjualbelikan pada
pasar sekunder.
b) Rumusan Masalah
a. Apa saja fitur utama obligasi?
b. Apa yang dimaksud dengan call provisions(ketentuan panggilan) dan sinking
fund provisions(ketentuan dana cadangan)? Apakah ketentuan ini membuat
obligasi lebih atau kurang beresiko?
c. Bagaimana nilai aset apa pun yang nilainya didasarkan pada arus kas masa
depan yang diharapkan ditentukan?
d. Bagaimana nilai obligasi ditentukan? Berapa nilai obligasi 10 tahun, nilai
nominal $1000 dengan kupon tahunan 10% jika pengembalian yang diminta
adalah 10% ?
e. 1). Berapa nilai obligasi kupon 13% yang sebaliknya identik dengan obligasi
yang dijelaskan di bagian d? Apakah kita sekarang memiliki diskon atau
obligasi premium?
2). Berapa nilai obligasi kupon 7% dengan karakteristik ini? Apakah kita
sekarang memiliki diskon atau obligasi premium?
3). Apa yang akan terjadi pada nilai obligasi kupon 7%, 10%, dan 13% dari
waktu ke waktu jika pengembalian yang diperlukan tetap di 10%? (Petunjuk: Dengan
kalkulator keuangan, masukkan PMT, I / YR, FV, dan N; kemudian ubah
(mengesampingkan) N untuk melihat apa yang terjadi pada PV saat mendekati jatuh
tempo.)
f. 1). Berapa imbal hasil hingga jatuh tempo pada obligasi 10 tahun, kupon
tahunan 9%, nilai nominal $1.000 yang dijual seharga $887,00? Itu dijual
seharga $1,134.20? Apa fakta bahwa ia dijual dengan diskon atau premium
memberitahu Anda tentang hubungan antara rd dan tingkat kupon?
2). Berapa pengembalian total (Total return), hasil saat ini (Current Yield), dan
hasil keuntungan modal (Capital Gains Yield) untuk obligasi diskon?
g. Apa risiko suku bunga (atau harga)? Obligasi mana yang memiliki risiko suku
bunga lebih besar, obligasi 1 tahun pembayaran tahunan atau obligasi 10
tahun? Mengapa?
h. Apa risiko tingkat reinvestasi? Mana yang memiliki lebih banyak risiko
tingkat reinvestasi, obligasi 1 tahun atau obligasi 10 tahun?
i. Bagaimana persamaan untuk menilai obligasi berubah jika pembayaran
setengah tahunan dilakukan? Carilah nilai dari 10 tahun, pembayaran setengah
tahunan, obligasi kupon 10% jika rd nominal = 13%.
j. Misalkan Anda bisa membeli, seharga $ 1000, baik obligasi pembayaran
tahunan 10 persen, 10 tahun atau obligasi pembayaran semi-tahunan 10
persen, 10 tahun. Mereka sama-sama berisiko. Mana yang lebih Anda sukai?
Jika $ 1000 adalah harga yang tepat untuk obligasi semi-tahunan, berapa harga
ekuilibrium untuk obligasi pembayaran tahunan?
k. Misalkan obligasi kupon setengah tahunan 10 tahun, 10 persen dengan nilai
nominal $ 1000 saat ini dijual seharga $ 1135,90, menghasilkan hasil nominal
hingga jatuh tempo 8 persen. Namun, obligasi dapat disebut setelah 4 tahun
dengan harga $ 1050.
l. Apakah imbal hasil jatuh tempo mewakili pengembalian obligasi yang
dijanjikan atau diharapkan?
m. Obligasi ini diberi peringkat AA- oleh S &P. Apakah Anda akan
mempertimbangkan nilai investasi obligasi ini atau obligasi sampah?
n. Faktor apa saja yang menentukan peringkat obligasi perusahaan?
o. Jika perusahaan ini gagal bayar obligasi, apakah perusahaan akan segera
dilikuidasi? Apakah pemegang obligasi akan dijamin menerima semua
pembayaran yang dijanjikan?
BAB II

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN KASUS-PENILAIAN OBLIGASI

Robert Black dan Carol Alvarez adalah wakil presiden Western Money Management dan
codirectors dari divisi manajemen dana pensiun perusahaan. Klien baru yang besar, Liga
California Kota, telah meminta agar western mempresentasikan seminar investasi kepada
para walikota dari kota-kota yang diwakili. Black dan Alvarez, yang akan membuat
presentasi, telah meminta Anda untuk membantu mereka dengan menjawab pertanyaan-
pertanyaan berikut :

a) Apa Saja Fitur Utama Obligasi?


Jawab :
Fitur utama dalam suatu obligasi meliputi :
1. Nilai nominal (par value) atau nilai utang pokok, yaitu nilai yang harus dibayar
bunganya oleh penerbit dan harus dilunasi pada saat akhir masa jatuh tempo. Nilai
nominal juga dikenal sebagai face value dan nominal value. Dalam perdagangan
obligasi, harga obligasi dikutip sebagai persentase dari nilai nominalnya.
Misalnya, kutipan 95 dari nilai nominal Rp1.000 menunjukkan bahwa harga
obligasi saat ini adalah Rp950 (= 95% × Rp1.000). Kutipan membuatnya lebih
mudah bagi kita apakah obligasi diperdagangkan dengan premi, diskon, atau par.
Ketika harga di atas 100%, obligasi berada pada premi. Sedangkan, kutipan pada
100% dari nominal menunjukkan bahwa obligasi diperdagangkan pada par.
Terakhir, ketika di bawah 100%, maka obligasi tersebut didiskon. Pada saat jatuh
tempo, harga selalu selalu pada par. Jadi, ketika diperdagangkan pada harga
premium, harga cenderung jatuh mendekati tanggal jatuh tempo. Sebaliknya,
obligasi diskon akan melihat kenaikan harga di dekat tanggal jatuh tempo.
2. Kupon. Kupon mengacu pada jumlah bunga tahunan yang akan dibayarkan
penerbit kepada pemegang obligasi. Kita menyebut proporsi nilai nominal sebagai
tingkat kupon, yang mirip dengan bunga pinjaman bank. Misalnya, obligasi
dengan tingkat kupon 6% dari nilai nominal Rp1.000 berarti penerbit akan
membayar bunga tahunan sebesar Rp60 (6% × Rp1.000). Penerbit akan
membayar kupon secara berkala hingga jatuh tempo. Pembayaran kupon dapat
dilakukan setiap tahun, setengah tahunan, triwulanan, atau bulanan. Jadi ketika
pembayaran dalam contoh tersebut dilakukan triwulanan, pemegang akan
menerima kupon sebesar Rp15 (Rp60 / 4) setiap tiga bulan.
3. Tanggal Jatuh Tempo (maturity date). Tanggal jatuh tempo mengacu pada
tanggal di mana penerbit akan membayar semua pokok. Periode antara tanggal
penerbitan dan jatuh tempo adalah apa yang kita sebut tenor. Obligasi bervariasi
sesuai dengan jangka waktu; ada yang tiga tahun, lima tahun, sepuluh tahun
hingga dua puluh tahun. Semakin lama tenor, semakin berisiko, sehingga akan
menawarkan tingkat imbal hasil (yield) yang lebih tinggi. Hubungan antara jatuh
tempo dan imbal hasil disebut imbal kurva hasil (yield curve). Secara umum,
imbal hasil berbanding terbalik dengan harga obligasi. Ketika harga naik, imbal
hasil akan turun, dan hubungan sebaliknya berlaku. Kenaikan harga
memungkinkan Anda untuk mendapatkan capital gain saat menjual obligasi.
Selain itu, harga sensitif terhadap suku bunga pasar. Peningkatan suku bunga
pasar menyebabkan harga turun (imbal hasil naik). Sebaliknya, penurunan suku
bunga pasar mendorong harga naik (imbal hasil turun).
4. Ketentuan Panggilan (call provisions). Call provision adalah ketentuan yang
dibuat oleh pihak penerbit obligasi yang memungkinkan perusahaan penerbit
untuk menarik kembali obligasi pada tingkat harga penerbitan yang tinggi atau
hak kepada perusahaan penerbitnya untuk membeli kembali obligasi yang beredar
dari para pemegangnya sebelum tanggal jatuh tempo. 2 bentuk call provision: 1.
Debt retirement: Dana pinjaman mungkin tidak lagi dibutuhkan dan hutang
itudibatalkan. 2. Debt refunding: Hutang yang ada dapat diganti dengan
penerbitan hutang yang lain.
5. Dana Terhadap (sinking funds). Bisa disebut juga dana cadangan adalah cara
untuk membayar kembali dana yang dipinjam melalui obligasi yang sudah
ditetapkan melalui pembayaran periodik kepada pihak yang dipercaya. Pihak
tersebut telah sepakat dengan perjanjian yang ada, dengan membeli obligasi di
open market. Provisi sinking fund merupakan sejumlah uang yang disisihkan oleh
perusahaan untuk membantu perusahaan ini dalam membayar hutang mereka.
Manfaat sinking fund juga menjaga keuangan perusahaan agar lebih stabil secara
finansial, terutama saat mereka menjual obligasi kepada investor.
6. Fitur Lainnya (other features). Meliputi : Obligasi Konversi (Convertible
Bonds), Waran (Warrants), Obligasi Putable (Putable Bonds), Obligasi
Pendapatan (Income Bond), Obligasi Daya Terindeks Atau Pembelian (Indexed
Or Purchasing Power Bond).

b) Apa yang dimaksud dengan call provisions (ketentuan panggilan) dan sinking fund
provisions (ketentuan dana cadangan)? Apakah ketentuan ini membuat obligasi
lebih atau kurang berisiko?
Jawab :
Call provision adalah ketentuan yang dibuat oleh pihak penerbit obligasi yang
memungkinkan perusahaan penerbit untuk menarik kembali obligasi pada tingkat
harga penerbitan yang tinggi atau hak kepada perusahaan penerbitnya untuk membeli
kembali obligasi yang beredar dari para pemegangnya sebelum tanggal jatuh tempo.
Sinking fund provisions disebut juga dana cadangan adalah cara untuk membayar
kembali dana yang dipinjam melalui obligasi yang sudah ditetapkan melalui
pembayaran periodik kepada pihak yang dipercaya. Pihak tersebut telah sepakat
dengan perjanjian yang ada, dengan membeli obligasi di open market. Provisi sinking
fund merupakan sejumlah uang yang disisihkan oleh perusahaan untuk membantu
perusahaan ini dalam membayar hutang mereka. Manfaat sinking fund juga menjaga
keuangan perusahaan agar lebih stabil secara finansial, terutama saat mereka menjual
obligasi kepada investor.
Ketentuan panggilan (Call provisions) memungkinkan penerbit obligasi untuk
menarik kembali obligasi sebelum jatuh tempo obligasi. Ketentuan panggilan
membuat obligasi lebih berisiko bagi investor karena investor mungkin akan
memperoleh pengembalian yang lebih rendah dari YTM yang diharapkan.
Penyisihan dana pelunasan (Sinking funds provisions) mensyaratkan penerbit obligasi
untuk menarik sebagian dari obligasi setiap tahun. Penyediaan dana pelunasan akan
mengurangi risiko investasi.
c) Bagaimana nilai aset apa pun yang nilainya didasarkan pada arus kas masa depan
yang diharapkan ditentukan?
Jawab : Arus kas yang diharapkan dari suatu aset ditentukan dan didiskontokan
dengan menggunakan prinsip nilai waktu uang untuk mendapatkan harga wajarnya.
Tingkat pengembalian yang disyaratkan dari aset digunakan untuk mendiskontokan
arus kas masa depan. Misalnya, arus kas obligasi adalah pembayaran kupon dan nilai
penebusan pada akhir jangka waktu obligasi. Nilai obligasi dapat dihitung sebagai
jumlah dari nilai sekarang dari arus kas.
d) Bagaimana nilai obligasi ditentukan? Berapa nilai obligasi 10 tahun, nilai nominal
$1.000 dengan kupon tahunan 10% jika pengembalian yang diminta adalah 10%?
Jawab :
Mengidentifikasi input yang diperlukan untuk menghitung harga obligasi (P).
Face Value (FV) = $1,000
Coupon Rate (CR) = 10%
Number of Payments to Maturity (n) = 10
Jadi, Harga obligasi adalah jumlah dari nilai sekarang kupon dan pokok. Nilai 10
tahun, nilai nominal $1.000, kupon tahunan 10% dengan tingkat pengembalian yang
diminta 10% adalah $1.000.
e) 1. Berapa nilai obligasi kupon 13% yang sebaliknya identik dengan obligasi yang
dijelaskan di bagian d? Apakah kita sekarang memiliki diskon atau obligasi
premium?
Jawab :
Mengidentifikasi input yang diperlukan untuk menghitung harga obligasi (P).
Face Value (FV) = $1,000
Coupon Rate (CR) = 13%
Number of Payments to Maturity (n) = 10
Yield to Maturity (YTM) = 10%
Obligasi tersebut merupakan obligasi premium dengan harga $1,184.34 karena
>$1,000.

2. Berapa nilai obligasi kupon 7% dengan karakteristik ini? Apakah kita sekarang
memiliki diskon atau obligasi premium?

Jawab:
Mengidentifikasi input yang diperlukan untuk menghitung harga obligasi (P).
Face Value (FV) = $1,000
Coupon Rate (CR) = 7%
Number of Payments to Maturity (n) = 10
Yield to Maturity (YTM) = 10%
Obligasi tersebut merupakan obligasi diskonto dengan harga $815,66. karena
<$1,000.
3. Apa yang akan terjadi pada nilai obligasi kupon 7%, 10%, dan 13% dari
waktu ke waktu jika pengembalian yang diperlukan tetap di 10%? (Petunjuk:
Dengan kalkulator keuangan, masukkan PMT, I / YR, FV, dan N; kemudian
ubah (mengesampingkan) N untuk melihat apa yang terjadi pada PV saat
mendekati jatuh tempo.)
Jawab:
Harga obligasi dapat dihitung dengan bantuan rumus di bawah ini:

Harga obligasi dihitung dengan rumus di atas pada akhir tahun. Berikut ini dapat
diringkas :
• Obligasi dengan kupon 7% dimulai sebagai obligasi diskon tetapi saat obligasi
mendekati jatuh tempo, harga meningkat terhadap nilai nominal obligasi.
• Obligasi kupon 10% selalu diperdagangkan pada nilai nominal karena pengembalian
yang diharapkan dan pengembalian obligasi yang diminta adalah sama.
• Obligasi kupon 13% dimulai sebagai obligasi premium tetapi saat obligasi mendekati
jatuh tempo, harga obligasi menurun terhadap nilai nominal obligasi.

Didapatkan Hasil :
f) 1. Berapa imbal hasil hingga jatuh tempo pada obligasi 10 tahun, kupon tahunan
9%, nilai nominal $1.000 yang dijual seharga $887,00? Itu dijual seharga
$1,134.20? Apa fakta bahwa ia dijual dengan diskon atau premium memberitahu
Anda tentang hubungan antara rd dan tingkat kupon?
Jawab : Yield to maturity (YTM) adalah tingkat pengembalian yang diperoleh dari
obligasi jika dimiliki hingga jatuh tempo. Input yang diperlukan untuk menghitung YTM
$887 adalah:

Face value (FV) = $1,000

Number of payments to maturity (N) = 10

Coupon rate (CR) = 9%

Present value (PV) = $887

YTM obligasi diskon = 10,91%

Input yang diperlukan untuk menghitung YTM $1,134.20 adalah:


Face value (FV) = $1,000

Number of payments to maturity (N) = 10

Coupon rate (CR) = 9%

Present value (PV) = $1,134.20


YTM obligasi premium = 7,08%

YTM obligasi diskon = 10,91%

YTM obligasi premium = 7,08%

Ketika tingkat kupon lebih tinggi dari tingkat diskonto (rd), maka obligasi akan
diperdagangkan dengan harga premium.

Ketika tingkat kupon sama dengan tingkat diskonto (rd), maka obligasi akan diperdagangkan
pada par (tingkat yang sama).

Ketika tingkat kupon lebih rendah dari tingkat diskonto (rd), maka obligasi akan
diperdagangkan dengan harga diskon.

2. Berapa pengembalian total (Total return), hasil saat ini (Current yield), dan hasil
keuntungan modal (Capital Gains Yield) untuk obligasi diskon?
Jawab : Hitung hasil obligasi saat ini (Current yield) saat ini dengan input berikut:

• Kupon (Coupon) = Coupon rate X Face Value = $90


• Nilai sekarang (PV) = $887
 Hasil saat ini (current yield) = Kupon / Nilai sekarang (Present Value)
= $90 / $887
= 10,15%
• Total pengembalian (Total return) obligasi adalah jumlah hasil keuntungan modal
dan hasil saat ini.
- Jumlah keduanya harus sama dengan YTM obligasi, yang sudah diketahui
10,91%.
Pengembalian Total (Total return) = YTM
= 10,91%

• Hitung hasil keuntungan modal (Capital Gains Yield) dari obligasi sebagai
perbedaan pengembalian total dan hasil saat ini.
Hasil Keuntungan Modal = Pengembalian Total - Hasil Saat Ini
= 10,91% - 10,15%
= 0,76%
g) Apa risiko suku bunga (atau harga)? Obligasi mana yang memiliki risiko suku
bunga lebih besar, obligasi 1 tahun pembayaran tahunan atau obligasi 10 tahun?
Mengapa?
Jawab : Risiko suku bunga (atau harga): risiko bahwa obligasi akan kehilangan nilai
sebagai akibat dari kenaikan suku bunga. Mengingat kedua obligasi tersebut, obligasi
10 tahun tersebut memiliki risiko suku bunga yang lebih tinggi. Ini karena memiliki
jangka panjang dibandingkan dengan obligasi 1 tahun. Semakin lama jangka waktu
obligasi semakin tinggi akan menjadi risikonya untuk perubahan suku bunga di pasar.
h) Apa risiko tingkat reinvestasi? Mana yang memiliki lebih banyak risiko tingkat
reinvestasi, obligasi 1 tahun atau obligasi 10 tahun?
Jawab : Risiko tingkat reinvestasi adalah semacam risiko bahwa penurunan suku
bunga ketika obligasi diinvestasikan kembali akan menyebabkan penurunan
pendapatan dari portofolio obligasi. Mengingat kedua obligasi tersebut, obligasi 1
tahun memiliki risiko reinvestasi yang lebih tinggi. Ini karena setiap tahun akan
mengalami kemungkinan perubahan suku bunga di pasar tidak seperti obligasi 10
tahun yang akan diinvestasikan kembali setiap 10 tahun.

i) Bagaimana persamaan untuk menilai obligasi berubah jika pembayaran setengah


tahunan dilakukan? Carilah nilai dari 10 tahun, pembayaran setengah tahunan,
obligasi kupon 10% jika rd nominal = 13%
Jawab : Identifikasi input yang diperlukan untuk menghitung harga obligasi.

-Nilai Nominal (FV) = $1.000


-Tarif Kupon Tahunan (CR) = 10%
-Kupon Setengah Tahunan (PMT) = ½ x CR x FV = $50
-Jumlah Pembayaran Hingga Jatuh Tempo (n) = 10 x 2 = 20%
-Hasil setengah tahunan hingga Jatuh Tempo (YTM) = ½ x 13% = 6,50%
Menghitung Harga Obligasi :

Perubahan yang terjadi dengan peracikan semi-tahunan adalah jumlah periode peracikan
menjadi dua kali lipat, tingkat diskonto dibelah dua dan pembayaran kupon dihitung
secara setengah tahunan. Harga obligasi kupon setengah tahunan adalah $834,72.
j) Misalkan Anda bisa membeli, seharga $ 1000, baik obligasi pembayaran tahunan
10 persen, 10 tahun atau obligasi pembayaran semi-tahunan 10 persen, 10 tahun.
Mereka sama-sama berisiko. Mana yang lebih Anda sukai? Jika $ 1000 adalah
harga yang tepat untuk obligasi semi-tahunan, berapa harga ekuilibrium untuk
obligasi pembayaran tahunan?
Jawab : Pertama, Hitung suku bunga efektif tahunan (EAR) obligasi setengah tahunan
menggunakan input berikut:
• Jumlah pembayaran kupon per tahun (n) = 2
• Suku bunga tengah tahunan (r) = x 10%= 5%

Kedua, Hitung harga obligasi tahunan menggunakan input berikut:


• Nilai nominal (FV) = $1.000
• Tingkat kupon (CR) = 10%
• Kupon (PMT) = CR x FV = $100
• Jumlah pembayaran hingga jatuh tempo (n) = 10
• Yield to maturity (YTM) = 10,25%
Investor akan lebih memilih obligasi kupon setengah tahunan daripada obligasi
kupon tahunan karena tingkat bunga efektif yang lebih tinggi yang diperoleh dengan
memberikan risiko kedua obligasi sama. Harga keseimbangan untuk obligasi tahunan
adalah $984,80. Pada harga ini, total hasil untuk kedua obligasi akan sama.
k) Misalkan obligasi kupon setengah tahunan 10 tahun, 10 persen dengan nilai
nominal $ 1000 saat ini dijual seharga $ 1135,90, menghasilkan hasil nominal
hingga jatuh tempo 8 persen. Namun, obligasi dapat disebut setelah 4 tahun
dengan harga $ 1050.
Jawab : 1. Berapa yield nominal obligasi yang harus dihubungi (YTC)?
YTC = (50+((1050-1135.90)/8)) / ( (1050+1135.90)/2) . 2
= (39,27/ 1092,95)
= 3,59% x 2 = 7.14%
2. Jika Anda membeli obligasi ini, apakah Anda pikir Anda akan lebih
mungkin untuk mendapatkanYTM atau YTC? Mengapa?
Mengingat YTC memiliki tingkat yang lebih rendah dibandingkan dengan YTM, akan
lebih baik untuk memilikinya untuk callback. Dalam hal ini, perusahaan dapat
menghemat 2% dari bunga. (10% -8%) karena penerbitan obligasi baru hanya untuk
8%.
l) Apakah imbal hasil jatuh tempo mewakili pengembalian obligasi yang dijanjikan
atau diharapkan? Jelaskan.
Jawab : Hal Itu tergantung pada apakah pemegang obligasi akan memanggil kembali
atau menahan obligasi sampai jatuh tempo. Jika pemegang obligasi callback, mereka
tidak akan mendapatkan Yield to maturity yang hanya akan diperoleh setelah obligasi
ditahan hingga jatuh tempo. Dalam hal ini, imbal hasil hingga jatuh tempo akan
menjadi pengembalian yang diharapkan dari obligasi.
m) Obligasi ini diberi peringkat AA- oleh S&P. Apakah Anda akan
mempertimbangkan nilai investasi obligasi ini atau obligasi sampah?
Jawab : Obligasi kelas dianggap sebagai obligasi kelas investasi karena tingkat A
adalah penilaian tertinggi yang dapat diberikan S&P kepada obligasi.
n) Faktor apa yang menentukan peringkat obligasi perusahaan?
Jawab :
1. Profabilitas : Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan
laba dalam hubungannya dengan tingkat penjualan, aset, maupun modal saham
sendiri. Penerbit obligasi yang memiliki profitabilitas tinggi akan berperingkat baik
karena laba yang dihasilkan dapat digunakan untuk melunasi kewajiban. Hal tersebut
didukung oleh pernyataan bahwa tingkat profitabilitas yang tinggi menurunkan risiko
insolvency (ketidakmampuan membayar utang). Dengan demikian peringkat
perusahaan akan semakin membaik.
2. Likuiditas : Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban
financial jangka pendek tepat pada waktunya. Rasio likuiditas merupakan rasio
keuangan yang mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban
jangka pendek. Tingkat likuiditas biasa diukur dengan Current ratio dan Quick ratio.
kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka pendek mengindikasikan
bahwa perusahaan dalam keadaan likuid. Hal tersebut dikarenakan aktiva lancar yang
dimiliki mampu melunasi kewajiban jangka pendek perusahaan. Tingkat likuiditas
yang tinggi akan menunjukkan kuatnya kondisi keuangan perusahaan sehingga secara
finansial akan mempengaruhi prediksi peringkat obligasi.
3. Ukuran Perusahaan : Ukuran perusahaan merupakan pengukur yang menunjukkan
besar kecilnya perusahaan. Ukuran perusahaan dapat diukur dengan menggunakan
total aset, penjualan, dan ekuitas. Perusahaan kecil memiliki risiko yang lebih besar
dibanding dengan perusahaan besar. Aset yang dimiliki perusahaan besar relatif lebih
besar jumlahnya sehingga dengan aset tersebut dapat digunakan untuk jaminan
membayar obligasi. total utang dan ukuran perusahaan memiliki korelasi kuat dan
positif. Dengan kata lain firm size dapat digunakan sebagai pengukur total utang
(termasuk obligasi), sehingga secara tidak langsung ukuran perusahaan
berpengaruh pada peringkat obligasi.
4. Leverage : Rasio leverage merupakan rasio yang menunjukkan tingkat proporsi
penggunaan utang dalam membiayai investasi. Pecking Order Theory
menjelaskan sumber dana yang disukai perusahaan adalah internal financing
(pendanaan hasil operasi). Jika dana internal masih belum mencukupi, maka
dibutuhkan pendanaan dari hasil utang (obligasi) serta penerbitan saham baru. Utang
diperbolehkan sejauh masih memberikan manfaat, karena utang dalam jumlah besar
dapat menyebabkan kebangkrutan bagi perusahaan. Penelitian Burton et al (2000)
dalam Raharja & Sari (2008) menyatakan bahwa leverage berpengaruh negatif
terhadap peringkat obligasi. Semakin rendah nilai rasio, maka semakin kecil aktiva
yang didanai dengan utang. Tingkat leverage yang tinggi kurang baik karena
tanggungan beban bunga utang. Apabila tingkat leverage yang tinggi (extreme
leverage) menyebabkan perusahaan tidak mampu melunasi seluruh kewajibannya
(termasuk obligasi), maka peringkat obligasi perusahaan menjadi kurang baik.
5. Umur Obligasi : Jatuh tempo adalah tanggal dimana pemegang obligasi
akan mendapatkan kembali pokok atau nilai nominal obligasi yang dimilikinya.
Periode jatuh tempo obligasi bervariasi dari 1 tahun hingga diatas 5 tahun. Obligasi
yang jatuh tempo dalam waktu 1 tahun akan lebih mudah untuk diprediksi, sehingga
memiliki risiko yang lebih kecil dibanding dengan obligasi yang memiliki periode
jatuh tempo dalam waktu 5 tahun.
Mark et al (2001) dalam Andry (2005) menyatakan bahwa perusahaan yang peringkat
obligasinya tinggi mempunyai umur obligasi yang pendek. Investor cenderung tidak
menyukai obligasi dengan umur yang lebih panjang karena risiko yang akan didapat
juga akan semakin besar.
o) Jika perusahaan ini gagal bayar obligasi, apakah perusahaan akan segera
dilikuidasi? Apakah pemegang obligasi akan dijamin menerima semua
pembayaran yang dijanjikan?
Jawab : Dalam kasus default, perusahaan mungkin atau mungkin tidak segera
dilikuidasi tergantung pada nilai perusahaan jika direorganisasi. Jika nilai aset
perusahaan masih bernilai besar sampai reorganisasi, itu tidak akan dilikuidasi tetapi
merampingkan kegiatan untuk mengurangi eksposur utang perusahaan akan diamati.
Sebagai imbalannya, pemegang obligasi mungkin tidak menerima pembayaran yang
dijanjikan. Dalam kasus likuidasi, likuidator akan mengikuti pembayaran utang
berdasarkan prioritas klaim, jika aset perusahaan tidak akan cukup untuk membayar
semua utangnya. Pemegang obligasi mungkin tidak menerima semua pembayaran
yang dijanjikan.
BAB III
PENUTUP

a) Daftar Pustaka
Brigham Houston, Fundamentals of Financial Management 15e
https://money.kompas.com/read/2021/03/25/000600426/apa-itu-obligasi--pengertian-
jenis-contoh-dan-bedanya-dengan-saham?page=all
https://www.bmeb-bi.org/index.php/BEMP/article/view/135