Anda di halaman 1dari 17

PROPOSAL KREATIVITAS MAHASISWA

PENGARUH PERLAKUAN EKSTRAKSI BUNGA LAWANG TERHADAP


KUALITAS INDERAWI DALAM PEMBUATAN PERMEN JELLY
BUNGA LAWANG

BIDANG KEGIATAN

PKM PENELITIAN

Diusulkan oleh:

Nanda Eka Wahyu Ivada (5404416026)

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

SEMARANG

2018
PENGESAHAN PKM - KEWIRAUSAHAAN

1. Judul Kegiatan : Pengaruh Perlakuan Ekstraksi Bunga


Lawang Terhadap Kualitas Inderawi dalam
Pembuatan Permen Jelly Bunga Lawang
2. Bidang Kegiatan : PKM-P
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Nanda Eka Wahyu Ivada
b. NIM : 5404416026
c. Jurusan : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
d. Institut : Universitas Negeri Semarang
e. Alamat Rumah dan No. HP : Ds. Kirig RT 03 RW 02 Mejobo, Kudus
f. Email : ivadananda5@gmail.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan :
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Ir. Siti Fathonah, M.kes.
b. NIDN :
c. Alamat Rumah dan No. Telp. :
6. Biaya Kegiatan Total : Rp. 7.140.000,-
a. Kemenristekdikti : Rp. 7.140.000,-
b. Sumber Lain (sebutkan ....) : Rp. 0
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 3 Bulan

Semarang, 20 November 2018


Menyetujui,
Ketua Program Studi Ketua Pelaksana
PendidikanTata Boga

(Muhammad Ansori, S.Tp., M.P.) (Nanda Eka Wahyu Ivada)


NIK NIM. 5404416026

Wakil Rektor Bidang kemahasiswaan Dosen Pendamping

( ) (Ir. Siti Fathonah, M.kes.)


NIK. NIDN
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Akhir-akhir ini banyak beredar berbagai macam jenis produk dan merk
manisan atau permen dengan berbagai keunngulan masing-masing. Tetapi
sekarang ini juga banyak produk tersebut yang menggunakan bahan tambahan
yang tidak baik bagi kesehatan, seperti pemanis buatan dan pewarna buatan.
Apalagi banyak juga produk tersebut yang tidak mempunyai nilai gizi yang
banyak mengandung gula.
Permen adalah sejenis gula-gula (confectionary) yang banyak disukai oleh
anak-anak hingga dewasa. Permen yang banyak beredar di pasaran sangat
beragam bentuk, jenis, maupun rasanya. Umumnya permen yang beredar
dikalangan masyarakat yaitu permen karet (gum), permen lolipop, permen kenyal
(jelly), permen keras (hard candy), permen berbahan dasar coklat (bounty),
caramel, caramel kacang kunyah, nougat, dan permen jahe (Yustina dan
Antarlina, 2013).
Permen jelly merupakan permen yang terbuat dari campuran sari buah-
buahan, bahan pembentuk gel atau dengan penambahan essens untuk
menghasilkan berbagai macam rasa, dengan bentuk fisik jernih transparan serta
mempunyai tekstur kenyal seperti permen karet. Bahan pembentuk gel yang biasa
digunakan antara lain gelatin, karagenan atau agar-agar. Permen jelly tergolong
makanan semi basah, oleh karena itu cepat rusak, maka dari itu perlu penanganan
yang tepat untuk memperpanjang masa simpan (Malik, 2010).
Salah satu faktor yang mempengaruhi mutu permen jelly adalah adanya
bahan pembentuk gel. Gel yang kuat dan tekstur yang kenyal pada permen jelly
dapat dihasilkan dengan adanya penambahan bahan yang mengandung pembentuk
gel seperti karagenan yang banyak terkandung dalam rumput laut. Adanya
kandungan karagenan rumput laut secara fungsional dapat berfungsi sebagai
penstabil, pengental dan pembentukan gel sehingga dapat mempengaruhi
karakteristik produk pangan khususnya permen jelly (Paramitasari, 2010).
Karagenan merupakan suatu zat yang dihasilkan oleh rumput laut dari kelas
Rhodophyceae dan umumnya berbentuk seperti tepung yang berfungsi sebagai
pengemulsi, penstabil, pengental, dan bahan pembentuk gel (Murdinah, 2010).
Kekuatan gel sangat penting untuk menentukan perlakuan yang terbaik
dalam proses ekstraksi karagenan. Salah satu sifat penting karagenan adalah
mampu mengubah cairan menjadi padatan atau mengubah bentuk sol menjadi gel
yang bersifat reversible. Rumput laut juga mengandung zat gizi lain seperti
karbohidrat, lemak, protein dan garam-garam mineral. Adanya zat gizi inilah yang
menyebabkan karagenan sangat luas penggunaanya, baik dalam bidang pangan
maupun non pangan (Samsuari, 2006).
Winarno (1990), menerangkan bahwa penggunaan tepung karagenan
biasanya dilakukan konsentrasi 0,005- 3% atau tergantung pada produk yang
ingin diproduksi. Penelitian yang dilakukan Jumri (2014) menyimpulkan bahwa
permen jelly buah naga diperoleh perlakuan terbaik dengan rasio karagenan dan
gum arab 10,5% : 0,5% dengan kadar air 30,48%, kadar abu 2,50%, kadar gula
reduksi 22,70%, pH 5,3 serta penilaian sensori secara keseluruhan disukai oleh
panelis. Permen jelly memiliki kelemahan diantaranya kadar air permen jelly
melebihi standar SNI 3574-2-2008 kadar air maksimal 20% (Jumri, 2014).
Bunga lawang atau pekak dikenal dengan nama latin illicium verum
merupakan buah berwarna cokelat gelap yang terdiri atas tujuh sampai delapan
sisi yang menyerupai bintang. Bunga lawang, berasal dari pohon asli Asia, yang
banyak tumbuh di Cina selatan. Rasa dari bunga lawang ini berasal dari senyawa
kimia, yang dikenal sebagai anethol. Rasa bunga lawang tajam dan kuat sehingga
banyak digunakan untuk masakan kuliner. Namun, bunga lawang juga memiliki
beberapa sifat obat, dan dapat digunakan untuk berbagai tujuan, diantaranya
dalam perkembangan botani, kimia,farmakologi dan terapi (Tjitrosoepomo, 2005).
Salah satu sifat obat yang terkandung pada bunga lawang yaitu dapat
digunakan untuk mengatasi bau mulut karena mengandung senyawa polifenol
yang befungsi sebagai antibakteri. Bau mulut terjadi akibat adanya bakteri pada
rongga mulut yang disebabkan oleh sisa-sisa makanan yang tertinggal di sela-sela
gigi. Ekstrak bunga lawang memberikan aktivitas antibakteri dengan batas daerah
hambat yang efektif pada konsentrasi 90, 100 dan 200 mg/ml berturut-turut adalah
14,3; 14,4; 15,9 mm untuk SA dan 14,1; 14,3; 15,5 mm untuk SM (Hutasoit,
2014).
Tujuan eksperimen ini adalah untuk mengetahui membuat permen jelly
ekstrak bunga lawang yang dapat digunakan untuk mengatasi bau mulut agar
penggunaannya lebih praktis dan efisien.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan yang akan dibahas


dikegiatan peneitian ini adalah sebagai berikut :

1.2.1 Adakah pengaruh perbedaan ekstraksi bunga lawang terhadap kualitas


indrawi permen jelly bunga lawang?
1.2.2 Adakah pengaruh perbedaan ekstraksi bunga lawang terhadap tingkat
kesukaan kualitas indrawi permen jelly bunga lawang?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari kegiatan penelitian ini diantaranya adalah :


1.3.1 Mengetahui pengaruh perbedaan ekstraksi bunga lawang terhadap kualitas
indrawi permen jelly bunga lawang
1.3.2 Mengetahui pengaruh perbedaan ekstraksi bunga lawang terhadap tingkat
kesukaan kualitas indrawi permen jelly bunga lawang

1.4 Manfaat

Kegiatan penelitian ini memiliki manfaat, antara lain :

1.4.1 Menambah nilai gizi permen jelly

1.4.2 Menambah nilai ekonomi bunga lawang

1.5 Luaran yang diharapkan

Dari kegiatan penelitian ini diharapkan akan memperoleh hasil sebagai


berikut :

1.5.1 Terciptanya artikel ilmiah tentang permen jelly yang sehat

1.5.2 Meningkatnya nilai ekonomi bunga lawang


BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Bunga Lawang


Bunga lawang merupakan tanaman jenis pohon-pohonan atau perdu,
dengan tinggi mencapai 4-6 m. Memiliki daun tunggal, berbintik dengan ujung
runcing. Bunganya berwarna kuning kehijau-hijauan. Buah terdiri atas 6-8 folikel,
masing-masing folikel berisi 1 biji. Buah berdiameter 2,5-4,5 cm. Buah masak
berwarna coklat dan akan pecah pada bagian tengahnya yang bentuknya
menyerupai bintang. Pada setiap folikel buah yang pecah tadi terdapat biji
berwarna coklat, mengkilap dan tidak berbulu (Tjitrosoepomo, 2005).

2.1.1 Klasifikasi
Sistematika Tjitrosoepomo (2005):
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Illiciales
Famili : Illiciaceae
Genus : Illicium
Spesies : Illicium verum Hook.f.

2.1.2 Sinonim
Sinonim dari tanaman bunga lawang (Illicium verum Hook.f.) adalah
Illicium san-ki Perrottet, badian star anise, chinese anise, chinese star anise, indian
anise, star anise, true star anise, sternanis, fructus anisi stellati, anisum stellatum,
anisum badium (Tjitrosoepomo, 2005).

2.1.3 Kandungan Kimia


Bunga lawang mengandung minyak atsiri (anethole 85-90%), resin, lemak,
tanin, pektin, terpen, limoeonene, estradol, safrol, timokuinon, flavonoid,
glukosida, saponin. Bijinya mengandung minyak atsiri dan resin (Parthasaratthy,
dkk, 2008).
2.1.4 Kasiat
Bunga lawang digunakan untuk pengobatan gangguan pencernaan, obat
batuk, antirematik, antidiare, antibakteri (Parthasarathy, dkk, 2008), pengobatan
infeksi saluran pernafasan, dispepsia, stimulan, karminatif, antifungi, antioksidan
(Tjitrosoepomo, 2007). Bunga lawang dapat digunakan untuk mengatasi bau
mulut karena mengandung senyawa polifenol yang berkhasiat sebagai antibakteri
(Hutasoit, 2014).

2.2 Permen Jelly


Badan Standarasisai Nasional (2008) mengemukakan bahwa permen jelly
adalah kembang gula bertekstur lunak, yang diproses dengan penambahan
komponen hidrokoloid seperti agar, gum, pektin, pati, karagenan, gelatin dan lain-
lain yang digunakan untuk modifikasi tekstur sehingga menghasilkan produk yang
kenyal. Dominasi gelatin sebagai salah satu komponen hidrokoloid pembentuk
permen jelly sebanyak 23% dari penggunaan gelatin dalam industri pangan
sebesar 154,000 ton.
Permen jelly merupakan permen yang terbuat dari campuran sari buah-
buahan, bahan pembentuk gel atau dengan penambahan essens untuk
menghasilkan berbagai macam rasa, dengan bentuk fisik jernih transparan serta
mempunyai tekstur kenyal seperti permen karet. Bahan pembentuk gel yang biasa
digunakan antara lain gelatin, karagenan atau agar-agar. Permen jelly tergolong
makanan semi basah, oleh karena itu cepat rusak, maka dari itu perlu penanganan
yang tepat untuk memperpanjang masa simpan (Malik, 2010).
Salah satu faktor yang mempengaruhi mutu permen jelly adalah adanya
bahan pembentuk gel. Gel yang kuat dan tekstur yang kenyal pada permen jelly
dapat dihasilkan dengan adanya penambahan bahan yang mengandung pembentuk
gel seperti karagenan yang banyak terkandung dalam rumput laut. Adanya
kandungan karagenan rumput laut secara fungsional dapat berfungsi sebagai
penstabil, pengental dan pembentukan gel sehingga dapat mempengaruhi
karakteristik produk pangan khususnya permen jelly (Paramitasari, 2010).
Karagenan merupakan suatu zat yang dihasilkan oleh rumput laut dari kelas
Rhodophyceae dan umumnya berbentuk seperti tepung yang berfungsi sebagai
pengemulsi, penstabil, pengental, dan bahan pembentuk gel (Murdinah, 2010).
Kekuatan gel sangat penting untuk menentukan perlakuan yang terbaik
dalam proses ekstraksi karagenan. Salah satu sifat penting karagenan adalah
mampu mengubah cairan menjadi padatan atau mengubah bentuk sol menjadi gel
yang bersifat reversible. Rumput laut juga mengandung zat gizi lain seperti
karbohidrat, lemak, protein dan garam-garam mineral. Adanya zat gizi inilah yang
menyebabkan karagenan sangat luas penggunaanya, baik dalam bidang pangan
maupun non pangan (Samsuari, 2006).

Persyaratan mutu permen jelly menurut SNI 02-3547-2008

Kadar Uji Satuan Persyaratan Mutu


Bentuk - Normal
Rasa - Normal
Bau - Normal
Air % (b/b) Maks 20.0
Abu % (b/b) Maks 3.0
Sakarosa % (b/b) Min 30
Pemanis Buatan - Negatif
Pewarna tambahan - Negatif
Gula Reduksi (sebagai gula invert) % (b/b) Maks 20
Cemaran logam:
Timbal (Pb) mg/kg Maks 1.5
Tembaga (Cu) mg/kg Maks 10
Seng (Zn) mg/kg Maks 10
Raksa (Hg) mg/kg Maks 0.03
Timah (Sn) mg/kg Maks 40
Cemaran Arsen (As) mg/kg Maks 1.0
Cemaran mikroba:
Angka lempeng total Koloni/g Maks 5 x 104
Bakteri koliform APM/g Maks 20
E.Coli APM/g Kurang dari 3
Salmonella - Negatif/25g
Staphylococcus aureus Koloni/g Maks 102
Kapang dan Khamir Koloni/g Maks 102

2.3 Ekstraksi
Ekstraksi adalah suatu cara menarik satu atau lebih zat dari bahan asal
menggunakan suatu cairan penarik atau pelarut. Umumnya dikerjakan untuk
simplisia yang mengandung zat-zat berkhasiat atau zat-zat lain untuk keperluan
tertentu. Tujuan utama ekstraksi dalam bidang farmasi adalah untuk mendapatkan
atau memisahkan sebanyak mungkin zat-zat yang memiliki khasiat pengobatan
agar lebih mudah dipergunakan (kemudahan diabsorpsi, rasa, pemakaian, dan
lain-lain) dan disimpan dibandingkan simplisia asal, dan tujuan pengobatannya
lebih terjamin (Syamsuni, 2006).
Ekstraksi adalah proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan
kelarutannya terhadap dua cairan tidak saling larut yang berbeda, biasanya air dan
yang lainnya pelarut organik. Ekstraksi adalah proses penarikan suatu zat dengan
pelarut sehingga terpisah dari bahan yang tidak dapat larut dengan pelarut cair
(Mukhriani, 2014). Seringkali campuran bahan padat dan cair tidak dapat atau
sukar sekali dipisahkan dengan metode pemisahan mekanis atau termis.
Teknik ekstraksi sangat berguna untuk pemisahan secara cepat dan bersih,
baik untuk zat organic atau anorganik, untuk analisis makro maupun mikro. Selain
untuk kepentingan analisis kimia, ekstraksi juga banyak digunakan untuk
pekerjaan preparatif dalam bidang kimia organik, biokimia, dan anorganik di
laboratorium. Tujuan ekstraksi ialah memisahkan suatu komponen dari
campurannya dengan menggunakan pelarut.
BAB 3 METODE PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian


Penelitian ini akan dilaksanakan pada tanggal 16 November 2018 di
Gedung E7 – 352A Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.

3.2 Rancangan Penelitian


Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Two Out of Five
Test, yaitu 2 perlakuan dengan penyajian sampel sebanyak 5 sampel kepada
masing-masing panelis dan di lakukan sebanyak satu kali. Kemudian data yang
diperoleh dibandingkan dengan T14 (Buku Meillgard) untuk menentukan adanya
perbedaan atau tidak.
Perlakuan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
522 : bunga lawang direbus
537 : bunga lawang diblender
544 : bunga lawang direbus
984 : bunga lawang direbus
459 : bunga lawang diblender

3.3 Instrumen Penelitian


Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bunga lawang dan
agar-agar. Alat yang digunakan yaitu, timbangan, mangkuk, panic, pengaduk,
kompor, gelas ukur, dan cetakan. Alat yang digunakan untuk analisis yaitu borang
penelitian dan sampel produk.

3.4 Tahap Pelaksanaan


3.4.1 Persiapan Bungan lawang
Bunga lawang diperoleh di Pasar Sampangan, dengan kriteria bunga lawang yang
baik, yaitu yang berbentuk bintang utuh dan kering.

3.4.2 Pembuatan Ekstraksi Bunga Lawang


Dalam penelitian ini terdapat 2 cara untuk mendapatkan ekstrak bunga lawang,
yaitu bunga lawang direbus dan bunga lawang diblender.
3.4.3 Pengolahan Permen Jelly Bunga Lawang
10 gram bunga lawang diekstraksi dengan air sebanyak 100 ml kemudian
dicampur dengan 7 gram agar-agar, 90 gram gula dan 1 gram garam. Aduk rata
kemudian dimasak hingga mendidih. Setelah itu ditambahkan 1/8 sdt asam sitrat
dan dituang dicetakan. Kemudian ditunggu hingga keras, setelah itu dipotong-
potong dan dijemur dibawah sinar matahari selama 3-5 hari.
Bahan Resep 1 Resep 2
Bunga Lawang 10 gram (direbus) 10 gram (diblender)
Agar-agar 7 gram 7 gram
Gula Pasir 90 gram 90 gram
Air 100 ml 100 ml
Garam 1 gram 1 gram
Asam sitrat 1/8 sdt 1/8 sdt
BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya

Tabel 1. Ringkasan Anggaran Biaya

No Jenis Pengeluaran Biaya


.
1. Peralatan Penunjang Rp 2.480.000,-
2. Bahan habis pakai Rp 2.410.000,-
3. Perjalanan Rp 1.350.000,-
4. Lain-lain Rp 900.000,-
Total Rp 7.140.000,-

4.2 Jadwal Kegiatan


Berikut adalah rincian jadwal kegiatan :

Tabel 2. Rincian Kegiatan Produksi


No. Kegiatan Bulan ke-1 Bulan ke-2 Bulan ke-3
1. Studi kepustakaan
2. Persiapan alat dan bahan
3. Pembuatan produk
4. Penelitian
5. Analisa Hasil dan data
6. Pembuatan laporan
7. Evaluasi
DAFTAR PUSTAKA

Mukhriani, 2014. Ekstraksi, Pemisahan Senyawa, dan Identifikasi Senyawa


Aktif. Jurnal Kesehatan. Vol. VII No. 2.

Malik, Iwan. 2010. Permen Jelly.Http://Www. Malik. Wordpress. Com. Diakses


Pada Tanggal 19 November 2018.
Murdinah, Dkk. 2007. Riset Daya Simpan Produk Tepung Es Krim Dengan
Substitusi Fikokoloid. Laporan Teknis Riset Pengembangan Produk Baru
Dari Rumput Laut. Balai Besar Riset Pengolahan Produk Dan
Bioteknologi Kelautan Dan Perikanan.
Pramitasari, D. 2010. Penambahan Ekstrak Jahe (Zingiber Officinale Rosc)
Dalam Pembuatan Susu Kedelai Bubuk Instan Dengan Metode Spray
Drying, Komposisi Kimia, Sifat Sensoris Dan Aktivitas Antioksidan.
Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Samsuari. 2006. Penelitian Pembuatan Karaginan Dari Rumput Laut
Eucheuma Cottonii Di Wilayah Perairan Kabupaten Jeneponto
Propinsi Sulawesi Selatan. Institut Pertanian Bogor.
Http://Damandiri.Or.Id/File/Samsuariipbbab2.Pdf. Diakses 19 November
2018.
Syamsuni, H. A. 2006. Ilmu Resep. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta.
Parthasarathy, dkk. 2008. Spatial Influence on the Important Biochemical
Properties of Piper nigrum Linn. Leaves. Natural Product Radiance
Vol.7(5), 2008: 444-447.
Tjitrosoepomo, G. 2007. Taksonomi Tumbuhan (Spermatohyta). Gadjah Mada
University Press: Yogyakarta.
Tjitrosoepomo, G. 2005. Morfologi Tumbuhan. Gajah Mada University Press:
Yogyakarta.
Hutasoit, E Herlin. 2014. Formulasi Ekstrak Bunga Lawang (Illicium verum
Hook.f.) Sebagai Sediaan Obat Kumur Dan Uji Aktivitas Antibakteri.
Fakultas Farmasi, Universitas Sumatera Utara: Medan.
Yustina dan Antarlina. 2013. Pengemasan dan Daya Simpan Permen Nanas.
Seminar Nasional : Menggagas Kebangkitan Komoditas Unggulan Lokal
Pertanian dan Kelautan Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.
Jumri. 2014. Mutu permen jelly buah naga merah (Hylocereus polyrhizus)
dengan penambahan karagenan dan gum arab. Skripsi. Fakultas
Pertanian, Universitas Riau. Pekanbaru.
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pembimbing
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Nanda Eka Wahyu Ivada
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Pendidikan Tata Boga
4 NIM/NIDN 5404416026
5 Tempat dan Tanggal Lahir Kudus, 10 Juli 1998
6 Email Ivadananda5@gmail.com
7 No. Telp. / HP 081902273904

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN 03 Kirig SMPN 1 SMAN 1 Bae
Mejobo
Jurusan Mipa
Tahun Masuk-Lulus 2004-2010 2010-2013 2013-2016

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (oral presentation)


Nama Pertemuan Ilmiah / Waktu dan
No Judul Artikel Ilmiah
Seminar Tempat

D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir


No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
Persyaratan dalam pengajuan PKM – Penelitian

Semarang, 20 November 2018

(Nanda Eka Wahyu Ivada)


Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan

1. Peralatan penunjang
Material Kuantitas Harga Satuan Harga Keseluruhan
Kompor 1 buah Rp 450.000,- Rp 450.000,-
Panci 2 buah Rp 150.000,- Rp 300.000,-
Timbangan 2 buah Rp 125.000,- Rp 250.000,-
Blender 2 buah Rp 450.000,- Rp 900.000,-
Irus 4 buah Rp 20.000,- Rp 80.000,-
Loyang panjang 10 buah Rp. 50.000,- Rp 500.000,-
Sub Total Rp 2.480.000,-

2. Bahan Habis Pakai


Material Kuantitas Harga Satuan Harga Keseluruhan
Bunga Lawang 10 kg Rp 100.000,- Rp 1.000.000,-
Agar-agar 7 kg Rp 150.000,- Rp 1.050.000,-
Gula pasir 9 kg Rp 15.000,- Rp 135.000,-
Asam sitrat 5 pcs Rp 5.000,- Rp 25.000,-
Air Galon 10 buah Rp 20.000,- Rp 200.000,-
Sub Total Rp 2.410.000,-

3. Perjalanan
Material Kuantitas Harga Satuan Harga Keseluruhan
Perjalanan membeli 3 Orang Rp 300.000,- Rp 900.000,-
perlengkapan alat
dan bahan
Perjalanan untuk 3 Orang Rp 150.000,- Rp 450.000,-
survey dan promo
Sub Total Rp 1.350.000,-

4. Lain-lain (administrasi, publikasi, seminar, laporan, lainnya, maks)


Material Kuantitas Harga Satuan Harga Keseluruhan
Pamflet dan brosur 2 jenis Rp 300.000,- Rp 600.000,-
Laporan 3 rangkap Rp 100.000,- Rp 300.000,-
Sub Total Rp 900.000,-
Lampiran 3. Hasil Penelitian

Data Hasil Uji Pilih Dua Dari Lima (Two Out Of Five Test)

Produk : Permen Jelly Bunga Lawang


Jumlah Panelis : 10 orang
Lokasi uji : Gedung E7-352A
Hari, tanggal : Jumat, 16 November 2018

Tabel Hasil Uji Pilih Dua Dari Lima

No. Nama Sampel Keterangan


522 537 544 984 459
1. Duani Pangestu o x o o x 1
2. Magda Cntika o x o o x 1
3. Meidina Larasati o x o o x 1
4. Wijayanti o x o o x 1
5. Azahranisa Puspasari o x o o x 1
6. Putri Tazkiya o x o o x 1
7. Nia Yunita o x o o x 1
8. Siti Humaizah o x o o x 1
9. Maharani Nur F o x o o x 1
10. Gusti Rahmawati o x o o x 1
Jumlah 10

Dari pengujian dengan jumlah 10 panelis, semuanya menjawab dengan


benar. Dengan tingkat toleransi 0,01 maka minimal panelis yang menjawab benar
adalah 5 orang agar produk dinyatakan berbeda. Berdasarkan hasil uji
menunjukkan bahwa sampel produk A dengan nomor sampel 522, 544, dan 984
(Bunga lawang direbus) berbeda dengan sampel produk B dengan nomor sampel
537 dan 459 (Bunga lawang diblender).
Lampiran 4. Dokumentasi

Permen Jelly Bunga Lawang (direbus) Permen Jelly Bunga Lawang (diblender)

Kegiatan Pengambilan Data