Anda di halaman 1dari 5

Nama : Syifa Annisa

NIM : 141200201

Tugas Resume Kepailitan dan PKPU

PENGERTIAN PAILIT

Pailit merupakan sebuah keadaan dimana seorang debitor tidak mampu membayar utang
hingga melewati jatuh tempo.

HUKUM YANG MENGATUR KEPAILITAN

Undang-Undang Nomor 37 tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban


Pembayaran Utang ditempatkan pada Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 131.

PENGERTIAN PKPU

PKPU adalah upaya perdamaian yang ditawarkan debitor untuk menyelesaikan utang-utang
tersebut agar tidak dinyatakan pailit.

SYARAT PAILIT

1. Adanya debitur yang tidak membayar utang.

2. Adanya lebih dari satu kreditur.

3. Adanya lebih dari satu utang.

4. Minimal satu utang sudah jatuh tempo.

5. Minimal satu utang sudah dapat ditagih.

Dalam UU No.1 Tahun 1998, Kepailitan dapat diajukan apabila :

1. Dalam keadaan berhenti membayar.

2. Lebih dari satu kreditur, dan 1 kreditur piutangnya dapat ditagih.

PIHAK YANG DAPAT MENGAJUKAN KEPAILITAN

1. Debitur sendiri.
2. Seorang atau lebih kreditur.

3. Kejaksaan mewakili kepentingan umum.

4. Bank Indonesia apabila debiturnya bank.

5. Bapepam.

PENGERTIAN UTANG

Utang adalah sesuatu yang dipinjam, baik berupa uang maupun benda. Seseorang atau badan
usaha yang meminjam disebut debitur. Entitas yang memberikan utang disebut kreditur.
Utang merupakan pengorbanan manfaat ekonomi masa datang yang mungkin timbul karena
kewajiban sekarang.

Arti Sempit : Suatu kewajiban yang timbul hanya dari adanya perjanjian utang piutang.

Arti Luas : Seluruh kewajiban yang ada dalam suatu perikatan baik yg timbul karena UU atau
perjanjian.

Utang adalah utang pokok dan bunganya.

PROSES PENYELESAIAN SENGKETA

Tingkat I: Pengadilan Niaga

Tingkat II: Mahkamah Agung

Peninjauan Kembali: Mahkamah Agung

Pasal 6 (4) UU Kepailitan

Putusan diambil maksimal 30 hari setelah permohonan didaftarkan.

SEBELUM PUTUSAN

Kreditur dapat mengajukan permohonan:

1. Meletakkan sita jaminan terhadap sebagian atau seluruh kekayaan debitur

2. Menunjuk kurator sementara untuk:


-Mengawasi pengelolaan usaha debitur

-Mengawasi pembubaran.

AKIBAT HUKUM PUTUSAN PAILIT

1. Debitor demi hukum kehilangan haknya untuk menguasai dan mengurus kekayaannya
yang termasuk dalam harta pailit, sejak tanggal putusan pernytaan pailit diucapkan.

2. Semua perikatan debitor yang terbit setelah putusan pernyataan pailit tidak dapat
dibayarkan dari harta pailit, kecuali perikatan tersebut menguntungkan harta pailit.

3. Tuntutan mengenai hak dan kewajiban yang menyangkut harta pailit harus diajukan oleh
atau terhadap kurator.

4. Selama berlangsungnya kepailitan tuntutan untuk memperoleh pemenuhan periktan dari


harta pailit yang ditujukan untuk terhadap debitor pailit, hanya dapat diajukan dengan
mendaftarkannya untuk dicocokkan.

5. Suatu tuntutan hukum yang diajukan debitor dan yang yang sedang berjalan selama
kepailitan berlangsung, atas permohonan tergugat, perkara harus ditangguhkan untuk
memberikan kesempatan kepada tergugat memanggil kurator untuk mengambil alih perkara
dalam jangka waktu yang ditentukan oleh hakim.

6. Suatu tuntutan hukum dipengadilan yang diajukan terhadap debitor sejauh bertujuan untuk
memperoleh pemenuhan kewajiban dari harta pailit dan perkaranya sedang berjalan, gugur
demi hukum dengan diucapkan putusan pernyataan pailit terhadap debitor.

7. Segala penetapan pelaksanaan pengadilan terhadap setiap bagian kekayaan debitor yang
telah dimulai sebelum kepailitan, harus dihentikan seketika dan sejak itu tidak ada suatu
putusan yang dapat dilaksanakan termasuk atau juga dengan menyandera debitor.

8. Selama kepailitan debitor tidak kenakan uang paksa.

9. Penjualan benda bergerak atau tidak bergerak yang dilakukan debitor, yang prosesnya
sebelum putusan pailit diucapkan, atas izin hakim pengawas, kurator kuartor dapat
meneruskan penjualan itu atas tanggungan harta pailit.

10. Perjanjian yang bermaksud memindahtangankan hak atas tanah, balik nama kapal,
pembebanan hak tanggungan, hipotek atau jaminan fidusia yang telah diperjanjikan terlebih
dahulu, tidak dapat dilaksanakan setelah putusan pernyataan pailit diucapkan.
HARTA KEKAYAAN

Harta Kekayaan adalah segala benda baik berwujud maupun tidak berwujud, benda bergerak
maupun tidak bergerak yang memiliki nilai ekonomi maupun nilai estetis, yang diakui serta
dilindungi oleh hukum serta dapat dialihkan kepemilikannya pada orang lain.

Yang tidak termasuk harta kekayaan :

a. Perlengkapan tidur

b. Perlengkapan dinas dan kerja

c. Persediaan makanan kurang lebih satu bulan.

d. Hak Cipta

e. Gaji,Upah,Uang Jasa,Honor

f. Buku-Buku untuk bekerja

g. Uang untuk nafkah (ditetapkan hakim)

PARA PIHAK

- Hakim Pengawas

- Kurator

- Panitia para kreditor

- Rapat para kreditor

AKIBAT HUKUM PERNYATAAN PAILIT

1. Terjadi sitaan umum kekayaan debitur

2. Kepailitan hanya kekayaan bukan pribadi

3. Harta dikuasai kurator

4. Tuntutan dan gugatan ke kurator

5. Kreditur preference tetap dpt laksanakan haknya

UPAYA DALAM KEPAILITAN

1. Penundaan pembayaran
2. Verifikasi piutang

3. Perdamaian (Akkoord)

4. Insolvensi

5. Rehabilitasi